Kejora "Cinta 3.1 Menit Cahaya"

Kejora "Cinta 3.1 Menit Cahaya"
Restu I


__ADS_3

“Yaudah diresmiin aja.“ jawab Kejora. Membuat Zul kaget dengan perkataan kejora yang begitu tiba-tiba itu. Kejora mengatakannya dengan mantap dan penuh kesungguhan, dia hanya ingin Zul menjadi miliknya, dan dia hanya ingin menjadi wanita yang dimiliki oleh Zul.


“Ra jangan becanda dong.“ ucap Zul kaget.


“Aku serius Zul, aku gak becanda, aku beneran, pilihanku udah mantap, dan aku sungguh-sungguh.“ jawab Kejora menatap Zul, berusaha meyakinkan Zul.


“Tapi, kan kamu mau kuliah?“ tanya Zul.


“Gak ada peraturan orang yang mau kuliah harus single.“ jawab Kejora.


“Terus kamu kan mau jadi astronot gimana?“ tanya Zul untuk memastikan keputusan.


“Astronot juga gak ada perintahnya harus single.“ jawab Kejora tersenyum kearah Zul.


“Terus kamu mau kapaN? apa abis kita lulus SMA ini?“ tanya Zul.


“Iya Zul, kamu belum siap ya?“ tanya Kejora sambil membuang wajahnya dari pandangan Zul.


“Kalo secara mental aku siap Ra, tapi?“ tanya Zul terhenti, takut mengecewakan Kejora.


“Tapi apa?“ tanya Kejora khawatir.


“Secara finansial aku belum siap Ra, untuk buat acara pernikahan, dan segala macem aku belum siap, tapi aku usahain kok, kamu gak usah khawatir.“ jawab Zul yang tak kuasa melihat Kejora menatapnya dengan wajah kecewa.


“Zul kan, aku cuma minta peresmian aja, untuk acara pernikahannya kan kapan aja bisa, aku juga sebenarnya, ada sesuatu yang belum siap Zul.“ jawab Kejora menatap sayu Zul.


“Apa yang kamu belum siap ra?” tanya Zul.


“Untuk buah hati, mungkin aku bakal nunda buat waktu yang lama, bisa jadi aku baru siap kalo aku udah selesai capai cita-cita aku, kalo kamu gak mau gak papa kok, toh kita juga sama-sama belum siap.“ jawab Kejora dengan raut wajah kecewa, dan tak ingin terlalu berharap.


“Aku gak masalah kok Ra soal itu, aku cuma takut gak bisa jadi suami yang baik buat kamu, gak bisa Menuhin kebutuhan kamu, gak bisa buat acara yang besar buat acara pernikahan kita, dan aku takut gak bisa kasih kamu hadiah pernikahan yang mewah buat kamu, itu yang aku takut Ra.“ ucap Zul memegang pundak Kejora.


“Aku gak nuntut kok Zul buat itu, yang penting kamu bisa penuhin janji kamu sebagai suami aku, dan juga penuhin kewajiban kamu sebagai suami aku, itu udah cukup.“ jawab Kejora.


“Apa bener kayak gitu Ra, kalo memang bener seperti yang kamu bilang aku bisa jamin itu, sama aku mau mastiin satu hal lagi.“ tanya Zul menatap dalam Kejora.


“Apa yang mau kamu pastiin?“ tanya Kejora.


“Kamu buat keputusan ini bukan karena takut kalah dari Lena kan?“ tanya Zul.


“Kok ke dia sih?“ tanya Kejora, yang wajahnya berubah kesal, marah, dan emosi.


“Bukan gitu Ra, kalo kamu cuma takut kalah dari Lena sebaiknya kita tunda dulu, aku gak mau kamu terbebani dengan komitmen rumah tangga sebelum kamu dapet apa yang kamu cita-citakan, karena kamu gak akan kalah dari Lena, kamu itu selalu lebih dari wanita manapun di dunia ini, kamu selalu menang di hati aku Ra, kamu gak akan pernah kalah buat hati aku.“ jawab Zul meyakinkan dan menenangkan amarah Kejora.


“Gak kok Zul, bukan karena Lena, bukan karena siapapun ini murni pilihan aku, ini murni kesungguhan hati aku.“ jawab Kejora.


“Oke kalo kamu memang sungguh-sungguh, nanti malem aku jemput kamu buat makan malem di rumah aku, aku mau bicarain ini sama Ayah sama Ibu dulu, untuk Papa dan Mama mungkin besok aku yang ngomong lewat handphone.“ perintah Zul


“Iya aku mau.“ jawab Kejora tersenyum kegirangan.


“Yaudah aku pulang dulu, nanti malem aku jemput.“ ucap Zul.


“Iya aku tungg,u jangan telat!“ perintah Kejora.


