Kejora "Cinta 3.1 Menit Cahaya"

Kejora "Cinta 3.1 Menit Cahaya"
Ingin Selalu Bersama


__ADS_3

satu minggu sudah Zul ada di australia, menikmati musim panas bersama cintanya. rasa bahagia selama satu minggu ini harus berakhir.


dengan berat hati, Zul harus kembali pergi meninggalkan Kejora sendiri untuk menggapai mimpinya.


alunan musik mengalun merdu di telinga. Kejora masih bersandar di dada Zul menikmati setiap detik kehangatan dari tubuhnya.


esok hari Zul akan kembali pulang, membuat kasih mereka terpisah oleh dua daratan yang berbeda.


Zul terus membelai lembut gerai rambut panjang Kejora. tatapan mata mereka saling beradu seakan berbicara meluapkan rasa yang ada dalam hati.


selama satu pekan di australia, Zul dan Kejora tidak pergi atau berlibur bersama menikmati musim panas.


hampir setiap waktu mereka habiskan berdua di dalam apartmen. Karena Kejora ingin terus berada dalam pelukan Zul, begitu pula dengan Zul yang ingin terus memeluk tubuh Kejora dengan erat.


"Kita selama satu minggu ini gak kemana-mana lo, kamu yakin gak ada tempat yang mau kunjungi sama aku?" tanya Zul sembari terus membelai rambut Kejora.

__ADS_1


"Hmm... Gak ada, aku cuma mau sama kamu aja begini terus." jawab Kejora sembari membenamkan wajahnya ke dada Zul.


"Begini gimana maksudnya?" tanya Zul bingung.


"Ya begini... lengket dan terus menyatu." jawab Kejora sembari mengalihkan pandangannya dari tatapan Zul.


"Intinya?" tanya Zul.


"Aku... cuma mau berdua sama kamu seperti sekarang, aku cuma mau begini, sebelum nanti aku harus menunggu lama untuk kembali merasakan hangat tubuhmu." Jawab Kejora sembari menatap dalam mata Zul.


"Apa satu tahun terasa lama buat kamu?" tanya Zul sembari memegang dagu Kejora.


"Aku tahu kamu pasti kuat, aku tahu kalau kamu gak selemah itu. kamu hanya harus tunggu sebentar sampai aku benar-benar siap secara materi dan mental untuk menemani kamu disini." ucap Zul sembari menambah erat pelukannya pada tubuh Kejora.


"Apa kamu sebenarnya belum siap untuk menjalani ikatan ini?" tanya Kejora sembari menatap sendu Zul.

__ADS_1


"Bukan itu maksudku." bantah Zul, "tapi aku ingin menjadi seorang suami yang bertanggung jawab untuk memenuhi kewajibanku, Orangtua kamu sudah mempercayakan kamu padaku... jadi, aku gak mau mengecewakan kepercayaan itu dengan membuatmu gak bahagia nantinya." ucap Zul.


"Asal bisa terus sama kamu, aku udah bahagia, kebahagiaanku adalah dapat menghabiskan hari-hariku bersama denganmu." bantah Kejora.


"Tapi aku gak mau kita terus hidup dibiayai oleh Orangtua kita, aku mau membahagiakanmu dengan keringatku dan usahaku sendiri. aku harap kamu mau mengerti dan dapat menunggu sebentar lagi." pinta Zul.


"Aku akan kerahkan seluruh kemampuanku." jawab Kejora sembari tersenyum kecil pada Zul.


Zul mebalas senyuman manis yang Kejora berikan padanya, "terima kasih kamu mau menunggu, sedikit pun tidak ada kata menyesal karena aku telah memilihmu untuk menjadi ibu dari anak-anakku." ucap Zul.


"Tapi, kan aku belum kasih kamu anak." bantah Kejora.


"Setelah kamu selesai menggapai mimpimu, kita bisa bicarakan itu lagi." jawab Zul.


"Tapi... menurut aku itu terlalu lama. bagaimana kalau aku telah menyelesaikan pendidikanku?" tanya Kejora.

__ADS_1


"Aku mau, anak kita nantinya, besar dan tumbuh dari kasih sayang kita berdua. aku mau membesarkannya bersama denganmu. maka dari itu aku akan tunggu sampai kamu dapat menuntaskan cita-citamu." ucap Zul.


"Aku sangat menantikan hari bahagia itu." jawab Kejora.


__ADS_2