Kejora "Cinta 3.1 Menit Cahaya"

Kejora "Cinta 3.1 Menit Cahaya"
Musim Panas Itu Menyenangkan


__ADS_3

Perlahan Zul membuka matanya. Lalu Zul mendapati wajah Kejora yang tersenyum lebar sembari memeluk erat tubuhnya. Dengan penuh hati-hati Zul menyingkirkan kepala Kejora dari dadanya, dan mendaratkan kecupan di pipi Kejora.


Setelah itu dia pergi menuju kamar mandi dan membasuh sekujur tubuhnya yang terasa sangat lengket. Setelah mandi dia menyeduh segelas kopi dan melihat mentari dari kaca jendela apartmen.


Zul menyeruput kopi hitamnya yang masih menguap, “ternyata begini musim panas di Australia.” Ucap Zul, lalu senyum Zul mengembang lebar. “lumayan untuk menyegarkan pikiran.” pikir Zul.


Dan kembali bola mata Zul bergerak melihat ke sekeliling apartmennya, yang berada di tempat yang cukup tinggi, hingga dapat melihat jauh ke sudut-sudut kota.


Brukh… Kejora mendekap erat tubuh Zul dari belakang, dan seketika Zul langsung menengok ke belakang, “Sayang kamu udah bangun?” tanya Zul kaget.


“Udah, habisnya gak ada kamu, tidurku jadi gak nyenyak.” Jawab Kejora dengan manja.


“Gombal aja kamu, pake baju yang bener sana, masa cuma pake sweater gitu aja!” perintah Zul sembari menelan ludahnya.


“Memangnya kenapa? panas juga geh.” Bantah Kejora.


“Mandi kalo panas, biar seger!” ucap Zul sembari memutar tubuhnya menghadap ke Kejora, “apa kita mau ke laut aja?” tanya Zul.


“Gak mau ah.” Jawab Kejora sembari menggelengkan kepalanya dengan kencang, “aku mau di rumah aja sama kamu.” jawab Kejora.


“Uh… manjanya sayangku.” Ucap Zul sembari menyubit hidung Kejora, “ya udah kalau gak mau, tapi sekarang mandi dulu, aku udah laper nih.” Sambung Zul.


“Nanti aja lah.” Bantah Kejora.


“Nanti belekmu jatuh ke piring lo.” Ucap Zul.


Kejora berjinjit dan mendekatkan wajahnya pada Zul, “aku mau mandi sama kamu.” bisik Kejora sembari mengedipkan matanya.


“memang masih kurang semalem?” tanya Zul.


Kejora tersenyum sembari menganggukan kepalanya, “ya udah cuci muka sana! Biar aku yang masak!” perintah Zul.


“Biar aku aja, kamu cukup duduk yang manis dan tunggu aku.” Jawab Kejora.


“Gak mau ah, nanti kamu masaknya asin lagi.” Ucap Zul.


“Gak lagi kamu tenang aja.” ucap Kejora. Lalu Kejora menarik lengan Zul dan mendudukannya di kursi, “pokoknya kamu tunggu disini!” lalu Kejora pergi ke kamar mandi untuk membasuh wajahnya.

__ADS_1


Zul tertawa kecil sembari menggeleng-gelengkan kepalanya, “ada-ada aja dia, kadang jadi dingin, kadang jadi manja, buat aku bingung aja.” ucap Zul.


Lalu Zul menghela panjang nafasnya, dan mengambil handphone-nya di saku celananya. Zul bermain game sembari menunggu Kejora kembali dari membasuh wajahnya.


Tidak lama berselang Kejora sudah kembali dan langsung menuju ke arah dapur untuk memasak. Sejenak Zul menghentikan aktifitasnya dalam bermain game, dia memperhatikan Kejora yang sedang sibuk di dapur.


Lalu tiba-tiba saja dia tersenyum sembari menyeringai lebar, Zul berdiri dan perlahan mendekati Kejora yang sedang fokus memasak.


“Sayang!” Zul mendekap erat tubuh Kejora dari belakang.


“Kenapa?” tanya Kejora yang masih tetap fokus memasak.


“Gak apa-apa, aku cuma mau temenin kamu masak aja!” ucap Zul sembari menambah erat dekapannya pada Kejora.


