Kekasih Halal Ku

Kekasih Halal Ku
Bab 9


__ADS_3

Hari ini , sekali lagi keputusan besar sudah di buat Fiana . Dia yakin memang ini yang terbaik untuk dia , Nanda dan Farhan .


Fiana akan pulang ke kampung besok . Dia tidak ingin menghancurkan acara pertunangan Nanda dengan menangis sejadi-jadinya saat Farhan memasangkan cincin di jari manis Nanda . Itu sangat konyol dan Fiana tidak mau itu terjadi.


Fiana memutuskan untuk jalan jalan dulu di kota ini sebelum besok kembali ke kampung .


Dia benar benar bertekad tak akan lagi menginjakkan kaki di kota ini .


Fiana duduk di bangku tempat penjual wedang . Jangan tanya dengan siapa . Sudah pasti sendiri karena Nanda sedang membeli cincin dengan Farhan . Mengingat itu , air mata kembali menetes di pipi bulatnya .


" Hobi banget ya nangis di tempat umum? Nih .."


Laki laki yang tak lain adalah Ardi itu menyodorkan tisu pada Fiana .


Fiana tak menggubrisnya . Dia mengalihkan pandangan ke arah lain.


" Mas juga hobi banget ngebuntutin saya.."


" Hahahah"


Fiana menggeser posisi duduk karena terlalu dekat dengan laki laki itu .


" Aku nggak ngebuntutin kamu . Cuma gak sengaja aja ketemu kamu lagi nangis melulu . Mungkin jodoh , hahaha ."


Fiana menatap horor ke arah Ardi yang langsung menghentikan tawanya . Dia balik menatap bingung Fiana .

__ADS_1


" Kenapa? Benar kan? Mungkin saja memang aku yang di ciptakan Allah untuk menghapus air mata mu ?


" Laki laki aneh !"


Fiana beranjak meninggalkan Ardi yang menahan tawa karena geli melihat tingkah gadis itu .


" Hei.. tunggu Fiana! " sebelum gadis itu semakin jauh , Ardi berlari mengejarnya .


" Apa lagi sih mas? Bisa jangan ganggu saya ?"


Lagi lagi Ardi menahan tawanya .


" Pertama , berhenti panggil saya 'mas' karena saya bukan asli orang Jawa . Itu terdengar seperti panggilan mesra istri untuk suaminya , hahah."


" Lalu apa?"


" Ya , terserah .. Kakak , Abang , Ardi , atau sayang mungkin , akan terdengar lebih indah ."


Ardi masih gigih menggoda fiana , sementara Fiana masih saja cuek bebek angsa .


" Lalu , apa tujuan kakak memanggil saya ?"


" Okey kedua , saya bukan mau mengganggu kamu ."


" Ya , lalu mau apa lagi kak?"

__ADS_1


" Cuma mau menghibur kamu . Ayo, mau kemana kamu hari ini?"


" Dasar orang aneh ."


Fiana mencibir , tapi tidak menolak ajakan Ardi .


Lumayan juga... dari pada harus galau sendirian dan mengitari kota ini tanpa tujuan , kan? pikirnya .


Akhirnya dia menghabiskan hari terakhirnya di kota ini dengan laki laki itu .


Setidaknya , Ardi bisa sedikit menghiburnya dan melupakan Farhan untuk sementara .


Capek! Tapi , seru juga .Ardi berhasil membuat Fiana melupakan kegalauannya tentang pertunangan Farhan dan Nanda .


Dan besok , Fiana sudah harus pulang ke kampung . Namun dia belum memberi tahu siapa pun mengenai kepulangannya .


Bahkan , dia belum mengaktifkan ponselnya sejak semalam .Meskipun setelah ini Fiana tidak akan lagi menginjakkan kaki di kota ini , setidaknya dia sudah puas berkeliling hari ini .


Tekadnya sudah sangat bulat . Dia akan kembali ke kampung , membiarkan Farhan dan Nanda bahagia di sini .


Farhan memang asli kota ini . Dia baru pindah ke kampung sewaktu kelas X .


Fiana tahu bahwa orang tuanya ingin tetap di kota ini selama Farhan tinggal di kampung . Sekarang lelaki itu sudah kembali ke kota kelahirannya ini untuk berkuliah , bekerja , dan hidup bahagia bersama Nanda .


#Jangan lupa vote , like , N coment

__ADS_1


# Salam manis dari author


# Happy reading


__ADS_2