Kejora "Cinta 3.1 Menit Cahaya"

Kejora "Cinta 3.1 Menit Cahaya"
Episode 3 : Pertama


__ADS_3

Terdiam kaget Kejora


mendengar apa yang telah dikatakan Zul padanya tak disangka, tak diduga segala


perkiraan yang ada di pikiran Kejora salah, masih terdiam, dan masih berpikir,


apakah Zul memiliki maksud lain? karena jika definisi perkataan Zul diambil dari


beberapa sudut pandang yang berbeda memiliki arti yang berbeda pula .


“Mau gak ra?”


tanya Zul mengharapkan jawaban.


“maksud kamu


temen kayak mana?” Kejora balik bertanya pada Zul.


“Temen, ya temen


emang ada arti lain.” jawab Zul bingung.


“ beda sudut pandang


kan, beda arti, jadi aku harus memilih jawaban yang pas dari apa yang kamu


maksud.“ jelas Kejora dengan tenang.


“Temen wanitaku.”


jawab Zul spontan.


“Bener gak ya,


apa yang ku omongin barusan.” pikir Zul.


“Apa, temen


wanita? Bener-bener mesum dan pemain wanita anak ini, jadi ini maksudnya dia


beberapa hari ini, benar-bener kurang ajar” umpat Kejora dalam hati.


“Maaf Zul, kamu


emang ganteng tapi aku bukan wanita yang bisa kamu mainin kayak gitu, jadi


maksud kamu pengen ngomong serius itu ini, kamu mending cari wanita lain yang


bisa kayak gitu, aku bukan korban yang tepat untuk rencanamu.” ucap rara dengan


nada tinggi dan wajah penuh amarah


“bentar, bentar,


Ra kayaknya kamu salah paham deh.“ ucap Zul sedikit bingung


“Salah paham


darimana? udah jelas gitu, kamu mau ngelak.” jawab Kejora sambil berdiri dan


berlalu pulang meninggalkan Zul.


“Apa aku salah


ngomong ya? kok dia marah gitu? pasti dia salah paham, dia beda dengan cewek


lain, cara pikir dia juga mengerikan kayak robot, terlalu mengandalkan otak.”


pikir Zul dengan banyak tanda tanya.


Zul pun pergi


sambil memikirkan kejadian tadi, apa yang salah dalam ucapan Zul, seharusnya


ucapan itu tidak memancing amarah siapapun. Terus berpikir, dan berpikir, namun


tak didapat ditemukan, apa yang sebenarnya disimpulkan oleh Kejora dari maksud


perkataanya .


“kayaknya kalo


aku yang mikir gak mungkin ketemu, aku harus cari orang yang sifatnya mendekati


Kejora.” gumam Zul.


merebahkan diri


dikasur dengan memandangi langit-langit rumahnya, langit berbintang terlihat


dari jendela rumahnya, namun ada satu bintang yang terlihat berbeda dari


bintang lainnya, yaitu bintang Kejora, bintang yang lebih unik dari bintang


lainnya, bentuknya memang sama terlihat di mata Zul, tapi dia memiliki daya


tarik yang berbeda dari bintang lainnya.


“Ya Beny,


seharusnya mirip mirip Kejora cara pikirnya.” gumam Zul.


Lalu Zul pun mengambil


handphonenya,  buru-buru Zul mencari


kontak Beny, dan bergegas secepat mungkin untuk menelfon Beny.


Suara handphone.


“Halo Zul,


kenapa?” tanya Beny.


“Aku mau nanya,


tapi jawab yang serius!” jawab Zul dengan nada tegas.


“Apaan? lagi gak


banyak waktu aku kalo cuma basa-basi?” tanya Beny dengan sedikit malas.


“Kalo misalnya, kamu


jadi cewek nih?“ tanya Zul.


“Iya terus?”


jawab Beny.


“Aneh banget nih,


anak gak kayak biasanya.” pikir Beny.


“Terus aku


bilang, kamu mau gak jadi temen wanitaku? apa yang kamu pikirin?” tanya Zul.


“Kamu mau bilang


kayak gitu, sama Kejora ya?” tanya Beny.


“Udah kubilangin


kali ben,” ungkap Zul dalam hati.


“Haa… kok kamu


nyasar ke Kejora, sok tau amat?” jelas Zul .


