
"Aku gak tau Mas, sekarang kamu keluar aku lagi ingin sendiri" Ucap Kikan.
"Kamu jangan membuat kesabaran aku habis ya. Mas sudah bilang kalau tidak ada hubungan dengan Cindi.!!!! Seru Malik marah.
"Lho ko malah jadi kamu yang marah, seharusnya itu aku yang marah Mas. Melihat kamu sedang bermesraan dengan wanita lain" Ucap Kikan tak mau kalah.
Malik yang sudah dipenuhi emosi langsung menarik tangan Kikan dan membantingnya diatas kasur. Kikan berusaha melepaskan diri tetapi Malik lebih kuat dan mulailah permainan Malik walau dengan paksaan.
Hampir satu jam Malik baru melepaskan Kikan, setelahnya Malik kekamar mandi membersihkan diri sedangkan Kikan sudah terlelap tidur.
Sehabis membersihkan diri Malik mengerikan rambutnya lalu duduk disamping tempat tidur , memperhatikan Kikan yang tampak begitu cantik. Malik membelai pipi istrinya. "Maaf kan Mas,,sayang" Ucapnya pelan.
"Kamu pasti kesakitan karena ulah Mas".
Kikan mengerjapkan matanya dan medapati Malik yang sedang menatapnya dengan intens.
"Kamu udah bangun sayang" Ucap Malik.
Kikan hanya diam lalu berbalik memungungi suaminya.
Karena tak ada tangapan Malik keluar kamar, saat Malik sudah keluar Kikan bangun dan langsung membersihkan sisa keringat yang masih menempel dibadannya.
__ADS_1
..........
Satu Minggu dari kejadian itu Kikan tak pernah bicara lagi dengan Malik, biarpun Malik berusaha membujuk istrinya untuk tak marah lagi.
"Lex, Kikan sudah seminggu ini tak mau bicara dengan saya" Ucap Malik.
"Memang Kikan masih belum memaafkan bos.? Tanya Alex.
Malik mengeleng pelan "Belum" Jawabnya.
"Gini aja bos, gimana kalau bos ajak Kikan untuk berbulan madu. Kan selama bos menikah, bos belum pernah mengajak Kikan kemanapun.!!!! Seru Alex memeberi saran.
"Benar juga kamu Lex" Jawab Malik.
"Siap bos" Jawab Alex.
Dengan perasaan senang Malik segera menyelesaikan pekerjaan kantor dengan cepat.
"Aku kangen kamu Kikan" Ucap Malik...."Rasanya sangat sakit saat kamu mendiamkan Mas"....
Dirumah Kikan sedang memasak makan malam untuk mereka berdua, walau sedang marah tapi kikan tidak pernah meninggalkan kewajibannya sebagai seorang istri.
__ADS_1
Saat sedang menata piring diatas meja, ada yang memeluknya dari belakang. "Sayang,,,Mas kangen sama kamu" Ucap Malik seraya mencium pipi Kikan.
"Jangan diamkan Mas terus yah,, Mas minta maaf sama kamu"....."Hhhhmmmm gimana kalau kita pergi bulan madu. Kamu mau gak.? Tanya Malik.
Kikan berbalik menghadap suaminya.."Kenapa baru sekarang mengajak aku, apa yang sedang kamu rencanakan.? Tanya Kikan menatap lewat wajah suaminya.
"Sayang beberapa bulan ini aku sibuk, jadi belum sempet ngajak kamu...Sekarang aku ada waktu jadi kita bisa senang-senang"Ucap Malik menangkup kedua pipi Kikan Lalu mengecup sekilas bibir istrinya.
"Kamu mau kemana, aku akan turuti semua keinginan kamu.? Tanya Malik.
"Terserah kamu" Jawab Kikan singkat.
Malam ini mereka menghabiskan waktu dengan begitu bahagia. Tak lupa, permintaan maaf dari Malik yang tidak tegas terhadap mantanya.
"Aku janji mulai saat ini, aku akan jaga jarak dengan Cindi" Ucap Malik.
"Janji" Jawab Kikan menautkan kelingkingnya dan Malik.
"Iya janji, aku gak mau kamu mendiamkan Mas, karena Mas gak suka dan Mas merasa kangen dengan Istri Mas yang bawel ini" Jawab Malik kembali...
Saat sedang mengobrol hp Malik berbunyi dan tertera nama Cindi. Tanpa pikir panjang Malik langsung merijeknya dan memblokir nomor tersebut.
__ADS_1
"Sekarang kamu percaya kan sama Mas.? Tanya Malik.
Kikan langsung memeluk suaminya dengan erat.."Makasih ya Mas" Ucapnya.