Kejora "Cinta 3.1 Menit Cahaya"

Kejora "Cinta 3.1 Menit Cahaya"
Rencana


__ADS_3

Papa dan Mama Kejora telah sampai di Indonesia, Zul dan juga kejora menjemput Papa dan Mamanya di bandara. Hari ini Papa dan Mama kejora pulang karena ingin membahas rencana pernikahan mereka berdua bersama orang tua Zul.


Saat Papa dan Mama Kejora melihat Zul dan Kejora langsung memeluk mereka berdua dengan erat, mata mereka pun berkaca-kaca, dengan senyum lebar menghiasi wajah mereka. Begitu pula dengan kejora yang menatap orang tuanya.


Mereka pun pulang dengan Zul berada di bangku depan bersama supir sedangkan Kejora, dan kedua orang tuanya duduk di belakang Mama kejora yang tak sanggup membendung air matanya menangis tersedu-sedu tetapi dengan wajah menunjukkan kebahagiaan yang mendalam. Kebahagiaan seorang ibu yang melihat putrinya akan melepas masa lajangnya.Papa Kejora terus memperhatikan kejora dan Mamanya benar-benar terlihat bahagia,'aura wajah dari Papa kejora. Berbeda seperti saat Zul pertama kali bertemu, aura dingin dan mengintimidasi Papa kejora tidak nampak sama sekali, di telan oleh rasa bahagia yang sedang dirasakan olehnya.


Sesampainya dirumah hari sudah siang, Mama kejora masih menangis memeluk Kejora di ruang tamu sedangakan Papanya memilih untuk sedikit memberi ruang pada mereka berdua, dan menuju kekamarnya untuk beristirahat, walau sebenarnya Papa Kejora ingin melakukan hal yang sama seperti sang istri namun Papa kejora memilih mengalah, agar sang istri dapat lebih menumpahkan rasa bahagianya pada putri kesayangan mereka.


“Ma udah dong nangisnya, nanti kering lo air matanya.“ ucap Kejora.


“Mama gak bisa berenti sayang, Mama seneng banget akhirnya putri mama satu,satunya dapat pasangan hidup, Ibu mana yang gak menangis bahagia kayak Mama.“ jawab Mamanya.


“Ya tapi kan gak selama ini Ma, Mama kan capek abis perjalanan jauh mending istirahat dulu daripada nangis .“ perintah Kejora


“Capek Mama hilang Ra dapet kabar bahagia ini, putri kesayangan Mama mau nikah, Mama langsung gak kerasa capek.“ jawab Mamanya.


“tapi nanti sakit lo Ma?“ tanya Kejora.


“Gak kok tenang aja, Mama masih seneng aja, putri Mama yang paling bandel, yang mukanya dingin, jarang ngomong sama orang, apalagi laki-laki, kalo ngomong blak-blakan, Mama seneng Ra ternyata ada yang mau nerima kamu apa adanya.“ jawab Mamanya


Namun kejora menatap Mamanya dengan ekspresi kesal dan marah, membuat mamanya bingung dengan ekspresi dari putrinya tersebut.


“Eh, kok kamu marah?“ tanya Mamanya.


“Mama banyak ngomong.“ jawab Kejora dengan wajah cemberut.


“Eh ada Zul ya, maaf ya sayang Mama lupa, tapi kan Zul masih cinta kan sama Rara walaupun Rara bandel, iya kan Zul?“ tanya Mama Kejora.


“Iya jelaslah, Ma.“ jawab Zul tersenyum kaku


“Tuh kan, Zul masih mau nerima kamu kok.“ ucap Mama Kejora.


“Hmppph... aku gak tau “ jawab Kejora kesal. Sambil pergi kebalkon rumahnya.


“Eh kok ngambek, gak cantik lagi nanti.“ teriak mamanya.


“Biarin aja.“ jawab Kejora ketus. Terus berjalan tak menengok kearah Mamanya.


“Sabar ya Zul, nanti kalo ngadepin Rara.“ ucap Mama Kejora pada Zul yang masih duduk di ruang tamu.


"Iya Ma, Zul usahain sesabar mungkin.“ jawab Zul.


“Rara emang agak keras kepala orangnya, tapi setidaknya ada sedikit perubahan, Mama udah seneng semenjak kamu hadir di kehidupan Kejora.“ ucap mamanya pada Zul.


“Iya sih, emang dia agak keras orangnya, apalagi kalo udah marah susah pokonya... tapi kenapa gitu Ma, kok Mama bisa seneng emang semenjak aku kenal Kejora, dia apa yang berubah? perasaanku berubahnya gak banyak.“ tanya Zul bingung.


