
Yaelah, abege labil ngambekan wkwkwk.
Aku menyusulnya ke luar , tapi tidak ku temukan. Ku lihat dari kaca besar yang menghadap ke taman, Farhan sedang duduk memandang langit. Entah apa yang di lihatnya. Bintang pun tak ada.
Aku berjalan menghampirinya. Mengambil tempat di sebelah kirinya.
"Mas..."
Tidak ada sahutan.
"Farhan"
Hening
"Dasar abege labil!"
Yes! Dia menoleh.
"Ya, aku memang tak sedewasa kak Ardi mu itu."
Kembali hening.
Yaelah, Bundaaa suami ku ngambek!
"Hahahaha" Tawa ku pecah mendengar kata katanya. Fix, Farhan cemburu.
"Berisik ! Nggak lucu tahu."
"Kamu nya yang lucu, hahaha."
****
Farhan's POV
Dasar Zela nggak peka. Suami marah malah di ketawain. Untung sayang.
__ADS_1
"Cieee, jealous! cieee...."
Aku bergidik mendengar ucapan Zela. Siapa bilang aku cemburu? Aku cuma tidak suka kalau ada orang lain yang dia pikirkan , apa lagi di banding bandingkan sama wajah tampan ku.
"Gengsi amat mas bilang cemburu."
"Aku nggak cemburu kok, cuma..."
"Cuma takut kehilangan aku kan?"
Zela melanjutkan kalimat ku sambil mengedip ngedipkan matanya. Hah! Aku takkan tergoda! Aku memalingkan wajah , tak ingin melihat tingkahnya.
"Massss, kamu beneran ngambek?"
Mulai deh jurus manjanya kumat.
"Mas... aku kan bercanda. jangan ngambek dongk!"
Kan, jadi kayak uler ngelingker lingker di tangan ku begini, dasar. Gantian di kerjain mungkin seru, hahah.
Lah, yang nyruruh sok bikin suami cemburu siapa ya?
"Massss, maafin dong istri unyu-mu ini, yayaya."
Aku pura pura tuli.
"Mas yang ganteng sedunia gak ada tandingannya. Aku kan cuma bercanda, mas."
Mungkin sudah kehabisan akal sampai jadi memelas begini suaranya. hahaha
Cupp!!
Eh, apa itu barusan? Sejak kapan istri ku jadi berani cium cium pipi ku begitu?
"Mas, maafin aku ya. Aku cuma mau jailin mas aja tadi. Percaya deh , Mas kan cinta pertama ku, suami ku, kekasih halal ku. Gak ada yang bisa gantiin mas buat aku ."
__ADS_1
Aihh,, Apa apaan ini ? Kayak ada manis manisnya di gombalin istri sendiri , wkwkwk
"Yaelah mas, kayak cewek abege labil aja. Di ucapin cinta dikit doang, pipinya merah gitu, wkwkw."
Yaelah Zela, ngerusak suasana romantis aja.
Ku jitak kepalanya pelan. Dasar istri labil.
"Ngerusak suasana romantis aja kamu, huh!"
"Ya, kamu apaan malah mesem mesem gitu? Geli liatnya, hahah."
"Biarin aja, yang penting aku kayak gitu cuma sama kamu doang. Emang kayak kamu apa?"
"Eh, aku juga kayak gini cuma sama kamu aja kok." Zela mencebik.
"Terus, ngapain aja kemaren jalan sama kak Ardi mu itu?"
"Jalan jalan, nangis gara gara kamu , terus di buat ketawa lagi sama kak Ardi , makan es krim , banyak deh pokoknya. Hmmm, coba kamu yang ngajak jalan, pasti lebih indah."
"Yaelah,, ngode, Bu?"
"Nggak ngode sih, cuma apa ya namanya? Mau ngajak gengsi, tapi nungguin di ajak kayaknya mustahil. Jadi, yaa kayak gini ngasih sinyal gitu doang sih."
"Yaeeelah, sama ajaa dodol."
Aku gemas dengan semua ocehannya. Ku tarik hidung mancung Zela. Bukannya marah, dia malah tersenyum.
"Eh, ngapain kamu senyum senyum?"
"Gak papa, berarti kamu nggak ngambek lagi."
"Aku bakal ngambek kalau kamu masih ketemu atau berhubungan sama kakak kakak centil kayak gitu."
"Iya iya... Aku janji nggak bakal berhubungan sama cowok centil mana pun. Kan aku maunya di centilin sama kamu doang. heheh."
__ADS_1
#jangan lupa like🌹