
Meoww.. meoww
Ku usap kepala kucing Farhan ini dengan lembut.
"Manis tau nggah? Aku kangen pulang ke kampung. Aku nggak suka tempat ini. Aku nggak suka harus selalu Deket Deket sama dia .. Aku mau pulang."
Meoowww...
Kucing manis ini seakan mengerti curaha hati ku. Kucing pintar.
" Kamu tahu bon? Aku sangat mencintai lelaki menyebalkan itu. Tapi, dia sendiri yang sudah menghancurkan hati ku. Jadi aku tidak salah kan dengan sikap Ki sekarang?"
Meoowww meoww. ...
Ku usap kepala kucing pintar ini. Aku bahkan berpikir, setelah menikah dengan Farhan kadar kewarasan ku berkurang. Bagaimana bisa aku curhat dengan seekor hewan?
Terdengar langkah kaki mendekat ke kamar ku. Bisa di pastikan itu suamiku yang menyebalkan. Aku manarik napas panjang .
" Zeela ayo makan."
Aku tak membuka suara. Aku hanya berdiri dan menggendong Bonbon ke ruang makan . Aku melihat Farhan sibuk menyendok nasi dan mengambilkan lauk untuk ku. Masakannya tampak menggoda, tapi itu tidak akan berhasil untuk ku. Aku masih saja diam.
__ADS_1
" Sayang , ayo makan." Farhan tersenyum hangat ke arah ku, ku balas dengan senyuman devil ku. Hah, dia pikir aku akan luluh? No way!"
Meoww meooww!
" Apa, bon? Kau lapar? Baiklah... ini makan."
Ku letakkan piring pemberian Farhan tadi yang penuh dengan lauk pauknya ke bawah untuk kucing pintar ini. Farhan menatap kecewa ke arah mu, sangat jelas.
" Kenapa ?" tanya ku sok polos.
" Apa kamu nggak bisa ngehargain aku sedikit? setidaknya, coba dulu , sedikit saja." suaranya terdengar sangat dingin. Aku tahu itu.
" Kamu kan yang ngajarin aku untuk gak perlu menghargai usaha orang lain. Ada yang salah dengan sikap ku. "
" Kenapa far? Nyesel udah nikahin cewek kayak aku? Kamu bisa menceraikan aku sekarang juga!"
"Azeela! Jaga bicara mu!"
" Kenapa? Aku berbicara sesuai keinginan ku. Seperti yang biasa kamu lakukan dulu. Tanpa peduli bagaimana perasaan ku. "
Nada suara kami semakin meninggi . Farhan terlihat meredam emosinya. Tapi tidak cukup sampai di sini. Aku belum puas . Katakanlah aku jahat , aku tidak peduli. Aku hanya ingin memberi lelaki egois ini pelajaran. Dia tidak bisa seenaknya saja mempermainkan perasaan ku.
__ADS_1
Farhan masih diam.
" Kamu meminta ku untuk belajar mencintai diriku sendiri kan? Dan aku sudah berhasil, bahkan aku sudah sangat mencintai diriku sendiri sampai tak ada lagi tempat untuk lelaki egois seperti mu."
"Zeela, bukan yang seperti ini maksudku , sayang." nada suaranya kembali meredah
Aku tidak suka ini. Aku ingin memancing kemarahannya. Bukan malah jadi melow begini.
"Lalu apa?!"
"Aku..."
"Sudahlah Farhan , aku muak!"
Aku berdiri dan bergegas ke kamar. Hancurlah sudah makan malam pertama kami.
Aku melepas jilbab lebar berwarna merah muda ini. Kepala ku sakit sekali. Aku berbaring sambil memijit pelan dahi ku. Teralalu banyak beban yang memenuhi kepala ku beberapa hari ini. Sungguh bukan ini yang ku mau sebenarnya .
Suara langkah kaki mendekat . Aku sudah malas berdebat. Ku putuskan untuk pura pura tidur lagi. Farhan mengusap lembut rambut ku , sangat lembut dan terkesan hati hati.
" Sayang, maafkan aku. Seharusnya kamu tahu alasan ku bersikap tak acuh padamu dulu. Bangunlah aku tahu kamu belum tidur. Biar ku jelaskan semuanya, Zeela"
__ADS_1
Aku bingung harus bangun dan ketahuan bohong lagi , atau terus terus pura pura tidur.