“Udah kamu duduk aja! mana bisa aku masaknya kalau kayak gini!” perintah Kejora yang mulai merasa risih.


“Kok aku diusir sih, memang kamu gak mau aku temenin?” tanya Zul sembari membenamkan wajahnya di rambut Kejora.


“Ih… kamu ini nakal banget sih.” Kejora berusaha melepaskan dekapan Zul pada dirinya.


“Ya udah kamu masak aja, aku temenin biar gak asin lagi.” Bisik Zul di telinga Kejora.


“Memangnya kenapa sih, kalo aku temenin disini?” tanya Zul. Lalu dia meniup lembut tengkuk Kejora.


“Ah… Zul, nanti ini gosong loh!” jawab Kejora.


“Salah siapa kamu cuma pake sweater.” ucap Zul sembari menaikan alisnya.


“Panas, kan kamu tahu ini lagi musim panas.” Jawab Kejora.


“Kan, aku juga jadi panas kalo, gara-gara kamu cuma pake sweater aja.” ucap Zul.


Lalu Kejora mematikan kompor dan memutar badannya menghadap Zul. Setelah itu Kejora menlingkarkan lengannya di leher Zul, Kejora berjinjit dan mendekatkan wajahnya ke wajah Zul, “dasar!” ucap Kejora sembari menyunggingkan senyumnya.


Zul tersenyum lebar menatap Kejora, lalu dia mendorong Kejora menjauh darinya, “Aku laper masak sana!” perintah Zul.


“Eh… kok gitu?” tanya Kejora kaget,

__ADS_1


Zul memutar tubuhnya dan berjalan kembali menuju meja makan, “rasa laparku sudah tak dapat dibendung lagi.” Jawab Zul memegang perutnya menahan tawanya yang akan pecah.


“Ih… padahal aku udah mau, kamunya malah gak mau, padahal udah aku matiin kompornya, ngeselin!” gerutu Kejora sembari menghidupkan kembali api kompornya.


“Hahaha…” Zul tertawa kencang hingga perutnya sakit.


“Seneng kamu ngerjain aku, ngeselin banget jadi orang!” ucap Kejora kesal.


“Hahaha… kamu kesel sama aku?” tanya Zul.


“Gak tahu, coba kamu pikir aja sendiri!” jawab Kejora kesal.


Tidak lama kemudian Kejora datang dengan wajah cemberut membawa sepiring nasi goreng, “nih makan!” ucap Kejora kesal. Lalu Kejora duduk di kursi dengan wajah cemberut sembari mengalihkan pandangannya dari Zul.


Zul berdiri dan membawa Nasi goreng itu menuju ke kursi yang sedang di duduki oleh Kejora, dan menaruhnya tepat di hadapan Kejora.


“Mau ngapain?” tanya Kejora.


Zul tersenyum kecil pada Kejora, lalu dia mengangkat tubuh Kejora dan menaruhnya di atas pangkuannya, “apa lagi sih kamu?” tanya Kejora kesal.


“Jangan marah dong! Aku kan, cuma becanda.” Jawab Zul.


“Hmphh…” Kejora mengalihkan pandangannya dari Zul.


Zul menyendok manakanan ke dalam mulutnya, hingga beberapa suapan, “Aak…” Zul menyodorkan sendok ke bibir Kejora.


“Aku gak laper!” ucap Kejora.


“Makan dulu dong! Nanti kamu pingsan lagi kalau gak makan.” Goda Zul, sembari mengedipkan matanya.


“Aku udah gak mood lagi.” Jawab Kejora.


“Makan! Habis itu kita mandi!” ucap Zul sembari memegang erat pinggang Kejora.


Kejora terdiam sesaat menatap tajam mata Zul, lalu dia membuka lebar mulutnya dan melahap suapan dari Zul, “nah gitu dong, ayo kita habisin! Aku udah gerah nih panas banget.” Ucap Zul.


Lalu Kejora tersenyum kecil dan menatap dalam mata Zul, “aku juga udah gerah.” Jawab Kejora.

__ADS_1


Lalu Kejora dan Zul dengan cepat menghabiskan makanan mereka dengan saling menatap wajah satu sama lain. Lalu Zul menggendong tubuh Kejora setelah suapan terakhir selesai ia kunyah.


“Ternyata musim panas menyenangkan juga!” pikir Zul.


__ADS_2