Kejora "Cinta 3.1 Menit Cahaya"

Kejora "Cinta 3.1 Menit Cahaya"
Episode 9 :Mekar


__ADS_3

Hari libur sekolah. kebanyakan murid


mungkin akan bermalas-malasan untuk bangun di pagi hari, selama matahari belum


tinggi, biasanya masih berada di tempat tidur memeluk bantal. Tapi Zul sudah


bangun di pagi hari, melakukan kebiasaannya di hari libur, lari pagi menikmati


hangatnya sinar di pagi hari. Kejora pun bangun dengan cepat padahal dia


terlambat tidur, pikirannya tidak tenang membuatnya susah untuk tidur dengan


nyenyak.


“Zul kamu mau kemana?" tanya


Kejora yang habis membasuh wajah.


“Aku mau jogging kamu mau ikut?”


tanya Zul.


“Ternyata muka Kejora, abis bangun


tidur gak pake makeup, tetep cantik juga... aduh...malah mikirin itu, apa -paan


kamu Zul.” ucap Zul dalam hati.


“Aku gak bawa celana, tapi pengen


ikut.“ jawab Kejora.


“Makanya, jangan rok panjang semua.“


ucap Zul tertawa.


“Gimana lagi geh? aku males kalo


pake celana.“ jawab Kejora.


“Pake celana ku mau?” tanya Zul.


“Emang muat? badan mu aja lebih


gede, kamu juga lebih tinggi.” jawab Kejora.


“Jelas gak muatlah.” jawab Zul


bercanda.


“Pagi-pagi udah ngerjain orang,


ngasih harapan palsu.” ucap Kejora Kesal.


“Pinjem punya ibu aja sana! dia


punya banyak, oh iya kamu bawa jaket gak?“ tanya Zul.


“Aku gak Punya jaket buat jogging.”


jawab Kejora.


“Yaudah, jaket pake punyaku aja kalo


jaket, kan gede dikit gak papa.“ ucap Zul.


“ ya udah tunggu bentar ya ” jawab


Kejora


“Bu aku boleh pinjem celana buat


jogging? ” tanya Kejora.


"Kamu mau jogging sama Zul, ayo


sini ibu pilihin!” jawab Ibu Zul.


“Ini cocok deh.” kata Ibu Zul memilih


celana di atas lutut dan sangat ketat.


“Gak Bu, aku gak mau ini kebuka


banget.” jawab Kejora.


“Kenapa? kamu pasti cocok pake ini,


mungkin Zul bakal suka.” terang Ibu Zul.


“Zul suka kalo cewek pake celana


kayak gini, tapi ini pendek banget, gimana ya? pake gak ya?” pikir Kejora


bimbang.


“Gak ah Bu, malu yang panjang aja


ada gak?“ jawab Kejora.


“Sayang, padahal ibu yakin pasti Zul


bengong liatnya.” ucap Ibu Zul.


“Yaudah, aku gak jadi jogging aja


deh kalo gak ada yang panjang.” Jawab Kejora lesu.


“Eh kok anak ibu ngambek, cuma


becanda gemesin banget sih kamu ini.“ ucap Ibu Kejora sambil mencubit pipi


Kejora.


“Bukan ngambek kok, aku gak mau pake


yang pendek malu.” Jawab Kejora.


“Yaudah, pake yang ini aja mau?”


tanya Ibu Kejora.


“Iya mau, makasih ya bu aku


berangkat dulu.” Jawab Kejora


“Iya hati-hati ya anak gadisku.”


ucap Ibu Zul.


“Zul ayo berangkat.” ucap Kejora.


Tak ada balasan.


“Zul bengong kenapa sih?” Tanya


Kejora.


“Man...” ucap Zul.


“Man?” tanya kejora.


“Mantap, keren kamu pake itu, cocok


banget.” Jawab Zul tertawa kaku.


“Kok aku mau ngomong manis,


apa-apaan sih Zul,otakmu error apa kebanyakan belajar.” Pikir Zul.


“Makasih Zul.“ Jawab Kejora dengan


wajah memerah.


“Ra kamu sakit apa? dari kemaren


muka mu tiba-tiba merah gitu lo?” Tanya Zul.


“Gak Kok, masa iya sih, salah liat


kamu paling, kamu kan baru bangun tidur.“ jawab Kejora salah tingkah.


“Yaudah kalo gak, yuk jalan keburu


panas nanti.“ ajak Zul.


“Pelan-pelan ya, aku baru pertama


kali jogging .“ jawab Kejora.


