
Terdiam kaget Kejora
mendengar apa yang telah dikatakan Zul padanya tak disangka, tak diduga segala
perkiraan yang ada di pikiran Kejora salah, masih terdiam, dan masih berpikir,
apakah Zul memiliki maksud lain? karena jika definisi perkataan Zul diambil dari
beberapa sudut pandang yang berbeda memiliki arti yang berbeda pula .
“Mau gak ra?”
tanya Zul mengharapkan jawaban.
“maksud kamu
temen kayak mana?” Kejora balik bertanya pada Zul.
“Temen, ya temen
emang ada arti lain.” jawab Zul bingung.
“ beda sudut pandang
kan, beda arti, jadi aku harus memilih jawaban yang pas dari apa yang kamu
maksud.“ jelas Kejora dengan tenang.
“Temen wanitaku.”
jawab Zul spontan.
“Bener gak ya,
apa yang ku omongin barusan.” pikir Zul.
“Apa, temen
wanita? Bener-bener mesum dan pemain wanita anak ini, jadi ini maksudnya dia
beberapa hari ini, benar-bener kurang ajar” umpat Kejora dalam hati.
“Maaf Zul, kamu
emang ganteng tapi aku bukan wanita yang bisa kamu mainin kayak gitu, jadi
maksud kamu pengen ngomong serius itu ini, kamu mending cari wanita lain yang
bisa kayak gitu, aku bukan korban yang tepat untuk rencanamu.” ucap rara dengan
nada tinggi dan wajah penuh amarah
“bentar, bentar,
Ra kayaknya kamu salah paham deh.“ ucap Zul sedikit bingung
“Salah paham
darimana? udah jelas gitu, kamu mau ngelak.” jawab Kejora sambil berdiri dan
berlalu pulang meninggalkan Zul.
“Apa aku salah
ngomong ya? kok dia marah gitu? pasti dia salah paham, dia beda dengan cewek
lain, cara pikir dia juga mengerikan kayak robot, terlalu mengandalkan otak.”
pikir Zul dengan banyak tanda tanya.
Zul pun pergi
sambil memikirkan kejadian tadi, apa yang salah dalam ucapan Zul, seharusnya
ucapan itu tidak memancing amarah siapapun. Terus berpikir, dan berpikir, namun
tak didapat ditemukan, apa yang sebenarnya disimpulkan oleh Kejora dari maksud
perkataanya .
“kayaknya kalo
aku yang mikir gak mungkin ketemu, aku harus cari orang yang sifatnya mendekati
Kejora.” gumam Zul.
merebahkan diri
dikasur dengan memandangi langit-langit rumahnya, langit berbintang terlihat
dari jendela rumahnya, namun ada satu bintang yang terlihat berbeda dari
bintang lainnya, yaitu bintang Kejora, bintang yang lebih unik dari bintang
lainnya, bentuknya memang sama terlihat di mata Zul, tapi dia memiliki daya
tarik yang berbeda dari bintang lainnya.
“Ya Beny,
seharusnya mirip mirip Kejora cara pikirnya.” gumam Zul.
Lalu Zul pun mengambil
handphonenya, buru-buru Zul mencari
kontak Beny, dan bergegas secepat mungkin untuk menelfon Beny.
Suara handphone.
“Halo Zul,
kenapa?” tanya Beny.
“Aku mau nanya,
tapi jawab yang serius!” jawab Zul dengan nada tegas.
“Apaan? lagi gak
banyak waktu aku kalo cuma basa-basi?” tanya Beny dengan sedikit malas.
“Kalo misalnya, kamu
jadi cewek nih?“ tanya Zul.
“Iya terus?”
jawab Beny.
“Aneh banget nih,
anak gak kayak biasanya.” pikir Beny.
“Terus aku
bilang, kamu mau gak jadi temen wanitaku? apa yang kamu pikirin?” tanya Zul.
“Kamu mau bilang
kayak gitu, sama Kejora ya?” tanya Beny.
“Udah kubilangin
kali ben,” ungkap Zul dalam hati.
“Haa… kok kamu
nyasar ke Kejora, sok tau amat?” jelas Zul .
“Ya aku ibaratin
aja kalo ceweknya Kejora, ya kamu bego?“ ucap Beny.
