Kekasih Halal Ku

Kekasih Halal Ku
bab 10


__ADS_3

" Kakak jadi kayak sopir kamu ya ? Nganterin pulang dan cuma di cuekin ." Suara Ardi seperti anak kecil yang merajuk , lucu sekali .


" Kak , terimah kasih ya udah bikin aku seneng hari ini." ucap Fiana dengan tulus.


" Iya sama sama ,Fiana . Kamu jadi besok balik ke kampung ?"


" Insyah Allah jadi kak ."


" Yah , sepi dong hari hari kakak."


Kan! Mulai lagi deh godain Fiana . Emang nggak bisa di baikin banget nhi Si Ardi . batin Fiana .


Fiana melengos . Ardi terkikik geli melihat tingkah Fiana .


Terios hitam milik Ardi menepi di seberang rumah om dan tante Fiana . Rumah ini akan sangat dia rindukan .


" Sekali lagi .. terimah kasih ya, Kak. Sampai bertemu lagi ."


" Fiana , boleh aku minta sesuatu?"


Ardi terlihat sangat serius . Baru kali ini Fiana melihat tampang nya yang seperti ini .


" Apa kak?"

__ADS_1


" Tunggu aku pulang ke kampung dengan gelar sarjana ku . Setelah itu , aku janji nggak akan ada lagi kesedihan .


Ardi memandang Fiana dengan tatapan yang sangat serius . Dengan satu tarikan nafas , dia mengucapkan kata itu .


Memang bukan kata cinta , apa lagi ijab kabul. Menurutnya , itu sudah cukup bisa membuat Fiana mengerti .


Sejak bertemu di kapal , Ardi merasa Fiana adalah gadis yang berbeda , aneh , unik dan tentu saja Ardi suka . Lucu sekali saat Ardi menyampaikan bahwa fiana bukan seperti gadis yang biasanya . Wajah gadis normal akan memerah mungkin , sementara Fiana? Dia memasang tampang bingung yang membuat Ardi gemas .


Fiana sudah turun . Ardi melihat Fiana yang berjalan ke arah gerbang rumah yang terlihat asri itu . Gadis itu tampak menengok ke arahnya dan tersenyum . Sungguh Ardi senang sekali melihat Fiana tersenyum semanis itu .


Demi Tuhan! Bodoh sekali laki laki yang membuat gadis selugu Fiana terus menerus menangis .


Sementara fiana berjalan memasuki gerbang , rumah om dan tantenya terlihat sangat ramai .


Ya Allah , kuatkan hati ku . Air mata ku mohon jangan turun sekarang . Setidaknya jangan di depan mereka .


Fiana berusaha menguatkan hatinya sendiri . Dengan sangat hati hati , dia memasuki pintu yang memang terbuka lebar .


Jangan jangan memang hari ini ya pertunangannya ? Atau , aku kabur saja malam ini ? Ah , konyol ! Bahkan sekarang aku sudah ada di depan pintu . Kalau tiba tiba aku kabur , apa kata mereka ? Aku harus kuat!!


" Assalamualaikum " Ucap Fiana dengan suara bergetar .


Dia menyalami tamu yang ada satu per satu. Dia melihat Farhan duduk di sebelah Nanda dengan tatapan yang entah apa ke arahnya .

__ADS_1


Sementara itu, Nanda tersenyum penuh kebahagiaan . Ketika Fiana berada di depan seorang laki laki paruh baya , matanya membulat .


" Ayah?" Bahkan ayahnya di undang hadir di acara ini .


" Kenapa sayang ? kangen ayah ya ?"


Fiana langsung memeluk sang ayah dengan sangat erat . Benar saja air matanya benar benar tak tahu kondisi .


Oh ayolah , Fiana! Jangan terlihat seperti bocah ingusan sekarang .


"Kenapa nangis ? Sudah sini , Ayah kenalkan sama ayah ibunya Farhan . Masih ingat om Awan dan Tante Heni kan?"


Ya tentu saja Fiana ingat . Dulu sewaktu dia masih duduk di kelas enam SD mereka pernah berkunjung ke rumah bersama anaknya yang gendut dan lucu .


" Iya yah , aku inget ."


Fiana menyalami mereka berdua . Tak lupa dia memeluk bundanya .


#Jangan lupa vote like N koment 🌹


# Salam manis dari author


# Happy reading

__ADS_1


__ADS_2