“Iya Tuan Putri.“ jawab Zul


tersenyum


Mereka pun berlari kecil sambil


mengobrol dan tertawa menikmati hangatnya pagi, Kejora sebenarnya merasa hampir


sampai di batas kemampuan fisiknya yang jarang di latih, tapi dia ingin sedikit


lebih lama lagi seperti ini, sudah 30 menit. Seharusnya sudah cukup berkeringat


bagi Zul, dan Zul mengajak Kejora untuk beristirahat.


“Istirahat dulu yuk, kayaknya kamu


udah capek.” ajak Zul.


“Oke deh.“ jawab Kejora.


“Tunggu bentar, aku beli minum.“


ucap Zul sambil mengatur nafasnya.


“Iya jangan lama-lama.” jawab Kejora.


Satu menit kemudian.


“Nih minumnya.“ ucap Zul.


“Kok air putih, emang gak ada yang


rasa-rasa gitu? gak dingin juga?” protes Kejora.


“Gak bagus abis olahraga kalo minum


air dingin.“ jawab Zul


“Tau darimana kamu?“ tanya Kejora


yang kesal.


“Ayahku guru olahraga lo.” Jawab


Zul.


“Terus.“ jawab Kejora.


“Ya dia yang kasih tau aku, kalo di


buku emang minim penjelasannya, tapi ini pengalaman ayah.“ terang Zul.

__ADS_1


“Pantes aku gak tau.“ jawab Kejora.


“Pengalaman adalah guru terbaik Zul,


gitu kata ayahku.“ ucap Zul sambil menirukan suara ayahnya.


“Lucu juga dia.“ pikir Kejora.


“Istirahat bentar ya, abis itu


pulang.“ ucap Zul.


“Eh emang kenapa, kan ini minggu ?“


tanya Kejora.


“Katanya kamu mau berenang.“ jawab


Zul


“Iya juga ya, gara-gara jogging aku


jadi pikun.” Jawab kejora Tersenyum.


“Manisnya kalo senyum... aduh...


kenapa lagi sih kok mikir itu terus, sadar Zul dia itu cuma sahabat.” ucap Zul


dalam hati.


“Pulang yuk! aku belum nyiapin baju


buat berenang.” ajak Kejora.


“Yuk, jalan aja! nanti kamu kecapean


pas berenang.“ perintah Zul


“Iya pak guru.” jawab Kejora


tersenyum.


“Bener kata ibu, Zul itu orangnya


peduli dan perhatian.“ ucap Kejora dalam hati.


Sesampainya di rumah Kejora……


“kamu tunggu di ruang tamu bentar!


ya.“ kata Kejora sambil membuka pintu.


“Oke.“ jawab Zul.


“Bi aku pulang“ ucap Kejora setengah


berteriak.


“Nak Rara mau sarapan.“ tanya Bi


Maryam.


“Gak Bi, tadi udah sarapan di rumah


Zul" jawab Kejora.


“Eh, ada calon Tuan Besar.“ ucap Bi


Maryam sambil melihat ke arah Zul.


“Hai... Bi.” jawab Zul.


“Mau main sama Nak Rara ya den?”


tanya Bi Maryam.


“Iya Bi, Rara katanya mau berenang.“


jawab Zul tersenyum.


“Hmmm... kok pulang dulu kenapa?“


tanya Bi Maryam.


“Katanya, Rara mau ambil baju


berenang.“ jawab Zul.


"Bentar ya den Zul, Bibi mau


Bantu nak Rara bentar.” Ucap Bi Maryam sambil berlari ke kamar Kejora.


Di Kamar Kejora...


“Nak Rara mau berenang sama den Zul,


biar Bibi yang pilihin bajunya.” ucap Bi Maryam.


“Udah Bi, aku bisa pilih sendiri.“


jawab Kejora


“Nak Bibi lebih berpengalaman.“


jawab Bi Maryam.


“Pengalaman?” tanya Kejora.


“Nah ini bagus Nak.“ jawab Bi Maryam


sambil memberikan Bikini one shoulder.


doang.“ jawab Kejora Kesal dengan muka Memerah.


“Den Zul pasti suka, percaya sama


yang punya pengalaman.“ ucap Bi Maryam dengan percaya diri


“Tetep gak Bi, aku malu pake ini.“


jawab Kejora.


“Oke, yang ini Juga cocok” Ucap Bi


Maryam menunjukan bikini jenis one piece.


“Ini malah lebih parah dari tadi,


aku gak mau aku mau yang lengan panjang.“ jawab Kejora dengan emosi.


