Kepalsuan Cinta

Kepalsuan Cinta
Marah


__ADS_3

"Sayang aku berangkat dulu yah" Ucap Malik.


"Mas nanti siang boleh gak aku anter makan buat kamu.? Tanya Kikan.


"Boleh dong sayang" Jawab Malik.


"Ya udah Mas jalan ya, kamu dirumah baik-baik nanti kabari aku kalau jadi kekantor" Ucap Malik.


Setelah Malik berangkat Kikan merasakan pusing untuk meredakan sakitnya Kikan berbaring dikamar. Kikan mengerjapkan mata melihat jam lalu bergegas bangkit.


"Ya ampun aku kesiangan, mana belum masak makan siang untuk Mas Malik" Ucapnya.


Kikan langsung turun kebawah menyiapkan bahan lalu mulai mengiris sayuran dan beberapa lauk lainnya.


Hampir 1 setengah jam Kikan masak dan akhirnya selesai juga. Kikan lalu memasukannya kedalam rantang dan iapun naik keatas untuk mandi dan berganti pakaian.


"Kenapa pusingnya gak hilang juga ya ditambah sedikit mual" Guman Kikan.


Diperjalanan menuju kantor Kikan kembali mengingat isi pesan tersebut. "Semoga hanya pikiranku saja" Guman Kikan.


Sampai kantor Kikan masuk kedalam menuju lift karena Kikan pernah bekerja sebelumnya jadi ia sudah tahu letak ruangan Malik.


"Kikan mau apa kamu disini.? Tanya sekretaris Malik.


"Mau bertemu Pak Malik" Jawab Kikan.


"Pak Malik sedang sibuk jadi kamu gak bisa ketemu" Ucapnya lagi.

__ADS_1


"Saya udah ada janji dengannya" Ucap Kikan.


"Gua bilang bos lagi sibuk, dibilangin ko gak ngerti...Pergi sana" Ucap sekretaris Malik sedikit kasar.


Entah keberanian darimana Kikan menerobos masuk kedalam ruangan Malik.Lisa tak bisa mencegahnya karena sudah keduluan oleh Kikan.


Dan betapa kagetnya Kikan karena saat ini Malik sedang duduk berdua dengan Cindi, tampak Cindi memegang tangan Malik


"Sayang, kamu disini? Tanya Malik yang kaget melihat Kikan sudah ada diruangannya


"Mas Malik.! Seru Kikan melihat Malik yang sedang berduan dengan seorang wanita.


"Sayang ini gak seperti yang kamu liat" Ucap Malik menghampiri istrinya.


"Stop jangan dekati aku" Ucap Kikan.


"Kamu salah paham sayang" Jawab Malik.


"Jelas-jelas aku liat sendiri kamu lagi berduaan dengan perempuan itu" Ucap Kikan sambil menatap tajam Cindi.


"Sudahlah Malik kamu terus terang saja kalo kita tuh memang pacaran. Bukankah kamu menikahi dia karna terpaksa" Ucap Cindi mengandeng tangan Malik.


Kikan yang tak tahan melihat pemandangan didepannya langsung lari keluar ruangan.


"Sudah berapa kali aku bilang kekamu jangan pernah mengusik kehidupan aku" Ucap Malik dengan nada marah.


"Hahahahah ingat Malik, aku akan terus mendekatimu terlebih kamu memilih menikah dengan perempuan kampung itu" Jawab Cindi

__ADS_1


Tak lama Alex masuk dengan membawa security dan langsung menyuruh mereka menyeret Cindi kembali.


"Inget Pak, jika wanita ini datang kembali jangan ijinkan dia masuk.! Seru Malik dengan nada marah.


"Lex kamu dikantor, aku akan pulang mememui Kikan dia tadi terlihat begitu marah melihat aku dengan Cindi" Ucap Malik kepada Alex.


"Kalo ada hal penting kamu bisa datang kerumah" Ucapnya lagi.


Dengan perasaan khawatir Malik mengendarai mobilnya dengan cepat berharap sampai rumah dan menemui sang istri.


Satpam membukakan gerbang saat melihat mobil Malik.


"Apa Kikan sudah dirumah Pak.? Tanya Malik kesatpam rumah.


"Sudah Pak baru aja, tapi nona terlihat menangis" Jawabnya.


Malik berlari membuka pintu dan mencari istrinya kekemar mereka, saat pintu terbuka Malik melihat Kikan sedang mengemasi baju kedalam koper.


"Sayang apa-apaan sih Kamu" Ucap Malik mengambil koper Kikan dan membuangnya.


"Seharusnya aku yang tanya kamu...Apa maksud kamu.? Tanya Kikan.


"Kalau kamu memang punya kekasih kenapa kamu menikahi aku Mas.? Apa aku terlihat seperti wanita bodoh yang gampang kamu bohongi.? Tanya Kikan seraya meneteskan air matanya.


"Cindi itu hanya mantan aku" Jawab Malik.


"Dengerin aku kita tuh udah gak ada hubungan apapun. Kamu percaya yah sama Mas, aku gak mungkin menghianati kamu" Ucap Malik.

__ADS_1


__ADS_2