
Hari libur sekolah. kebanyakan murid
mungkin akan bermalas-malasan untuk bangun di pagi hari, selama matahari belum
tinggi, biasanya masih berada di tempat tidur memeluk bantal. Tapi Zul sudah
bangun di pagi hari, melakukan kebiasaannya di hari libur, lari pagi menikmati
hangatnya sinar di pagi hari. Kejora pun bangun dengan cepat padahal dia
terlambat tidur, pikirannya tidak tenang membuatnya susah untuk tidur dengan
nyenyak.
“Zul kamu mau kemana?" tanya
Kejora yang habis membasuh wajah.
“Aku mau jogging kamu mau ikut?”
tanya Zul.
“Ternyata muka Kejora, abis bangun
tidur gak pake makeup, tetep cantik juga... aduh...malah mikirin itu, apa -paan
kamu Zul.” ucap Zul dalam hati.
“Aku gak bawa celana, tapi pengen
ikut.“ jawab Kejora.
“Makanya, jangan rok panjang semua.“
ucap Zul tertawa.
“Gimana lagi geh? aku males kalo
pake celana.“ jawab Kejora.
“Pake celana ku mau?” tanya Zul.
“Emang muat? badan mu aja lebih
gede, kamu juga lebih tinggi.” jawab Kejora.
“Jelas gak muatlah.” jawab Zul
bercanda.
“Pagi-pagi udah ngerjain orang,
ngasih harapan palsu.” ucap Kejora Kesal.
“Pinjem punya ibu aja sana! dia
punya banyak, oh iya kamu bawa jaket gak?“ tanya Zul.
“Aku gak Punya jaket buat jogging.”
jawab Kejora.
“Yaudah, jaket pake punyaku aja kalo
jaket, kan gede dikit gak papa.“ ucap Zul.
“ ya udah tunggu bentar ya ” jawab
Kejora
“Bu aku boleh pinjem celana buat
jogging? ” tanya Kejora.
"Kamu mau jogging sama Zul, ayo
sini ibu pilihin!” jawab Ibu Zul.
“Ini cocok deh.” kata Ibu Zul memilih
celana di atas lutut dan sangat ketat.
“Gak Bu, aku gak mau ini kebuka
banget.” jawab Kejora.
“Kenapa? kamu pasti cocok pake ini,
mungkin Zul bakal suka.” terang Ibu Zul.
“Zul suka kalo cewek pake celana
kayak gini, tapi ini pendek banget, gimana ya? pake gak ya?” pikir Kejora
bimbang.
“Gak ah Bu, malu yang panjang aja
ada gak?“ jawab Kejora.
“Sayang, padahal ibu yakin pasti Zul
bengong liatnya.” ucap Ibu Zul.
“Yaudah, aku gak jadi jogging aja
deh kalo gak ada yang panjang.” Jawab Kejora lesu.
“Eh kok anak ibu ngambek, cuma
becanda gemesin banget sih kamu ini.“ ucap Ibu Kejora sambil mencubit pipi
Kejora.
“Bukan ngambek kok, aku gak mau pake
yang pendek malu.” Jawab Kejora.
“Yaudah, pake yang ini aja mau?”
tanya Ibu Kejora.
“Iya mau, makasih ya bu aku
berangkat dulu.” Jawab Kejora
“Iya hati-hati ya anak gadisku.”
ucap Ibu Zul.
“Zul ayo berangkat.” ucap Kejora.
Tak ada balasan.
“Zul bengong kenapa sih?” Tanya
Kejora.
“Man...” ucap Zul.
“Man?” tanya kejora.
“Mantap, keren kamu pake itu, cocok
banget.” Jawab Zul tertawa kaku.
“Kok aku mau ngomong manis,
apa-apaan sih Zul,otakmu error apa kebanyakan belajar.” Pikir Zul.
“Makasih Zul.“ Jawab Kejora dengan
wajah memerah.
“Ra kamu sakit apa? dari kemaren
muka mu tiba-tiba merah gitu lo?” Tanya Zul.
“Gak Kok, masa iya sih, salah liat
kamu paling, kamu kan baru bangun tidur.“ jawab Kejora salah tingkah.
“Yaudah kalo gak, yuk jalan keburu
panas nanti.“ ajak Zul.
“Pelan-pelan ya, aku baru pertama
kali jogging .“ jawab Kejora.