“Nah yang ini gimana.“ tanya Bi


Maryam dengan wajah Kesal menunjukan swimsuit lengan panjang namun bawahannya


tetap bikini.


“Bi, aku mau yang lengan panjang,


sama celana panjang.“ ucap Kejora melotot kesal.


“Tckk” Bi Maryam Kecewa


“Apanya yang Tckk?” Tanya Kejora.


“Padahal tadi udah di pilihan yang


cocok, malah yang ini.“ jawab Bi Maryam Kecewa sambil berlalu pergi.


“Hmmmmph...” Kejora sambil membuang


muka.


Di ruang tamu.


“Yo anak muda, kayaknya lagi seneng


ya.” Sapa seseorang yang sangat tidak di harapkan kehadirnnya oleh Zul.


“Sial.” Pikir Zul.


“Hai, Pak Jon gimana kabarnya?"


tanya Zul dengan senyum ketakutan.


“Basa-basi biar bisa akrab gitu sama


saya, ngimpi dulu sana.“ Jawab Pak Jony.


“Ya pengennya si akrab.“ jawab Zul


pelan.


“Mau kemana sama Non Rara?“ tanya


Pak Jony.


“Mau berenang pak, di waterboom Rara


minta temenin, katanya dia gak bisa berenang.“ jawab Zul


“Dia minta diajarin sama kamu gitu?”


tanya Pak Jony'


“Iya seperti itu pak kira-kira.“


jawab Zul yang berkeringat dingin.


“Kamu pikir, saya percaya gitu aja, haha...


lucu kamu.“ kata Pak Jony tertawa.


“Bener pak saya gak bohong, tanya


Rara aja pak kalo gak percaya.“ jawab Zul.


“Masih inget kan saya waktu itu


ngomong apa ?“ tanya Pak Jony


“Pak bisa di buat pengecualian gak


kali ini, kan rara minta ajarin berenang, saya takut dia tenggelam atau kram


gitu pak.“ jawab Zul


“Hmmmmmm... oke dengan terpaksa saya


buat pengecualian kali ini, tapi.“ ucap pak Jony terputus


“Tapi apa ya pak?” tanya Zul.


“Jangan ambil kesempatan dalam


kesempitan, dan jangan curi-curi kesempatan “ jawab Pak Jony sambil melotot.


“Iya pak saya janji.“ jawab Zul.


“Inget! jangan sampe lupa!“ Kata Pak


Jony menekankan.

__ADS_1


“Hufffttt...”ucap Zul lega.


"Overprotektif deh, tuh orang.“


Pikir Zul


“Zul ayo berangkat.” ajak Kejora


bersemangat.


“Udah selesai ya udah ayo?.“ Tanya


Zul.


Mereka pun pergi menuju water boom


yang Kejora pilih, dari beberapa water boom yang di pilih oleh Zul. Dengan


bersemangat dan wajah yang sangat gembira, Kejora berjalan lebih cepat dari


biasanya karena tidak sabar ingin cepat merasakan dinginnya air.


Melihat Kejora yang sangat


bersemangat dan sangat gembira, Zul merasa lucu karena di balik sifatnya yang


dingin dan pendiam, terkesan tidak peduli dengan hal sepele, seperti bermain,


yang biasanya terlihat sangat dewasa, memiliki sifat kekanak-kanakan, yang


sangat senang saat diajak bermain air. Zul merasa lucu sekaligus senang,


ternyata Kejora masih memiliki sifat seperti anak-anak remaja yang kadang


kekanak-kanakan, ternyata dia dapat bertingkah seperti wanita remaja


kebanyakan.


Setelah sampai dan membeli tiket


masuk, Zul dan Kejora berpisah bersiap masing masing menggunakan baju gantinya,


Zul yang memakai celana pendek dan tubuhnya di balut kemeja pendek, yang tidak


ia kancing. Sedangkan Kejora memakai Swimsuit panjang, berwana biru gelap,


sebenarnya dengan pakaian itu mereka berdua sudah menjadi pusat perhatian bagi


lawan jenis, yang mengambil ancang-ancang dan akan bersikut-sikutan untuk


mendekat, namun mereka hilang harapan saat Zul dan Kejora bertemu dan berjalan


bersama, belum lagi mereka terlihat sangat dekat membuat angan-angan mereka


selesai sudah, terhenti dan tak dapat mengambil langkah selanjutnya.


“Zul, lucu ya aku pake baju kayak


gini?“ tanya Kejora.


