
Tok tok tok!
" Dek , ini kak Aulia . Kakak boleh masuk ?"
Hah, kak Aulia? Kakek ke sini juga bawa baby Khumaira yang baru satu tahun . Keluarga ku kompak sekali membuat hati ku hancur . Kalau sudah begini , mana mungkin aku bisa pulang besok? Atau aku harus menghadiri acara pernikahan Farhan ? Untuk yang satu ini , aku tidak akan kuat !.
" I... iya kak masuk aja."
Kak Aulia duduk di tepi ranjang .
" Dek , kamu yakin dengan semua ini?"
"Kamu bener bener udah siap dengan semua resikonya?"
" Iya aku siap kak."
" Ini nggak main main dek. Kamu nggak boleh nyesel nantinya. Kamu harus kuat ya . Kakak sayang banget sama kamu . Kakak nggak mau nantinya kamu sedih dengan keputusan ini."
Kata kata kak Aulia sukses membuat air mata yang ku tahan tahan meluncur bebas .
" Kak..."
Ku peluk kak Aulia , ku tumpahkan segala sesak yang memenuhi dada Ku .
" Insyah Allah aku kuat kak . Ini semua sudah jalan ku kan? Apa pun resikonya nanti akan ku hadapi , kak . Allah selalu bersama ku kan kak ?"
Aku melepaskan pelukan ku dan menatap kak Aulia .
__ADS_1
" Syukurlah , kalau kamu sudah bisa bersikap dewasa . Sudah , hapus air mata mu! Jangan sampai besok malah membengkak."
Kak Aulia mencoba mengusap pipi ku dengan lembut .
" Besok kamu harus terlihat cantik dan bahagia . Jangan biarkan orang lain melihat mu lemah ya ? Kakak sudah siapkan baju untuk mu besok agar kamu terlihat lebih cantik."
" Terimah kasih kak."
Kembali ku peluk kak Aulia , mencoba merasakan kehangatan kasih sayangnya untuk ku . Kakak ku ini memang sangat mengerti aku .
" Sudah Zel . Kamu tidur , jangan terlalu banyak pikiran ."
Aku mengangguk , segera berbaring dan memejamkan mata .
Ini harus ku terima dengan ikhlas , tidak boleh ada lagi penyesalan . Semoga malam ini tidak cepat berlalu .
\*\*\*\*\*
Aku berdoa memohon kepada Rabb ku agar di beri kemudahan dan kekuatan dalam segala hal , dalam menghadapi hari ini .
Tenggorokan ku rasanya sangat kering . Aku berjalan ke dapur tanpa menghidupkan lampu . Pencahayaan dari lampu di luar sudah cukup terang bagi ku .
Aku melihat se sosok laki laki membuka kulkas , dengan keadaan dapur yang masih gelap . Hanya ada cahaya dari dalam kulkas . Sepertinya aku sangat kenal dengan punggung itu . Aku berjalan pelan ke arah kulkas .
" Kakak , aku kangen!"
Ku peluk kak Arfan dari belakang . Dia memutar badan dan ternyata ...
__ADS_1
" aaaaaaaaaa!!!!"
Farhan membekam mulut ku agar tidak berteriak lagi . Sumpah aku syok! Kukira kak Arfan ternyata anak lelaki ini .
" Ngapain kamu di sini ?"
" Mau minum , haus . Kamu kenapa meluk aku? Nggak sabar ya ?"
Farhan menaik turunkan alisnya .
Sejak kapan dia jadi centil begini? .
" Maaf aku kira kak Arfan ."
"Mmmm, by the way , kamu cantik juga tanpa jilbab."
Tanpa jilbab? Ku raba kepala ku . Ternyata rambut panjang ku tergerai bebas .
Astagfirullah..! Aku berlari masuk ke kamar .
Sumpah! Pagi ini sangat memalukan !
Nanda maafkan aku yang sudah memeluk calon suami mu .
Ayam sudah berkokok riang pagi ini . Semua orang dengan sibuk dengan urusannya masing masing untuk persiapan pernikahan Nanda . Tapi, calon pengantin masih sangat nyenyak setelah tadi malam masuk ke kamar pukul dua belas lebih .
# Jangan lupa vote , like N coment 🌹
__ADS_1
# Salam manis dari author
# Happy reading