“Ya aku ibaratin


aja kalo ceweknya Kejora, ya kamu bego?“ ucap Beny.


“Kenapa bisa


gitu Ben?” tanya Zul heran.


“Dia itu


mikirnya kalo temen wanita ya, kesannya kayak dia itu cuma mainan kamu, beda


jawaban kalo kamu bilangnya sahabat wanita.“   jawab Beny sambil menjelaskan.


“Oh, gitu ya


ben.” ucap Zul.


“Kejora itu unik


Zul, kalo mau ngomong sama di, kamu harus jadi dia.” terang Beny.


“Kenapa Kejora


lagi, aku gak ada apa-apa sama dia.” jelas Zul meyakinkan Beny.


“Yaudah gak ada


lagi kan? aku sibuk, bye.” jawab Beny sambil mematikan telpon.


Apa yang di


katakan beny memang sangat benar, pola pikirnya unik dan rumit, kita harus


berpikir unik dan rumit jika ingin berinteraksi dengan manusia seperti dia.namun


hal itu membuat Zul lebih tertarik lagi pada Kejora, dan dia telah membulatkan


tekadnya dalam hati, harus bisa itu kata dalam hatinya.


Disisi lain Kejora


masih emosi dengan perkataan Zul, bagi Kejora Zul, adalah orang pertama yang


berkata seperti itu pada dirinya, dia sebetulnya sangat shock mendengarnya,


hingga dia tidak dapat fokus dengan buku yang sedang ia lihat, saat ini masih


terngiang jelas membayangi pikiran Kejora apa yang dikatakan oleh Zul tadi,

__ADS_1


membuat pikirannya terpecah kedalam dua dunia yang berbeda.


Pertama kalinya


dalam hidup dia memikirkan perkataan orang lain padanya, terlihat manis dan


baik, namun memiliki maksud dan tujuan yang buruk. Itu yang dipikirkan dalam


kepala Kejora saat ini, harusnya sejak awal dia sudah menyadari maksud dari Zul


sejak pertama kali Zul mencoba mengajaknya berbicara, siswa yang dalam setahun


lebih tidak pernah terlihat diperpustakaan, tiba-tiba menampakkan diri dan


langsung mengajaknya berbicara, itu sudah jelas memiliki maksud dan tujuan


tersembunyi.


“Besok aku gak


keperpus, pasti besok dia nyari aku di perpus, mungkin selama sebulan gak


kesana.” pikir Kejora.


“Karena dia aku


gak bisa belajar, dasar cowok tak beradab.“ umpat Kejora dengan sangat kesal


dikamarnya sambil membanting bukunya.


Kejora pun


merebahkan dirinya, di kasurnya, mencoba menghilangkan penatnya, mencoba untuk


melupakan kejadian itu, dan fokus untuk hari esok dan seterusnya. Namun kata-kata


Zul, dan wajahnya yang dengan mudah mengatakan hal itu sambil tersenyum,


membuat Kejora meluap emosinya saat ini, dia sangat mengumpat Zul. memang wajah


Zul tampan dan pasti tipe yang di idamkan wanita, tapi apakah itu menjadi


alasan yang tepat untuk berbicara seperti itu pada seorang wanita.


Sudah hampir 3


minggu lebih berlalu Kejora, sudah mulai sedikit demi sedikit melupakan


kejadian pada saat itu, dan sejak hari itu dia tidak pernah keperpustakaan, dia


membaca bukunya dikelas sambil menggunakan headset untuk mengurangi kebisingan,


yang ada di kelasnya tapi dilain pihak, Zul masih belum menyerah.


Zul menunggu


kejora selama hampir 3 minggu ini di perpustakaan, zul menyadari sepertinya


kejora sangat marah dan membencinya saat ini. apa yang harus di lakukan.jika ia


meminta saran dari temannya itu dapat memunculkan situasi tak terduga yang


sangat buruk dan rumor itu dapat menyebar dengan cepat.


Dikelas Zul.


“Ben, kamu tau


kelasnya Kejora kan?” tanya Zul pada Beny yang sedang melihat ke jendela.


“Kelas XI IPA 1.“


jawab Beny santai.


“Kamu bener-bener


suka ya, sama kejora Zul?” tanya Ferdy penasaran.