“Iya Tuan Putri.“ jawab Zul
tersenyum
Mereka pun berlari kecil sambil
mengobrol dan tertawa menikmati hangatnya pagi, Kejora sebenarnya merasa hampir
sampai di batas kemampuan fisiknya yang jarang di latih, tapi dia ingin sedikit
lebih lama lagi seperti ini, sudah 30 menit. Seharusnya sudah cukup berkeringat
bagi Zul, dan Zul mengajak Kejora untuk beristirahat.
“Istirahat dulu yuk, kayaknya kamu
udah capek.” ajak Zul.
“Oke deh.“ jawab Kejora.
“Tunggu bentar, aku beli minum.“
ucap Zul sambil mengatur nafasnya.
“Iya jangan lama-lama.” jawab Kejora.
Satu menit kemudian.
“Nih minumnya.“ ucap Zul.
“Kok air putih, emang gak ada yang
rasa-rasa gitu? gak dingin juga?” protes Kejora.
“Gak bagus abis olahraga kalo minum
air dingin.“ jawab Zul
“Tau darimana kamu?“ tanya Kejora
yang kesal.
“Ayahku guru olahraga lo.” Jawab
Zul.
“Terus.“ jawab Kejora.
“Ya dia yang kasih tau aku, kalo di
buku emang minim penjelasannya, tapi ini pengalaman ayah.“ terang Zul.
__ADS_1
“Pantes aku gak tau.“ jawab Kejora.
“Pengalaman adalah guru terbaik Zul,
gitu kata ayahku.“ ucap Zul sambil menirukan suara ayahnya.
“Lucu juga dia.“ pikir Kejora.
“Istirahat bentar ya, abis itu
pulang.“ ucap Zul.
“Eh emang kenapa, kan ini minggu ?“
tanya Kejora.
“Katanya kamu mau berenang.“ jawab
Zul
“Iya juga ya, gara-gara jogging aku
jadi pikun.” Jawab kejora Tersenyum.
“Manisnya kalo senyum... aduh...
kenapa lagi sih kok mikir itu terus, sadar Zul dia itu cuma sahabat.” ucap Zul
dalam hati.
“Pulang yuk! aku belum nyiapin baju
buat berenang.” ajak Kejora.
“Yuk, jalan aja! nanti kamu kecapean
pas berenang.“ perintah Zul
“Iya pak guru.” jawab Kejora
tersenyum.
“Bener kata ibu, Zul itu orangnya
peduli dan perhatian.“ ucap Kejora dalam hati.
Sesampainya di rumah Kejora……
“kamu tunggu di ruang tamu bentar!
ya.“ kata Kejora sambil membuka pintu.
“Oke.“ jawab Zul.
“Bi aku pulang“ ucap Kejora setengah
berteriak.
“Nak Rara mau sarapan.“ tanya Bi
Maryam.
“Gak Bi, tadi udah sarapan di rumah
Zul" jawab Kejora.
“Eh, ada calon Tuan Besar.“ ucap Bi
Maryam sambil melihat ke arah Zul.
“Hai... Bi.” jawab Zul.
“Mau main sama Nak Rara ya den?”
tanya Bi Maryam.
“Iya Bi, Rara katanya mau berenang.“
jawab Zul tersenyum.
“Hmmm... kok pulang dulu kenapa?“
tanya Bi Maryam.
“Katanya, Rara mau ambil baju
berenang.“ jawab Zul.
"Bentar ya den Zul, Bibi mau
Bantu nak Rara bentar.” Ucap Bi Maryam sambil berlari ke kamar Kejora.
Di Kamar Kejora...
“Nak Rara mau berenang sama den Zul,
biar Bibi yang pilihin bajunya.” ucap Bi Maryam.
“Udah Bi, aku bisa pilih sendiri.“
jawab Kejora
“Nak Bibi lebih berpengalaman.“
jawab Bi Maryam.
“Pengalaman?” tanya Kejora.
“Nah ini bagus Nak.“ jawab Bi Maryam
sambil memberikan Bikini one shoulder.
doang.“ jawab Kejora Kesal dengan muka Memerah.
“Den Zul pasti suka, percaya sama
yang punya pengalaman.“ ucap Bi Maryam dengan percaya diri
“Tetep gak Bi, aku malu pake ini.“
jawab Kejora.
“Oke, yang ini Juga cocok” Ucap Bi
Maryam menunjukan bikini jenis one piece.
“Ini malah lebih parah dari tadi,
aku gak mau aku mau yang lengan panjang.“ jawab Kejora dengan emosi.
“Nah yang ini gimana.“ tanya Bi
Maryam dengan wajah Kesal menunjukan swimsuit lengan panjang namun bawahannya
tetap bikini.
