
Bocah ini? Bagaimana dia sudah berpikiran untuk menikah? Menikah ya ? Oh iya , dia akan menikah dengan farhan-ku. Cinta pertama ku . Mengingat itu , hati ku kembali terasa nyeri .
" Fiana , Nanda belum bangun ya nak ?"
Suara bunda membuat ku mengalihkan pandangan dari wajah pulas adik sepupu ku itu .
" Iya nih Bun , Nanda kecapean banget kayaknya ."
" Iya , Kasihan. Dia semalaman nemenin Farhan menghafal untuk ijab kabul nanti "
Hah , romantis sekali mereka Tapi , bukankah seharusnya di pingit dulu ya?
" Oh begitu ya bun?"
Aku malas sekali menanggapi bunda . Bukan apa apa . Aku hanya takut Bunda melanjutkan cerita yang akan membuat ku berteriak pagi pagi ini .
" Ya sudah , kamu siap siap duluan gih! Nanda biarin aja dulu . Sebentar lagi perias pengantinnya datang . Acaranya di majukan jadi jam sembilan , jadi harus siap siap dari sekarang."
" Tapi Nanda nggak di bangunin aja sekarang bun?"
" Ya udah , terserah kamu aja . Bunda tinggal dulu ya sayang masih banyak pekerjaan di belakang ."
Bunda keluar kamar Aku mencoba membangunkan Nanda yang terlihat masih sangat lelah .
" Dek , bangun dong! Acaranya di majuin jadi jam sembilan nih. Buruan bangun Nanda !"
__ADS_1
Aku mengguncang tubuhnya , tapi dia hanya menggeliat .
" Aakhhh, .. entar deh kak sepuluh menit lagi."
" Perias pengantinnya udah mau Dateng. Buruan mandi."
" Ya, kak duluan aja . Aku gampang entar."
Nanda malah menarik selimutnya hingga menutupi kepala . Ya Allah anak ini! Ku tarik selimutnya hingga terlepas .
" Semalem aku nggak di bolehin tidur sama kak Farhan , sekarang di paksa bangun sama kakak .Dasar nyebelin."
Dia menggerutu , tapi akhirnya bangun juga .
" Udah buruan mandi! Tukang riasnya bentar lagi Dateng ."
" Permisi mbak , Ini kamar pengantin wanita nya kan?"
" Iya Tante . Tunggu sebentar lagi yah .."
Aku mempersilahkan wanita itu duduk di kursi meja rias Nanda . Sementara itu , aku menghampiri kamar mandi .
" Nanda buruan!" aku mengetuk pintu kamar mandi .
" Apaan sih kak?"
__ADS_1
Nanda membuka pintu hanya dengan menggunakan handuk dan rambut masih di penuhi busa sampo.
" Ya Allah , Nan . Buruan dek ! Perias pengantinnya sudah Dateng ."
Bukannya buru buru menyelesaikan mandinya , Nanda malah menatap bingung ke arah ku . Bahkan aku lebih bingung di tatap seperti itu .
" Ya , terus apa hubungannya dengan ku kakak kalau perias pengantin ya sudah datang? Kan yang mau menikah itu kakak , kenapa aku yang harus buru buru?."
Apa? Dia bilang apa barusan? Aku? Menikah? Ini gila! . Aku masih bengong di pintu kamar mandi. Nanda sudah kembali menutup pintunya saat kak Aulia datang .
" Loh , Fiana kok malah bengong di situ? Ayo buruan siap siap!"
Ku lihat kak Aulia meletakkan gaun putih di atas kasur . Aku masih diam tidak mengerti keadaan macam apa yang ku hadapi saat ini .
" Ayo mbak , di mulai saja make up-nya."
Aku hanya menuruti apa yang di katakan kak Aulia . Jujur aku syok!
Farhan's POV
Di sini aku duduk di sebelah bidadari cantik bergaun putih . Dia masih saja menundukkan pandangannya . Aku rasa dia memang benar benar berubah sekarang . Tepatnya , setelah kejadian di kapal waktu itu . Tidak hanya cara berpakaiannya yang berubah menjadi lebih indah menurut ku .
#Jangan lupa vote like N koment
# Salam manis dari author 🥰
__ADS_1
# Happy reading