
Aku menghampiri kak Aulia yg tanpa mengajak suami ku itu.
suami? sebutan macam apa itu?
Farhan masih sibuk tersenyum . Ku rasa dia sedang melamun. Mereka pun melangkah ke arah kami dengan tanganya yang merangkul erat pundak Nanda. Sekarang aku sudah tahu mereka sepupu, tapi hatiku masih kurang bisa menerima pandangan seperti itu ..
" Ayo, Farhan buruan sini! Udahan ngerangkul Nanda. Nggak bosen apa? sekarang kan sudah boleh ngerangkul Fiana " ledek Tante ku .
Aku merasakan pipi ku memanas. Sementara itu, Farhan hanya tersenyum penuh arti ke arah ku, yang ku balas dengan kembali mengalihkan pandangan Ku. Rasanya aku masih belum bisa mempercayai semua ini. Ini memusingkan ku .
\*\*\*\*
Setelah acara selesai, para saudara Farhan dan teman teman ayah bunda ku sewaktu kuliah dulu pulang . Aku di boyong kemari .
Berada di kamar Farhan.
Raditya Farhan Wijaya! Kamarnya sangat cantik di penuhi mawar berwarna pink, warna kesukaan ku.
Ku ambil hape dari dalam tas ku. Bukan untuk menghubungi siapa pun, aku hanya ingin selfie! heheh
Saat aku sedang asyik berfoto, tiba tiba pintu kamar terbuka. Aku kaget bukan main. Malunya juga tidak main main. Farhan dengan santainya mengucap salam dan masuk ke kamar ku. Emm, maksud ku kamar kami ..
__ADS_1
Aku memasang tampang yang ku rasa cukup seram ke arah Farhan. Bukannya takut, dia malah tertawa.
" Kenapa?" tanyanya polos.
Aku menggeleng, kemudian menuju kamar mandi untuk mengganti gaun ini.
" Hei, mau kemana?" farhan memegang tangan ku yang segera ku tepis pelan .
"Apa?"
"Kita kan belum berfoto di sana dengan gaun pengantin itu."
" Hey, senyum sedikit. Kamu seperti nggak bahagia menikah dengan ku. " Dia menarik pipi ku agar tersenyum.
Cekrek cekrek
Setelah dia selesai mengambil foto kami, aku beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan tubuh. Aku juga ingin mengganti gaun ini dengan gamis serta jilbab lebar yang beberapa hari ini sudah biasa ku pakai .
Saat aku keluar dari kamar mandi, Farhan sedang asyik dengan gadget-nya sambil sesekali tersenyum.
Dasar! Suami macam apa itu? Baru saja menikah, sudah asyik tersenyum dengan gadget. Aku sangat lelah dan mengantuk, tapi Farhan saja tiduran di ranjangnya.
__ADS_1
Aku memutuskan untuk berbaring di sofa yang ada di dekat ranjang kamar Farhan.
Adzan asar berkumandang. Rasanya aku masih ingin lebih lama lagi berada di atas kasur empuk ku ini dan memeluk guling kesayangan ku. Hangat dan rasanya aneh.
Sejak kapan guling ku sebesar ini? Tunggu dulu! kasur? Tadi kan aku tidur di sofa! Ku buka mata ku dan kyaaaaaa...!!!!
Ku dorong Farhan sampai jatuh ke lantai.
" Kamu apa apaan sih fiana? sakit tahu!"
Farhan mengusap usap kepalanya yang sepertinya terbentur lumayan keras . Aku masih tidak ingin berbicara dengan dia. Baru saja aku menginjakkan kaki di lantai kamar mandi , dia sudah lebih dulu menyerobot masuk. Menyebalkan!
" Aku duluan ya, aku takut gak keburu jamaahnya. "
Ku pikir benar juga. Jika aku wudu lebih dulu, bisa bisa dia terlambat ke masjid. Tapi , aku tetap tidak menjawab .
#Jangan lupa vote like N coment 🌹
# Salam manis dari author 🥰
# Happy reading
__ADS_1