
Kejora telah menyelesaikan ujian tes masuknya, dan hasilnya kejora diterima di Australian national university, nilainya pun yang paling tinggi diantara para calon mahasiswa lain, untuk study yang ingin dia ambil, dan kejora pun sudah mulai sibuk untuk kekampusnya mengurus administrasi dan berkas-berkas yang di butuhkan.
Hal itu memberi sinyal bahwa sebentar lagi Zul akan kembali pulang ke Indonesia, dan meninggalkan kejora sendirian di Australia, berpisah untuk sementara waktu dengan sang istri. Kejora yang menyerah untuk mengubah keputusan Zul berusaha dengan lapang dada untuk sementara berpisah dari sang pangeran pujaan hatinya.
Dia berusaha menyibukkan dirinya dengan urusan-urusan kampus untuk menyembunyikan rasa kecewanya terhadap keputusan Zul, yang tidak sesuai dengan keinginannya, berusaha untuk tidak kecewa, dan dengan senang hati mendukung keinginan Zul.
Hubungan kejora dan Zul pun masih seperti biasanya, Zul selalu perhatian dan hampir semua keinginan kejora ia turuti, namun tidak begitu dengan hubungan ranjang mereka, Zul sama sekali tak berinisiatif, walaupun kejora selalu menunggu setiap malamnya.
“Zul?“ tanya kejora saat mereka makan malam bersama di apartmen mereka.
“Kenapa my lady?“ tanya Zul.
“Kamu berapa lama lagi disini?“ tanya Kejora.
“Besok lusa atau 3 hari lagi, kemungkinan lusa.“ jawab Zul.
“Jadi gitu ya, besok lusa.“ ucap kejora dengan raut wajahnya yang murung.
“Kenapa, kamu mau main kemana lagi?“ tanya Zul.
“Gak kok aku cuma nanya aja, biar gak kaget.“ jawab Kejora.
“Kan aku pergi gak lama, cuma bentar kok, tahun depan juga kesini lagi.“ jawab Zul.
“Itu lama buat aku.“ jawab Kejora.
“Tahan sebentar oke, kita pasti kuat, kita pasti bisa.“ jawab Zul.
“Iya aku tahan kok.“ jawab Kejora.
“Thanks My Lady.“ jawab Zul.
“Tapi inget loh ya, jangan deket-deket perempuan lain.“ ucap kejora.
“Kenapa emangnya, kamu cemburu?“ tanya Zul.
"Gak juga sih sebenernya.“ jawab kejora.
“Yaudah berarti gak masalah dong kalo gitu.“ ucap Zul.
“Pokoknya gak boleh.“ jawab Kejora.
“Kan kamu gak cemburu juga, berarti gak papa dong.“ tanya Zul.
“Ya bukannya aku gak cemburu.“ jawab Kejora.
“Berarti cemburu?“ tanya Zul.
“Gitu deh.“ jawab Kejora.
“Oh gak papa, kamu rela-rela aja.“ tanya Zul.
“ u cemburu.“ ucap Kejora.
“Aku suka kalo kamu cemburu, makanya yang jelas dong ngomongnya.“ jawab Zul.
“Dasar kamu aja mau main-main sama aku ".“ tanya kejora.
“Main apa?“ tanya Zul sambil mendekat ke wajah kejora.
“ Ya main-mainlah.“ jawab Kejora kaget.
“Contohnya kayak apa.“ tanya Zul sambil membelai pipi kejora.
“Kamu gombalin aku.“ jawab kejora sambil menelan ludahnya.
“Tapi aku gak gombal.“ jawab Zul sambil menyentuh halus rambut Kejora.
“Kamu kenapa sih?“ tanya Kejora heran.
“Kamu tau harusnya, aku mau apa.“ jawab Zul.
“Aku gak taulah?“ jawab Kejora.
“Kan kita udah lumayan lama nikah, aku mau yang lebih dari sekedar tidur bareng sambil berpelukan.“ ucap Zul.
“Contohnya?“ tanya kejora masih tak mengerti.
“Hubungan yang lebih intim lagi, harusnya kamu tau kan, aku udah terlalu lama nahannya, kan kamu sampe sekarang masih seorang gadis.“ jawab Zul.
Kejora langsung membuang pandangannya dari wajah Zul, kejora mengerti apa yang Zul inginkan tapi dirinya masih takut dan belum siap.
“Kenapa diem, kamu gak mau?“ tanya Zul.
“Bukannya gak mau Zul.“ jawab Kejora terhenti, terpotong oleh Zul.
