Kekasih Halal Ku

Kekasih Halal Ku
Bab 11


__ADS_3

Fiana merasa harus segera pergi sebelum lebih lama lagi melihat Farhan yang sekarang sedang tertawa bersama Nanda .


Fiana tak ingin menghancurkan momen indah itu . Tentu saja .


" Fiana masuk dulu yaa .. belum solat isya ."


Bohong! Aku bohong! Tadi sebelum pulang , kak Ardi membawa ku mampir ke masjid untuk solat isya . Maafkan aku , ya Rabb , menjadikan solat mu sebagai alasan . Aku hanya tidak ingin lebih lama lagi di sini .


Fiana mengunci pintu kamar , menumpahkan semua sesak yang sejak tadi di tahannya . Dia berusaha menutup Indra pendengarannya . Dia tidak ingin mendengar apa pun dari luar sana yang akan membuatnya semakin hancur .


Aku harus KUAT!


Tok tok tok!


" Kak , mau sampai kapan di dalam terus ? keluar buruan ! kakak di panggil ayah ."


Suara itu begitu keras hingga bisa masuk ke lubang telinga yang di sumpal Fiana . Sangat. jelas itu suara Fino .


Dia ikut juga?


Fiana bergegas membuka pintu . Benar saja , adik menyebalkan ya itu sudah ada di depan pintu . Tanpa basa basi Fiana memeluk sang adik .

__ADS_1


" Udah deh kak,! Malu nih .. aku kan udah besar ."


Fiana terkekeh geli mendengar ucapan Fino .


" Udah sana kak , di panggil ayah ."


Sekali lagi Fiana harus menguatkan hatinya . Lagi pula , kenapa sang ayah harus memanggilnya keluar?


Fiana berjalan gontai ke ruang keluarga. Wajah mereka terlihat sangat serius . Jangan bilang dengan bodohnya laki laki itu memberi tahu semua orang tentang kegilaan Fiana yang mencintainya .


Sungguh Fiana tidak ingin menghancurkan hati Nanda seperti hatinya sekarang ini .


Bahkan , dirinya tak sanggup melihat wajah Nanda sekarang .


"Farhan tidak ingin bertunangan malam ini . Dia ingin langsung menikah besok setelah Zuhur . Bagaimana? Fiana tidak keberatan kan?"


Sekujur tubuh Fiana menegang . Apa Farhan benar benar tidak punya hati ? ya Allah , aku harus jawab apa ?


" Kenapa tanya ke Fiana yah?"


" Farhan mau semua ini atas persetujuan mu , nak . Dia mau kamu menerima semua ini dengan ikhlas ."

__ADS_1


Mendengar kalimat sang ayah , Fiana ingin menangis sekencang kencang nya . Tapi itu tidak mungkin .


Aku harus kuat kan ya Rabb ? Ya aku harus kuat jika besok Farhan menjadi adik ipar ku . Adik ipar! Bismillahirrahmanirrahim


" Iya yah. Fiana ikhlas . Fiana Rida kalau memang ini sudah jalanya ." Fiana tertunduk semakin dalam . Semoga kali ini air mata bisa sedikit tahu diri .


\*\*\*\*\*\*\*\*


Fiana's POV


Aku meminta izin untuk kembali ke kamar . Sebelumnya , aku melihat ke arah Farhan dan Nanda . Nanda tampak begitu bahagia menggoda Farhan , sementara Farhan menatap ku dengan senyuman yang sungguh sangat manis . Senyumannya seperti ingin membuat ku membatalkan ucapan ku barusan .


Aku mencoba memejamkan mata, tapi malah wajah bahagia Farhan yang terlintas .Setelah ku pikir lagi , ya mungkin kami memang tak berjodoh, lalu aku bisa apa?


Tapi , apa ya yang ada di pikiran Farhan sampai sampai dia begitu ingin menikah muda ? Sehebat itukah pesona Nanda ?


Aku yang mengejarnya mati Matian , di abaikan begitu saja . Aku semakin tak mengerti , Farhan itu spesies laki laki macam apa .


Dan Nanda bocah seperti itu? Aku tidak habis pikir , dia sudah memikirkan untuk menikah. Aku kira dia lebih suka shoping , nonton , atau apa saja kegiatan yang lebih seru di bandingkan dengan mengurus suami , masak , mengurus rumah , dan oh mengurus baby!


#Jangan lupa vote like N coment 🌹

__ADS_1


# salam manis dari author 🥰


# happy reading


__ADS_2