“Gak aku cuma


tertarik aja sama dia.” jawab Zul mengelak.


“Gak biasanya Zul


kamu yang ngejar, biasanya kamu yang di kejar kejar?“ tanya Ferdy pada Zul.


“Jangan salah


paham Fer, aku cuma tertarik aja sama dia“ jawab Zul.


“Cinta pertama


nih Zul?“ teriak Rahmad.


“Sssssttttt…


jangan bikin orang salah paham.” jawab Zul sambil menaruh jari telunjuknya di


bibir.


“Jujur aja Zul,


“Aku cuma tertarik


aja gak ada perasaan lebih.“ jawab Zul.


“Zul sifatmu


yang kayak gitu bisa jadi pisau bermata dua buat kamu sama Kejora, kalo bener


suka ya, ngomong yang jelas, jangan ambigu.” sahut Beny.


“Maksud kamu


gimana sih Ben?.” tanya Zul bingung.


“Zul kamu kan


tau, banyak yang suka sama kamu, Kejora juga bukan cewek yang biasa-biasa aja,


emang sedikit yang tau tentang dia, tapi daya tarik dia itu unik, dia juga


masuk kataegori cantik, gak mungkin dia gak punya penggemar walau memang dia


pendiam, harusnya kamu paham kan maksudku, aku tau kamu gak terlalu bodoh.”


jawab Beny serius dan berkata panjang lebar.


“Aku paham


maksudmu ben, tapi bukan perasaan yang kamu maksud itu, yang aku rasain, ini


beda Ben.” jelas Zul.


“Terserah kamu Zul,


perasaan itu dapat berkembang mungkin sekarang kamu gak ngaku, tapi kalo kalian


sering ketemu kata-kata kamu tadi bisa berubah, situasi dan kondisi merubah


keadaan Zul. selesaiin sekarang sebelum nanti jadi kompleks, kalo udah jadi


kompleks itu bahaya buat semua orang yang berhubungan sama kamu kedepannya.”


terang Beny dengan tegas.


“Be a man Zul.”


ucap Rahmad dengan wajah serius.


“Gak biasanya si


Rahmad bisa seserius ini, apa masalah ini serumit itu?“ pikir Zul.


“Zul aku bukan


mau bikin kamu terpojok, tapi apa yang dikatain Beny bener, gak cuma kamu yang


dapet masalah nantinya, ada baiknya kamu bilang dengan jelas, jangan ambigu,


inget Zul pola pikir orang beda-beda, bisa jadi kata-katamu dapet penambahan


kalimat, dan apa yang kamu perbuat disalah artikan orang lain.” terang Ferdy


sambil memakai headset.


Zul berpikir


mungkin betul apa yang teman-temanya katakan, tapi apakah benar dampaknya


sebesar itu, dia tidak mau salah langkah dalam mengambil keputusan, harus


memantapkan tekad sekeras mungkin, tidak disangka situasi ini bisa menjadi


masalah yang kompleks kedepannya, sekarang atau lebih rumit nantinya.


Keesokan harinya


Zul memantapkan keputusannya, dia harus menyelesaikan apa yang telah ia mulai,


menjadi lelaki seperti apa yang dikatakan temannya, mundur pun sudah tidak


mungkin, hanya majulah pilihannya, jika diam di tempat ini akan menggantung


dengan banyak tanda tanya dan kemungkinan. Akhirnya Zul pun melangkah ke kelas


Kejora.


“Eh Zul, mau


kemana?” tanya Lena


“Gak


kemana-mana.” jawab Zul cuek.


“Kalo gitu main


sama aku yuk.“ ajak Lena kecentilan.

__ADS_1


“Maaf, aku ada


urusan penting lain kali aja.” jawab Zul sambil berlalu.


“Mau kemana sih


Zul, buru-buru banget?” tanya Lena.


“Ah Lena mulai.“


bisik seorang wanita sekelasnya.


“Centilnya gak hilang


dari dulu.” sambung temannya yang merasa risih


“Kenapa memang,


iri ya lo jelek.“ dalam hati Lena.


Zul pun


menghampiri Kejora yang sedang duduk membaca buku dengan hembusan angina


menerpa wajahnya.


“Ra ada waktu sebentar?”


tanya Zul.


“Wah dia


nyamperin Kejora, hebat Kejora, wajar sih cantik dia meski pendiam.” bisik


teman sekelasnya membicarakannya.


