Kekasih Halal Ku

Kekasih Halal Ku
bab 32


__ADS_3

"Eh,gak boleh loh marah sama suami, dosa!"


Ah, bagus sekali senjatanya. Tepat kena sasaran.


"Iya deh iya, suami ku yang nyebelin ."


"Nah gitu dong, jadi istri yang imut dikit kenapa?"


"Aku dari dulu , emang udah imut . Dari kecil aja mas udah jatuh cinta , hehehe."


"Ah,, itu aku khilaf . jangan ke geeran deh kamu!"


Dia bilang khilaf?


"Ya kali, khilaf sampe bertahun tahun. "


"Ah, cerewet sekali istri ku. Sudah diam ! Nanti aku makin kangen loh."


"Alaaah... Mas mengalihkan pembicaraan , hahaha. Eh, mas aku kangen denger kamu nyanyi kayak di bus dulu sambil ngelirik lirik aku gitu, wkwkwk."


"Ya Allah percaya diri sekali istri ku hahah."


"Udah ah.. bohong dosa mas. Buruan nyanyi atau ku tutup telponnya." ancam ku.


*Di setiap malam aku rindu ...


Akan kehadiran diri mu


Ku terhimpit kesunyian malam


Karena kau tak ada di sisi ku


ohh,, kekasih ku


Di saat ku pejamkan mata ini


Bayang mu menjelma

__ADS_1


Di saat ku lelah tertidur


Ku terbuai dalam mimpi ku ..


Adakah.. engkau merasakan jua ..


Seperti apa yang kurasakan


Oh tuhan ...


Jangan di pisahkan cinta kita


Jagalah ...


Cinta ini sampai akhir hayat nanti ..


Semoga diri ku dan dirinya


Di beri kekuatan cinta


Agar mahligai cinta ini


Aku fokus mendengarkan nyanyian Farhan.


"Halo, Zela , dengerin aku nggak sih?"


"Denger mas, denger. Lagunya nggak ada yang lebih sedih lagi?"


"Hahah , aku tadi denger pengamen nyanyiin lagu itu, eh baper."


"Hahaha, pacar ku baper-an."


"Biarin, Yang penting ganteng. Udah ah, sana tidur ! Udah jam sembilan lewat. Selamat tidur , istri ku tercinta. Sampai bertemu dalam sujud nanti malam. Inget , jangan kalah sama jarak . Ini cuma sementara kok . Suatu saat , jarak akan kalah sama rasa rindu kita. Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam ."


Tuttttt!!

__ADS_1


Telepon terputus. Aku tersenyum menatap langit di teras kamar kos ku. Ya, aku tidak akan kalah atau pun menyerah dengan jarak.


Lautan tak seluas rindu yang kami tuangkan dalam lantunan doa. Allah hanya memberi kami jarak untuk berproses menjadi lebih dewasa. Ini bukan apa apa. Hanya tentang aku, kamu, dan jarak antara kita.


******


Farhan's POV


Siang malam .... siang malam.... siang malam...


Tak terasa empat bulan telah berlalu. Liburan semester sudah di depan mata. Seminggu lagi ! Nggak sabar bakal ketemu si labil. Eh si Zela maksudnya. Setidaknya, aku bersyukur masih ada jarak. Allah masih menguji kami dan membiarkan rindu bertumpuk sampai tidak karu karuan.


"Mas, mas Radit!"


Aku mendengar suara nyaring yang akhir akhir ini kembali akrab di telinga ku. Entahlah, aku tidak mengerti dengan gadis ini. Dia orang Jawa tulen. tapi subhanallah ...


Menurutku , dia mengalami penyimpangan. Tingkah lakunya , astagfirullah tidak ada lembut lembutnya sama sekali.


Aku lebih memilih pura pura tuli saat ini. Lindungi hamba dari godaan setan yang terkutuk ya Allah.


"Mas , ini aku bawakan makan siang."


Aku tetap asyik dengan ponsel ku.


"Mas ayo di makan. Aku masak sendiri nih."


Tak ku hiraukan


"Mass!!!"


Dia mengguncang lengan ku. Refleks aku menepisnya.


"Sudahlah Rin. Aku sedang sibuk. Jangan ganggu aku. Kamu tahu kan, aku ini pria beristri! Jadi, tolong jauhi aku."


"Tapi mas. Aku nggak peduli kamu sudah punya istri. Aku cinta sama kamu tulus. "


Lagi , Karin mencoba mencengkram lengan ku. .

__ADS_1


"Dan satu lagi Karin , berhenti mencoba menyentuh ku.!"


#


__ADS_2