Kekasih Halal Ku

Kekasih Halal Ku
bab 40


__ADS_3

Yah, ini memang salah ku, tapi sungguh aku tidak bermaksud seperti ini. Dan Bima aku tidak percaya dia senekat itu.


Entah kenapa, sejak aku masuk universitas, Bima jadi menyebalkan begitu. Seingat ku saat SMA , dia anak yang sangat pendiam.


Bahkan, aku hampir saja lupa kalau kami pernah satu sekolah dan sekelas saat kelas X dulu.


Kalau dia tidak mengingatkan , mungkin saja aku sudah benar benar lupa. Tapi, sekarang? Seratus delapan puluh derajat berbeda. Dia memuakkan!.


Fiana's POV


Dia pergi entah kemana. Sudah lewat waktu isya, Farhan belum juga pulang. Aku duduk di taman menunggu dia pulang.


Tak ada kabar sama sekali dari Farhan, bahkan handphonenya tidak aktif sejak tadi. Aku sangat menghawatirkan ya.


"Fiana."

__ADS_1


Aku menoleh. Bunda sudah duduk di sebelah ku. Aku tersenyum kepadanya. Semoga tidak terlihat palsu.


"Sayang, Bunda tau ini bukan hal mudah buat anak seusia kamu. Kamu harus sabar ya, sayang. Wajar kalau Farhan semarah ini sama kamu. Kamu sadar kan , kalau kamu salah?"


Aku mengangguk lemah.


"Biarkan dia menenangkan diri dulu. Sekarang kamu masuk aja dulu. Gak usah di tungguin di luar farhan-nya. Nanti anak bunda masuk angin loh."


" Tapi, Bun.."


"Bunda , Fiana takut. Semua ini salah Fiana, Bun, tapi Fiana nggak tahu kalau akhirnya bakalan seperti ini."


Aku memeluk bunda dengan erat. Air mata kembali mengalir begitu saja.


" Sayang, ini bukan seutuhnya salah Fiana. Bunda juga salah. Bunda belum sempat ngajarin Fiana banyak hal tentang hak dan kewajiban istri. Bunda nggak tahu kalau Farhan bakal ngambil Fiana secepat ini dari bunda. Dan semua ini sudah terjadi. Masalah ini jangan buat Fiana terpuruk ya sayang. Jadiin ini cambukan biar Fiana bisa jadi istri salehah kedepannya. "

__ADS_1


Bunda mencium puncak kepala ku dan memeluk ku dengan hangat. Aku rindu ini.


" Sayang, Fiana harus tahu kalau taat kepada suami itu pahalanya seperti jihad di jalan Allah. Al bazzar meriwayatkan bahwa seorang wanita pernah datang ke Rasulullah Saw. lalu berkata : 'aku adalah utusan para wanita kepada engkau untuk menanyakan; jihad ini telah diwajibkan Allah kepada kaum lelaki. Jika menang mereka di beri pahala oleh Rabb mereka, tetapi kami kaum wanita yang membantu mereka, pahala apa yang kami dapatkan."


"Nabi Saw. menjawab:' sampaikan kepada wanita yang engkau jumpai bahwa taat kepada suami dan mengakui haknya itu adalah sama dengan pahala jihad di jalan Allah. Tetapi, sedikit sekali diantara kamu yang melakukannya'. Jadi, Fiana ngertikan pahalanya kalau taat pada suami?"


Lagi lagi , aku hanya mengangguk lemah.


"Fiana harus inget, sekarang status Fiana adalah seorang istri. Jadi, Rida Allah adalah Rida suami. Ada satu hadis yang berbunyi : ' sesungguhnya setiap istri yang meninggal dunia yang di ridai oleh suaminya, maka dia akan masuk surga.' Jadi, kalau suami nggak Rida , apa coba yang akan terjadi? Fiana nggak mau kan , sayang ?"


Aku menggeleng dalam pelukan bunda. Dia mengelus kepala ku dengan penuh kasih sayang.


" Fiana juga harus tau, istri yang tidak mau di atur sehingga tidak patuh kepada suami adalah tanda tanda kehancuran suatu kapal pernikahan. Karena.. ada dua nahkoda yang mengendalikan kapal dengan arah berlawanan. Kapal pernikahan akan bisa selamat sampai tujuan ( surga dunia akhirat) jika hanya punya satu arah yang di sepakati dan di usahakan bersama. Bagaimana pun, tujuan hidup akan lebih mudah di capai jika ada keharmonisan sejati yang hanya dapat di capai dalam suatu keluarga yang lengkap."


##

__ADS_1


😇


__ADS_2