 


 


 


 


“Haaaa Zul nyamperin Kejora, dia gak peduliin aku, demi si kutu buku cupu itu.”


umpat lena dalam hati dengan kesal.


“Anak ini gak


tau kapan harus berhenti.“ ungkap Kejora dalam hati.


“Pergi! aku gak


mau liat kamu lagi.” jawab Kejora.


“Apa mereka udah


pacaran? kok beritanya gak kedengeran ya.” bisik teman sekelasnya.


“Ra dengerin aku


dulu, kemaren itu salah paham.” jelas Zul.


Melihat keadaan


di kelasnya, semua mata tertuju pada mereka, semua membuat Kejora tidak nyaman,


dan  bisa menimbulkan  hoax yang tak terkontrol jika tidak cepat


cepat dia akhiri.


“Ke tempat mie ayam


kemaren aja, jangan sekarang.” jawab Kejora pelan.


“Kenapa gak


sekarang aja?“ tanya Zul memaksa.


“Belajar situasi


dikit.” jawab Kejora dengan pelan.


Zul melihat


keadaan kelas Kejora, Zul memahami maksud Kejora, semua mata terarah ke mereka


berdua, bisa betul-betul jadi masalah besar jika tidak di akhiri sekarang. Zul


merasa bodoh jika dia masih mendesak Kejora untuk berbicara sekarang, apa yang


di katakan Kejora adalah pilihan terbaik untuk saat ini.


“Nanti sehabis


pulang sekolah bisa?” tanya Zul.


“Iya, tapi aku


gak bisa lama, bisa pergi sekarang.” kata Kejora yang merasa semakin risih.


“Sampai nanti.“


jawab Zul tersenyum.


Setelah jam sekolah


berakhir dengan bergegas Zul menuju tempat kemarin, dia khawatir Kejora


menunggunya dan menambah buruk keadaan yang sedikit menemukan jalan ini, Setelah


sampai Zul langsung memesan jus apel sambil menunggu Kejora yang ternyata belum


sampai ke tempat yang telah dijanjikan.


Akhirnya.


“Maaf lama.”


kata Kejora sambil duduk.


“Gak apa-apa aku


juga baru sampe, kamu mau minum apa?“ tanya Zul dengan hangat.


“Gak usah, gak


perlu lama-lama lebih baik kamu jangan ganggu aku lagi, kamu udah janji gak


bakal ganggu aku lagi, seharusnya sebagai laki-laki kamu bisa menepati janji


itu dengan mudah.” jawab Kejora dengan kesal.


“Ra santai dulu,


aku janji bakal jelasin sejelas-jelasnya oke.” pinta Zul.


“Jus apel.”


jawab Kejora dengan nada kesal.


“Bentar ya.”


kata Zul sambil berlalu memesan jus apel.


Sesaat kemudian.


“Bisa di


percepat?” tanya Kejora.


“Ra sebenernya


apa yang kumaksud gak seperti yang kamu simpulkan, ini bener-bener salah paham.”


jawab Zul.


“Gak usah


berbelit-belit Zul” tegas Kejora.


“Apa yang


kumaksudkan itu kalo kamu tuh jadi sahabat.” ucap Zul.


“Maksudnya


gimana.” tanya Kejora penuh selidik.


“kalo misalnya


kamu jadi laki-laki mungkin kamu ngerti.” jawab Zul.


Kejora pun kaget


setelah apa yang dikatakan oleh Zul tidak seperti yang ia tuduhkan padanya,


namun kejora tidak sepenuhnya langsung percaya pada perkataan Zul. bisa jadi


ini hanya alasan Zul .


“Gimana caranya


aku bisa percaya sama kamu.” tanya Kejora.


“Kalo berat buat


kamu untuk percaya sekarang, itu gak masalah tapi aku bisa buktiin kalo aku


serius, aku gak ada maksud buruk sama kamu, biar waktu yang buktiin semuanya,


sebenarnya kamu adalah wanita pertama yang kuajak sebagai sahabat, kalo kamu


butuh bukti kamu bisa tanya sama temenku.”jawab Zul dengan serius dan tatapan


mata tulus.


“Kamu yang

__ADS_1


pertama Ra.” gumam Zul dalam hati.


__ADS_2