“Bi, aku mau yang lengan panjang,
sama celana panjang.“ ucap Kejora melotot kesal.
“Tckk” Bi Maryam Kecewa
“Apanya yang Tckk?” Tanya Kejora.
“Padahal tadi udah di pilihan yang
cocok, malah yang ini.“ jawab Bi Maryam Kecewa sambil berlalu pergi.
“Hmmmmph...” Kejora sambil membuang
muka.
Di ruang tamu.
“Yo anak muda, kayaknya lagi seneng
ya.” Sapa seseorang yang sangat tidak di harapkan kehadirnnya oleh Zul.
“Sial.” Pikir Zul.
“Hai, Pak Jon gimana kabarnya?"
tanya Zul dengan senyum ketakutan.
“Basa-basi biar bisa akrab gitu sama
saya, ngimpi dulu sana.“ Jawab Pak Jony.
“Ya pengennya si akrab.“ jawab Zul
pelan.
“Mau kemana sama Non Rara?“ tanya
Pak Jony.
“Mau berenang pak, di waterboom Rara
minta temenin, katanya dia gak bisa berenang.“ jawab Zul
“Dia minta diajarin sama kamu gitu?”
tanya Pak Jony'
“Iya seperti itu pak kira-kira.“
jawab Zul yang berkeringat dingin.
“Kamu pikir, saya percaya gitu aja, haha...
lucu kamu.“ kata Pak Jony tertawa.
“Bener pak saya gak bohong, tanya
Rara aja pak kalo gak percaya.“ jawab Zul.
“Masih inget kan saya waktu itu
ngomong apa ?“ tanya Pak Jony
“Pak bisa di buat pengecualian gak
kali ini, kan rara minta ajarin berenang, saya takut dia tenggelam atau kram
gitu pak.“ jawab Zul
“Hmmmmmm... oke dengan terpaksa saya
buat pengecualian kali ini, tapi.“ ucap pak Jony terputus
“Tapi apa ya pak?” tanya Zul.
“Jangan ambil kesempatan dalam
kesempitan, dan jangan curi-curi kesempatan “ jawab Pak Jony sambil melotot.
“Iya pak saya janji.“ jawab Zul.
“Inget! jangan sampe lupa!“ Kata Pak
Jony menekankan.
__ADS_1
“Hufffttt...”ucap Zul lega.
"Overprotektif deh, tuh orang.“
Pikir Zul
“Zul ayo berangkat.” ajak Kejora
bersemangat.
“Udah selesai ya udah ayo?.“ Tanya
Zul.
Mereka pun pergi menuju water boom
yang Kejora pilih, dari beberapa water boom yang di pilih oleh Zul. Dengan
bersemangat dan wajah yang sangat gembira, Kejora berjalan lebih cepat dari
biasanya karena tidak sabar ingin cepat merasakan dinginnya air.
Melihat Kejora yang sangat
bersemangat dan sangat gembira, Zul merasa lucu karena di balik sifatnya yang
dingin dan pendiam, terkesan tidak peduli dengan hal sepele, seperti bermain,
yang biasanya terlihat sangat dewasa, memiliki sifat kekanak-kanakan, yang
sangat senang saat diajak bermain air. Zul merasa lucu sekaligus senang,
ternyata Kejora masih memiliki sifat seperti anak-anak remaja yang kadang
kekanak-kanakan, ternyata dia dapat bertingkah seperti wanita remaja
kebanyakan.
Setelah sampai dan membeli tiket
masuk, Zul dan Kejora berpisah bersiap masing masing menggunakan baju gantinya,
Zul yang memakai celana pendek dan tubuhnya di balut kemeja pendek, yang tidak
ia kancing. Sedangkan Kejora memakai Swimsuit panjang, berwana biru gelap,
sebenarnya dengan pakaian itu mereka berdua sudah menjadi pusat perhatian bagi
lawan jenis, yang mengambil ancang-ancang dan akan bersikut-sikutan untuk
mendekat, namun mereka hilang harapan saat Zul dan Kejora bertemu dan berjalan
bersama, belum lagi mereka terlihat sangat dekat membuat angan-angan mereka
selesai sudah, terhenti dan tak dapat mengambil langkah selanjutnya.
“Zul, lucu ya aku pake baju kayak
gini?“ tanya Kejora.
"Apa bener ya kata bi Maryam,
orang-orang pada pake yang kayak begitu.“ pikir Kejora
“Siapa yang bilang, cocok banget
kok.“ jawab Zul yang sebelumnya terpana diam dan membeku.