“Kayak yang Mama bilang tadi yang bikin Kejora ngambek, dia tuh dulu gak punya ekspresi Mama aja cuma tau ekspresi dia kalo lagi kesakitan, selain itu Mama gak tau dia lagi seneng,sedih, jengkel, apa marah, Mama gak tau, belum lagi dia kalo ngomong sesuai sama apa yang dia liat l, gak mikirin perasaan orang lain, apalagi ngobrol sama laki-laki dia diemin setiap ada yang ngajak dia ngobrol, stres pokoknya kalo liat Kejora yang dulu.“ jawab Mama Kejora panjang.


“Iya juga sih, aku dulu pertama kali ketemu dia persis kayak gitu, bikin mental ciut mau ngajak dia ngobrol, tapi aku penasaran dia bandel gimana l?“ tanya zul tersenyum.


“Nih mama kasih tau satu.“ jawab Mama Kejora.


“Appa Ma?“ tanya Zul penasaran.


“Dia gak mau punya rambut panjang, kadang dia cukur sendiri itu sampek kelas 3 SMP dia kayak gitu, apalagi potongannya asal.“ jawab Mama Kejora tersenyum mengingat tingkah Kejora di masa lalu.


“Dia sih pernah cerita kalo dia suka potong rambutnya sendiri tapi aku gak tau kalo itu sampe kelas 3 SMP.“ jawab Zul tersenyum.


“ Sama satu lagi, dia itu gak pernah mau biasanya pake aksesoris, kalo belum dimarahin sama Papanya, gak nakalan dipake sama dia, apalagi anting itu sering sampek lubangnya nutup sendiri, terus karena dia takut banget, Papanya marah dia lubangin sendiri, kalo gak salah waktu kelas 1 SMP sampe telinganya bengkak, hahahaha...“ jawab mama kejora sambil tertawa terbahak-bahak.


“Eh, kok Mama gak kasian, aku penasaran?“ tanya Zul penasaran


“Ya gimana gak ketawa, Papanya aja mau marah gak jadi Karena lucu denger ceritanya, mana mukanya lempeng gitu gak ada ekspresi, gak malu, gak kesakitan, polos banget, udah gitu bengkaknya cuma sebelah lagi, rambutnya potongannya gak jelas juga.“ jawab Mama Kejora.


“Masa sih gak kesakitan?“ tanya Zul setengah tertawa.


“Iya mukanya biasa aja, padahal telinganya bengkak gede banget, katanya pas udah selesai itu kepergok sama bi Maryam mukanya itu di kaca lempeng banget, gak ada ekspresi sama sekali.“ jawab Mama Kejora


“Ih kok malah serem ya, bisa gitu?“ jawab Zul heran dan ketakutan.


“Tapi kan sekarang udah gak lagi, dia lebih banyak ngomong, bisa nunjukkin ekspresi jadi sedikit lebih lembut, gak keras kayak dulu, semenjak kenal kamu.“ jawab Mama Kejora


"Masa sih, perasaan masih keras.“ jawab Zul


“Iya beneran, udah ya Mama istirahat dulu, nanti malem kita ngobrol lagi.“ jawab Mama Kejora sambil berdiri.


“Iya ma.“ jawab Zul


Dan Zul pun berdiri, menghampiri kejora yang sedang berada di balkon rumahnya. Yang sedang duduk dengan raut wajah kesal.


“Cemberut aja my sweet lady, kenapa sih?“ tanya Zul mengagetkan Kejora.


“Gak ada apa-apa.“ jawab Kejora.


“Mama sama Papanya dateng kok cemberut?“ tanya Zul.


“Gak papa.“ jawab kejora.

__ADS_1


“Cuek amat sih, nanti aku pergi lo.“ tanya Zul


“Gak.“ jawab Kejora terhenti.


“Gak papa juga.“ tanya Zul.


“Bukan.“ jawab Kejora tak berani menatap Zul.


“ terus apa dong kalo gitu “ tanya Zul


“Gak boleh.“ jawab Kejora pelan nyaris tak terdengar.


“Gak denger, kamu ngobrol sama semut apa gimana sih, suaranya kecil banget?“ tanya Zul tersenyum.


“Gak boleh.“ jawab Kejora sedikit lebih keras.


“Hufffft... bisikin kekupingku sini biar kedengeran.“ perintah Zul sambil mendekatkan Kupingnya kebibir Kejora


“ gak boleh “ bisik Kejora malu malu.


“Oh gak boleh pergi.“ jawab Zul sedikit keras


Dan kejora langsung menggigit kuping Zul dengan keras.


“Awww... sakit Ra, beneran mau kamu kunyah apa?“ tanya Zul yang kesakitan.


“Makanya, jangan ngomong keras-keras.“ jawab kejora cemberut.


“Dasar bandel.“ ucap Zul kesal.


“Kmu yang bandel.“ jawab kejora.


