Kekasih Halal Ku

Kekasih Halal Ku
bab 29


__ADS_3

Fiana's POV


"Zela, ayo kayuh sepedanya juga dong! Malah ngelamun ." Suara Farhan membuyarkan lamunan panjang ku.


"Eh eh.. iya, Mas. Ayo, yang kebut dong, Mas!"


"Ah, kamu nggak ngayuh malah minta ngebut."


"Aku capek. Kan kata Mas, aku ratunya hari ini. "


"Iya, tapi jangan lupa, kan aku rajanya. hahaha."


"Stoopp!!"


Ciiiitttttt


"Ada apa Zela? " Suara Farhan terdengar sangat khawatir. Lucu sekali hahaha.


"Zela, kamu masih sehat kan?"


"Hah, apa ?"


"Kamu ini benar benar membuat ku stres. Minta berhenti mendadak sampai kita hampir terjatuh, lalu tersenyum sendiri. Apa yang kamu pikirkan hmm?"


"Apa? tidak ada."


"Oh,, ayolahh ,, aku tidak bodoh. Jangan jangan , kamu lagi mikirin yang aneh aneh. Ayo ngaku!"


Dasar mesum! Matanya mengerling jahil ke arah ku sambil menahan tawanya yang menyebalkan.


"Tuh kan,,, diem . Berarti bener ya?"


Bugggh!


"Aaaawwww! Benar benar seperti tenaga kuli."


Farhan meringis memegangi lengan nya yang ku tinju. Hahaha rasakan !


"Rasakan! Makanya , otak mu di cuci dulu , Mas!"


Aku turun dari sepeda dan menghampiri penjual gula gula kesukaan ku.

__ADS_1


"Hei, abege labil! Mau ke mana? Tunggu suami ganteng mu ini dulu.."


Aku terus berjalan tanpa mengindahkan ucapan narsis dari Farhan. Percaya diri sekali dia , Huh!. Farhan ternyata sudah berhasil menyejajarkan langkah ku menuju tukang gula gula itu.


"Zel , Zelaa."


Tak ku hiraukan panggilan dari Farhan.


"Zel , Abege labil!"


Apa? Barusan dia bilang apa? Aku berhenti dan menatap ke arah Farhan. Dia malah memasang senyum maut.


Aakhhh, elahhh! Susah marah kalau punya suami ganteng gini.


"Tuh ,kan. nengok kalau di bilang labil, hahahah"


"Gak lucu tahu! Bang, gula gulanya satu ya."


"Ini mbak , tapi gula gulanya tak semanis mbak heheh."


"Ah , Abang bisa aja." kata ku dengan gaya sok malu malu dan belaga imut se dunia , haha.


"Ehemmm,,, Abang nggak tahu aja ini mbak mbak mulutnya pedes."


"Aaaw aaawww! Tuh kan bang, sadis banget."


Farhan memasang wajah yang sok teraniaya. Ewwwhhh, apa apaan?


"Assalamualaikum fiana.."


Aku seperti mengenal suara yang memanggil ku. Aku menoleh ke sumber suara. Dan ternyata , tepat sekali dugaan ku.


"Eh,, haii Kak Ardi . waalaikumsalam ."


*****


farhan's POV


"eh,, Haii kak Ardi. Waalaikum salam. "


Hiiii, apa apaan? Imut banget suaranya . Itu tadi siapa yang panggil Ardi ya? Eh, Ardi ?

__ADS_1


Aku menoleh . Benar saja, orang ini lagi yang dengan tega mengira aku akan bunuh diri.


"Fiana , ngapain di sini sendirian?"


Apa? Dia bilang sendirian? Terus, aku ini apa?


"Ehemmm...."


"Eh, hai! Kamu bocah yang berniat bunuh diri di kapal itu kan?"


Apa ? Orang ini bilang apa? Aku bocah yang berniat bunuh diri? Oh, ya allah , beri hamba kesabaran menghadapi orang menyebalkan ini. Ku lirik Zela, wajahnya sudah menahan tawa . Huh , awas aja!.


"Maaf ya kak. Gua bukan bocah dan gua nggak pernah ada niat bunuh diri. Assalamualaikum ."


Aku melangkah pergi . Tapi, tunggu dulu ! Zela mana? Aku menengok ke belakang . Zela masih tersenyum kepada laki laki itu. Oh ,Zela!!!


"Sayang, ayo buruan! Kasian anak kita ntar nangis di rumah."


"Kamu nggak demam kan? " samar ku dengar suara Zela yang menggemaskan.


Wkwk, ku pastikan dia makin kesal. Salah sendiri kenapa orang itu berani mengejekku di depan Fiana. kan tengsin, hahah


Aku memutuskan duduk di bangku taman, tepat di bawah pohon rindang. Angin berembus membelai kulit lembut ku. Eh? Eeewwwhhh, apaan sih! Aku jadi sok puitis gini .


Maksud ku , aku mengajak Zela duduk di bawah pohon yang rindang biar dia tidak kepanasan. Dengan wajahnya yang sudah kusut begini. Siapa tahu kalau tertiup angin , jadi rada rapi dan tertata.


"Aku mau dong, Zel ."


"Apa?"


"Itu." Aku memajukan bibir ku menunjuk gula gula di tangannya.


"Ih, dasar Farhan mesum!! ini kan tempat umum. "


Zela spontan menutup mulutnya dengan tangan kiri nya. Lah? Salah fokus ini mah si Zela.


"Kayaknya yang mesum kamu deh, sayang. Kan aku nunjuk gula gula , kenapa malah tutup mulut ? emmm,,, atau jangan jangan kamu..."


"Maasssss...!!!" Zela mendelik gemas ke arah ku.


Hahaha, lucu sekali istri ku ini.

__ADS_1


##


__ADS_2