Kekasih Halal Ku

Kekasih Halal Ku
bab 37


__ADS_3

Fiana's POV


"Erghh,,." Kepala ku masih terasa sedikit pusing saat sinar matahari masuk ke mata ku.


"Dimana ini?"


Aku menatap sekeliling. Ku temukan Farhan di sofa yang tepat menghadap ku dengan tatapan dinginnya. Semua masih seperti mimpi. Kejadian semalam berputar di kepala ku. Sekarang aku mengerti kenapa Farhan terlihat aneh pagi ini.


"Ma... mas.." Tenggorokan ku rasanya tercekik sekarang.


"Bersiaplah aku menunggu mu di bawah. Kita akan pulang ke rumah orang tuamu sekarang juga. "


Farhan keluar dengan tatapan sedingin es. Aku tahu dia sangat marah sekarang.


Tidak butuh waktu lama, aku sudah turun ke lantai dasar rumah yang entah milik siapa.


Farhan yang melihat ku turun langsung bergegas keluar. Aku mengikutinya dari belakang menuju mobil yang juga entah punya siapa. Tidak seperti biasanya , Farhan yang selalu membukakan ku pintu, sekarang sudah masuk lebih dulu. Dengan lemas , aku duduk ke bangku sebelah pengemudi.


Tanpa berkata apa pun , dia melajukan mobilnya. Sudah lebih dari setengah jam kamu berada di dalam mobil yang sama, bahkan bersebelahan ,tetapi tidak mengajak ku berbicara sedikit pun. katanya kangen?


"Mas, kamu marah ya?"


Hening..

__ADS_1


"Mas..."


Hening...


"Mas,, ngomong dong.."


Dia hanya melirik ku sekilas dengan lirikan mematikan , bukan lirikan seperti biasanya. Kali ini terlihat sangat tajam. Setajam em... setajam apa ya? pokoknya sangat tajam.


Sudahlah, lebih baik aku tidur saja. Siapa tau saat aku bangun sudah ada di pelukan suami ganteng ku, hahaha.


****


"Zela, bangun! Udah sampe."


"Bima?!!" Aku melirik ke arah Farhan. Matanya terpejam. Aku tahu, dia meredam emosinya saat ini.


"Hai, Zela! Lihat , aku menepati janji ku kan?"


Bima tersenyum lebar tanpa merasa bersalah. Sekarang , aku yang merasa jadi terdakwa di sini.


"Janji apa? Kita kan gak pernah buat janji apa pun!"


"Ucapan ku di bus kemarin itu serius Zela. Aku akan menikahi mu. Kita akan menikah muda seperti yang kau jawab kemarin. "

__ADS_1


Deg!


***


Fiana's POV


"Ucapan ku di bus kemarin itu serius Zela. Aku akan menikahi mu. Kita akan menikah muda seperti yang kau jawab kemarin. "


Dia tersenyum penuh bangga ke arah ku. Aku menatap Farhan seakan bilang, Sumpah! aku gak pernah minta di nikahin sama ini orang.


Farhan seakan tidak memedulikan ku lagi. Dia langsung masuk ke dalam rumah ku tanpa sepatah kata pun.


"Kamu sudah gila ya Bim?! Aku sudah punya suami! Lihat. Apa yang kamu lakukan membuat suami ku marah. Arhhgf!"


Aku berlari masuk mengejar Farhan. Pasti dia sangat marah pada ku sekarang.


Ruang tamu, ruang keluarga, ruang makan, dapur, kamar, kamar mandi semua sudah ku kelilingi, tapi Farhan entah kemana. Aku berlari ke taman belakang. Aku melihat Farhan berbaring di bangku taman. Dia menatap lurus ke langit seakan menantang Surya, tapi tatapannya kosong.


Perlahan aku berjalan mendekat. Aku harus menjelaskan semuanya. Ini tidak boleh berlangsung lama.


Aku berdiri di sebelah Farhan. Dia sempat melirik ku sekilas, kemudian kembali fokus ke arah langit.


"Langit mungkin tak selalu biru, akan ada mendung yang sesekali menghampiri. Tapi, lihat lah! mentari yang tetap percaya dan setia bersama langit meski terkadang sinarnya di tutupi awan hitam. "

__ADS_1


#jangan lupa like ya🌹


__ADS_2