“Iya aku ngerti kok, aku tunggu.“ jawab Zul sambil menjauh dari kejora.
Zul langsung menghabiskan makan malamnya dan pergi ke dapur, meninggalkan kejora sendirian, tak lama kemudian Zul kembali membawa gelas yang menguap, dan duduk didepan TV, tak memperdulikan kejora yang berusaha dengan cepat menghabiskan makanannya.
“apa Zul marah ya? apa dia kecewa ya? dia gak biasanya langsung kayak gitu?“ pikir kejora. Dan dengan cepat dia membereskan meja makannya lalu menghampiri Zul.
“Zul“ panggil Kejora.
“Hmmm...“ ucap Zul. Sambil menonton tv.
“Maaf ya.“ ucap Kejora.
“Gak papa kok, aku sanggup nahannya, itu bukan masalah besar.“ jawab Zul.
“Aku gak percaya liat kamu kayak gini, pasti kamu marah.“ ucap kejora.
“Gak papa kok, tenang aja kamu gak usah khawatir.“ jawab Zul.
“Gak mungkinlah kalo kamu kayak gini.“ ucap kejora.
”Percaya sama aku oke, kamu siap-siap aja, besok kan mau ke kampus lagi.” perintah Zul.
“Mana mungkin aku bisa fokus.“ jawab Kejora.
Lalu Zul secara tiba tiba memegang dagu kejora dan mengecup lembut bibir kejora.
“Udah bisa fokus.“ tanya Zul.
“Tambah gak bisalah.“ jawab kejora dengan wajah memerah.
“Kenapa? apa kamu mau lagi? kalo kamu nurut besok pagi aku kasih lagi?“ tanya Zul.
“Hmmph... siapa juga yang mau lagi?“ jawab Kejora sambil berdiri.
Dan pergi meninggalkan Zul ,bergegas menuju kamarnya. Kejora mulai mempersiapkan semua keperluannya untuk besok. Dengan masih membayangkan aksi sang suaminya tadi, yang benar-benar membuatnya kaget, ia memegang bibirnya sambil membayangkan kejadian yang barusan terjadi.
Setelah selesai bersiap-siap, kejora terasa sangat mengantuk ia duduk di meja belajarnya sambil sedikit demi sedikit ia membaca bukunya walaupun beberapa kali ia menguap menahan kantuk, ia lawan sekuat tenaga menanti kehadiran Zul, yang sedang asyik menonton TV.
Dan akhirnya kejora terlelap tanpa sadar tidur di kursinya, satu jam kemudian Zul datang ke kamar kejora untuk tidur dan melihat keranjang, namun Kejora tak di temukan, dan ia menengok ke beberapa arah di sudut kamarnya, lalu Zul terhenti dan tersenyum kecil, saat mendapatkan sang istri sedang tidur terlelap dikursi. Zul menggendong kejora menuju keranjangnya.
“Mmpphh... jam berapa ya aku ketiduran.“ pikir Kejora sambil perlahan membuka matanya. Dan ia heran saat kejora sudah berada di ranjangnya.
“Pagi sayang.“ ucap Zul sambil membawakan segelas susu untuk kejora.
“Pagi, aku ketiduran ya?“ tanya kejora.
“Iya, lain kali jangan kayak gitu oke.“ ucap Zul sambil mencium pipi kejora.
__ADS_1
“Iya “ jawab kejora sambil meneguk susunya. Dan ia memandang kebawah.
“Zul?“ tanya kejora kaget.
“Kenapa.“ tanya Zul tersenyum.
“Aku semalem gak pake baju ini.“ ucap kejora.
“Kamu lupa?“ tanya Zul.
“Lupa apaan? kan aku ketiduran semalem.“ pikir Kejora.
“Lupa apaan?“ tanya kejora.
“Kamu ketiduran semalem.“ jawab Zul
“Iya aku tau, masak iya aku ganti baju sendiri sih, pas tidur.“ tanya Kejora.
“Yang ganti bajunya aku.“ jawab Zul.
“Kamu apain aku? jangan-jangan pas tidur.“ ucap kejora terpotong.
“Gak kok, aku pasti izin dulu dong kalo mau masuk, gak sopan masuk sangkar tapi gak ngetok pintu.“ jawab Zul.
“Bener?“ tanya kejora.
“Beneran, apa mau di cek?“ jawab Zul.
“Gak usah deh.“ ucap kejora sambil bangun dan pergi ke kamar mandi untuk mengganti bajunya.
“Kenapa ganti di kamar mandi sih?“ tanya Zul.
