Kejora "Cinta 3.1 Menit Cahaya"

Kejora "Cinta 3.1 Menit Cahaya"
Episode 16 : Jawaban


__ADS_3

Berdetak keras


jantung Zul menantikan jawaban Kejora, kakinya lemas, dia memegang pagar balkon


dengan erat, agar dirinya tidak roboh, serasa berlari sekuat tenaga, nafasnya


terasa berat, badannya panas, mengalir keringat dingin dipunggung tangan Zul


saat ini. Kejora pun mengalami hal yang serupa, mengalami hal yang sama, dengan


yang sedang Zul Rasakan.


“Dan jawaban


kamu Ra?“ tanya Zul dengan wajah tegang berkeringat.


“Sebelum itu,


aku ada pertanyaan sama kamu?“ jawab Kejora.


“Apa


pertanyaanmu? aku bakal jawab.“ ucap Zul.


“Gini Zul, kamu


tau aku punya cita-cita, punya tujuan yang ingin aku dapatkan, itu bukan


sesuatu yang mudah untuk aku raih, dan saat aku benar-benar dapat menggapai


impianku, mungkin kita akan berpisah dalam waktu yang lama, apa kamu sanggup?“


tanya Kejora


“Aku tunggu Ra,


dan aku akan berusaha untuk nyusul kamu, jika memang itu satu-satunya pilihan


agar kita dapat bersama, kemanapun kamu pergi aku akan berusaha untuk nyusul,


kamu berapa lama pun kamu pergi aku akan tetap tunggu kamu, aku sanggup


ngelakuin itu Ra, demi kamu.“ jawab Zul


“Jaraknya jauh Zul,


3.1 menit cahaya, apa kamu berpikir mudah untuk nyusul? “ tanya Kejora.


“Aku tau itu gak


bakal mudah, tapi aku akan usahain itu, mungkin kamu pikir aku gak tau kemana


tujuanmu, tapi Ra asal kamu tau aku paling suka dengan dengan sesuatu yang


berhubungan dengan ruang angkasa, walaupun aku gak sehebat kamu, tapi aku


paling suka suka tentang itu, kenapa aku selalu menatap keatas itu alasanku,


dan dari pertanyaanmu tadi aku tahu tujuanmu kemana.“ jawab Zul.


“Zul.“ ucap Kejora.


“Kamu mau ke


mars bukan.“ tanya Zul.


“Iya Zul.“ jawab


Kejora.


“Aku dukung kamu,


aku bantu kamu mencapai cita-citamu, dengan semua yang bisa kulakukan.“ ucap Zul.


“Tapi Zul, aku


mungkin bakal lama disana, apa kamu masih mau nunggu aku?“ tanya Kejora menatap


sayu Zul.


“Berapa lama pun


kamu disana, aku tetep nunggu kamu, itu bukan masalah buatku, yang jadi masalah


itu kalo kamu gak mau aku tunggu, kalo kamu gak mau aku susul, dan kalo kamu


gak membalas perasaanku itu yang bakal jadi masalah.“ jawab Zul.


“Zul aku boleh


tau apa cita-cita kamu, apa tujuanmu, apa yang ingin kamu capai, kamu udah mau


dukung aku, dan aku juga mau dukung kamu, apa cita-citamu Zul?” tanya Kejora


Dengan tersenyum


lebar, Zul menjawab pertanyaan Kejora.


“Cita-citaku


kamu Ra, tujuanku kamu, apa yang ingin aku capai kamu, dan apa yang ingin aku


dapatkan itu kamu juga.“ jawab Zul.


Braaaak…


Lalu Zul memgang


erat pagar balkon, kedua tangan Zul berada dipinggang Kejora, dan wajahnya


sangat dekat dengan wajah Kejora,


“Zul kamu mau


apa? aku bisa jatuh ini tinggi banget.“ ucap Kejora ketakutan.


“Tenang aku gak


bakal macem-macem aku cuma mau kamu jawab pertanyaanku sekarang juga, aku udah


gak bisa nunggu lagi, aku udah gak bisa lebih sabar lagi, Kejora apa kamu mau


jadi Ibu buat anak-anakku? apa kamu mau jadi satu-satunya pasangan hidupku


sampai jantungku berhenti berdetak?“ Tanya Zul dengan wajah memelas.


“Zul aku takut


jatuh, tolong bisa agak menjauh sedikit!“ jawab Kejora ketakutan.


“Jawabannya cuma


mau atau gak, Ra.“ jawab Zul dengan tatapan tajam.


“Zul please.“


pinta Kejora memohon, menatap sendu Zul.


“Mau atau gak


Ra?“ jawab Zul tegas.


