
" Kak , bangun ! Salat Azar dulu ." Nanda mengguncang tubuh Fiana pelan .
Fiana mengerjap perlahan . kelopak matanya enggan terbuka .
" Kak keburu magrib nih . Ayah dan ibu sudah nungguin kakak di bawah ."
" Iya iya . Ya sudah , kamu turun duluan aja sana ."
Fiana segera berwudu dan menunaikan kewajibannya .
Setelah itu , dia turun menemui om dan tantenya .
"Assalamualaikum , om Tante ."
"Fiana ayo duduk nak . "
Fiana tersenyum dan mencium tangan keduanya .
" Maaf ya sayang , Tante nggak bisa jemput di stasiun tadi . Kerjaan Tante nggak bisa di tinggal ."
" Iya Tante nggak papa kok ."
" Tapi tadi Farhan nganter kamu sampe rumah kan ?"
Hah Farhan ?
" Eh i.. iya Tante ." Fiana terpaksa berbohong dari pada Tante nanti malah banyak bertanya .
" Jadi , kapan kamu tesnya? Besok barengan sama Nanda aja cari lokasi tesnya ya . Tante nggak bisa nemenin ."
" Tenang aja Bu. Besok kak fiana pergi sama Nanda , tapi sekalian jalan jalan . Boleh kan?"
Entah dari mana munculnya Nanda dia langsung menyambar ucapan ibunya . Terlihat sekali Nanda begitu manja pada ibunya ini .
Aakhhh , aku merindukan bunda . Pingin manja manjaan sama bunda . batin Fiana
__ADS_1
" Fiana kamu nggak apa-apa kan ?" Om menyadarkan lamunan Fiana tentang bundanya .
" Eh ... iya , om nggak papa . Fiana cuma kangen bunda aja , hehehe ."
" Aduh, kalian ini sama aja manja banget . Di sini kan Om dan Tante sama aja seperti ayah bundanya Fiana ."
Om tersenyum sangat tulus , begitu pula Nanda dan Tante . Keluarga yang sangat hangat .
\*\*\*\*\*\*
Fiana baru saja keluar dari gedung yang besok akan menjadi tempatnya mengadu nasib . Sebenarnya dia bisa saja tes di kampungnya , tapi dia ingin sekali liburan di sini . Gadis itu sangat merindukan kota ini .
Allahu Akbar Allahu Akbar ...
Lantunan suara adzan itu , aku sepertinya sangat mengenalnya ..
" Kak kita salat dulu ya .. baru makan . " Suara Nanda terdengar sangat ceria .
Gadis itu memang selalu terlihat ceria , tapi ada yang berbeda kali ini .
Kalau dia mau , pasti nanti dia akan cerita kepada Fiana .
" Yuk Nan . Mau salat di mana?"
"Di masjid depan aja kak, sepertinya masih keburu untuk salat berjamaah ."
"Ya udah . Ayo ."
Baru saja Fiana selesai dan hendak beranjak dari masjid megah ini , suara yang sangat familier terdengar .
"Assalamualaikum Fiana ."
Rasanya aku ingin berlalu menjauh dari tempat ini .
" Waalaikumsala. " jawab Fiana dengan tetap menunduk .
__ADS_1
Dia sangat tidak ingin menatap wajah itu .
" Kenapa kamu tidak menatap ku Fii?"
" Bukankah tak baik seorang wanita menatap laki laki yang mukan mahram-nya ? Ku harap kamu juga tidak menatap ku karena aku bukan mahram-mu . Permisi ."
Fiana melangkah keluar dari halaman masjid . Entah di mana Nanda sekarang .
" Fiana tunggu! Ada yang ingin ku tanyakan pada mu ."
Farhan berlari mendekat .
Mau apa lagi makhluk ini ? Ya Allah , kuatkan hati ku . Jangan sampai ada air mata yang menetes di hadapan dia . Batin Fiana
" Apa ?"
"Setelah ini , kamu mau pergi kemana?"
" Hanya itu ?"
" Tidak , aku mengajak mu jalan-jalan ."
"Aku tidak punya waktu ." jawab Fiana singkat lalu meninggalkan Farhan sendirian .
Entah ke mana Fiana akan pergi karena dia lupa jalan pulang .
Nanda , dimana kamu ? batin Fiana
maaf jika penulisan terdapat kesalahan
#Jangan lupa vote , like N koment 🌹
# salam manis dari author 🥰
#Happy reading
__ADS_1