Kekasih Halal Ku

Kekasih Halal Ku
bab 33


__ADS_3

my love📞


"Assalamualaikum, sayang."


"...."


"Aku sedang di kantin mengerjakan tugas."


"...."


Aku melirik Karin yang menatap sebal ke arah ku.


"Yah, seperti biasa... Ada Karin di sini."


"...."


" Hey, ada apa? Sensitif sekali kamu, sayang. Apa bayi kita merepotkan mu ya?"


"....."


" Hahah, ya sudah, jaga diri kamu dan dedek bayinya ya, Sayang. Jangan lupa istirahat, makan yang banyak, dan susunya jangan jangan lupa."


"......"


"Hahah, iya sabarlah. Aku juga kangen kamu. I love you."


"....."


" wa'alaikumssalam. "

__ADS_1


Tutttt


Aku tersenyum menatap layar hape ku. Lucu sekali.


"Ja... jadi, gadis itu hamil?" Karin menatap ku tanpa ekspresi. Dengan jelas ku lihat matanya mengandung air.


"Namanya Azela!" tegas ku sambil melanjutkan mengerjakan tugas.


Biarlah aku di katakan jahat, tak punya hati, atau apa pun karena tega mengabaikan Karin yang sesegukan. Aku hanya tidak ingin rasa kasihan ku di salah artikan. Kasihan anak orang kalau mau di buat baper. Hahaha, Karin pergi meninggalkan ku. Akhirnya!!...


Fiana dan Sherin tampak sedang asyik berkutat dengan gadget masing masing.


"Fiana , ikut ke pantai kan sama anak kelas?" tanya Sindi tiba tiba.


Fiana dan Sherin sontak menoleh. Mata Sherin langsung berbinar , sementara Fiana menatap lesu ponselnya.


Fiana sekarang berada di kantin bersama teman teman sekelasnya yang lain. Fatiya dan Abrin sedang sibuk dengan kelompoknya, jadi terpaksa Fiana bergabung dengan mereka. Bukan karena memilih dalam berteman , hanya saja , Fiana khawatir dirinya akan terbawa oleh arus pergaulan mereka .


"Loh, kok gitu? "Sherin bingung dengan tingkah Fiana. Padahal setaunya , Fiana sangat suka laut, pantai, sungai, apa pun yang berhubungan dengan alam dan air.


"Eh... anu... aku ..."


"Gua tahu Lo suka pantai. Gak ada alasan! Tugas kan sudah kelar semua. Ini kan ajang pengakraban kita. Biar Lo juga temennya nggak itu itu aja."


"Aku nggak bisa.. gak dapet izin ."


"Yaelah, Fiana. Bokap nyokap Lo juga gak bakalan tahu. "


"Tapi Rin, Allah kan maha tahu."

__ADS_1


Sherin dan Sindi mendelik mendengar ucapan fiana.


"Ya kali, emang kita di sana mau ngapain? Gak ngapa ngapain juga kan." Sindi gerah juga mendengar ucapan fiana. Hari gini? Ke pantai aja mesti izin dulu?


"Gini deh, gimana kalau kita yang mintain izin ke bokap nyokap Lo?"


"Eh... anu, Rin. Gak perlu gak perlu. "


"Ya udah, pokoknya satu kelas wajib ikut. Dan kalo Lo nggak ikut, berarti bukan bagian dari kelas ! Udah ah, yuk Rin, gua udah suntuk di sini."


Sindi berjalan menarik lengan Sherin. Mereka meninggalkan fiana sendirian yang masih sibuk dengan pemikirannya sendiri.


Farhan tidak mengizinkan ku untuk ikut , tapi di sisi lain, teman teman ku ikut semua. Dan yang tidak ikut di ancam tidak di anggap di kelas. Tapi, gimana dengan Farhan ? Aku juga di sini gak mungkin kalau harus hidup sendirian. Pikiran bocah ternyata lebih mendominasi ego Fiana saat ini.


"Zelaa.."


"Farhan ? Eh , kok kamu?"


******


Fiana's POV


"Zela.."


"Farhan? eh, kok kamu?"


Aku bingung menatap laki laki ini. Ku pikir Farhan. Karena setahu ku, ya hanya Farhan yang manggil ku seperti itu. Aku sudah berkhayal bahwa itu memang Farhan. Dia akan memberi ku kejutan dengan datang membawa bunga yang cantik.


Khayalan ku terlalu tinggi Farhan akan tetap menjadi orang yang menyebalkan.

__ADS_1


Tapi Cinta😇


####


__ADS_2