
"Harta yang di banggakan da di kumpulkan bisa hilang dalam sekejap, tapi mempunyai suami atau istri yang saleh adalah harta tidak ternilai yang tak akan hilang, bahkan maut gak bisa memisahkan mereka.
" Karena itulah, peran istri terhadap suami sangat besar dalam mengarungi samudra kehidupan.. agar tujuan akhir bahagia dunia akhirat dapat segera tercapai. Sehingga, Allah pun akan memberi pahala yang besar untuk istri yang taat dan patuh kepada suaminya.
" Fiana nggak mau kan kapal yang baru saja berlayar hancur begitu saja?"
"Enggak ,Bun, Fiana nggak akan biarin itu terjadi."
"Sipp..,, itu baru adeknya kakak!"
Kak Aulia yang entah kapan datang, tiba tiba sudah memeluk ku.
" Ini ujian pertama buat rumah tangga kalian. Masih banyak hal yang bakal kamu hadapi di depan sana. Kamu nggak boleh nyerah sama keadaan. Lagi pula, menurut kakak umur yang masih muda bukan masalah, yang penting kedewasaan kalian."
"Benar kata kakak mu. Bunda ikhlas Fiana menikah muda karena bunda percaya sama Fiana dan Farhan. Inget ya, sayang, kalau kuku panjang, yang di potong itu kukunya , bukan jarinya. Jadi, kalau ada masalah. .. yang di selesaikan itu masalahnya , jangan sampai hubungannya. "
Entahlah. Aku sudah bingung harus menjawab apa lagi. Aku hanya bisa menangis dan memeluk Bunda serta kak Aulia. Kami larut dalam haru sebelum akhirnya Bunda mengajak kami masuk.
__ADS_1
Aku melirik jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 11.12 malam, tapi Farhan belum juga pulang. Aku berdiri di balkon kamar yang menghadap ke pagar depan. Tidak lama, aku melihat Farhan memasuki gerbang dengan motor milik Fino.
Farhan masuk ke kamar. Dengan lirih , dia mengucap salam. Aku pun menjawabnya dengan suara yang hampir tak terdengar. Aku merasakan tangan ku berkeringat dingin. Aku sangat takut.
Farhan langsung menuju kamar mandi tanpa menyapa ku. Lima belas menit kemudian , Farhan keluar lengkap dengan seragam tidurnya, kaos oblong dan celana selutut. Aku yang duduk di ujung tempat tidur, hanya bisa memperhatikan gerak geriknya. Aku masih bingung harus bagaimana memulai pembicaraan dengan makhluk es ini.
Dia mematikan lampu utama dan menghidupkan lampu tidur di balas. Dia naik ke tempat tidur dan menarik selimut sebatas lehernya. Yah yah, jangan tidur dulu dong, Maass!! Gak tahu apa di tungguin dari tadi?!
Aku mengambil tempat di sebelahnya, tapi aku masih bingung harus bilang apa. Belum bicara saja, air mata ku sudah mengalir lagi. Aku memeluk Farhan dari belakang, tidak ada respon, tapi aku tahu dia belum tidur. Aku menggenggam tangannya dengan sangat erat.
Tak ada respon. Dia tak bergerak sedikit pun.
" Mas, maafin Zela. Zela tahu Zela salah. Zela bukan istri yang baik buat mas. Zela cuma bisa buat mas marah aja. Zela nggak pantes buat mas, Zela -"
Belum sempat aku menyelesaikan kata kata ku, Farhan sudah berbalik dan menenggelamkan ku dalam pelukannya.
Beberapa saat , hanya suara tangis ku yang terdengar. Aku tahu Farhan sangat mencintai ku. Kemarahannya itu karena kesalahan ku.
__ADS_1
"Zela, berjanjilah untuk tidak melakukan hal hal yang di luar batas mu lagi. Berjanjilah untuk selalu sadar dengan status mu saat ini. "
"Iya, mas, aku janji. Maafin aku, Mas."
Farhan memeluk ku lebih erat.
"Maafin mas juga, sayang. Gak seharusnya mas bentak bentak kamu kayak tadi. Mas khilaf... Mas terlalu takut kamu ninggalin mas.
"Aku janji,Mas. Itu nggak akan aku lakuin ."
Farhan mengecup puncak kepala ku dengan sayang. Aku tersenyum. Allah berikan yang terbaik untuk ku.
Keluarga yang utuh dan begitu menyayangi ku, sahabat yang bisa mengerti aku, serta pendamping yang hampir sempurna. Begitu lengkap kebahagiaan yang ku miliki. .
#
#
__ADS_1