Kekasih Halal Ku

Kekasih Halal Ku
bab 6


__ADS_3

" Kak , bangun ! Salat Azar dulu ." Nanda mengguncang tubuh Fiana pelan .


Fiana mengerjap perlahan . kelopak matanya enggan terbuka .


" Kak keburu magrib nih . Ayah dan ibu sudah nungguin kakak di bawah ."


" Iya iya . Ya sudah , kamu turun duluan aja sana ."


Fiana segera berwudu dan menunaikan kewajibannya .


Setelah itu , dia turun menemui om dan tantenya .


"Assalamualaikum , om Tante ."


"Fiana ayo duduk nak . "


Fiana tersenyum dan mencium tangan keduanya .


" Maaf ya sayang , Tante nggak bisa jemput di stasiun tadi . Kerjaan Tante nggak bisa di tinggal ."


" Iya Tante nggak papa kok ."


" Tapi tadi Farhan nganter kamu sampe rumah kan ?"


Hah Farhan ?


" Eh i.. iya Tante ." Fiana terpaksa berbohong dari pada Tante nanti malah banyak bertanya .


" Jadi , kapan kamu tesnya? Besok barengan sama Nanda aja cari lokasi tesnya ya . Tante nggak bisa nemenin ."


" Tenang aja Bu. Besok kak fiana pergi sama Nanda , tapi sekalian jalan jalan . Boleh kan?"


Entah dari mana munculnya Nanda dia langsung menyambar ucapan ibunya . Terlihat sekali Nanda begitu manja pada ibunya ini .


Aakhhh , aku merindukan bunda . Pingin manja manjaan sama bunda . batin Fiana

__ADS_1


" Fiana kamu nggak apa-apa kan ?" Om menyadarkan lamunan Fiana tentang bundanya .


" Eh ... iya , om nggak papa . Fiana cuma kangen bunda aja , hehehe ."


" Aduh, kalian ini sama aja manja banget . Di sini kan Om dan Tante sama aja seperti ayah bundanya Fiana ."


Om tersenyum sangat tulus , begitu pula Nanda dan Tante . Keluarga yang sangat hangat .


\*\*\*\*\*\*


Fiana baru saja keluar dari gedung yang besok akan menjadi tempatnya mengadu nasib . Sebenarnya dia bisa saja tes di kampungnya , tapi dia ingin sekali liburan di sini . Gadis itu sangat merindukan kota ini .


Allahu Akbar Allahu Akbar ...


Lantunan suara adzan itu , aku sepertinya sangat mengenalnya ..


" Kak kita salat dulu ya .. baru makan . " Suara Nanda terdengar sangat ceria .


Gadis itu memang selalu terlihat ceria , tapi ada yang berbeda kali ini .


Kalau dia mau , pasti nanti dia akan cerita kepada Fiana .


" Yuk Nan . Mau salat di mana?"


"Di masjid depan aja kak, sepertinya masih keburu untuk salat berjamaah ."


"Ya udah . Ayo ."


Baru saja Fiana selesai dan hendak beranjak dari masjid megah ini , suara yang sangat familier terdengar .


"Assalamualaikum Fiana ."


Rasanya aku ingin berlalu menjauh dari tempat ini .


" Waalaikumsala. " jawab Fiana dengan tetap menunduk .

__ADS_1


Dia sangat tidak ingin menatap wajah itu .


" Kenapa kamu tidak menatap ku Fii?"


" Bukankah tak baik seorang wanita menatap laki laki yang mukan mahram-nya ? Ku harap kamu juga tidak menatap ku karena aku bukan mahram-mu . Permisi ."


Fiana melangkah keluar dari halaman masjid . Entah di mana Nanda sekarang .


" Fiana tunggu! Ada yang ingin ku tanyakan pada mu ."


Farhan berlari mendekat .


Mau apa lagi makhluk ini ? Ya Allah , kuatkan hati ku . Jangan sampai ada air mata yang menetes di hadapan dia . Batin Fiana


" Apa ?"


"Setelah ini , kamu mau pergi kemana?"


" Hanya itu ?"


" Tidak , aku mengajak mu jalan-jalan ."


"Aku tidak punya waktu ." jawab Fiana singkat lalu meninggalkan Farhan sendirian .


Entah ke mana Fiana akan pergi karena dia lupa jalan pulang .


Nanda , dimana kamu ? batin Fiana


maaf jika penulisan terdapat kesalahan


#Jangan lupa vote , like N koment 🌹


# salam manis dari author 🥰


#Happy reading

__ADS_1


__ADS_2