“Nanti kamu liatin aku malulah." jawab Kejora.
“Semalem kamu gak malu, aku ganti semua lo itu, sampe dalem-dalemannya.“ jawab Zul.
“Eh iya tah.“ ucap kejora sambil melihat semua baju yang ia telah ganti.
“It's so big.“ ucap Zul.
“Jorok.“ ucap Kejora. Sambil pergi kemeja riasnya dan sedikit berdandan dan bersiap siap untuk berangkat ke kampus.
Dan tak lama kemudian kejora telah siap untuk berangkat ke kampusnya.
“Aku berangkat dulu ya.“ ucap kejora.
“Gak mau makan dulu?“ tanya Zul.
“Gak deh nanti aja.“ jawab kejora sambil membuka pintu kamarnya dan mencari sepatunya. Diikuti Zul yang menunggu kejora di depan pintu.
“Kamu mau ngapain?“ tanya kejora.
“aku mau anterin kamu.“ jawab Zul.
“Gak usah kan deket juga.“ ucap kejora sambil mendekat kearah Zul.
“Semangat.“ ucap Zul dan mencium kening kejora.
“Iya.“ ucap kejora sambil membuka pintu apartmennya.
“Aku tunggu kamu pulang.“ ucap Zul.
“Aku pulangnya agak sore.“ jawab Kejora.
“Tetep aku tunggu.“ jawab Zul.
“Bye.“ ucap kejora sambil pergi meninggalkan Zul
Kejora melangkah menuju kampusnya dan Zul menghabiskan waktunya untuk belajar berbahasa inggris sambil menunggu kedatangan kejora, kadang disaat dia sudah mulai emosi, karena tidak juga paham, dia menonton TV atau chatting dengan teman temannya.
“Hufft...“ ucap kejora sambil membuka pintu apartmennya.
“Abis ngapain kamu? kayaknya capek banget?“ tanya Zul menghampiri kejora.
“Aku tadi diperpustakaan asyik baca buku, lupa kalo udah sore.“ jawab Kejora.
“Terus kenapa kamu kayak abis lari gitu?“ tanya Zul.
“Tadi aku buru-buru, kamunya udah nelpon banyak kali.“ jawab kejora.
“Gak usah buru-buru gak papa, kan aku pertamanya chat kamu, tanya kok belum pulang, kamu gak bales, ya aku telfoninlah takut ada apa-apa.“ jawab Zul.
“Tadi aku silent, diperpus gak boleh berisik.“ jawab kejora.
“Yaudah gak papa, lain kali liat hpnya 30 menit atau sejam sekali, oke.“ ucap Zul.
“Iya maaf ya.“ jawab Kejora.
“Udah mandi dulu sana, bau kamu tuh, keringetan kayak gitu.“ perintah Zul.
“Nanti ah dingin juga, masih keringetan nih.“ jawab kejora.
"Kalo mandi sama aku, nanti anget.“ ucap Zul.
“Udah ah, aku mandi sendiri, nanti kalo kamu ikut, gak selesai-selesai mandinya, kamu rusushin.“ jawab Kejora.
“Kayak udah pernah aja mandi sama aku?“ tanya Zul..
“Nanti ya, kalo udah musim panas.“ jawab kejora sambil mengedipkan matanya. Dan pergi menuju kamar mandi. Setelah itu dia mengganti bajunya dan duduk di depan tv menemani Zul yang sedang belajar berbahasa inggris, dan saat malam telah tiba merekapun seperti biasa makan malam bersama.
“Aku besok pulang.“ ucap Zul.
“Hmm... gitu ya.“ jawab Kejora.
“Maaf ya aku gak bisa lama-lama, aku harus siap-siap juga.“ ucap Zul.
“Hmm... gak papa kok.“ jawab kejora dan setelah itu dia meminum air putih, dan menyilangkan sendok dan garpunya.
“Abisin dulu dong sayang, makannya.“ perintah Zul.
“Aku kenyang.“ jawab kejora. Sambil pergi menuju kamarnya.
“Eh jangan marah dong.“ ucap Zul sambil meninggalkan makannya dan pergi menyusul kejora.
“Sayang jangan marah dong, kan aku janji musim panas tahun depan aku kesini.“ ucap zul.
“Tapi itu kan tahun depan.“ jawab kejora dengan mata berkaca-kaca.
“Ya itu kan gak nyampe setengah tahun lagi sayang, akhir bulan januari aku udah kesini lagi.“ jawab Zul.