“Kata Mama kamu yang bandel, suka potong rambut sendiri sampe kelas 3 SMP.“ ucap Zul menyeringai kearah Kejora.


“Cih...“ ucap Kejora kesal.


“Eh, beneran ternyata, kukira Mama becanda, jadi bener sampe di marahin sama Papamu hahahaha...“ tanya Zul tertawa terbahak-bahak.


“Mama banyak ngomong, aku kan malu, kalo Zul sampe tau.“ ucap kejora dalam hati.


“ Iya kenapa emang? itu cuma imajinasiku aja yang tinggi.“ jawab Kejora kesal sekaligus malu.


“Coba,'aku liat kupingmu?“ tanya Zul.


“Buat apa?“ tanya Kejora.


“Ya buat apa dulu?“ tanya Kejora.


“Aku penasaran, kayak mana tindikan kupingmu?“ tanya Zul.


“Sama aja kayak orang lain, gak ada bedanya.“ jawab Kejora.


“Ya aku pengen liat aja, kata Mama, kamu nindik kupingmu sendiri sampe bengkak.“ jawab Zul.


“Kok Mama masih inget sih, ya ampun, aku kira dia udah lupa.“ ucap kejora dalam hati dengan kesal.


“Mama bohong.“ jawab Kejora dengan wajah memerah, kesal, bercampur malu.


“Mama apa kamu yang bohong?“ tanya Zul menggoda Kejora.


“Ya mama dong.“ jawab Kejora.


“Gak, kamu yang lagi bohong.“ Bantah Zul.


“Bukan, Mama yang bohong.“ bantah Kejora tak mau kalah.


“Kamu kalo lagi bohong, gak berani liat mata orang yang kamu bohongin.“ jawab Zul.


“Hmmpph... aku gak tau.“ ucap Kejora pergi meninggalkan Zul dengan Kesal.


Matahari telah hilang ditelan malam, berganti dengan cahaya bulan dan jutaan bintang menggantikan tugas Sang Matahari untuk menyinari bumi dimalam hari.


Keluarga Zul dan kejora bersiap-siap untuk makan malam bersama dirumah Kejora, membahas hari yang dinantikan oleh dua jiwa yang ingin menjadi satu dalam ikatan, sebagai pasangan sehidup dan semati.


Mereka memulai makan malam dengan santai dan tenang tak menyinggung rencana hari yang mereka impikan. Sampai suap terakhir selesai dilakukan dan mereka berubah ke menu hidangan penutup.


“Jadi kita mau tentuin tanggalnya, bulannya dan dimana tempatnya, sekarang bisa?“ tanya Papa Kejora.


“Bisa pak, kalo saya terserah sama Zul, karena ini acara mereka, saya cuma bisa kasih saran dan dukungan, tapi semua kembali ke mereka.“ jawab Ayah Zul


“Saya juga setuju sama Bapak, jadi gimana Zul atau Rara udah tentuin“ tanya Papa Kejora.


“Aku sama Zul belum ngomong kesana sih Pa, cuma ya kalo bisa sebelum bulan 8, karena kalo misal aku masuk di Australian nNtional University bulan 8 akhir aku harus udah ke Australia.“ jawab Kejora.


“Jadi gimana Zul?“ Tanya ayah Zul.


“Bentar Yah, sebelum itu, ada yang mau kuomongin dulu sama keluarga Kejora.“ jawab Zul berkeringat dingin.

__ADS_1


“Jadi, kamu mau ngomong apa?“ tanya Papa Kejora.


“Gini Oa, Zul gak bisa buat acara besar buat hari pernikahan kami.“ jawab Zul.


“Kenapa apa kamu ada kerjaan lain, atau ada apa urusan yang penting?“ tanya Mama Kejora.


“Gak ada apa-apa kok Ma, cuma uangku belum kekumpul buat acara pernikahan yang mewah gitu, yang buat ngundang orang rame Zul belum punya, maaf Pa, Ma, Zul gak omongin ini diawal, karena itu apa Zul masih boleh nikahin kejora abis lulus nanti?“ tanya Zul.


“Emang yang minta acara besar-besaran siapa? apa kejora yang minta?“ tanya Papa Kejora.


“Gak bukan aku Pa, aku mah yang penting sah dan resmi jadi suami-istri aku gak peduli sama acara resepsi.“ jawab Kejora.


“Nah terus kenapa buat acara besar-besaran?“ tanya Papa Kejora.


“Ya kan Papa sama Mama bukan orang yang biasa-biasa aja kayak keluargaku, relasi bisnis Papa kan banyak, sampe keluar negeri hampir disetiap negara ada, gak mungkin dong kalo acaranya sederhana, gak mungkin juga gak ngundang mereka kan.“ jawab Zul.


“Kamu gak usah khawatir, kalo cuma masalah pesta pernikahan.“ jawab Papa Kejora.