“Dandan yang cantik ya, my sweet lady.“ bisik Zul sambil meniup tengkuk Kejora.


“Zul kamu nakal ah.“ jawab Kejora yang merinding seketika.


“Salah siapa kamu suka sama orang nakal.“ ucap Zul.


Setelah itu Zul mengecup kening kejora dengan lembut dan penuh kasih sayang.


“Bye my sweet lady.“ ucap Zul sambil pergi meninggalkan Kejora, yang diam karena aksi dari Zul, beberapa detik kemudian dia memagang keningnya, dia masih tak percaya dengan apa yang barusan terjadi. Setelah itu dia langsung berlari ke kamarnya bersiap untuk mandi, dan waktu sudah mulai Sore. Kejora mandi lebih lama dari biasanya, dia benar-benar membersihkan setiap milimeter tubuhnya agar wangi dan bersih, rambutnya ia keramas agar harum dan lebih halus lagi. Setelah mandi dia langsung mengacak-acak lemarinya, mengeluarkan setiap helai pakaian yang ada di dalam lemarinya, tanpa melewatkan satupun.


Ia mencoba memilih pakaian yang sudah berserakan di lantai seperti sampah. Bukan harga yang murah baju yang di miliki oleh Kejora, kelihatannya memang biasa-biasa saja tapi itu semua merek branded ternama, original, bukan barang KW. Lama ia memilih baju hingga tak sadar Zul sudah mengetuk pintu kamarnya yang membuat kejora semakin panik.


“Ra kamu udah selesai belum? aku udah setengah jam lo nunggu di bawah.“ teriak Zul dari depan pintu kejora yang terkunci rapat.


“Belum Zul, kamu tunggu aja dibawah!“ perintah Kejora yang semakin panik.


“Aku udah lama lo nunggunya.“ teriak Zul Kesal.


“Udah tunggu aja dibawah!“ jawab Kejora yang sangat panik.


Zul pun pergi kebawah menurut apa kata Kejora, namun dia sudah tidak sabar lagi menanti Kejora. Sehingga Zul berpikir untuk menghampiri Bi Maryam.


“Bi“ panggil Zul.


“Iya apa den?“ jawab Bi Maryam.


“Bi Kejora lama banget sih, coba Bibi liat dulu dia lagi ngapain!“ perintah Zul dengan sangat Kesal karena Kejora tak kunjung keluar dari kamarnya.


“Dari tadi belum keluar, emangnya mau kemana sih den?“ tanya Bi Maryam keheranan.


“Mau makan di rumahku, coba Bibi liat dulu! kesel aku nunggunya lama banget.“ perintah Zul yang sudah tak sabar.


“Iya den, Bibi usahain Aden tunggu aja!“ jawab Bi Maryam.


“Nak.“ panggil Bi Maryam

__ADS_1


“Iya apa Bi?“ jawab Kejora yang masih bingung memilih bajunya.


“Lagi ngapain? si Aden udah kesel tuh, nungguinnya.“ tanya Bi Maryam.


“Zul dimana?“ tanya Kejora.


“Dibawah Nak.“ jawab Bi Maryam bingung.


“Masuk Bi, cepet!“ perintah Kejora sambil membuka sedikit celah pintunya.


“Ya ampun Nak, kamu ngapain? kok bajunya berantakan kayak gini.“ tanya Bi Maryam kaget karena kamar Kejora berantakan.


“Aku bingung milih yang mana.“ jawab Kejora frustasi.


“Lah kan, cuma mau makan malem di rumah Den Zul, biasanya pake baju biasa?“ tanya Bi Maryam heran.


“Kata Zul suruh dandan yang cantik, kalo kayak biasanya kan gak ada bedanya, gak ada kesannya gitu Bi.“ jawab Kejora yang kesal, panik, dan frustasi.


“Pake ini!“ jawab Bi Maryam mengambil dress di bawah lutut berlengan pendek, dengan warna biru muda.


“Ih Bi, lengannya pendek banget, nanti Zul gak suka.“ protes kejora.


“Percaya sama Bibi, kali ini aja!“ ucap Bi Maryam memaksa Kejora.


“Warna yang lain ada gak Bi?“ tanya Kejora.


“Ya cuma ini nak, ini juga bagus kok ,kamu tau gak warna biru itu artinya apa.“ tanya Bi Maryam.


“Apa memang?“ tanya Kejora bingung.


“Kesetiaan, kepercayaan terus kecerdasan, dan ada yang bilang juga artinya dalam dan percaya diri“ jawab Bi Maryam dengan yakin.


“Hoax.“ jawab Kejora tak percaya.


“Serius Nak, kamu gak mau keliatan lebih percaya diri, sama keliatan lebih cerdas di depan Den Zul.“ tanya Bi Maryam.