“Tapi aku takut kalo kamu gak ada disini.“ jawab Kejora. Sambil meletakkan wajahnya di dada Zul.
“Sayang apa yang kamu takutin sih, aku gak bakalan kok ngelirik wanita lain, kamu gak usah takut.“ tanya Zul.
“Itu salah satunya, tapi aku lebih takut kalo aku tidur, gak ada kamu.“ jawab Kejora.
“Sayang.“ ucap Zul sambil memegang bahu kejora.
“Kamu pasti kuat oke, gak lama kok sayang cuma sebentar, aku janji bulan januari akhir aku udah disini lagi.“ ucap Zul.
“Bener.“ tanya Kejora.
“Beneran aku gak bohong, pasti udah tidur peluk kamu lagi oke, aku juga gak bisa kok terlalu jauh dari kamu, tapi kan aku juga harus tepatin janji aku sama papa aku gak mau kecewain papa kamu, aku gak mau usaha yang papa kamu bangun selama ini hancur sama aku, makanya aku harus pulang ke Indonesia dulu untuk belajar bisnis sendiri, ini juga demi kita kok kamu ngerti ya.“ jawab Zul.
__ADS_1
“Hmm.. aku ngerti.“ jawab kejora sambil memeluk Zul.
“Jangan nangis lagi ya, maaf aku gak bisa cegah air matamu terbuang buat nangisin aku.“ ucap Zul sambil memegang wajah kejora dan mengusap pipinya yang telah basah dengan air mata.
“Hmmm...“ ucap kejora. Dan Zul mengecup kening Kejora. Untuk sedikit menenangkan Kejora.
“Lagi.“ ucap kejora.
“Apa sayang?“ tanya Zul.
“Cium aku lagi disini?“ ucap kejora sambil menunjuk kearah bibirnya.
“Aku takut kelewatan.“ bisik Zul.
“Gak papa kok, kalo lewat juga, kan udah resmi jadi gak ada masalah.“ jawab kejora.
“Kamu beneran, emang kamu udah siap kalo nafsuku bener-bener kelewatan kamu sanggup buat aku berenti?“ tanya Zul.
“Kalo bisa jangan berenti, lanjutin sampe kamu gak sanggup berdiri lagi.“ bisik kejora.
“Aku takut kamu yang gak bisa berdiri lagi.” ucap Zul sambil mendorong tubuh Kejora tertidur diranjangnya. Dan Zul menindih tubuh kejora.
“Gak masalah kok, demi kamu aku siap.“ jawab kejora.
“Beneran, jangan salahin aku lo, kalo ini jadi malam yang panjang.“ ucap Zul.
“Itu yang aku mau, sebelum aku pisah sementara dari kamu.“ jawab kejora sambil melingkarkan lengannya di pundak Zul.
Zul langsung mengecup bibir kejora dengan lembut dan melucuti seluruh pakaiannya begitu pula dengan Zul kejora yang masih malu-malu menutupi tubuhnya dengan kedua tangannya badannya kaku dan wajahnya tegang.
“Kalo kamu gak siap, gak usah di lanjutin, gak papa kok.“ ucap Zul.
“Aku siap beneran kok.“ jawab Kejora.
“Kalo kamu siap lemesin badan kamu, jangan tegang kayak gini oke.“ perintah Zul.
Dan kejora hanya mengangguk tanda mengerti.
“Aku mulai ya sekarang.“ ucap Zul.
“Hmm...” ucap kejora sambil mengangguk
Dan Zul dengan perlahan menerobos masuk untuk pertama kalinya, kejora menggigit bibir bagian bawahnya, dan tangannya mencengkram erat punggung Zul dengan keras menahan rasa sakit, air mata kejora merembes dan mata kejora berkaca-kaca.
“Sakit banget ya? udah aja ya kalo emang sakit?.“ tanya Zul.
“Iya sakit banget, tapi aku gak mau berenti.“ jawab kejora sambil melingkarkan kakinya di pinggul Zul.
“Maaf ya udah buat kamu kesakitan “ ucap Zul sambil menghapus air mata kejora dengan ibu jarinya.
“Gak papa kok sayang.“ jawab Kejora.
“Tumben kamu manggil aku sayang?“ tanya Zul.
“Sebenernya udah lama pengen manggil sayang, tapi aku udah terbiasa manggil pake nama kamu sih.“ jawab kejora.
“Ya senyaman kamu aja, mau panggil aku apa.“ jawab Zul.
“Kamu bisa gerakin sekarang!“ perintah Kejora.
Zul mengangguk dan mengecup bibir kejora dengan dalam.
