Kekasih Halal Ku

Kekasih Halal Ku
bab 34


__ADS_3

"Zela.."


"Eh, anu.. iyaa. .. Ada apa Bim ?"


Bima malah menertawakan ku. Emang ada yang salah dengan wajah cantik ku ini.


"Ada apa Bima Arya ? Ada yang perlu di bicarakan ? Jika tidak , aku ingin pulang ."


"Eh, Zel. Temenin aku makan dong!"


"Maaf ya Bim , aku harus pulang. "


Baru beberapa langkah , seseorang menarik tangan ku. Ku lihat ternyata tangan Bima.


"Astagfirullah Bima ! Apa yang kamu lakuin? Lepasin tangan ku. " Denga sekali hentakan , tanganya terlepas.


"Maaf, aku cuma mau kamu temenin aku aku makan."


"Apa pun alasannya, kamu nggak berhak nyentuh aku sedikit pun . Itu nggak pantes . Dosa inget itu!"

__ADS_1


"Ya ampun, Zela kamu berlebihan banget. Aku cuma refleks pengang tangan kamu. Kamu kan nggak aku apa apain. Aku bingung sama agama mu. ... Sedikit sedikit dosa , aneh ."


Aku berusaha menekan emosi ku. Percuma saja kalau aku teruskan. Lagi pula aku sudah sangat lelah.


"Ya sudahlah ... terserah kau saja. Kalau aku mendebat juga tak ada gunanya. Dan sekarang aku lelah , Permisi."


Ya, aku harus pergi dari orang aneh ini. Dia teman sekelas ku. Sikapnya tidak terduga. Kadang ramah kadang jutek . Ketampanannya tidak di ragukan lagi, tapi entahlah, aku tidak tau agamanya apa. Karena, sering sekali dia menyebut agama ku aneh.


Eh, kenapa aku jadi mikirin si Bima absurd itu? Astagfirullah ! Maafkan aku mas.


*******


"Holiday.....!!"


Yaa, kami sudah memasuki liburan semester. Sebelum teman satu angkatan menyebar ke kampung masing masing. Ketua angkatan mengajak kami untuk acara pengakraban di pantai hari ini. Dan ya, aku benar benar ikuti acara ini. Tapi entahlah, aku tak terlalu bergembira. Aku cemas , orang tua ku memang tahu dan memberi izin , tapi Farhan?


Saat aku minta izin , Farhan malah bilang, nanti saja ke pantai kalau dia sudah ada di sini. Yah, itu sih namanya liburan keluarga , bukan pengakraban . Jadi, di sini aku sekarang nekat ikut.


Aku sengaja memilih naik di bus kedua karena di dalam bus pertama sudah sangat sesak dan tidak ada yang mau mengalah dan pindah ke bus ke dua. Tahu kenapa? Karena di bus itu ada Bima. Sudah ku bilang kan, ketampanan Bima tidak di ragukan . Dan yah fans-nya banyak sekali.

__ADS_1


Tapi , tidak dengan aku , Fatiya dan Abrin .


Kami memilih pindah ke bus ke dua yang lebih luas, nyaman , serta bebas dari suara berisik tentunya.


Baru saja bus bergerak , aku mengambil earphone. Ku dengar surah kesukaan ku yang selalu saja ku putar ber ulang ulang. Aku memilih duduk sendirian. Di depan ku ada fatiya dan Abrin.


Aku memejamkan mata menghayati ayat demi ayat. Ku rasakan bangku di sebelah ku bergerak. Aku menoleh ke kanan. Dan....


"Kamu?!"


"Kenapa, Zela ?"


Oh ya Allah, Makhluk ini bahkan seperti tidak berdosa.


"Cepat menjauh dari ku Bima! Apa apaan sih kamu ini? Sudah ku bilang jaga jarak! Kamu bukan mahram-ku ."


"Oke oke... aku menjauh. Tapi kita masih bisa ngombrol kan?"


Aku diam saja. Bima menaik turunkan alisnya seperti yang biasa di lakukan Farhan. Ah iya, Farhan bagaimana ya? Aku takut sekali kalau dia marah. Pasti dia akan mengerti kondisi ku. Tampan , mapan, baik , Soleh , apa lagi yang kurang? Beruntung sekali aku ini punya suami seperti Farhan. Ah, tapi dia menyebalkan .

__ADS_1


#


#


__ADS_2