
Malik dan Kikan menuju lift menekan tombol tak lama pintu terbuka mereka masuk kedalam. Malik menekan angka 6 dimata terletak kamar yang akan mereka tempati.
"Sayang nanti kamu masuk duluan ya" pinta Malik.
"Kenapa mas.??? tanya Kikan.
"Mas mau bertemu Alex sebentar masih ada pekerjaan yang harus mas tangani" jawab Malik.
Saat lift terbuka hanya Kikan yang keluar sebelumnya Malik suka memberikan kuncu card kepada Kikan.
Kikan memasuki kamar yang menurutnya super besar. Kikan melihat isi kamar mulai dari tempat tidur, lemari bahkan kamar mandi.
Kikan kearah balkon dan mendapati pemandangan yang sangat indah kamar hotel yang mereka tempati berhadapan langsung dengan pantai.
Sekitar 30 menit kemudian Malik memasuki kamar mencari sosok sang istri yang ternyata sedang berdiri dibalkon kamar.
"Sedang apa sih sayangnya mas.?? tanya Malik yang langsung memeluk Kikan dari belakang.
"Pemandangannya bagus ya mas" ucap Kikan.
"Iya,,,tapi lebih bagus lagi melihat kamu" jawab Malik.
"Ihhh gombal" jawab Kikan yang langsung berbalik mencubit tangan Malik.
__ADS_1
"Aauwww mas gak gombal ya sayang" jawab Malik pura-pura meringis.
"Maaf mas" ucap Kikan yang merasa bersalah mencubit suaminya.
"Loh kok minta maaf sih...Mas gak apa ko" jawab Malik memegang tangan Kikan.
"Sayang apa mas boleh meminta hak mas sekarang.??? tanya Malik yang masih setia menatap istrinya.
Kikan menganguk malu....Lalu berkata " Boleh mas aku halal untukmu".
Tanpa menunggu lama Malik mengendong Kikan ala bridal style (begitu bukan sih tulisannya) berjalan kearah kasur dan menidurkan Kikan. Malik yang saat ini berada diatas mencium Kikan mulai dari kening, mata, hidung, pipi dan bibir.
Kikan yang merasa malu menutup rapat dengan selimut.
Tak ingin berlama-lama Malik menjalankan kewajibannya sebagai seorang suami dan terjadilah apa yang harus terjadi.
Malik mengusap air mata sang istri karena menahan sakit.
"Maaf ya sayang, mas membuat kamu sakit" ucap Malik memeluk sang istri dari belakang.
"Gak apa mas Kikan senang sudah menjalankan kewajiban Kikan sebagai seorang istri" jawab Kikan membalikkan badan menatap suaminya.
"Terima kasih ya sudah menjaganya buat mas" ucapnya lagi.
__ADS_1
"Sama-sama mas" jawab Kikan malu.
"Mas gak akan meninggalkan aku kan" ucap Kikan saat Malik ingin memejamkan mata.
"Kamu jangan berpikir gitu ya sampai kapanpun mas akan selalu bersama kamu. Sekarang kita tidur ya mas cape banget" jawab Malik mengecup kening Kikan.
Paginya Kikan terbangun perut dan kakinya terasa berat Kikan melihat samping yang ternyata Malik sedang memeluknya seperti guling. Kikan mengangkat tangan dan kaki Malik secara pelan agar tidak membangunkan suaminya.
"aaauuwwww" rintih Kikan saat ingin bangun dari kasur.
Malik yang mendengarpun membuka matanya dan melihat istrinya sedang kesusahan.
"Kenapa sayang.??? tanya Malik.
"Perih mas" jawab Kikan.
"Coba mas liat" jawab Malik tanpa malu.
Kikan menepuk lengan Malik " Iiiihhh mas apaan sih" jawab Kikan yang mukanya sudah merah.
"Loh gak apa sayang kan mas sudah merasakannya" jawab Malik mengedipkan sebelah matanya.
Tanpa menunggu jawaban Malik membopong Kikan kearah kamar mandi. Kikan yang ingin berontak langsung diam dengan ancaman Malik.
__ADS_1
"Kalo kamu gak mau diem mas bakal lakuin itu lagi ya" ucap Malik sedikit mengancam.