Kepalsuan Cinta

Kepalsuan Cinta
Permintaan Maaf Malik


__ADS_3

    Malik membawa Kikan ke apartemen milik Alex, ia mengandeng pelan agar Kikan nyaman saat bersama nya.


    Kikan lebih banyak diam dan tampak membuat muka saat sampai dipintu apartemen, Alex yang mendenga suara bel bergegas membuka nya. Alex terkwjut saat melihat siapa yang bersama Bos nya.


   "Nona Kikan.!!!!! silahkan masuk." Ia membuka pintu lebar memyuruh Kikan masuk kedalam, Alex melihat perut Kikan yang membesar lalu melirik Bos nya yang hanya mendapak gelengan kepala.


   Malik berjalan dibelakang Kikan "Duduk sayang."


   "Apa yang kamu ingin bicarakan Mas, sampai aku dibawa ke sini.? Tanya Kikan tanpa basa basi.


   Malik bersimpuh dihadapan Kikan. "Mas minta maaf Kan atas semua perlakuan Mas kepadamu." Malik memegang kedua tangan Kikan.


   "Tidak ada yang perlu dimaafkan Mas, pernikahan kita dari awal memang sudah salah. Aku seharusnya tidak jatuh cinta padamu." Sarkas Kikan dengan nada emosi.


   "Jangan berkata seperti itu Sayang, Mas bener-bener menyesal. Mas waktu itu cemburu buta melihat kamu menemui Bara. Malik menundukan wajahnya dipangkuan Kikan.


   "Maaf Mas sepertinya sudah tidak ada yang dibicarakan lagi." Kikan hendak bangun.


   "Jangan pergi sayang, Mas mohon jangan tinggali Mas."


   "Aku tidak salah dengar Mas, bukah kah Mas yang pergi meninggalkan aku. Apa ingatan Mas bermasalah." Bentak Kikan, Emosi yang berbulan-bulan ia tahan akhirnya terluapkan juga.

__ADS_1


   "Mas sadar dimana harga diri aku di injak oleh kamu, luka yang kamu berikan sangat membekas di hati aku. Mas tega meninggalkan aku di saat hubungan kita sudah berjalan baik." Kikan tak kuasa menahan tangisnya.


   Tangisan Kikan pecah, Malik langsung memeluk nya "Mas akui salah, sekali lagi maafkan Mas."


   "Tolong tetap bersama Mas." Isak Malik seraya mengelus perut Kikan.


    "Apa ini anak kita.? Malik menatap Kikan.


   Belum ada jawaban apapun tiba-tiba pintu apartemen di buka paksa oleh seseorang.


  "Kakak." Adin mendorong Malik dan menarik Kikan agar segera bangun dari sofa.


   "Untuk apa kamu menemuinya.? Adin nampak marah.


   Malik segera mengejar " Pak Adin tolong berhenti."


   Adin berbalik dan menonjok wajah Malik dengan brutal ada sedikit darah keluar dari sudut bibir Malik, Alex membantu untuk menghajar Adin akan tetapi ditahan oleh Malik.


"Jangan Lex." Malik berusaha berdiri meminta bantuan Alex agar bisa memapahnya.


Kikan menangis melihat Malik seperti itu. "Kak, apa yang Kakak lakuin.?

__ADS_1


"Dia pantas mendapatkan itu." Ucap Adin.


"Pak Adin, ada hubungan apa Bapak dengan Istri saya.?


"Apa kamu bilang Istri,,, Istri yang kamu sia-siakan maksudnya." Sarkas Adin.


"Sayang, Mas minta penjelasan ada hubungan apa kamu sama Pak Adin.? Malik melihat Kikan dengan wajah yang terlihat pucat.


"Kak Adin,, Kakak sepupu aku Mas." Ia terisak.


Malik dan Alex terkejut " Sebaik nya kita bicarakan masalah ini didalam Pak Adin." Alex berusaha menengahi.


"Jangan ada kekerasa lagi, tidak baik juga terhadap Kikan dan kandungannya."


"Aku mohon Kak, kita kedalam." Ajak Kikan yang sedari tadi memegang perut nya yang terasa kram.


Mereka berempat duduk disofa Alex mengambil kotak obat dan hendak membersihkan luka Bos nya.


"Aku saja yang obati Pak Alex.!!!! Pinta Kikan, Alex pun memberikan kotak itu.


Baru saja akan mengolesi wajah Malik dengan obat luka. "Mas perut aku sakit." Kikan memegang perutnya.

__ADS_1


Mereka bertiga lantas panik bukan main saat Kikan.


__ADS_2