“Kenapa Pa, aku pengen nikahin Kejora pake uangku sendiri.“ tanya Zul.


“Kan duit yang Papa punya, yang kejora punya, harta yang keluarga kami punya, nanti juga jadi harta keluarga kalian, jadi untuk pesta pernikahan kamu gak usah pusing, kan itu uang kita bersama, kita udah jadi keluarga kan.“ jawab Papa Kejora.


“Tapi kan, itu tetep aja Pa.“ bantah Zul


“Udah gak usah kamu pikirin Papa juga harus bantu, gak mungkin semuanya dibebanin ke kamu semua yang mau nikah kan kamu sama Kejora.“ jawab Papa Kejora.


“Iya Zul kata papa bener, aku juga harus bantu kamu, ini kan acara kita berdua, bukan acara kamu aja“ jawab Kejora.


“Hmmm... oke deh kalo kamu maunya gitu Ra.“ jawab Zul.


“Tapi aku ada beberapa permintaan buat papa sama ayah, buat hari pernikahannya.“ ucap zul


“Ya udah ngomong aja.“ jawab Papa Kejora.


“Permintaan pertama, aku mau ayahku yang nikahin aku sama Kejora, bukan penghulu, apa ada yang keberatan?“ tanya Zul


“Ayah siap, Papanya Rara keberatan atau gak?“ tanya Ayah Zul.


“Gak, saya gak keberatan memang harusnya kan ayah dari si laki-laki yang jadi wali nikah.” jawab Papa Kejora.


“Oke, kalo gak ada yang keberatan, yang kedua aku mau acaranya berlangsung di rumah ini, dan pada hari ulang tahun Kejora apa ada yang keberatan?“ tanya Zul.


“Eh, kenapa hari ulang tahunku?“ tanya Kejora.


“ Biar gak terlalu banyak menyita waktu Papa sama Mama kamu, dan juga anggep aja kado spesial dari aku.“ jawab Zul tersenyum kearah Kejora.


“Hmmm... Papa gak keberatan sih, cuma kenapa harus hari ulang tahun Kejora, kenapa gak hari ulang tahunmu gitu?“ tanya Papa Kejora.


“Aduh gimana ya pa.“ jawab Zul salah tingkah


“Gimana apaan Zul?“ tanya Papa Kejora penasaran.


“Kan ulang tahunku bulan agustus, apa gak kelamaan?“ jawab Zul


“Jadi kamu udah gak sabar sebenernya?“ tanya Papa Kejora.


“Bisa di bilang gitu Pa.“ jawab Zul tersenyum kaku.


“Oh, jadi itu alasannya Zul?“ tanya Kejora.


“Ya bukan itu alasan utamanya, kan kamu bulan agustus harus udah siap-siap ke Australia juga kan?“ tanya Zul.


“Iya juga ya, oh ya aku belum kasih tau Mama sama Papa, kalian jangan terlalu berharap cepet dapet cucu, aku mau nunda buat waktu yang lama.“ jawab Kejora.


“Berapa tahun?“ tanya Mama Kejora dengan tatapan kecewa.


“Aku gak tau Ma.“ jawab Kejora.


“Yaudah kalo kamu maunya begitu.“ jawab Mama Kejora menyerah.


“Jadi udah kita putusin hari dan tempatnya ya, Papa dan Mama akan tetep disini sampe pernikahan kalian selesai.“ jawab Papa Kejora.


“Kenapa Pa? kan masih lama masih sekitar 4-5 bulanan lagi lo itu.“ tanya Zul.


“Papa udah beresin yang penting penting, sisanya Papa kasih ke asisten Papa buat urus sisanya.“ jawab Papa Kejora.


“Beneran Pa, Papa sama Mama kalo mau berangkat lagi gak papa kok.“ ucap Kejora.


“Udah tenang aja gak papa kok, Papa sama Mama mau habisin hari,hari kami sebagai orang tua buat kamu Ra, sampe nanti kamu jadi punya orang lain.“ jawab Mama kejora.


“Ya udah kalo itu mau Mama sama Papa, aku seneng.“ jawab kejora tersenyum


“Oke semua udah di tentuin ya, semoga gak terjadi apa-apa sampai acaranya selesai.“ ucap Ayah Zul.


“Iya pak semoga aja.“ jawab Papa Kejora.


Rencana hari bahagia telah di tentukan, kejora sangat senang dengan rencana itu, dan juga sangat bahagia tentunya. Tetapi yang cukup mengganjal bagi Kejora adalah saat, Mamanya bertanya bahwa ia akan menunda momongan ekspresinya langsung kecewa jelas, walaupun ia tersenyum. Mamanya seakan menentang keputusan kejora secara halus

__ADS_1


__ADS_2