“Aku di liatin orang-orang dari
tadi, kayaknya aneh deh.“ Terang Kejora.
“Biarin aja, mungkin mereka kagum
sama kamu“ jawab Zul spontan.
“Kamu kagum gak?“ tanya Kejora
Polos.
“Eh…“ jawab Zul Kaget.
“Gimana ya? kamu cocok banget pake
itu, aku suka.“ jawab Zul yang panik dan bibirnya bergerak dengan spontanitas.
“Haduh... aku ngomong apa sih, gak
jelas deh. “ pikir Zul.
“Syukur deh, kalo dia suka.“ pikir
Kejora.
“Makasih Zul, aku seneng.“ jawab
Kejora dengan wajah senang bercampur malu dan gugup.
“Ya ampun, kok tambah cantik.“ pikir
Zul.
“Ehemmm... Ra rambutnya jangan di
gerai, nanti nutupin mata, kamu pake tutup kepala renang aja ada gak?“ perintah
Zul
“Gak ada.“ jawab Kejora.
“Yaudah iket aja rambutnya.“
perintah Zul.
“Zul aku kalo ngiket rambut,
biasanya di iketin Bi Maryam jadi.“ jawab Kejora Tersenyum malu
“Yaudah biar aku iketin, dasar Tuan
Putri, mana iket rambutnya?“ tanya Zul.
“Mana ya, bentar... hemm... ini.“
jawab Kejora sambil mencari ikat rambut di tasnya.
“Yaudah duduk sana, kamu harus
belajar iket rambut sendiri, masak cewek gak bisa ngiket rambut sendiri lucu,
tau gak.“ ucap Zul tertawa.
“Maaf deh, nanti aku minta ajarin
ibu.“ jawab Kejora
“Jangan.“ jawab Zul dengan cepat.
“Kenapa ibu pasti jago.“ tanya
Kejora heran.
“Ra, kenapa aku bisa ngiket rambut
cewek?“ tanya Zul balik.
“Karena kamu sering ngiket rambut
ibumu mungkin.“ jawab Kejora Polos.
“Bukan Ra, aku sering jadi bahan
percobaan Ibu, karena dia mau punya anak cewek.“ jawab Zul.
“Eh... pasti seru.“ jawab Kejora
bersemangat.
“Mana ada seru, aku ini cowok lo.“
jawab Zul.
“Aku jadi pengen liat rambutmu di
iket.” ucap Kejora bercanda.
“Gak akan mau, udah yuk udah
selesai.“ jawab Zul kesal.
“Yeay.” jawab Kejora gembira.
Kejora dan Zul langsung menceburkan
dirinya dalam air, Kejora yang di bantu Zul berenang sedikit demi sedikit,
kadang-kadang mereka salah tingkah, karena wajah mereka terkadang berdekatan
atau Kejora yang malu malu karena tidak sengaja memegang dada Zul yang bidang.
Setelah beberapa lama berada di waterboom bermain, mereka mulai kelelahan
karena waktu sudah masuk di sore hari, Kejora mengajak Zul pulang karena takut
pulang terlalu malam.
“Gimana Ra seru?“ tanya Zul.
“Seru banget, harusnya setiap libur
aku berenang aja.“ jawab Kejora bersemangat
“Kamu pasti jadi item, terus
dimarahin ibu.“ jawab Zul tersenyum.
“Iya juga ya hahaha...“ ucap Kejora
tertawa.
Setelah itu mereka bertemu pandang
dan secepat kilat bersamaan membuang wajah karena gugup. Kenapa aku selalu
gugup setiap mataku ketemu mata Zul, apa aku jangan-jangan suka sama Zul? waktu
pertama ketemu padahal biasa aja ngeliat matanya, tapi sekarang kenapa bisa
gini? jantungku kayaknya detakannya cepet banget Pikir Kejora. Kenapa kalo liat
wajah kejora aku deg-degan apa mungkin ini yang namanya jatuh cinta pikir Zul.
Ini sebenernya bukan waktu yang
tepat buat mikirin cinta, tapi aku yakin dengan perasaanku ini. Seharusnya aku
menggapai cita-cita ku dulu, tapi aku udah gak bisa buat berusaha menolak
keberadaan perasaan yang ada ini, Zul aku pengen kamu jadi milikku ucap kejora
dalam hati dengan wajah memerah seperti bunga mawar yang sedang mekar.
__ADS_1