“Oke Zul,


aku  jawab sekarang Zul, kalo aku gak


suka sama kamu, aku sama aja bohong sama hatiku sendiri, kalo aku gak membalas


perasaanmu, aku cuma buat sakit hatiku sendiri, jujur Zul aku juga jatuh cinta


sama kamu, suka sama kamu, tapi Zul.” jawab Kejora terhenti.


“Mau atau gak Ra?


aku gak denger kata-kata selain itu.“ ucap Zul memaksa Kejora.


“Aku punya tujuan


Zul, aku punya cita-cita aku mau Zul, jadi Ibu buat anak-anakmu, jadi pasangan


hidupmu sampai jantungku berhenti berdetak, tapi aku gak bisa kalo itu sekarang,


Zul ini terlalu cepet, kita masih SMA.“ ucap Kejora.


“Jadi kamu mau?“


tanya Zul menegaskan jawaban Kejora.


“Aku mau Zul,


tapi kalo kepelaminan sekarang, aku gak bisa, aku juga belum bicara sama Mama


dan papaku, memangnya Ayah sama Ibumu udah tau, kita masih dibawah umur buat


nikah.“ jawab Kejora.


“Jadi kamu mau,


itu udah cukup buatku, aku seneng, aku bahagia, makasih Ra, udah mau jadi Ibu


buat anak-anakku, dan mau jadi pasangan hidupku sampai akhir nafasku, kapan Mama


sama Papamu ada di rumah?“ Tanya Zul tersenyum menatap Kejora.


“Zul kita belum


boleh nikah, kita masih SMA, aku punya cita-cita.“ jawab Kejora panic.


 “Tunggu Ra, tapi aku gak ngajak kamu nikah


sekarang.“ jawab Zul bingung.


“Hee…” jawab Kejora


kaget, diam, membatu.


“Aku mau Nikah


kalo kamu udah siap, dan aku  yakin


sekarang kamu belum siap.“ ucap Zul.


“Terus?“ tanya Kejora


masih bingung.


“Aku tunggu


sampe kamu siap nikah sama aku“ jawab Zul.


“Ya ampun, malu


banget, aku kira dia udah ngajak nikah sekarang.“ pikir Kejora dengan wajah


memerah malu, mengalihkan wajahnya dari pandangan Zul.


“Aku masih punya


cita-cita Zul, mungkin.“ tanya Kejora terhenti.


“Jawabanku gak


berubah .” jawab Zul.


“Papa aku galak,


dia itu menyeramkan.“ tanya Kejora.


“Aku gak peduli,


jawabanku tetep sama.“ jawab Zul.


“Kamu berani

__ADS_1


ngomong sama Papaku?“ tanya Kejora menatap Zul memelas.


“ Berani dong,


kapan Papamu dirumah?“ Tanya Zul dengan sombongnya.


“4 hari lagi


ulang tahunku, Papa Mamaku bakal dirumah.“ jawab Kejora dengan wajah gembira.


“itu bentar lagi


dong, ini cepet banget, yang bener aja, aku gak bisa mundur, nanti Kejora bisa


ragu sama aku.“ pikir Zul.


“Oke, kamu mau


kado apa?“ tanya Zul bersikap seolah tenang tanpa ketakutan.


“Dapetin restu


dari Papa sama mamaku.“ jawab Kejora sambil tersenyum menatap Zul penuh


harapan.


“Ra aku tau kamu


unik, tapi aku gak nyangka permintaanmu bisa itu, aku ketemu aja belum pernah


sama orang tuamu, gimana caranya coba.“ ucap Zul dalam hati.


“Kamu gak bisa?“


tanya Kejora dengan tatapan memelas, sedih.


“Kalo itu kado


yang kamu mau, aku pasti dapetin itu buat kamu.“ jawab Zul.


“Makasih Zul,


aku seneng.“ jawab Kejora.


“Yang berbentuk


fisik atau benda gitu, ada yang kamu mau gak?“ tanya Zul.


“Hmm… gak ada


deh kayaknya, aku cuma mau itu.“ jawab Kejora.


“Ra, kan ini belum


terlalu malem, kamu mau gak ke rumahku? kalo kamu nanti mau pulang aku anter, aku


mau ngomongin ini sama Ayah sama Ibu.“ pinta Zul.


“Oke deh, aku


mau, tapi aku gak yakin, kalo masih boleh nginep?“ jawab Kejora dengan senang


gembira.


“Itu biar aku


yang ngomong, kamu tenang aja.“ ucap Zul.


“Yaudah deh, aku


ganti baju dulu.“ jawab Kejora.


“Aku tunggu


dibawah.“ jawab Zul.


Kejora hanya


mengangguk dengan wajah tersenyum gembira. Zul pun turun ke bawah meninggalkan Kejora,


dan duduk di dekat Pak Jony.


“Hai pak.“ sapa Zul.


