Kekasih Halal Ku

Kekasih Halal Ku
bab 12


__ADS_3

Tok tok tok!


" Dek , ini kak Aulia . Kakak boleh masuk ?"


Hah, kak Aulia? Kakek ke sini juga bawa baby Khumaira yang baru satu tahun . Keluarga ku kompak sekali membuat hati ku hancur . Kalau sudah begini , mana mungkin aku bisa pulang besok? Atau aku harus menghadiri acara pernikahan Farhan ? Untuk yang satu ini , aku tidak akan kuat !.


" I... iya kak masuk aja."


Kak Aulia duduk di tepi ranjang .


" Dek , kamu yakin dengan semua ini?"


"Kamu bener bener udah siap dengan semua resikonya?"


" Iya aku siap kak."


" Ini nggak main main dek. Kamu nggak boleh nyesel nantinya. Kamu harus kuat ya . Kakak sayang banget sama kamu . Kakak nggak mau nantinya kamu sedih dengan keputusan ini."


Kata kata kak Aulia sukses membuat air mata yang ku tahan tahan meluncur bebas .


" Kak..."


Ku peluk kak Aulia , ku tumpahkan segala sesak yang memenuhi dada Ku .


" Insyah Allah aku kuat kak . Ini semua sudah jalan ku kan? Apa pun resikonya nanti akan ku hadapi , kak . Allah selalu bersama ku kan kak ?"


Aku melepaskan pelukan ku dan menatap kak Aulia .

__ADS_1


" Syukurlah , kalau kamu sudah bisa bersikap dewasa . Sudah , hapus air mata mu! Jangan sampai besok malah membengkak."


Kak Aulia mencoba mengusap pipi ku dengan lembut .


" Besok kamu harus terlihat cantik dan bahagia . Jangan biarkan orang lain melihat mu lemah ya ? Kakak sudah siapkan baju untuk mu besok agar kamu terlihat lebih cantik."


" Terimah kasih kak."


Kembali ku peluk kak Aulia , mencoba merasakan kehangatan kasih sayangnya untuk ku . Kakak ku ini memang sangat mengerti aku .


" Sudah Zel . Kamu tidur , jangan terlalu banyak pikiran ."


Aku mengangguk , segera berbaring dan memejamkan mata .


Ini harus ku terima dengan ikhlas , tidak boleh ada lagi penyesalan . Semoga malam ini tidak cepat berlalu .


\*\*\*\*\*


Aku berdoa memohon kepada Rabb ku agar di beri kemudahan dan kekuatan dalam segala hal , dalam menghadapi hari ini .


Tenggorokan ku rasanya sangat kering . Aku berjalan ke dapur tanpa menghidupkan lampu . Pencahayaan dari lampu di luar sudah cukup terang bagi ku .


Aku melihat se sosok laki laki membuka kulkas , dengan keadaan dapur yang masih gelap . Hanya ada cahaya dari dalam kulkas . Sepertinya aku sangat kenal dengan punggung itu . Aku berjalan pelan ke arah kulkas .


" Kakak , aku kangen!"


Ku peluk kak Arfan dari belakang . Dia memutar badan dan ternyata ...

__ADS_1


" aaaaaaaaaa!!!!"


Farhan membekam mulut ku agar tidak berteriak lagi . Sumpah aku syok! Kukira kak Arfan ternyata anak lelaki ini .


" Ngapain kamu di sini ?"


" Mau minum , haus . Kamu kenapa meluk aku? Nggak sabar ya ?"


Farhan menaik turunkan alisnya .


Sejak kapan dia jadi centil begini? .


" Maaf aku kira kak Arfan ."


"Mmmm, by the way , kamu cantik juga tanpa jilbab."


Tanpa jilbab? Ku raba kepala ku . Ternyata rambut panjang ku tergerai bebas .


Astagfirullah..! Aku berlari masuk ke kamar .


Sumpah! Pagi ini sangat memalukan !


Nanda maafkan aku yang sudah memeluk calon suami mu .


Ayam sudah berkokok riang pagi ini . Semua orang dengan sibuk dengan urusannya masing masing untuk persiapan pernikahan Nanda . Tapi, calon pengantin masih sangat nyenyak setelah tadi malam masuk ke kamar pukul dua belas lebih .


# Jangan lupa vote , like N coment 🌹

__ADS_1


# Salam manis dari author


# Happy reading


__ADS_2