“Kenapa bisa
gitu Ben?” tanya Zul heran.
“Dia itu
mikirnya kalo temen wanita ya, kesannya kayak dia itu cuma mainan kamu, beda
jawaban kalo kamu bilangnya sahabat wanita.“ jawab Beny sambil menjelaskan.
“Oh, gitu ya
ben.” ucap Zul.
“Kejora itu unik
Zul, kalo mau ngomong sama di, kamu harus jadi dia.” terang Beny.
“Kenapa Kejora
lagi, aku gak ada apa-apa sama dia.” jelas Zul meyakinkan Beny.
“Yaudah gak ada
lagi kan? aku sibuk, bye.” jawab Beny sambil mematikan telpon.
Apa yang di
katakan beny memang sangat benar, pola pikirnya unik dan rumit, kita harus
berpikir unik dan rumit jika ingin berinteraksi dengan manusia seperti dia.namun
hal itu membuat Zul lebih tertarik lagi pada Kejora, dan dia telah membulatkan
tekadnya dalam hati, harus bisa itu kata dalam hatinya.
Disisi lain Kejora
masih emosi dengan perkataan Zul, bagi Kejora Zul, adalah orang pertama yang
berkata seperti itu pada dirinya, dia sebetulnya sangat shock mendengarnya,
hingga dia tidak dapat fokus dengan buku yang sedang ia lihat, saat ini masih
terngiang jelas membayangi pikiran Kejora apa yang dikatakan oleh Zul tadi,
__ADS_1
membuat pikirannya terpecah kedalam dua dunia yang berbeda.
Pertama kalinya
dalam hidup dia memikirkan perkataan orang lain padanya, terlihat manis dan
baik, namun memiliki maksud dan tujuan yang buruk. Itu yang dipikirkan dalam
kepala Kejora saat ini, harusnya sejak awal dia sudah menyadari maksud dari Zul
sejak pertama kali Zul mencoba mengajaknya berbicara, siswa yang dalam setahun
lebih tidak pernah terlihat diperpustakaan, tiba-tiba menampakkan diri dan
langsung mengajaknya berbicara, itu sudah jelas memiliki maksud dan tujuan
tersembunyi.
“Besok aku gak
keperpus, pasti besok dia nyari aku di perpus, mungkin selama sebulan gak
kesana.” pikir Kejora.
“Karena dia aku
gak bisa belajar, dasar cowok tak beradab.“ umpat Kejora dengan sangat kesal
dikamarnya sambil membanting bukunya.
Kejora pun
merebahkan dirinya, di kasurnya, mencoba menghilangkan penatnya, mencoba untuk
melupakan kejadian itu, dan fokus untuk hari esok dan seterusnya. Namun kata-kata
Zul, dan wajahnya yang dengan mudah mengatakan hal itu sambil tersenyum,
membuat Kejora meluap emosinya saat ini, dia sangat mengumpat Zul. memang wajah
Zul tampan dan pasti tipe yang di idamkan wanita, tapi apakah itu menjadi
alasan yang tepat untuk berbicara seperti itu pada seorang wanita.
Sudah hampir 3
minggu lebih berlalu Kejora, sudah mulai sedikit demi sedikit melupakan
kejadian pada saat itu, dan sejak hari itu dia tidak pernah keperpustakaan, dia
membaca bukunya dikelas sambil menggunakan headset untuk mengurangi kebisingan,
yang ada di kelasnya tapi dilain pihak, Zul masih belum menyerah.
Zul menunggu
kejora selama hampir 3 minggu ini di perpustakaan, zul menyadari sepertinya
kejora sangat marah dan membencinya saat ini. apa yang harus di lakukan.jika ia
meminta saran dari temannya itu dapat memunculkan situasi tak terduga yang
sangat buruk dan rumor itu dapat menyebar dengan cepat.
Dikelas Zul.
“Ben, kamu tau
kelasnya Kejora kan?” tanya Zul pada Beny yang sedang melihat ke jendela.
“Kelas XI IPA 1.“
jawab Beny santai.
“Kamu bener-bener
suka ya, sama kejora Zul?” tanya Ferdy penasaran.
“Gak aku cuma
tertarik aja sama dia.” jawab Zul mengelak.
