Kekasih Halal Ku

Kekasih Halal Ku
bab 19


__ADS_3

" Ayolah sayang, bangun! Atau kamu mau aku cium dulu baru bangun? hmm?"


Aku terlonjak mendengar kata kata Farhan. Aku spontan terduduk menghadapnya. Ku lihat dia mengulum senyum. Hahh, menguji iman ku.


" Dengar... aku tahu aku mengagumkan. jangan malu mengakui itu. "


Aku mengalihkan pandangan ke buket di atas nakas hanya untuk menyembunyikan pipi tomat ku.


Farhan menangkupkan kedua tanganya ke pipi ku untuk membuat ku menatap lurus ke matanya. Mata ku terkunci pada manik mata Farhan. Baru kali ini aku bertatapan langsung dengannya. Selama ini, dia selalu membuang muka atau menunduk setiap kami berhadapan.


" Zeela , kau hanya perlu mendengar penjelasan ku. Jangan menyela sepatah kata pun. .. dan tolong redakan emosi mu. " Dia menarik napas panjang sebelum memulai lagi kata katanya.

__ADS_1


" Kau perlu tahu, aku mencintai mu. Tak perlu kau ragukan lagi hal itu. Bahkan, sejak kita masih sangat kecil untuk mengenal cinta. Maaf untuk ke tak acuhan ku dulu. Aku hanya membuat jarak untuk kita. Bukan karena membenci mu apa lagi jijik dengan sikap mu. Aku hanya ingin menjaga mu, bukankah lebih baik begitu? Aku menahan diri untuk tidak berdekatan dengan mu karena ..."


Dia menggantung kalimatnya , membuat kadar kepo ku naik tiga tingkat sekaligus.


"Karena aku tahu, setelah lulus SMA, kamu akan menjadi milikku seutuhnya. Tanpa pacaran yang hanya akan menimbulkan zina... yang tentu saja tidak pernah ku harapkan."


Aku tertegun mendengar penjelasan Farhan. Astagfirullah! Betapa bodohnya aku selama ini yang tidak mengerti dan salah mengambil kesimpulan atas sikap Farhan. Aku malah larut dalam cinta bodoh ku.


" Menikah muda tentu bukan hal yang aku inginkan meski aku sangat mencintai mu. Tapi, ini satu satunya cara agar tidak menyakiti mu lebih lama lagi. Aku tidak akan sanggup melihat wajah kecewa mu lagi, Zeela."


"Kamu masih meragukan aku? hmmm?"

__ADS_1


Dia menarik laci nakas di sebelah kami, mengambil secarik kertas yang ku duga foto. Ya, benar saja. Itu memang foto . Ada gambar ku di sana.


" Kamu ingat ini? pertemuan pertama kita. Awal mula perjodohan ini."


Aku menautkan alis, pertanda tidak mengerti apa yang di maksud oleh Farhan.


" Oh, iya. Kamu memang sengaja tak di beri tahu tentang perjodohan ini. Aku tidak mau kamu merasa tertekan. Aku mau, kita menikah karena memang saling mencintai , bukan semata karena perjodohan ini."


Andai sja tidak terikat janji untuk tidak menyela perkataan Farhan , sudah ku pastikan dia kelelahan menjawab seribu pertanyaan ku. Aku bingung serumit ini kah kisah ku.


" Untuk itulah aku di pindahkan ke kota mu dan di sekolahkan di sekolah yang sama dengan mu. Bahkan, sudah di atur agar kita selalu satu kelas. Bukan tanpa alasan. Itu semua untuk menarik perhatian mu. Dan ku rasa aku berhasil, tapi ternyata kamu begitu agresif. Eh , tidak .. maksud ku kamu sangat agresif."

__ADS_1


Aku mendelik ke arah Farhan . Dia malah balas tersenyum mengejek. Yah, aku hanya memalingkan wajah . Mau di apakan lagi? Dia mengatakan fakta . Aku menjadi malu pada diriku sendiri jika mengingat bagaimana usaha ku mencuri hati lelaki es ini yang ternyata sia sia saja karena bahkan, dia sudah lebih dulu mencintai ku.


#Jangan lupa vote like N coment


__ADS_2