
" Kakak jadi kayak sopir kamu ya ? Nganterin pulang dan cuma di cuekin ." Suara Ardi seperti anak kecil yang merajuk , lucu sekali .
" Kak , terimah kasih ya udah bikin aku seneng hari ini." ucap Fiana dengan tulus.
" Iya sama sama ,Fiana . Kamu jadi besok balik ke kampung ?"
" Insyah Allah jadi kak ."
" Yah , sepi dong hari hari kakak."
Kan! Mulai lagi deh godain Fiana . Emang nggak bisa di baikin banget nhi Si Ardi . batin Fiana .
Fiana melengos . Ardi terkikik geli melihat tingkah Fiana .
Terios hitam milik Ardi menepi di seberang rumah om dan tante Fiana . Rumah ini akan sangat dia rindukan .
" Sekali lagi .. terimah kasih ya, Kak. Sampai bertemu lagi ."
" Fiana , boleh aku minta sesuatu?"
Ardi terlihat sangat serius . Baru kali ini Fiana melihat tampang nya yang seperti ini .
" Apa kak?"
__ADS_1
" Tunggu aku pulang ke kampung dengan gelar sarjana ku . Setelah itu , aku janji nggak akan ada lagi kesedihan .
Ardi memandang Fiana dengan tatapan yang sangat serius . Dengan satu tarikan nafas , dia mengucapkan kata itu .
Memang bukan kata cinta , apa lagi ijab kabul. Menurutnya , itu sudah cukup bisa membuat Fiana mengerti .
Sejak bertemu di kapal , Ardi merasa Fiana adalah gadis yang berbeda , aneh , unik dan tentu saja Ardi suka . Lucu sekali saat Ardi menyampaikan bahwa fiana bukan seperti gadis yang biasanya . Wajah gadis normal akan memerah mungkin , sementara Fiana? Dia memasang tampang bingung yang membuat Ardi gemas .
Fiana sudah turun . Ardi melihat Fiana yang berjalan ke arah gerbang rumah yang terlihat asri itu . Gadis itu tampak menengok ke arahnya dan tersenyum . Sungguh Ardi senang sekali melihat Fiana tersenyum semanis itu .
Demi Tuhan! Bodoh sekali laki laki yang membuat gadis selugu Fiana terus menerus menangis .
Sementara fiana berjalan memasuki gerbang , rumah om dan tantenya terlihat sangat ramai .
Ya Allah , kuatkan hati ku . Air mata ku mohon jangan turun sekarang . Setidaknya jangan di depan mereka .
Fiana berusaha menguatkan hatinya sendiri . Dengan sangat hati hati , dia memasuki pintu yang memang terbuka lebar .
Jangan jangan memang hari ini ya pertunangannya ? Atau , aku kabur saja malam ini ? Ah , konyol ! Bahkan sekarang aku sudah ada di depan pintu . Kalau tiba tiba aku kabur , apa kata mereka ? Aku harus kuat!!
" Assalamualaikum " Ucap Fiana dengan suara bergetar .
Dia menyalami tamu yang ada satu per satu. Dia melihat Farhan duduk di sebelah Nanda dengan tatapan yang entah apa ke arahnya .
__ADS_1
Sementara itu, Nanda tersenyum penuh kebahagiaan . Ketika Fiana berada di depan seorang laki laki paruh baya , matanya membulat .
" Ayah?" Bahkan ayahnya di undang hadir di acara ini .
" Kenapa sayang ? kangen ayah ya ?"
Fiana langsung memeluk sang ayah dengan sangat erat . Benar saja air matanya benar benar tak tahu kondisi .
Oh ayolah , Fiana! Jangan terlihat seperti bocah ingusan sekarang .
"Kenapa nangis ? Sudah sini , Ayah kenalkan sama ayah ibunya Farhan . Masih ingat om Awan dan Tante Heni kan?"
Ya tentu saja Fiana ingat . Dulu sewaktu dia masih duduk di kelas enam SD mereka pernah berkunjung ke rumah bersama anaknya yang gendut dan lucu .
" Iya yah , aku inget ."
Fiana menyalami mereka berdua . Tak lupa dia memeluk bundanya .
#Jangan lupa vote like N koment 🌹
# Salam manis dari author
# Happy reading
__ADS_1