
Tidur dengan nyenyak Zul hari ini bermimpi sangat indah, berjalan menggandeng Kejora, sambil menggendong anak dari mereka berdua itu, yang menjadi mimpi Zul. Hidup bahagia dengan Kejora, dengan keluarga yang harmonis dan dipenuhi kebahagiaan dan kasih sayang, seperti nyata rasanya.
“Zul, Zul, bangun.“ Kejora mengetuk pintu kamar Zul.
“He… kenapa Ra?“ jawab Zul yang masih mengantuk.
“Mau jogging gak? udah kesiangan ini.“ tanya Kejora
“Hmm… iya bentar.“ jawab Zul membuka pintu kamarnya.
“Bilang aja pengen berduaan sama aku.“ ucap Zul tersenyum menggoda Kejora.
“Kepedean tau gak, cepet cuci muka sana!“ perintah Kejora.
“Yes, my lady.“ jawab Kejora.
Zul pun langsung pergi ke kamar mandi, dan saat akan memasuki kamar mandi Zul bertemu Ibunya.
“Cita-citaku kamu Ra, tujuanku kamu, apa yang ingin aku capai kamu, dan apa yang ingin aku dapatkan itu kamu juga.“ sambil menirukan suara Zul.
“Apaan sih Bu? Aneh.“ jawab Zul.
“Haha… Ibu ketawa pas Kejora bilang kayak gitu, kamu dapet darimana kata-kata kayak gitu “ tanya Ibu Zul.
“Banyak nanya?“ jawab Zul cuek.
“Kejora apa kamumau jadi Ibu buat anak-anakku? apa kamu mau jadi satu-satunya pasangan hidupku sampai jantungku berhenti berdetak?“ ucapIbu Zul kembali menirukan Zul.
“Cih…“ ucap Zul sambil pergi tak memperdulikan Ibunya.
“Romantis amat kamu, gak nyangka Ibu, kamu bisa ngomong gitu.“ tanya Ibu Zul.
“Udah ah, aku mau jogging sama Rara.“ jawab Zul.
“Gak asyik kamu mah.“ ucap Ibu Zul.
“Ayah bangun tuh, inget yang aku bilang kemaren!“ jawab Zul.
Ibu Zul langsung berlari meninggalkan Zul dan menghampiri Ayah Zul, Zul membasuh wajahnya agar lebih segar, dan rasa kantuknya menghilang hari pertama Zul, sebagai pasangan Kejora bahagia tak dapat disembunyikan senyum lebar terus diperlihatkan
Saat Jogging.
“Kamu kenapa sih, senyum-senyum gitu?“ tanya Kejora heran.
“Cemberut khawatir, senyum terus dimarahin, gimana sih?“ jawab Zul.
“Ya tapi senyummu itu gak wajar.“ jawab Kejora.
“Itu gara-gara kamu.“ ucap Zul.
“Kok gara-gara aku?“ tanya Kejora bingung dan kaget.
“Karena kamu kebahagiaanku.“ ucap Zul terseyum lebar.
“Cuci muka sana! masih pagi udah gombalin orang.“ jawab Kejora malu-malu.
“Tapi kamu suka kan ku gombalin?“ tanya Zul.
“Sok tau.“ jawab Kejora Kesal.
“Ternyata cuma gombal.“ ucap Kejora dalam hati dengan kecewa.
“Tapi itu gak gombal, itu beneran.“ ucap Zul.
“Terserah.“ jawab Kejora kesal.
“Eh kok marah?“ tanya Zul heran.
“Gak ada yang marah.“ jawab Kejora.
“Berarti suka digombalin?“ tanya Zul.
“Gak mau lah.“ jawab Kejora.
Dan mereka pun sampai ditempat peristirahatan. Tempat Zul menyatakan perasaannya pada Kejora, dibangku yang sama saat Zul mengungkapkan perasaanya pada Kejora.
“Kok kamu milih bangku yang ini biasanya, bukan yang ini?“ tanya Kejora.