“Gak biasanya Zul
kamu yang ngejar, biasanya kamu yang di kejar kejar?“ tanya Ferdy pada Zul.
“Jangan salah
paham Fer, aku cuma tertarik aja sama dia“ jawab Zul.
“Cinta pertama
nih Zul?“ teriak Rahmad.
“Sssssttttt…
jangan bikin orang salah paham.” jawab Zul sambil menaruh jari telunjuknya di
bibir.
“Jujur aja Zul,
“Aku cuma tertarik
aja gak ada perasaan lebih.“ jawab Zul.
“Zul sifatmu
yang kayak gitu bisa jadi pisau bermata dua buat kamu sama Kejora, kalo bener
suka ya, ngomong yang jelas, jangan ambigu.” sahut Beny.
“Maksud kamu
gimana sih Ben?.” tanya Zul bingung.
“Zul kamu kan
tau, banyak yang suka sama kamu, Kejora juga bukan cewek yang biasa-biasa aja,
emang sedikit yang tau tentang dia, tapi daya tarik dia itu unik, dia juga
masuk kataegori cantik, gak mungkin dia gak punya penggemar walau memang dia
pendiam, harusnya kamu paham kan maksudku, aku tau kamu gak terlalu bodoh.”
jawab Beny serius dan berkata panjang lebar.
“Aku paham
maksudmu ben, tapi bukan perasaan yang kamu maksud itu, yang aku rasain, ini
beda Ben.” jelas Zul.
“Terserah kamu Zul,
perasaan itu dapat berkembang mungkin sekarang kamu gak ngaku, tapi kalo kalian
sering ketemu kata-kata kamu tadi bisa berubah, situasi dan kondisi merubah
keadaan Zul. selesaiin sekarang sebelum nanti jadi kompleks, kalo udah jadi
kompleks itu bahaya buat semua orang yang berhubungan sama kamu kedepannya.”
terang Beny dengan tegas.
“Be a man Zul.”
ucap Rahmad dengan wajah serius.
“Gak biasanya si
Rahmad bisa seserius ini, apa masalah ini serumit itu?“ pikir Zul.
“Zul aku bukan
mau bikin kamu terpojok, tapi apa yang dikatain Beny bener, gak cuma kamu yang
dapet masalah nantinya, ada baiknya kamu bilang dengan jelas, jangan ambigu,
inget Zul pola pikir orang beda-beda, bisa jadi kata-katamu dapet penambahan
kalimat, dan apa yang kamu perbuat disalah artikan orang lain.” terang Ferdy
sambil memakai headset.
Zul berpikir
mungkin betul apa yang teman-temanya katakan, tapi apakah benar dampaknya
sebesar itu, dia tidak mau salah langkah dalam mengambil keputusan, harus
memantapkan tekad sekeras mungkin, tidak disangka situasi ini bisa menjadi
masalah yang kompleks kedepannya, sekarang atau lebih rumit nantinya.
Keesokan harinya
Zul memantapkan keputusannya, dia harus menyelesaikan apa yang telah ia mulai,
menjadi lelaki seperti apa yang dikatakan temannya, mundur pun sudah tidak
mungkin, hanya majulah pilihannya, jika diam di tempat ini akan menggantung
dengan banyak tanda tanya dan kemungkinan. Akhirnya Zul pun melangkah ke kelas
Kejora.
“Eh Zul, mau
kemana?” tanya Lena
“Gak
kemana-mana.” jawab Zul cuek.
“Kalo gitu main
sama aku yuk.“ ajak Lena kecentilan.
__ADS_1
“Maaf, aku ada
urusan penting lain kali aja.” jawab Zul sambil berlalu.
“Mau kemana sih
Zul, buru-buru banget?” tanya Lena.
“Ah Lena mulai.“
bisik seorang wanita sekelasnya.
“Centilnya gak hilang
dari dulu.” sambung temannya yang merasa risih
“Kenapa memang,
iri ya lo jelek.“ dalam hati Lena.
Zul pun
menghampiri Kejora yang sedang duduk membaca buku dengan hembusan angina
menerpa wajahnya.
“Ra ada waktu sebentar?”
tanya Zul.
“Wah dia
nyamperin Kejora, hebat Kejora, wajar sih cantik dia meski pendiam.” bisik
teman sekelasnya membicarakannya.