“Aku pake.“ jawab Kejora langsung memakai dress biru muda itu serapi mungkin, dan terus-menerus berputar putar menghadap kaca.


“Sepatunya gimana Bi?“ tanya kejora.


“Pake yang hak tinggi warna putih.“ jawab Bi Maryam.


“Iya Bi.“ jawab Kejora langsung buru-buru mencari sepatu hak berwarna putih dan memakainya.


“Makeup sama rambutnya gimana?“ tanya Kejora.


“Makeup kayak biasa aja, biar rambutnya di gerai aja bibi yang sisir.“ jawab Bi Maryam sambil mencari sisir.


Kejora yang berjalan menghampiri Zul merasa sangat gugup dan gemetar, karena melihat reaksi Zul yang diam dan berkali-kali melihat kejora dari atas kebawah, belum lagi Zul yang memakai celana hitam dan kemeja biru muda yang hampir sama dengan Kejora, dan sepatu berwarna hitam, benar-benar terlihat tampan, dan berwibawa di mata Kejora.


“Aneh ya aku pake ini?“ tanya Kejora tak percaya diri.


“Gak kok malah cantik banget aku suka.“ jawab Zul kaget dan tersadar dari lamunannya.


“Kamu kok ngeliatinnya kayak gitu?“ tanya Kejora yang tak percaya diri.


“Hmm... gimana ya, kamu beda dari biasanya, kamu anggun banget, pake ini aku suka l.“ jawab Zul.


“Masa sih“ tanya Kejora memastikan perkataan Zul dan merasa tersanjung oleh jawaban Zul.


“Iya beneran, yuk berangkat.“ ajak Zul.


“Naik mobil aja ya biar cepet, aku takut telat.“ pinta Kejora.


“Oh yaudah, kalo kamu mau kayak gitu.“ jawab Zul


Mereka pun berangkat menggunakan mobil Kejora yang jarang digunakan, menuju kerumah Zul. Didalam Mobil kejora membuang wajahnya memandang kearah luar mobilnya. Karena tak tahan terus di perhatikan oleh Zul, Kejora hanya diam tak mengeluarkan suara menyembunyikan rasa gugupnya. Setelah sampai dirumah Zul mereka turun dari mobil, dan Kejora memerintahkan supirnya untuk pulang saja tidak usah menunggu Kejora.


“Kamu kenapa?“ tanya Zul heran.


“Gak papa.“ jawab Kejora singkat berusaha bertindak senatural mungkin agar tidak terlihat gugup.


“Kamu lagi gugup ya?“ tanya Zul


“Gk kok.“ jawab Kejora.


“Gak usah gugup, lemes aja, jangan kaku sini tanganmu.“ perintah Zul.


“Buat apa?“ tanya Kejora heran.


“Udah sini cepet!“ perintah Zul.


Dan kejora memberikan lengannya pada Zul, setelah itu Zul langsung menggandeng lengan Kejora, dan berjalan dengan sangat percaya diri membuat kegugupan yang dirasakan Kejora sedikit berkurang, dia merasa aman dan lebih nyaman saat Zul menggandeng tangannya.


Mereka berjalan kerumah Zul yang sekarang sedikit lebih luas, meski tak seluas rumah Kejora, berjalan kearah meja makan yang masih belum ada siapapun disana, namun sudah tersedia beberapa hidangan dimeja makan. Zul memerintahkan kejora duduk langsung, karena Zul akan memanggil kedua orang tuanya terlebih dahulu.


“Kamu tunggu disini bentar ya, aku panggi Ibu sama Ayah dulu.“ ucap Zul


Kejora hanya mengangguk tak menjawab Zul.

__ADS_1


“Senyum dong, biar lebih cantik my sweet lady.“ bisik Zul ditelinga Kejora, lalu Zul menggigit lembut telinga Kejora.


“Ih Zul, jangan nakal dong.“ ucap kejora yang kaget seketika.


“Smile!“ perintah Zul sambil pergi meninggalkan Kejora.


Beberapa menit yang terasa lama bagi kejora yang tegang, akhirnya kedua orang tua Zul dengan senyum lebar menatap Kejora, yang sedang duduk dimeja makan. Ibu Zul menghampiri Kejora dan memeluk Kejora sambil mencium Pipi Kejora, membuat Kejora kaget, dan berusaha tersenyum untuk menghadapi situasi yang belum ia ketahui.


“Ya ampun ibu kangen banget lo sama kamu Ra, aduh anak gadis ibu cantik banget.“ ucap Ibu Zul gemas melihat Kejora.


“Iya Bu, aku juga kangen sama Ibu.“ jawab Kejora.


“Ya ampun kangennya Ibu sama anak gadis.“ jawab Ibu Zul


“Maaf ya Bu, aku jarang main lagi.“ jawab Kejora.