“Sejarah.“ jawab Zul tersenyum.
“Sejarah apaan?“ tanya Kejora heran.
“Eh, kamu lupa ya?“ tanya Zul.
“Emang gak tau geh, bukan lupa.“ bantah Kejora.
“Inget-inget lagi.“ perintah Zul.
“Aku emang gak tau Zul.“ jawab Kejora.
“oke deh kalo gitu, ini tempat dan bangku yang sama saat aku menyatakan perasaanku ke kamu.“ jawab Zul mengingat kejadian pada waktu itu.
Kejora langsung memerah wajahnya, dan malu karena melupakan hal yang penting, bahkan Zul pun masih mengingatnya.
“Maaf ya Zul, aku bener-bener lupa.“ pinta Kejora.
“Sekarang inget terus! jangan sampe lupa!“ perintah Zul.
“Aku janji.“ jawab Kejora tersenyum menunjukkan jari kelingkingnya.
“Makasih Ra.“ jawab Zul sambil memandang dalam mata Kejora.
“Oh iya Ra, aku penasaran?“ tanya Zul.
“Penasaran tentang apa?“ tanya Kejora.
“Kalo astronot kan biasanya pengen ke bulan, kok kamu ke mars kenapa?“ tanya Zul bingung.
“Rahasia.“ jawab Kejora sambil mengedipkan matanya.
“Eh… kok kamu gitu?“ jawab Zul kecewa.
“nanti juga, pasti kukasih tau.“ jawab Kejora.
“Ra aku ngerasa jadi laki-laki paling tampan, dan paling bahagia sekarang.“ ucap Zul.
“Kok bisa paling tampan dan bahagia?“ tanya Kejora penasaran.
“Karena bisa mendapatkan hatimu.“ jawab Zul tersenyum pada Kejora.
“Apaan sih Zul?“ jawab Kejora wajahnya panas karena terus digoda oleh Zul.
“Kenapa kamu gak suka ya?“ tanya Zul.
“Bukannya gak suka tapi.“ jawab Kejora terputus.
“tapi?“ tanya Zul.
“Aku bisa-bisa gak mau lepas dari kamu nanti Zul, Kaloa kamu kayak gini terus.“ ucap Kejora
dalam hati.
“Kamu cuma gombal, aku males.“ jawab Kejora dengan raut wajah kesal.
__ADS_1
“Aku serius Ra, gak gombal beneran.“ ucap Zul meyakinkan Kejora.
“Kamu tuh ketularan siapa sih? jadi tukang gombal?“ tanya Kejora kesal.
“Ketularan sama Ibuku paling.“ jawab Zul.
“Zul rasanya aku pengen kayak gini terus, aku juga ngerasa orang paling bahagia dan wanita
paling cantik didunia ini, bisa dapetin cinta dari kamu. aku gak mau lepas
rasanya, aku gak mau jauh dari kamu, ternyata gini rasanya jatuh cinta, rasanya
mencintai seseorang itu kayak gini.“ ucap Kejora dalam hati.
“Oh Iya, Ra kamu ceritain semua ya sama Ibu?“ tanya Zul.
“Maaf Zul.“ jawab Kejora menunduk lemas.
“Pantes aja tadi pagi Ibu, aneh banget.“ ucap Zul.
“Aneh gimana?“ tanya Kejora penasaran.
“Dia niru suaraku, padahal gak ada mirip-miripnya sama sekali, niru kata-kataku juga pas dirumahmu semalem.“ jawab Zul.
“Maaf Zul, aku dipaksa, gak bisa nolak.“ jawab Kejora.
“Aku udah nebak Ra, gak masalah kok.“ jawab Zul.
“Kamu gak malu?“ tanya Kejora.
“Kok malu, gak lah mana mungkin aku malu itu kata-kataku yang jujur, bener-bener isi hatiku, kenapa malu kalo itu memang bener, aku bangga dan seneng bisa ngomong gitu ke kamu, aku gak berharap kata-kata itu romantis, asal kamu mau jawab iya, romantis atau gak, aku gak peduli.“ jawab Zul sambil memandang Kejora.