“Haaaa Zul nyamperin Kejora, dia gak peduliin aku, demi si kutu buku cupu itu.”
umpat lena dalam hati dengan kesal.
“Anak ini gak
tau kapan harus berhenti.“ ungkap Kejora dalam hati.
“Pergi! aku gak
mau liat kamu lagi.” jawab Kejora.
“Apa mereka udah
pacaran? kok beritanya gak kedengeran ya.” bisik teman sekelasnya.
“Ra dengerin aku
dulu, kemaren itu salah paham.” jelas Zul.
Melihat keadaan
di kelasnya, semua mata tertuju pada mereka, semua membuat Kejora tidak nyaman,
dan bisa menimbulkan hoax yang tak terkontrol jika tidak cepat
cepat dia akhiri.
“Ke tempat mie ayam
kemaren aja, jangan sekarang.” jawab Kejora pelan.
“Kenapa gak
sekarang aja?“ tanya Zul memaksa.
“Belajar situasi
dikit.” jawab Kejora dengan pelan.
Zul melihat
keadaan kelas Kejora, Zul memahami maksud Kejora, semua mata terarah ke mereka
berdua, bisa betul-betul jadi masalah besar jika tidak di akhiri sekarang. Zul
merasa bodoh jika dia masih mendesak Kejora untuk berbicara sekarang, apa yang
di katakan Kejora adalah pilihan terbaik untuk saat ini.
“Nanti sehabis
pulang sekolah bisa?” tanya Zul.
“Iya, tapi aku
gak bisa lama, bisa pergi sekarang.” kata Kejora yang merasa semakin risih.
“Sampai nanti.“
jawab Zul tersenyum.
Setelah jam sekolah
berakhir dengan bergegas Zul menuju tempat kemarin, dia khawatir Kejora
menunggunya dan menambah buruk keadaan yang sedikit menemukan jalan ini, Setelah
sampai Zul langsung memesan jus apel sambil menunggu Kejora yang ternyata belum
sampai ke tempat yang telah dijanjikan.
Akhirnya.
“Maaf lama.”
kata Kejora sambil duduk.
“Gak apa-apa aku
juga baru sampe, kamu mau minum apa?“ tanya Zul dengan hangat.
“Gak usah, gak
perlu lama-lama lebih baik kamu jangan ganggu aku lagi, kamu udah janji gak
bakal ganggu aku lagi, seharusnya sebagai laki-laki kamu bisa menepati janji
itu dengan mudah.” jawab Kejora dengan kesal.
“Ra santai dulu,
aku janji bakal jelasin sejelas-jelasnya oke.” pinta Zul.
“Jus apel.”
jawab Kejora dengan nada kesal.
“Bentar ya.”
kata Zul sambil berlalu memesan jus apel.
Sesaat kemudian.
“Bisa di
percepat?” tanya Kejora.
“Ra sebenernya
apa yang kumaksud gak seperti yang kamu simpulkan, ini bener-bener salah paham.”
jawab Zul.
“Gak usah
berbelit-belit Zul” tegas Kejora.
“Apa yang
kumaksudkan itu kalo kamu tuh jadi sahabat.” ucap Zul.
“Maksudnya
gimana.” tanya Kejora penuh selidik.
“kalo misalnya
kamu jadi laki-laki mungkin kamu ngerti.” jawab Zul.
Kejora pun kaget
setelah apa yang dikatakan oleh Zul tidak seperti yang ia tuduhkan padanya,
namun kejora tidak sepenuhnya langsung percaya pada perkataan Zul. bisa jadi
ini hanya alasan Zul .
“Gimana caranya
aku bisa percaya sama kamu.” tanya Kejora.
“Kalo berat buat
kamu untuk percaya sekarang, itu gak masalah tapi aku bisa buktiin kalo aku
serius, aku gak ada maksud buruk sama kamu, biar waktu yang buktiin semuanya,
sebenarnya kamu adalah wanita pertama yang kuajak sebagai sahabat, kalo kamu
butuh bukti kamu bisa tanya sama temenku.”jawab Zul dengan serius dan tatapan
mata tulus.
“Kamu yang
__ADS_1
pertama Ra.” gumam Zul dalam hati.