Kekasih Halal Ku

Kekasih Halal Ku
bab 8


__ADS_3

Sebegitu mengerikannya kah Fiana sampai sampai Farhan cuek bebek angsa , sementara dengan Nanda bisa sehangat ini?


Bahkan tadi Fiana sempat melihat Farhan dengan gemas mencubit pipi Nanda sambil tertawa tawa .


Astagfirullah , sepertinya udara di sini habis di hirup mereka berdua . Aku butuh udara segar .


" Aku keluar duluan . Kalau udah selesai , aku ada di taman yang tadi nan." pesan Fiana pada Nanda .


Nanda menawan tawa geli . Entahlah , sebahagia itu kah dia bersama Farhan ?


Ya Allah ,kuatkan aku ..


Sesak! Taman ini sepertinya kedap udara. Air mata tak terasa kembali menetes . Fiana tidak menyangka . Setelah penolakannya kemarin , justru sekarang Farhan mendekati sepupu Fiana . Tapi, Fiana juga tak mungkin menghancurkan kebahagiaan Nanda .


Biarlah seperti ini . Perlahan Fiana pasti bisa terbiasa .


Setelah sejam menunggu , Nanda tidak juga datang . Fiana putuskan untuk pulang saja.


Mungkin Nanda sedang asyik dengan Farhan . Tak sepantasnya aku menunggu mereka kan?


********


Selesai makan malam , Fiana pamit pada om dan tantenya untuk kembali ke kamar Nanda . Gadis itu ingin belajar untuk tes besok sekaligus menenangkan diri .


Matanya memang terfokus pada buku , tapi pikirannya menerawang jauh . Semakin kacau saja pikiran Fiana .

__ADS_1


Drttt... drrrtttt


Benda mungil itu bergetar , menandakan ada pesan masuk . Fiana segera mengeceknya , ternyata dari Farhan .


Hah, Farhan?


Buru-buru Fiana membuka pesan itu . Siapa tau mau meminta maaf atau menjelaskan bahwa dia tidak ada hubungan dengan Nanda kan? Who knows? Dan lihat ...! Ini justru lebih parah!


Nan , Besok kamu temani kakak ya setelah tes . Kita cari cincin tunangannya . Oke , cantik .


Lemas! Rasanya Fiana sudah tidak mampu lagi berjalan mencapai kasur empuk itu .


Segera fiana mencabut baterai hapenya .


"Maaf Fii .. salah kirim."


Ya Allah , jadi mereka akan segera tunangan? Secepet itu ? Aku tak akan kuat kuliah dan tinggal di rumah ini jika Nanda akan bertunangan dengan orang yang begitu ku cintai . Cinta pertama ku. ..


Apa ini? Luka baru lagi? Bahkan , belum kering luka yang kemarin . Kamu memang tak pernah bisa ku mengerti . Yang hanya menghadirkan luka , tapi membuat ku takkan bisa lupa ...


******


" Astagfirullah. Kenapa terkirim ke Fiana ??


Aku harus apa ini? Dia bisa makin sakit hati pada ku . Melihat dia membendung air mata tadi siang saja , rasa bersalah ku belum hilang . Apa lagi ini .. saat dia tahu aku mengajak nanda membeli cincin pertunangan ku ? Bodoh bodoh!"

__ADS_1


Farhan mencoba menghubungi Fiana untuk sekedar memastikan apakah gadis itu baik baik saja , tapi hasilnya nihil .


Hanya terdengar sahutan operator , Pasti Fiana sangat terpukul sekarang . Farhan merasa sangat berdosa pada gadis setulus itu .


Hampir pukul sepuluh malam . Sejak tadi Fiana mencoba memejamkan mata , tetapi yang muncul hanya bayangan Farhan .


*Ya Rabb , kenapa harus dia? Aku ingin melupakannya. Dia bukan milik ku . Aku tak ingin menyakiti Nanda dengan kebodohan yang sudah lebih dulu menyakiti ku . Memang tak seharusnya aku mencintai Farhan .


Astagfirullahaladzim* ...


Air mata sudah membasahi bantal Fiana . Dia belum juga bisa tidur . Di lihatnya Nanda tertidur sangat nyenyak dengan senyuman di bibirnya .


" Beruntung sekali kamu dek , bisa bersanding dengan Farhan dan di perlakukan manis olehnya ." Gumam Fiana .


Fiana mengusap lembut rambut nanda . Ada senyum yang di paksakan di sana , senyum penuh luka .


" Semoga kalian bahagia ya . Kakak janji nggak akan sedikit pun merusak hubungan kalian . Kakak bakal coba ngelupain Farhan demi kamu dekk ."


Fiana mengecup lembut kening Nanda , kemudian mencoba memejamkan matanya .


#Jangan lupa vote , like N coment


# Salam manis dari Author


#Happy reading

__ADS_1


__ADS_2