“Aku bener-bener beruntung Zul, bisa dapetin cintamu.“ pikir Kejora.
“Aku seneng kalo kamu gak malu.“ jawab Kejora menyunggingkan senyum manisnya pada Zul
“Tapi kalo bisa, sebenernya jangan ceritain semua sama Ibu.“ jawab Zul
.“Kenapa“ Tanya Kejora penasaran.
“Dia bisa berbulan-bulan ngomong kayak gitu pas ketemu kita.“ jawab Zul menunduk lemas.
“Sekali lagi maaf Zul, ternyata Ibu punya sifat mengerikan juga.“ jawab Kejora.
“Udah Ra, udah terjadi, mau gimana lagi? sabar aja kalo dia ngomong kayak gitu terus.” jawab Zul yang sudah pasrah menerima kenyataan.
“Zul waktunya sarapan, nanti Ibu marah.“ ucap Kejora mengingatkan.
“Gawat, ayo Ra, cepet pulang. kalo dia marah, dia lebih serem dari siapapun yang pernah aku liat.“ jawab Zul berdiri.
Mereka pun berlari sekuat tenaga agar cepat sampai kerumah. Mencegah hal yang sangat tidak diinginkan terjadi, kemarahan dari Ibu rumah tangga.
“Akhirnya sampe.“ jawab Zul yang lemas terengah-engah.
“Jantungku kayak mau meledak“ ucap Kejora saat sampai didepan rumah Zul.
“Gak ada waktu istirahat Ra.“ ucap Zul.
“Aku pulang.“ teriak Zul.
“Hmm… kok udah pulang?” tanya Ibu Zul heran.
“mau sarapan.“ jawab Zul polos.
“Sarapan aja diluar, kan Ibu kasih duit kemaren, apa kurang? nih Ibu tambahin?“ ucap Ibu Zul sambil memberikan 4 lembar uang pecahan lima puluh ribu rupiah.
“Eh…“ ucap Zul heran dengan tingkah Ibunya.
“Ya mau dong Bu, ada rezeki kok nolak.“ jawab Zul
“Udah kalian makan diluar aja ya, Ibu lagi males masak.“ perintah Ibu Zul.
Dan Ayah Zul diam-diam menunjukkan jempolnya pada Ibu Zul.
“Bu gak ada sarapan.“ tanya Zul.
“Gak ada, Ayah sama Ibu mau pergi, kalian main, aja jangan di rumah!“ jawab Ibu Zu.
“Pulangnya jam berapa?“ tanya Zul.
“Malem, udah sana kalian mandi abis itu pergi, Ibu udah mau berangkat.“ jawab Ibu Zul.
“Tumben, Ibu sama Ayah mau kemana?“ Pikir Zul yang merasa heran.
“Mandi sana Ra, gantian.“ perintah Zul.
“Kamu duluan aja aku masih capek.“ bantah Kejora yang nafasnya masih belum teratur.
“Ladies first.“ ucap Zul.
“Kamu aja duluan.“ jawab Kejora.
“Nanti kamu lama mandinya, udah kamu duluan aja, biar gak lama-lama, Ibu sama Ayah udah mau berangkat.“ perintah Zul.
“Iya, iya.“ jawab Kejora kesal, berdiri dan berjalan untuk mengambil handuknya.
Setelah masing-masing selesai mandi mereka pun bersiap untuk pergi keluar, mencari sarapan sekaligus pergi bermain, karena Ayah dan Ibu Zul akan pergi keluar rumah hari ini.
“Yuk berangkat.“ ajak Zul.
“Aku cocok gak pake baju ini?“ tanya Kejora.
“Cocok kok, kamu itu mau pake apa aja, aku tetep suka, dimataku tetep cocok kok.“ jawab Zul tersenyum.
“Yaudah deh, ayok berangkat aku udah laper.“ ajak Kejora
“Kamu mau makan apa?“ tanya Zul.
