
Selesai menjalankan kewajiban ku, aku keluar kamar untuk membuat es jeruk. Rasasnya tenggorokan ku kering.
Aku dan Farhan tinggal di rumah ini hanya berdua. BERDUA! karena mama papa mertuaku tinggal di rumah mereka sendiri. Rumah ini khusus di beli untuk aku dan Farhan.
" Sayang, aku juga haus. "
Hah, bunyi bunyian apa barusan? Dia bilang apa tadi? sayang? Kemana saja dia sejak beberapa tahun yang lalu?
Aku menatap tajam farhan, dengan tatapan apaan sih Lo? Sayang, palak Lo peyang?!
"Kenapa? aku salah ya, sayang?"
Sumpah! Ini seperti bukan Farhan!
" Sepertinya kita harus banyak bicara!" Aku menuju ruang keluarga lalu di ikuti oleh Farhan.
"Aku haus, sayang."
Farhan mengambil es jeruk ku dan minum di tempat ku minum tadi? Tapi kan .. tapi ..
Farhan pindah duduk di sebelah ku dengan tatapan yang sumpah, kalau bukan dalam keadaan jengkel seperti ini , pasti sudah membuat ku megap megap kehabisan oksigen. Tapi, tidak untuk saat ini! ku balas dengan tatapan membunuh Ku. .
" Kamu mau bicara tentang apa , sayang?"
" Berhenti memanggil ku dengan sebutan mengerikan itu."
"Kenapa?"
__ADS_1
"Dan berhenti sok polos seperti itu!"
"Kenapa?"
"Farhan!"
Emosi ku sudah naik sampi di ubun ubun. Maafka aku ya Allah, sudah membentak suami ku yang menyebalkan ini.
" Iya, sayang. Kenapa sih?"
Tuh kan, sok manis banget!
"Aku mau kita pisah ranjang!"
"Eh, nggak bisa gitu dong! Atau mau aku aduin ke ayah bunda kamu?" ancamnya, yang serius itu nggak banget.
"Karena aku sayang kamu" katanya menirukan jargon jargon pasaran ..
"Norak!"
" Biar norak, tapi kamu cinta mati kan?" Farhan mengedipkan sebelah matanya kepada Ku. Genit sekali.
". Tidak lagi , bahkan aku muak melihat mu. "
Segera aku membuang muka, tidak ingin melihat wajah Farhan . Aku tidak ingin pertahanan Ku jebol. Lalu akhirnya berhenti dengan memeluk Farhan sambil menangis. Tidak ada respon dari Farhan. Dia hanya diam . Nah, ini baru Farhan yang aku kenal.
"Gak bisa gitu dongk! Itu namanya habis manis aku di buang. Dulu kan kamu yang ngejer ngejer aku. Dan aku mau , kamu tetep kayak dulu selalu ngeganggu kehidupan ku , menuhin pandangan ku, dan bikin ribet semua urusan ku ."
__ADS_1
Aku salah! Ternyata Farhan sudah benar benar aneh!
Aku hanya melongo melihat dia berbicara panjang lebar.
" Dan kamu tahu? Ini perintah dari seorang suami!"
Aku benar benar melongo! Bagaimana mungkin dia menggunakan status itu untuk menjebak ku begini? Licik!
" Dan satu lagi, kamu harus tetap mencintai ku seperti dulu."
Tatapannya menghangat ke arah ku. Aku yakin itu bukan perintah , tapi permohonannya.
" Jangan harap!!"
\*\*\*\*
Farhan's POV
"Jangan harap!!"
Suara Fiana begitu nyaring di telinga ku. Sepertinya dia ingin menguji kesabaran ku. Istriku yang menggemaskan. Belum juga benjol di kepala ku hilang akibat di dorongnya tadi, sekarang gendang telinga ku rasanya akan pecah mendengar teriakan nyaringnya.
Dia jadi berubah seperti macan setelah tiba di sini. Padahal tadi sebelum ke bawa kemari, kami sempat mendapat ceramah panjang dari keluarga , tapi seperti tidak di dengar olehnya . Anehnya lagi , tadi dia yang memelukku waktu tidur, lalu aku yang di tendang dan di dorong . Padahal dia nggak aku apa apain . Huh , dasar!
#Jangan lupa vote like N coment
#salam manis dari author 🥰
__ADS_1
# Happy reading