“Gak papa kok sayang, ibu tau kamu kan belajar terus buat ujian masuk kamu, ibu ngerti kok.“ ucap Ibu Zul.


“Udah Ibu duduk sana sama Ayah, nanti lagi kangen-kangenanya!“ perintah Zul.


“Gak sabaran, kamu pelit banget jadi orang.“ jawab Ibu Zul kesal.


“Udah cepetan, aku udah laper!“ perintah Zul


Dan Ibu zul dengan Kesal duduk di samping ayah Zul sedangkan Zul duduk di samping Kejora, dan tersenyum menoleh kearah Kejora. Mereka pun mulai menyiapkan makanan mereka, setelah itu mereka mulai makan, namun saat makanan mereka masih setengah Zul mulai menarik nafas panjang dan membuangnya dengan sangat keras hingga terdengar jelas oleh Kejora dan kedua orang tua Zul.


“Yah aku mau nikahin Kejora“ ucap Zul dengan tegas.


Dan seketika kejora memejamkan matanya, dan Ibu serta Ayah Zul langsung terbatuk-batuk mendengar suara lantang Zul itu.


“Kamu kenapa gak kasih aba-aba? jangan asal ngomong teriak gitu kenapa?“ ucap Ibu Zul setelah meminum segelas air.


“Kalian beneran, gak lagi becanda atau ngerjain kami kan?“ tanya ayah Zul yang kaget mendengar perkataan Zul.


“Gak Yah, aku serius.“ jawab Zul gemetaran.


“Yaudah nikah aja.“ jawab ayah Zul dengan santainya.


Kejora dan Zul saling menatap bingung karena jawaban santai dari Ayah Zul, bukan ekspresi senang yang mereka tunjukkan namun saling menatap dengan raut wajah bingung.


“Ayah gak becanda kan?“ tanya Zul memastikan ucapan ayahnya.


“Ayah serius lah, mana mungkin nikah dibuat becanda.“ jawab Ayah Zul.


Ibu Zul tak dapat menahan derai air matanya, dia menangis tersedu-sedu dan setengah berteriak.


“Syukurlah Tuhan, akhirnya anakku nikah huhuuhuu... hiks...hiks….” Tangis Ibu Zul


“ Ibbu jangan nangis dong.“ ucap kejora yang panik dan khawatir dengan tangisan Ibu Zul, lalu ia menghampiri ibu Zul dan memeluk Ibu Zul.


“Reaksi ayah santai banget sih.“ tanya Zul heran.


“Terus ayah harus gimana? harus nangis kayak Ibu kamu?“ tanya ayah Zul dengan tenang.


‘Ya aturannya, Ayah jangan sesantai itu dong, aku jadi bingung nih, Ayah serius apa becanda.“ ucap Zul kesal.


“Terus ayah harus gimana?“ tanya ayah Zul kesal.


“Ya kaget, apa gimana gitu, terharu, senyum bangga, apa gimana gitu.“ ucap Zul


“Udah Ayah pokoknya udah restuin kamu, gak usah banyak minta, kalian mau nikah kapan? apa sekarang?“ tanya ayah Zul.


“Ha gak lah yah.“ jawab Zul


“Eh... bukan sekarang?“ tanya Ibu Zul kaget dan seketika berhenti menangis.


“Ya bukan lah Bu.“ jawab Zul.


“Cih…. sia-sia dong ibu nangis.“ jawab Ibu Zul kesal.


“Abis lulus SMA, sebelum Kejora berangkat ke Australia yang jelas.“ jawab Zul


“Syukurlah Tuhan.“ ucap Ibu Zul kembali menangis.


“Udah ngomong kamu, sama Papa dan Mama Kejora?“ tanya Ayah Zul.


“Belum Yah, aku rencananya mau bilang besok By phone.“ jawab Zul.


“Bagus kalian gak lama lagi kan ujian kelulusannya?“ tanya Ayah Zul


“3 bulan lagi yah kurang lebih “ jawab Zul.


“Waktu kita sekitar 4 bulan buat siapin acara, tapi ayah kasih tau satu hal sama kamu Zul.“ ucap ayah Zul dengan wajah serius.


“Apa Yah?“ tanya Zul menatap tegang ayahnya.


“Ayah gak bisa buat acara yang megah buat pernikahan kalian.“ jawab Ayah Zul.


“Aku tau Yah, maka dari itu kita harus bicarain ini bareng-bareng sama keluarga Kejora.“ jawab Zul.

__ADS_1


Tinggal restu dari orang tua Kejora yang Zul butuhkan untuk mendapatkan Kejora, dan menjadikan Kejora secara resmi sebagai Nyonya Zul. Kejora tersenyum bangga menatap Zul, dan Zul membalas senyuman bahagia Kejora. Terima kasih tuhan ucap Kejora dalam hati.


__ADS_2