"Apa bener ya kata bi Maryam,


orang-orang pada pake yang kayak begitu.“ pikir Kejora


“Siapa yang bilang, cocok banget


kok.“ jawab Zul yang sebelumnya terpana diam dan membeku.


“Aku di liatin orang-orang dari


tadi, kayaknya aneh deh.“ Terang Kejora.


“Biarin aja, mungkin mereka kagum


sama kamu“ jawab Zul spontan.


“Kamu kagum gak?“ tanya Kejora


Polos.


“Eh…“ jawab Zul Kaget.


“Gimana ya? kamu cocok banget pake


itu, aku suka.“ jawab Zul yang panik dan bibirnya bergerak dengan spontanitas.


“Haduh... aku ngomong apa sih, gak


jelas deh. “ pikir Zul.


“Syukur deh, kalo dia suka.“ pikir


Kejora.


“Makasih Zul, aku seneng.“ jawab


Kejora dengan wajah senang bercampur malu dan gugup.


“Ya ampun, kok tambah cantik.“ pikir


Zul.


“Ehemmm... Ra rambutnya jangan di


gerai, nanti nutupin mata, kamu pake tutup kepala renang aja ada gak?“ perintah


Zul


“Gak ada.“ jawab Kejora.


“Yaudah iket aja rambutnya.“


perintah Zul.


“Zul aku kalo ngiket rambut,


biasanya di iketin Bi Maryam jadi.“ jawab Kejora Tersenyum malu


“Yaudah biar aku iketin, dasar Tuan


Putri, mana iket rambutnya?“ tanya Zul.


“Mana ya, bentar... hemm... ini.“


jawab Kejora sambil mencari ikat rambut di tasnya.


“Yaudah duduk sana, kamu harus


belajar iket rambut sendiri, masak cewek gak bisa ngiket rambut sendiri lucu,


tau gak.“ ucap Zul tertawa.


“Maaf deh, nanti aku minta ajarin


ibu.“ jawab Kejora


“Jangan.“ jawab Zul dengan cepat.


“Kenapa ibu pasti jago.“ tanya


Kejora heran.


“Ra, kenapa aku bisa ngiket rambut


cewek?“ tanya Zul balik.


“Karena kamu sering ngiket rambut


ibumu mungkin.“ jawab Kejora Polos.


“Bukan Ra, aku sering jadi bahan


percobaan Ibu, karena dia mau punya anak cewek.“ jawab Zul.


“Eh... pasti seru.“ jawab Kejora


bersemangat.


“Mana ada seru, aku ini cowok lo.“


jawab Zul.


“Aku jadi pengen liat rambutmu di


iket.” ucap Kejora bercanda.


“Gak akan mau, udah yuk udah


selesai.“ jawab Zul kesal.


“Yeay.” jawab Kejora gembira.


Kejora dan Zul langsung menceburkan


dirinya dalam air, Kejora yang di bantu Zul berenang sedikit demi sedikit,


kadang-kadang mereka salah tingkah, karena wajah mereka terkadang berdekatan


atau Kejora yang malu malu karena tidak sengaja memegang dada Zul yang bidang.


Setelah beberapa lama berada di waterboom bermain, mereka mulai kelelahan


karena waktu sudah masuk di sore hari, Kejora mengajak Zul pulang karena takut


pulang terlalu malam.


“Gimana Ra seru?“ tanya Zul.


“Seru banget, harusnya setiap libur


aku berenang aja.“ jawab Kejora bersemangat


“Kamu pasti jadi item, terus


dimarahin ibu.“ jawab Zul tersenyum.


“Iya juga ya hahaha...“ ucap Kejora


tertawa.


Setelah itu mereka bertemu pandang


dan secepat kilat bersamaan membuang wajah karena gugup. Kenapa aku selalu


gugup setiap mataku ketemu mata Zul, apa aku jangan-jangan suka sama Zul? waktu


pertama ketemu padahal biasa aja ngeliat matanya, tapi sekarang kenapa bisa


gini? jantungku kayaknya detakannya cepet banget Pikir Kejora. Kenapa kalo liat


wajah kejora aku deg-degan apa mungkin ini yang namanya jatuh cinta pikir Zul.


Ini sebenernya bukan waktu yang


tepat buat mikirin cinta, tapi aku yakin dengan perasaanku ini. Seharusnya aku


menggapai cita-cita ku dulu, tapi aku udah gak bisa buat berusaha menolak


keberadaan perasaan yang ada ini, Zul aku pengen kamu jadi milikku ucap kejora


dalam hati dengan wajah memerah seperti bunga mawar yang sedang mekar.

__ADS_1


__ADS_2