
"Selesai acara kita akan langsung pindah kerumah yang sudah saya sediakan untuk kita" Malik berkata sambil berbisik ke arah kikan.
"Kenapa gak tinggal dirumah ayah dan ibu dulu tuan" jawab kikan.
Saat ini malik sedang berkumpul diruang tengah bersama keluarga nya.
"Lik papa dan mama akan pulang terlebih dahulu nanti biar papa kirim supir untuk menjemputmu dan kikan" papa malik berkata sambil menghampiri sang anak.
"Iya pah" jawab malik.
Tak lama orang tua malik pun pamit. Rumah kikan pun sudah terlihat sepi hanya ada beberapa kerabat saja yang masih berada. Mereka masih membantu orang tua kikan
membereskan sisa acara pernikahan kikan.
Ayah kikan melihat malik yang duduk sendirian lalu menghampiri sang menantu.
"Nak malik....Apa kamu akan langsung membawa kikan.? tanya ayah kikan.
"Iyah pak saya akan langsung membawa nya. Apa bapak merasa keberatan.? tanya malik kepada sang mertua.
"Tidak nak....Sekarang kikan sudah memjadi istri kamu, sudah hak kamu untuk membawanya" jawab ayah kikan.
"Terima kasih pak" jawab malik.
"Loh kok bapak sih.Sekarang kamu sudah menjadi menantu saya jadi kamu juga harus memanggil saya sama seperti kikan" jawab ayah kikan sambil menepuk bahu malik.
__ADS_1
"Iya maaf yah" jawab malik.
Malik pun pergi kekamar setelah meminta ijin kepada mertuanya untuk menghampiri kikan.
Ceklek...Malik membuka pintu dan menghampiri kikan yang saat ini menjadi istri nya.
"Kikan" Panggil malik
eeummm....
"Kamu sudah membereskan barang yang akan kamu bawa nanti.? tanya malik.
" Sudah" jawab kikan singkat.
"Oh yah nanti setelah sampai rumah kita kamu dan saya tetap akan satu kamar karena bagaimanapun kamu sekaranfbistri saya" Malim berkata kepada kikan yang sedari tadi hanya diam.
"Kamu jangan memanggil saya tuan, saya tidak mau orang curiga....MENGERTI" jawab malik sedikit meninggi.
"Iya mas malik" kikan menjawab sedikit bergetar.
Kikan dan Malik keluar dari kamar nya sambil membawa koper dan menghampiri ayah dan ibu untuk meminta ijin kepada mereka.
"Ayah,Ibu kikan pamit karna kikan akan pindah kerumah mas malik" kikan memeluk orang tuanya sambil menagis.
"Iya nak kamu hati hati ya sayang ibu pasti akan merindukan kamu" jawab ibu berusaha menahan air mata agar tak terjatuh dihadapan anaknya.
__ADS_1
"Yah kikan pamit ya, kalian jaga diri dirumah janga lupa selalu cek kesehatan ayah ya" kikan menghambur memeluk sang ayah menahan sesak didadanya.
"Kamu jaga diri juga ya nak, jangan lupa sering main kerumah ya sayang" jawab ayah kikan memeluk anak semata wayang nya.
"Yah, bu Malim dan kika. pamit ya" jawab malim sambil mencium tangan mereka.
*****
Sampai dirumah Malik dan kikan turun dari mobil. Malim langsung turun tanpa menghiraukan kikan yang sedang bersusah payah mengangkat kopernya.
"Mas malik" Panggil kikan.
Malik hanya mengok sebentar dan langsung masuk kedalam.
"Jahat banget sih kamu mas, padahal ini kan berat banget" kikan berguman sambil menarik koper nya pelan.
Masuk kedalam rumah kikan menghampiri malik yang sedang duduk sopa sambil menyilangkan kaki nya.
"Mas bantuin aku, ini sedikit berat bantu bawa ke kamar ya" jawab kikan meminta.
"Baru sesikit kan berat nya gak banyak" jawab malik dingin.
Kikan terpaksa menyeret kopernya perlahan kedalam kamar.
Penderitaan ku seperti nya akan dimulai sekarang dirumah ini....Kuat kikan kamu pasti bisa melalui semua ini. Batin kikan berusaha agar tidak menangis.
__ADS_1
Kikan membereskan pakaian yang berada dikoper dan memasukan kedalam lemari.