
Air mata ku jatuh . Bima sudah keterlaluan .
"Pergi dari sini Bima !!!"
"Terus saja , Zela . Kamu memang selalu saja mengusir ku dari hidup mu. Dan lihat , kamu tidak pernah berhasil kan?"
" Apa yang kamu mau sebenarnya? tolong jangan ganggu aku lagi ,Bim! PERGI !!!"
"Kakak?!" Fino datang menghampiri kami. Aku membantu Farhan berdiri.
" Dari tadi gua udah ngingetin Lo, kan? Jangan buat keributan di rumah ini!"
Buugghhh!!
Bugghh
Bima tersungkur ke lantai .
" Itu sebagai ganti pukulan Lo buat kakak ipar gua tadi. Sekarang Lo pergi dari sini!! "
Buugghhh!!
Kali ini Fino menendang bokong Bima dengan keras.
Aku melihat Bima meringis, kemudian tersenyum licik.
" Boleh juga tenaga mu, Fin, Hahaha. Ya sudah , kakak pulang dulu ya , adik ipar."
__ADS_1
Bima menepuk pelan bahu Fino , tapi di tepisnya. Emosi adik ku memang terlalu tinggi, terutama jika berhubungan dengan ku.
" Pergi!!"
" Oke oke .. , kakak mu pergi dulu ya ."
Bima tersenyum sangat ramah. Dia berjalan santai seolah tak terjadi apa pun di sini. Aku tersenyum dan memeluk Farhan , tapi dia tiba tiba melepaskan pelukan ku dan pergi begitu saja .
Aku syok! Apa apaan ini ? Bukan kah tadi dia... dia... lalu sekarang , Farhan kenapa lagi?
Aku berlari mengejar Farhan yang sudah tenggelam di balik pintu kamar kami.
aku melihat Farhan sedang berbaring. Aku duduk di sebelahnya.
" Mass"
Hening.
Hening.
"Mass!"
" Apa? Tolong Azeela Alfiana Maharani , jangan ganggu aku dulu. Pergilah sana bersenang senang dengan teman mu. Anggap saja kamu gadis yang bebas melakukan apa pun tanpa perlu izin dari suami. Pergilah."
" Tap... tapi, Mas. Aku kan sudah minta izin sama kamu waktu itu. "
" Tapi , apa kamu ku izinkan ? Kalau bukan aku , siapa lagi yang ingin kamu dengarkan? Aku suami mu! coba ingat lagi! status mu sekarang bukan hanya anak , tapi juga istri!"
__ADS_1
Air mata mengalir begitu saja dari pipi ku. Ya , Farhan benar. Di sini akulah yg ber salah.
"Ma.. maaf ,Mas."
" Apa dengan maaf masalah kita selesai ? Apa dengan maaf , Bima sialan itu akan berhenti mengejar mu? Sudah ku bilang jangan pergi ..., tapi kamu masih saja tak mau menuruti ku! Sebenarnya kamu anggap aku suami atau tidak?!"
" Mas , tidak perlu berteriak. Ya , aku tahu aku salah. "
" Ya , kamu memang ber salah. Aku mengejar waktu terbang dari kota kemari hanya untuk bertemu kamu, untuk memberi kejutan pada istri ku tercinta. Tapi apa? Malah aku yang terkejut.! Setelah menunggu sepuluh jam lebih, aku melihat istri ku pulang di malam hari dengan laki laki lain."
Air mata ku sudah tak ada hentinya lagi mengalir. Semua yg di katakan Farhan benar. Sebegitu bodohnya aku.
" Jujur aku bingung dengan keadaan ini. Semua terserah pada mu saja, Fiana, aku lelah. Mungkin salah ku juga yang terlalu percaya diri dan Ter buru buru menikahi mu."
" Mas! kamu ngomong apa sih? Aku... aku..."
Belum sempat aku menyelesaikan kata kata ku, Farhan sudah keluar meninggalkan ku.
Air mata ku tak henti hentinya mengalir. Aku belum pernah melihat Farhan semarah ini , bahkan ini kali pertama dia membentak ku.
Aku sangat menyadari kesalahan yang ku buat. Aku yakin , suami mana pun tidak akan ada yang bisa menerima jika istrinya tidak menuruti perintah, pulang malam dengan laki laki lain, dan di lamar laki laki lain di depan suaminya!
Dan satu lagi , tadi Bima bilang kalau aku menyebut Farhan arogan? Sudah benar benar tidak waras laki laki itu.
#maaf author baru muncul
#salam manis dari author
__ADS_1