
Sebegitu mengerikannya kah Fiana sampai sampai Farhan cuek bebek angsa , sementara dengan Nanda bisa sehangat ini?
Bahkan tadi Fiana sempat melihat Farhan dengan gemas mencubit pipi Nanda sambil tertawa tawa .
Astagfirullah , sepertinya udara di sini habis di hirup mereka berdua . Aku butuh udara segar .
" Aku keluar duluan . Kalau udah selesai , aku ada di taman yang tadi nan." pesan Fiana pada Nanda .
Nanda menawan tawa geli . Entahlah , sebahagia itu kah dia bersama Farhan ?
Ya Allah ,kuatkan aku ..
Sesak! Taman ini sepertinya kedap udara. Air mata tak terasa kembali menetes . Fiana tidak menyangka . Setelah penolakannya kemarin , justru sekarang Farhan mendekati sepupu Fiana . Tapi, Fiana juga tak mungkin menghancurkan kebahagiaan Nanda .
Biarlah seperti ini . Perlahan Fiana pasti bisa terbiasa .
Setelah sejam menunggu , Nanda tidak juga datang . Fiana putuskan untuk pulang saja.
Mungkin Nanda sedang asyik dengan Farhan . Tak sepantasnya aku menunggu mereka kan?
********
Selesai makan malam , Fiana pamit pada om dan tantenya untuk kembali ke kamar Nanda . Gadis itu ingin belajar untuk tes besok sekaligus menenangkan diri .
Matanya memang terfokus pada buku , tapi pikirannya menerawang jauh . Semakin kacau saja pikiran Fiana .
__ADS_1
Drttt... drrrtttt
Benda mungil itu bergetar , menandakan ada pesan masuk . Fiana segera mengeceknya , ternyata dari Farhan .
Hah, Farhan?
Buru-buru Fiana membuka pesan itu . Siapa tau mau meminta maaf atau menjelaskan bahwa dia tidak ada hubungan dengan Nanda kan? Who knows? Dan lihat ...! Ini justru lebih parah!
Nan , Besok kamu temani kakak ya setelah tes . Kita cari cincin tunangannya . Oke , cantik .
Lemas! Rasanya Fiana sudah tidak mampu lagi berjalan mencapai kasur empuk itu .
Segera fiana mencabut baterai hapenya .
"Maaf Fii .. salah kirim."
Ya Allah , jadi mereka akan segera tunangan? Secepet itu ? Aku tak akan kuat kuliah dan tinggal di rumah ini jika Nanda akan bertunangan dengan orang yang begitu ku cintai . Cinta pertama ku. ..
Apa ini? Luka baru lagi? Bahkan , belum kering luka yang kemarin . Kamu memang tak pernah bisa ku mengerti . Yang hanya menghadirkan luka , tapi membuat ku takkan bisa lupa ...
******
" Astagfirullah. Kenapa terkirim ke Fiana ??
Aku harus apa ini? Dia bisa makin sakit hati pada ku . Melihat dia membendung air mata tadi siang saja , rasa bersalah ku belum hilang . Apa lagi ini .. saat dia tahu aku mengajak nanda membeli cincin pertunangan ku ? Bodoh bodoh!"
__ADS_1
Farhan mencoba menghubungi Fiana untuk sekedar memastikan apakah gadis itu baik baik saja , tapi hasilnya nihil .
Hanya terdengar sahutan operator , Pasti Fiana sangat terpukul sekarang . Farhan merasa sangat berdosa pada gadis setulus itu .
Hampir pukul sepuluh malam . Sejak tadi Fiana mencoba memejamkan mata , tetapi yang muncul hanya bayangan Farhan .
*Ya Rabb , kenapa harus dia? Aku ingin melupakannya. Dia bukan milik ku . Aku tak ingin menyakiti Nanda dengan kebodohan yang sudah lebih dulu menyakiti ku . Memang tak seharusnya aku mencintai Farhan .
Astagfirullahaladzim* ...
Air mata sudah membasahi bantal Fiana . Dia belum juga bisa tidur . Di lihatnya Nanda tertidur sangat nyenyak dengan senyuman di bibirnya .
" Beruntung sekali kamu dek , bisa bersanding dengan Farhan dan di perlakukan manis olehnya ." Gumam Fiana .
Fiana mengusap lembut rambut nanda . Ada senyum yang di paksakan di sana , senyum penuh luka .
" Semoga kalian bahagia ya . Kakak janji nggak akan sedikit pun merusak hubungan kalian . Kakak bakal coba ngelupain Farhan demi kamu dekk ."
Fiana mengecup lembut kening Nanda , kemudian mencoba memejamkan matanya .
#Jangan lupa vote , like N coment
# Salam manis dari Author
#Happy reading
__ADS_1