Kekasih Halal Ku

Kekasih Halal Ku
Bab 13


__ADS_3

Bocah ini? Bagaimana dia sudah berpikiran untuk menikah? Menikah ya ? Oh iya , dia akan menikah dengan farhan-ku. Cinta pertama ku . Mengingat itu , hati ku kembali terasa nyeri .


" Fiana , Nanda belum bangun ya nak ?"


Suara bunda membuat ku mengalihkan pandangan dari wajah pulas adik sepupu ku itu .


" Iya nih Bun , Nanda kecapean banget kayaknya ."


" Iya , Kasihan. Dia semalaman nemenin Farhan menghafal untuk ijab kabul nanti "


Hah , romantis sekali mereka Tapi , bukankah seharusnya di pingit dulu ya?


" Oh begitu ya bun?"


Aku malas sekali menanggapi bunda . Bukan apa apa . Aku hanya takut Bunda melanjutkan cerita yang akan membuat ku berteriak pagi pagi ini .


" Ya sudah , kamu siap siap duluan gih! Nanda biarin aja dulu . Sebentar lagi perias pengantinnya datang . Acaranya di majukan jadi jam sembilan , jadi harus siap siap dari sekarang."


" Tapi Nanda nggak di bangunin aja sekarang bun?"


" Ya udah , terserah kamu aja . Bunda tinggal dulu ya sayang masih banyak pekerjaan di belakang ."


Bunda keluar kamar Aku mencoba membangunkan Nanda yang terlihat masih sangat lelah .


" Dek , bangun dong! Acaranya di majuin jadi jam sembilan nih. Buruan bangun Nanda !"

__ADS_1


Aku mengguncang tubuhnya , tapi dia hanya menggeliat .


" Aakhhh, .. entar deh kak sepuluh menit lagi."


" Perias pengantinnya udah mau Dateng. Buruan mandi."


" Ya, kak duluan aja . Aku gampang entar."


Nanda malah menarik selimutnya hingga menutupi kepala . Ya Allah anak ini! Ku tarik selimutnya hingga terlepas .


" Semalem aku nggak di bolehin tidur sama kak Farhan , sekarang di paksa bangun sama kakak .Dasar nyebelin."


Dia menggerutu , tapi akhirnya bangun juga .


" Udah buruan mandi! Tukang riasnya bentar lagi Dateng ."


" Permisi mbak , Ini kamar pengantin wanita nya kan?"


" Iya Tante . Tunggu sebentar lagi yah .."


Aku mempersilahkan wanita itu duduk di kursi meja rias Nanda . Sementara itu , aku menghampiri kamar mandi .


" Nanda buruan!" aku mengetuk pintu kamar mandi .


" Apaan sih kak?"

__ADS_1


Nanda membuka pintu hanya dengan menggunakan handuk dan rambut masih di penuhi busa sampo.


" Ya Allah , Nan . Buruan dek ! Perias pengantinnya sudah Dateng ."


Bukannya buru buru menyelesaikan mandinya , Nanda malah menatap bingung ke arah ku . Bahkan aku lebih bingung di tatap seperti itu .


" Ya , terus apa hubungannya dengan ku kakak kalau perias pengantin ya sudah datang? Kan yang mau menikah itu kakak , kenapa aku yang harus buru buru?."


Apa? Dia bilang apa barusan? Aku? Menikah? Ini gila! . Aku masih bengong di pintu kamar mandi. Nanda sudah kembali menutup pintunya saat kak Aulia datang .


" Loh , Fiana kok malah bengong di situ? Ayo buruan siap siap!"


Ku lihat kak Aulia meletakkan gaun putih di atas kasur . Aku masih diam tidak mengerti keadaan macam apa yang ku hadapi saat ini .


" Ayo mbak , di mulai saja make up-nya."


Aku hanya menuruti apa yang di katakan kak Aulia . Jujur aku syok!


Farhan's POV


Di sini aku duduk di sebelah bidadari cantik bergaun putih . Dia masih saja menundukkan pandangannya . Aku rasa dia memang benar benar berubah sekarang . Tepatnya , setelah kejadian di kapal waktu itu . Tidak hanya cara berpakaiannya yang berubah menjadi lebih indah menurut ku .


#Jangan lupa vote like N koment


# Salam manis dari author 🥰

__ADS_1


# Happy reading


__ADS_2