Kekasih Halal Ku

Kekasih Halal Ku
Bab 23


__ADS_3

Farhan masih memasang wajah datar ke arah gadis itu. Wajah yang sama saat dulu aku masih mengejarnya. Tanpa sadar , aku tersenyum melihat itu.


"Ngapai senyum senyum ? Seneng di belain cowok ganteng kayak mas Radit ku?"


Aku menahan tawa mendengar ucapan gadis aneh ini.


"Kamu bilang apa barusa ?" Aku memicingkan mata.


"Iya, kamu seneng kan di belain Mas Radit ku?"


" Mas Radit mu?" Ulang ku.


"Iya , Mas Radit ku!" Dengan lantang dia menyebutkan kata kata kepemilikan itu.


Tawa ku pecah mendengarnya.


" Kenapa tertawa? Jangan bermimpi kalau mas Radit ku akan suka sama cewek kampungan kayak kamu!"


Farhan menahan tawa. Sepertinya dia menikmati perdebatan konyol kami ini.


" Sejak kapan kamu kenal dengan mas mas ini?" Nada ku menurun jadi terdengar lebih bersahabat.


"Sejak kami masih kecil. Iya kan, Mas?"


"Iya," jawab Farhan tetap dengan tawa tertahan.

__ADS_1


"Oh, gitu." Aku ikut mengulum senyum.


"Iya, jadi Mbak ini jangan berharap deh. Gak akan mudah dapetin hati Mas Radit."


"Iya, saya tahu Mbak. Gak sembarangan orang yang bisa dampingin laki laki seperti Radit. Iya kan, Sayang?" Aku menaik turunkan alis.


"Iya dong." Farhan menarik pinggang ku mendekat ke arahnya.


Cupp!


Tiba tiba Farhan mencium pipi kanan ku tepat di depan gadis aneh ini. Matanya membulat sempurna. Jika tidak di tempat umum, mungkin aku sudah tertawa terpingkal pingkal.


" Ka... kaliannn..." Mukanya justru terlihat bodoh memandangi kami bergantian.


" Iya Rin, kenalin ini Azeela istri ku. Zeela ini Karin , teman ku sejak kami kecil."


"Mas Radit sudah menikah? Secepat ini Mas?"


"Iya Rin, untuk apa menunda ? Nanti atau sekarang, toh tetap Zela juga pilihan ku. " Farhan tersenyum manis ke arah ku.


"Kalau gitu .. Selamat ya, Mas."


Karin pergi meninggalkan kami tanpa banyak bicara lagi. Satu lagi, dia belum membayar es cendolnya , hahaha


****

__ADS_1


Farhan's POV


"Sayang aku nggak nyangka kamu seberani itu, hahaha."


Sejak tadi aku gak henti hentinya menggoda Zela.


"Udah deh , Mas. Kamunya juga yang kecentilan banget. Kenapa nggak bilang aja dari awal kalau aku ini istri kamu? Apa kamu malu?"


Wajah Zela berubah sendu. Ah, bukan ini yang ku mau.


"Sayang, kamu ngomong apa sih? Ya, mana mungkin dong aku malu punya istri secantik kamu?" Goda ku.


"Gombal! Udah ah, aku mau balik. Capek hati jalan sama kamu. " Zela berjalan mendahului ku . Aku berusaha mensejajarkan langkah kami.


Aku merangkul pundak Zela , berusaha membuatnya yakin bahwa aku sangat bahagia memilikinya untuk menemani ku..


****


Fiana's POV


Aku terbangun. Ku lirik jam di nakas masih menunjukkan pukul 03.45. Sejak semalam aku susah tidur dan selalu terbangun seperti ini. Farhan yang sepertinya menyadari aku terbangun , kembali menarik ku ke dalam pelukannya. Aku mencoba memejamkan mata, tapi tidak berhasil. Ku peluk erat tubuh farhan seperti takut terpisahkan. Aku takut jika harus memiliki jarak dengan laki laki menyebalkan ini.


Satu dua tetes air mata jatuh mengenai lengan Farhan. Dia membuka mata dan menatap ku dengan bingung.


"Sayang, kamu kenapa?" Farhan menghapus sisa air mata di pipi ku.

__ADS_1


Aku menggeleng dan kembali memeluknya dengan erat , menenggelamkan wajah ku di bahunya ...


##


__ADS_2