Kekasih Halal Ku

Kekasih Halal Ku
bab 17


__ADS_3

" Kamu kenapa senyum senyum?"


Fiana menatap ku dengan penuh selidik. Lucu sekali sih istri ku ini.


" Lucu aja," jawab ku tersenyum jahil.


" Aku sayang sama kamu, Azeela Alfiana Maharani." Ku persempit jarak di antara kami. Ku rasakan tubuhnya menegang.


" Apaan sih kamu, far? sana deh jauh jauh!"


Fiana berusaha mendorong ku lagi, melepaskan diri, dan berlari ke kamar kami. Aku tertawa melihat tingkahnya. Aku hanya ingin mengerjainya .


\*\*\*\*\*


Fiana's POV


" Aku sayang sama kamu, Azeela Alfiana Maharani."


Aku merasa Farhan lebih mendekat ke arah ku. Hah! mau apa dia?


" Apaan sih kamu, far? Sana deh jauh jauh!"

__ADS_1


Tubuh ku rasanya sudah tak dapat ku gerakkan . Dengan susah payah, aku mendorong Farhan. Aku berlari ke kamar meninggalkan Farhan yang ku dengar malah terkekeh geli.


Dasar laki laki kurang ajar! Meskipun dulu aku mencintai dia, aku tidak akan Sudi di sentuhnya. Laki laki macam apa itu? Menyebalkan!


Kumandang azan magrib terdengar sangat indah di telinga ku. Aku sangat kenal suara itu. Suara yang selalu ku tunggu saat menjelang Zuhur di sekolah dulu .


Suara indah Yang selalu berhasil menghipnotis ku untuk bergegas mengambil wudu. Suara yang pemiliknya selalu ku harap bisa menjadi imam ku .


Ku harap? Hah, Sekarang bahkan dia sudah menjadi imam untuk ku . Tapi, suara itu juga yang sudah berhasil menghancurkan semua harapan indah yang ku bangun dulu. Air mata kembali mengalir seenaknya di pipi ku.


Ternyata, Farhan pergi ke mesjid di seberang sebelum magrib tadi. Pantas saja dia menghilang. Apa apaan? kenapa dia tidak bilang kalau mau ke masjid? Dia membiarkan ku sendirian di rumah? Dia pikir aku seberani itu? Dasar menyebalkan!


Selesai salat, aku berbaring di kamar bermain ponsel ku. Jelas saja. Aku kan bukan ibu ibu yang hanya bertugas membereskan rumah , suami dan anak. Bahkan , aku belum siap untuk semua itu. Ini hanya pernikahan jebakan. Jadi, jangan aku untuk semua ini.


" Sayang, bangun! Kamu belum makan malam kan? Aku lapar sayang."


Hah! Berlagak sok manis . Kemana saja dia saat aku yang bersikap manis, sedangkan dia bertingkah seakan jijik melihat ku. .


Aku merasakan napasnya berembus tepat di depan wajah ku. Hey hey! mau apa laki laki kuarang ajar ini? Ku buka mata ku. Langsung saja ku dorong dia menjauh dari wajah ku. Mesum!


" Kenapa?"

__ADS_1


"Aku lapar, sayang" rengeknya


"Lalu?"


"Tidak ada makanan sayang."


"Terus?" Aku kembali memainkan hape ku , berpura pura tak acuh.


" Masak dong sayang. Aku mau makan hasil masakan kamu. " Nada bicaranya seperti anak yang minta di belikan mobil mobilan baru . Manja!


" Kata mama mu , kamu kan bisa masak . Masak aja sendiri." Aku masih fokus dengan hape ku.


" Tapi aku maunya kamu."


"Aku nggak mau masak! Kan kamu yang udah nolak masakan aku! Dan aku nggak akan lagi mau masak buat kamu." Aku menarik nafas panjang mengambil jeda,


" dan satu lagi, kamu bisa cari istri yang mau masak dan bermanja manja sama kamu... yang jelas bukan aku!"


"Zeela tahan emosi mu . Baiklah.. aku yang akan masak malam ini. " Dia menyerah dan keluar dari kamar.


# Jangan lupa vote like N coment

__ADS_1


#Salam manis dari author


#Happy reading


__ADS_2