“Kenapa?“ tanya


Pak Jony.


“Mau duduk


disini boleh?“ tanya Zul.


“Terserah… kamu


tadi ngapain sama Non Rara?” tanya Pak Jony.


“Aduh, gimana ya


Pak ngomongnya pokoknya masalah anak muda  Bapak pasti ngerti?“ jawab Zul.


“Hmm… masalah


yang kayak gimana dulu?“ tanya pak Jony tersenyum menatap tajam Zul dengan hawa


igin membunuh.


“Tenang Pak,


tenang dulu, saya gak aneh-aneh, sumpah Pak demi apapun.“ jawab Zul.


“Hmm.. gitu ya,


selamat Zul.“ ucap Pak Jony pelan.


“Selamat gimana


ya Pak?“ tanya Zul tersenyum bingung.


tau sendiri.“ jawab Pak jony cuek.


“Zul ayo


berangkat.“ ucap Kejora.


“Cepet banget


gak kayak biasanya.“ tanya Zul


“Cepet salah,


lama marah-marah, maunya apa sih.“ jawab Kejora kesal.


“Mau kemana Nak?“


tanya Pak Jony.


“Mau kerumah Zul.“


jawab Kejora.


“Ada siapa dirumah


Zul?“ tanya Pak Jony.


“Ada Ayah sama Ibunyalah


pak.“ jawab Kejora.


“Yaudah Nak,


kalo mau pulang, telfon biar bapak jemput.“ ucap Pak Jony.


“Iya Pak.“ jawab


Kejora.


Merekapun


berjalan pergi menuju rumah Zul. Ingin rasanya menggandeng tangan Kejora,


berjalan menggenggam dengan erat tangannya, tapi ini terlalu cepat pikir Zul,


mereka berdua terlihat canggung, sama-sama tak berani memandang wajah satu sama


lain, sampai tiba dirumah Zul.


“Yah, Bu.“


teriak Zul.


“Kenapa sih?


malem-malem udah teriak teriak.“ jawab Ibu Zul.


“Aku mau ngomong


penting cepetan keruang tamu.“ teriak Zul.


Kejora langsung


duduk diam, badannya dirapatkan, sekujur tubuhnya tegang, berkeringat dingin, Zul


yang melihat Kejora yang tampak sangat tegang, merasa kasihan dan berusaha


membuat Kejora untuk lebih tenang.


“Tenang Ra.“


ucap Zul memegang tangan Kejora, dan saat itu juga badan Kejora langsung


melemas, dan ketegangannya menghilang, Kejora hanya menjawab Zul dengan sebuah


anggukan.


“Apaan sih Zul,


malem-malem kayak gini teriak-teriak.“ tanya Ibu Zul yang duduk berbarengan


dengan Ayah Zul.


“Aku pacaran


sama Kejora.“ ucap Zul spontan.


Ibu dan Ayah Zul


saling menatap dan sama-sama diam, lalu menengok kearah Kejora.


“Ra apa bener?“


tanya Ayah Zul.


“I…i…ya Yah.” jawab


Kejora yang tegang dan gugup.


“Ra kamu sadar


kan, gak dibawah pengaruh obat?“ tanya Ayah Zul.


“Apa yang Ayah


bicarain, itu kejam tau gak.“ jawab Zul kesal.


“Kamu gak lagi


diancem kan sama Zul?” tanya Ibu Zul.


“Gak kok Yah, Bu”


jawab Kejora yang menahan tawa.


“Ibu juga, segitu

__ADS_1


gak percayanya apa sama aku?“ ucap Zul kesal


“Hmm… berarti


kita lagi mimpi Yah, ayok tidur lagi.“ ajak Ibu Zul.


“Ibu, Ayah, ini


kenyataan.“ jawab Zul kesal.


“Beneran,


serius, beneran.“ tanya Ibu Zul.


“Beneran, serius,


beneran, sumpah.“ jawab Zul.


Ayah dan Ibu Zul


langsung terdiam, dan menunnduk.


“Yah, Bu.“ tanya


Zul panik.


“Syukurlah Yahm


akhirnya Zul dapet pacar, walaupun kayaknya Kejora gak cocok sama Zul, syukur


dia mau, Ibu seneng banget. ternyata kita salah sangka udahan selama ini.“


jawab Ibu Zul sambil menangis memeluk Ayah Zul.


“Iya Bu, Ayah


juga seneng, ternyata dia gak jeruk makan jeruk.” jawab Ayah Zul yang sama-sama


menangis bahagia.


“kelewatan tau


gak, dikira anaknya jeruk makan jeruk.“ jawab Zul.


“Jadi kapan


kalian nikah? apa besok? kita udah restuin kok, iya kan Yah?“ tanya Ibu Zul.