“Hmm… apa ya?“ jawab Kejora bingung.
“Mau makan bubur ayam gak?“ tanya Zul.
“Iya aku mau, udah lama gak makan bubur ayam.“ jawab Kejora.
“Kamu mau dimana makan bubur ayamnya?“ tanya Zul.
“Aku gak tau, aku cuma sering di buatin Bi Maryam.“ jawab Kejora.
“Yaudah aku tau tempat bubur ayam yang enak, aku jamin kamu minta tambah.“ ajak Zul.
“Masa sih seenak itu?“ jawab Kejora penasaran.
“Serius, enak banget, aku jamin kamu suka, garansi 2 tahun.“ jawab Zul tersenyum.
“Udah kayak rice cooker aja garansi 2 tahun.“ jawab Kejora tertawa.
Mereka pun berjalan santai sambil tertawa ringan, kali ini benar-benar sebagai sepasang
kekasih yang paling serasi. Zul sangat ingin berjalan sambil menggandeng tangan
Kejora, namun Zul yakin Kejora tidak akan mau untuk bergandengan sekarang,
karena mereka menjadi pusat perhatian saat ini, apalagi sekarang hari libur
__ADS_1
yang otomatis akan ramai orang di jalanan. Dia tidak ingin Kejora merasa gugup
dan nantinya suasana akan berubah menjadi canggung.
“Om… Bubur ayam spesial 2“ ucap Zul.
Tidak lama kemudian mereka pun makan...
“Zul enak banget.“ ucap Kejora.
“Bener kan?“ ucap Zul.
“Zul aku mau tambah boleh.“ tanya Kejora dengan tatapan mata memaksa menuruti perkataanya.
“Om tambah 1 lagi“ pinta Zul.
Dan pesanan pun datang lagi.
“Zul ini bubur terenak yang pernah kumakan.“ ucap Kejora.
“Kamu suka?“ tanya Zul.
“Suka banget.“ jawab Kejora yang dengan cepat menyendok bubur dan memakannya.
“Aku seneng, tapi makannya pelan-pelan.“ perintah Zul.
“Gak bisa Zul, lidahku udah ketagihan.“ bantah Kejora tak mau menurut.
Tidak lama kemudian….
“ Zul.“ panggil Kejora tersenyum menatap Zul.
“apa Ra?“ jawab Zul membalas senyum Kejora.
“Aku minta tambah lagi boleh?“ tanya Kejora.
“Kamu beneran masih kuat, kamu udah abis 2 mangkuk lo?“ tanya Zul kagetsekaligus heran.
“Masih kok.“ jawab Kejora.
“Yaudah kalo masih kuat, Om satu mangkuk lagi.“ pinta Zul.
“Ini bu buburnya.“ ucap pelayannya tersenyum sambil memberikan semangkuk bubur pada
Kejora.
“Makasih pak.“ jawab Zul tersenyum.
“Sabar ya mas, maklum aja namanya lagi hamil, makannya pasti banyak.“ ucap pelayannya tersenyum menyemangati Zul.
“Apa pak?“ tanya Zul kaget.
“Kalo istri masih hamil itu sabar mas, kayaknya lagi masa-masa ngidam, ya makannya banyak jadi mas sabar kalo ngadepin istrinya.“ jawab Pelayannya sambil pergi.
Kejora yang mendengarnya langsung tertunduk malu sambil memakan buburnya dengan lambat.
“Makanya jangan banyak-banyak disangkain orang hamil kan.“ ucap Zul tertawa.
“Jahat ah.“ jawab Kejora kesal.
“Udah gak usah didengerin namanya juga orang gak tau, asal kamu seneng itu gak masalah.“ jawab Zul.
Setelah itu mereka langsung pergi berkeliling ke taman bermain, hari itu mereka tertawa
bahagia. Hari yang sangat indah dan sangat sayang untuk cepat berakhir begitu saja. Namun waktu tak berhenti untuk bergerak terus berputar tanpa henti dan akhirnya malam pun tiba. Mereka sebenarnya sangat lelah karena terlalu lama bermain dan bersenang-senang. Tapi lelah itu seakan tak terasa, hilang ditelan rasa bahagia. Hari paling bahagia Kejora dan Zul untuk saat ini.
