
Fiana duduk di bangku taman sambil mengetikkan balasan pada Nanda .
Angin meniup jilbab lebarnya . Udara sejuk di hirupnya dalam dalam .
^^^Kenapa dia malah hadir lagi? Aku sedang berusaha melupakannya , tapi dia malah bersikap manis begitu . Ya Rabb , apa lagi cobaan ini? Teguhkan hatiku di dalam hijrah ini . ucap Fiana dalam hati .^^^
Seseorang menyodorkan es krim kepada Fiana . Fiana berpikir bahwa Nanda sangat mengerti kalau dirinya butuh sesuatu yang menyejukkan .
" Kamu dari mana aja sih nan? kakak sendirian bingung mau kemana ."
Fiana menikmati es krim stroberi sambil mengedarkan pandangannya di rerumputan .
" kakak pengen ke alun-alun . Temenin yuk , nan ."
Fiana menggandeng tangan Nanda . Tapi , tunggu dulu! Ini seperti ada yang aneh .
Sejak kapan tangan Nanda jadi sebesar ini ?
Fiana melihat ke arah sosok yang ia gandeng .
" Astagfirullah! maaf mas , saya tidak sengaja ." Fiana menghempaskan tangan lelaki itu dengan kasar lalu kembali menundukkan pandangannya .
" Hahaha... kamu lucu sekali Fiana."
hah? apa barusan? dia tau namaku
" Dari mana mas tau nama saya?"
" Haha , setelah hape ku terjun bebas , bahkan kamu lupa pada ku ? tak ada niat mencari ku untuk sekedar minta maaf gitu ?"
__ADS_1
Fiana mengingat lelaki yang ditabraknya di kapal waktu itu , yang membuat hapenya terjun bebas di lautan .
" Oh iyaa.. saya ingat.. mas mas sombong waktu itu ."
" Sombong? Ya Tuhan ! bahkan kita baru bertemu sekali kamu sudah seperti mengenal ku seribu tahun . Aku tidak seperti yang kamu kira . Lihat , aku sangat baik , tidak meminta ganti rugi .. Justru memberi mu es krim kan?"
Cerewet sekali lelaki ini , pikir Fiana.
" Iya , terimah kasih Mas , dan maaf untuk yang kemarin ." katanya sambil kembali menundukkan pandangan.
" Kakak ngapain di sini? Ayo pergi!
Entah dari mana datangnya Nanda . Tiba tiba dia sudah menggandeng Fiana menjauh dari Ardi . Aneh sekali .
Tidak biasanya di se-jutek itu . Dia melihat lelaki ini seolah akan ada bahaya yang mengancam . Hahaha , ada ada saja Nanda ini ..
Fiana benar benar menjauh dari Ardi .
\*\*\*\*\*\*\*
" Boleh aku duduk di sini ?"
Fiana mengalihkan pandangan ke arah suara yang sangat dia kenal .
Ngapain sih orang ini ?!
" Iya kak duduk aja nggak papa... santai aja kali ."
Fiana belum sempat melarang ketika Nanda mempersilahkan dengan entengnya .
__ADS_1
Tidak ingin ambil pusing , Fiana kembali menunduk menikmati makanannya dengan lahap , sebelum nafsu makannya benar benar hilang .
" Pelan pelan Fiana ."
Fiana meneruskan makan tanpa berniat menanggapi ucapan Farhan .
Farhan tidak protes , malah terdengar tawa Nanda dan Farhan .
Tunggu dulu! mereka seperti sudah kenal dekat. Sepertinya ada yang di sembunyikan dari aku deh!
" Kak Farhan jadi ambil kedokteran ?"
Suara Nanda mengagetkan Fiana . Nanda lebih tau tentang Farhan , bahkan Fiana tidak tahu Farhan kesini mau apa .
Dia mau ambil kedokteran ya? Calon dokter muda dong? Terus gue gimana?
Farhan dan Nanda masih berbincang dengan seru .Makanan sudah habis sejam yang lalu , tapi Nanda belumau beranjak dari sini .
Telinga Fiana sudah sangat panas , bahkan Farhan dan Nanda sangat akrab . Bagaimana mungkin ?
Sebegitu mengerikannyakah Fiana sampai sampai Farhan cuek bebek angsa sementara dengan Nanda bisa sehangat ini .
Bahkan tadi Fiana sempat melihat Farhan dengan gemas mencubit pipi Nanda sambil tertawa .
# Jangan lupa vote , like N koment
# Salam manis dari author 🥰
# Happy reading
__ADS_1