“Iya Bu, Ayah


restuin, apa mau Ayah panggilin penghulu sama saksinya sekarang.“ tanya Ayah Zul.


“gak, itu


kecepetan, aku emang mau nikah sama Kejora, tapi gak sekarang.” jawab Zul.


“Hee… kenapa?“


tanya Ibu Zul seakan tak puas dengan jawaban Zul.


“Kita berdua,


masih SMA.“ jawab Zul.


“Cih…“ ucap Ibu


dan Ayah Zul bersamaan.


“Apaan kayak


gitu?“ tanya Zul kesal.


“Taudah deh gak apa-apa,


Kejora mau sama kamu juga, Ibu udah seneng.“ ucap Ibu Zul sambil mendekati Kejora.


“Ra makasih ya,


udah mau sama Zul, Ibu bahagia banget, semoga kalian menikah dan kalian tetap


bersama sampai maut memisahkan.“ ucap Ibu Zul.


“Iya Bu semoga


aja.“ jawab Kejora.


“Zul Ayah seneng


banget, kamu emang anak Ayah.“ ucap Ayah Zul memeluk Zul.


“Yah malu-maluin


tau, jaga image dikit dong ada Kejora ini.“ jawab Zul.


“Oh iya, maaf Zul


.” jawab Zul.


“ Ehem… kamu


emang hebat Zul.“ ucap Ayah Zul dengan tegas.


“Makasih yah.“


jawab Zul tersenyum.


“Ra sekarang


panggil om Ayah ya.“ pinta Ayah Zul.


“Ayah?“ jawab Kejora


kaget.


“Gak mau?“ tanya


Ayah Zul memelas.


“Mau kok Yah,


aku seneng.“ jawab Kejora tersenyum.


“Emang kamu gak


salah pilih Zul, Ayah kalo masih muda pasti milih Kejora.“ ucap Ayah Zul.


“Heee… jadi gitu


Yah?“ ucap Ibu Zul melotot kearah Ayah Zul.


“Bu ini ibarat,


cuma umpama, Ayah tetep sayang dan cinta  sama Ibu, hati Ayah cuma Punya Ibu “ jawab Ayah Zul ketakutan.


“Ayah, Ibu malu


deh.“ jawab Ibu Zul dengan wajah merah padam.


“Ceritain geh Ra,


Zul nembak kamu?“ tanya Ibu Zul penasaran.


“Ih malu lah Bu.“


jawab Kejora.


“Pasti gak ada


romance-romancenya sama sekali.“ jawab Ibu Zul.


“Kalo gak ada


romance-romancenya, gak mungkin Kejora sampe mau Bu.“jawab Zul.


“Iya juga sih, Ibu


penasaran deh, tapi gak seromantis novel atau sinetron.“ ucap Ibu Zul.


“Itu lebih


romantis dari semua novel yang ada didunia ini, dan lebih romatis dari Sinetron


manapun yang ada.“ jawab Kejora spontan dan tanpa sadar.


“Kamu nginep, dirumah


pokoknya, ayo masuk kamar! Ibu mau tau ,harus mau pokoknya.“ Ibu Zul menyeret Kejora


memaksa untuk menuruti perkataannya.


“tapi Bu.” jawab


Kejora.


“Gak ada


tapi-tapian.“ ucap Ibu Zul.


Setelah Ibu Zul


dan Kejora masuk ke kamar.


“Orang tua Kejora


udah tau?“ tanya Ayah Zul.


“Belum Yah aku


bakal ngomong langsung, pas ulang tahun Kejora.“ jawab Zul.


“Bagus kalo


gitu.“ jawab Ayah Zul.


“Yah aku mau


nanya.“ tanya Zul.


“Tanya apa?“


jawab Ayah Zul.


“Kado ulang


tahun Kejora kasih apa ya?“ Tanya Zul.


“Itu harus kamu


cari sendiri Zul.“ jawab Ayah Zul.


“Tcckkk.“ ucap Zul


kecewa.


“Gak perlu mewah


atau mahal yang penting itu spesial dan punya kesan menarik bagi Kejora, orang lain


ngomong buruk tentang kadomu, itu gak masalah yang penting Kejora suka itu udah


cukup.“ jawab Ayah Zul meninggalkan Zul sendirian.


“Yang disuka Kejora


ya” pikir Zul. Zul sangat bahagia hari ini dia masuk Kekamarnya, merebahkan


diri dikasurnya sambil tersenyum menatap ke langit-langit rumahnya. Satu


masalah sudah selesai, namun masih ada masalah lain yang sangat berat, final


boss orang tua Kejora. Zul belum pernah melihat mereka sama sekali, Zul tidak


tau apa-apa tentang orang tua Kejora, “Ini pasti sulit” pikir Zul.

__ADS_1


__ADS_2