“Ra kamu udah laper belum?“ tanya Zul.
“Hmm… laper sih tapi aku masih pengen main itu.“ sambil menunjuk claw machine.
“Yaudah kalo masih mau main.“ jawab Zul.
“Aku kesel, gak dapet-dapet, aku masih penasaran.“ ucap Kejora menatap emosi claw machine yang tadi ia tunjuk.
“Mau ku ambilin gak?“ tanya Zul tersenyum.
“Emang kamu bisa apa? aku gak yakin, aku aja dari tadi nyoba gak dapet-dapet.“ jawab Kejora tak percaya dan meremehkan Zul.
“Kalo dapet?“ tanya Zul.
“Terserah kamu,mau apa.“ jawab Kejora
“Oke kamu mau yang mana?“ tanya Zul langsung ke machine law tersenyum menyeringai.
“Yang gajah warna biru.“ jawab Kejora santai karena tidak terlalu yakin dengan omongan Zul.
Dan ternyata Zul sangat mahir dengan permainan ini, dan dalam sekali percobaan dia langsung mendapatkan sesuai dengan apa yang Kejora minta, dan Kejora heran ternyata Zul sangat hebat dalam hal ini terdiam kaget Kejora.
“Nih?“ ucap Zul sambil memberikan boneka gajah berwarna biru
“Kamu udah sering ya main ini, curang.“ protes Kejora.
“Gak sering sih, tapi aku tau triknya.“ jawab Zul.
“Yaudah kamu mau apa?“ tanya Kejora kesal.
“Gandeng tanganku.“ jawab Zul dengan senyum jahat.
“Zul kamu apa-apaan sih? malu tau rame orang.“ jawab Kejora yang wajahnya langsung panas.
“Tadi ada yang bilang terserah kamu mau apa, aku yakin aku gak salah denger, itu jelas banget.“ jawab Zul tersenyum menggoda Kejora.
“Tapi ini rame banget?“ jawab Kejora dengan wajah merah dan terasa panas karena malu.
“Yaudah kalo gak mau, aku gak maksa, yuk makan.“ ajak Zul.
“Iya.“ dan Kejora langsung menggandeng tangan Zul yang membuat Zul kaget, menatap Kejora dengan heran.
“Ayok makan, kamu mau ngapain lagi?“ ucap Kejora malu-malu
“Ayok kamu mau makan apa?“ tanya Zul dengan wajah Gembira
“Apa ya? aku sih pengen mie ayam, masih ada yang buka gak ya.“ jawab Kejora
“Yaudah kita cari kalo kamu mau itu.“ jawab Zul.
Zul pun pergi sambil berjalan bergandengan dengan Kejora terlihat sangat mesra pasangan paling mesra dimalam itu. Sambil berjalan mereka pun sering becanda menciptakan pemandangan yang membuat iri setiap orang, apalagi orang yang tidak memiliki pasangan dan Zul baru sadar akan sesuatu.
“Ra kamu sadar gak?“ tanya Zul.
“Apa itu?“ Tanya Kejora dengan penasaran.
“Ini kencan pertama, kita jadi pasangan.“ jawab Zul tersenyum.
“Iya juga ya, jangan-jangan.“ sambil melirik kearah Zul.
“Ini rencana Ayah, sama Ibu.“ jawab mereka bersamaan.
“Terserahlah kalo itu memang rencana mereka atau bukan, yang penting aku seneng banget sekarang bisa kencan sama kamu, kamu seneng gak?“ tanya Zul tersenyum.
“Seneng banget.“ jawab Kejora.
“Aku seneng dan bahagia banget Zul hari ini, makasih Zul, makasih Ayah sama Ibu, aku yakin ini rencana kalian.“ ucap Kejora dalam hati.
__ADS_1