Mereka melakukan aktifitas itu dalam waktu yang cukup lama, dengan berbagai posisi yang semuanya saling berhadapan dan sekitar di menit ke 35 permainan pertamapun selesai teriakan panjang Kejora dan Zul merupakan tanda usainya.
“Makasih ya sayang.“ ucap Zul sambil mencium kening Kejora.
“Iya aku juga seneng kok.“ jawab Kejora.
“Aduh aku kelepasan beneran kan, malah aku keluarin didalam lagi.“ jawab Zul.
“Tenang aja, hari ini aman kok lagian.aku udah pasang kok sebelum berangkat kesini “ jawab Kejora.
“Kok kamu gak bilang aku.“ tanya Zul.
“Aku takut gak boleh sama kamu.“ jawab kejora.
“Ya gak dong, boleh kok.“ jawab Zul.
“Sayang.“ tanya kejora menatap tajam Zul.
“Hmmm... apa sayang“ jawab Zul tersenyum.
“Kenapa dia udah ngembang lagi?“ tanya Kejora.
“Hehehe... namanya juga udah hampir 4 bulan aku tahan, jadi responnya agak cepet tabungannya banyak.“ jawab Zul.
“Bohong, kamu pasti minum obat ya.“ tanya Kejora yang merasa Zul sudah memulai kembali permainan.
“Gak beneran, aku gak bohong, kan aku udah bilang, ini jadi malam yang panjang buat kamu.“ jawab Zul.
“Paling juga ini yang terakhir.“ jawab kejora.
“Gak, aku mau sampe jam 6 pagi sebelum aku berangkat“ jawab Zul.
“Eh, aku beneran gak bisa berdiri dong.“ ucap Kejora.
“Kamu tadi lo yang minta bukan aku.“ jawab Zul.
“Ih kamu mah, kan aku cuma becanda mana besar banget lagi.“ protes Kejora.
"Kan kamu udah tau dari sebelum kita pacaran, kenapa protes?" Tanya Zul.
"Tapi aww.. aku gak nyangka kalo segini, kamu pelan-pelan dong!" Perintah Kejora.
Dan Zul pun benar benar melanjutkannya hingga pagi hari. Dan selesai lewat dari jam 6 pagi, Kejora langsung tertidur lemas setelah selesai, dan Zul ikut tidur sambil memeluk Kejora dengan erat. Zul terbangun sekitar jam 9 siang Zul langsung melangkah ke dapur menyiapkan sarapan, dan segelas susu untuk Kejora.
“ bBangun sayang, udah siang.“ ucap Zul ke telinga kejora.
“Hmmm... kamu udah mau berangkat?“ tanya kejora sambil mengucek kedua matanya.
“Belum kok, aku berangkat jam 6 sore.“ jawab Zul.
“Aduh...“ ucap kejora memegang pinggangnya saat berusaha ingin berdiri.
“Maaf ya, kamu sih nantangin aku.“ ucap Zul tersenyum.
“Tanggung jawab, aku gak bisa jalan ini gara-gara kamu.“ jawab Kejora dengan wajah kesakitan.
“Ini aku udah tanggung jawab, aku siapin sarapan sama susu buat kamu.“ jawab Zul.
“Gak ilang sakitnya cuma di sogok sarapan roti, sama susu.“ ucap Kejora.
“Emang kenapa sih bisa sakit? aku geh biasa aja, masih bisa jalan kok?“ Tanya Zul heran.
“Aku baru pertama kali, lagian gede banget juga, jempol sama jari tengahku gak ketemu, tau gak waktu ku pegang “ ucap kejora kesal.
“Mana aku tau bisa segitu, tapi kamu puaskan sampe kejang-kejang" bisik Zul.
“Hmmpph....“ ucap kejora sambil mengambil sandwichnya.
"Sayang aku mau lagi" Ucap Zul berbisik ketelinga Kejora.
"Kamu mau bikin pinggangku patah apa, kasih aku istirahat dong, susunya aja belum abis tuh" jawab kejora kesal, marah-marah dengan tingkah Zul.
__ADS_1
"Maaf ya" ucap Zul tersenyum.
Setelah itu kejora dan Zul menghabiskan waktu mereka bersama-sama sebelum keberangkatan Zul, hingga sore menjelang dan Zul berangkat pergi meninggalkan kejora sendiri, berjuang mewujudkan cita-citanya, meski Zul meninggalkan Kejora sendiri di negeri orang, Zul tetap mendoakan dan berusaha untuk mendukung cita-cita dan impian kejora.