Kepalsuan Cinta

Kepalsuan Cinta
Memulai


__ADS_3

"Boleh apa mas" jawab Kikan.


"Aku ingin memulai dari awal dengan mu kan, aku ingin kita menjalankan pernikahan ini seperti pada umumnya" seru malik.


"Aku.....Belum sempat Kikan berbicara Malik sudah menyambar bibir Kikan. Malik sedikit mengigit bibir kikan agar terbuka lidah mereka pun saling menyatu dan lama kelamaan menjadi begitu intens tangan kanan malik memegang tengkuk leher kikan sedangakan tangan kiri nya memegang pinggang sang istri.


"Manis.!!!! seru Malik seraya melepaskan ciuman tersebut.


Kikan merasa malu dengan apa yang sudah terjadi barusan.


"Maaf mas aku mau mandi dulu.!!!seru Kikan berlari kekamar mandi.


"Deggg... Perasaan apa ini kenapa jantung ku berdetak kencang...." Kikan berbicara pelan kepada diri nya.


Sadar kikan jangan terbawa suasana. Batin kikan meyakinkan.


"Kenapa ciuman ini serasa berbeda padahal aku sudah terbiasa berciuman dengan banyak wanita tapi hanya Kikan yang bikin jantung ku berdetak lebi cepat" Malik berkata.


Kikan selesai dengam ritual mandinya dia pun duduk di meja rias. Malik memghampiri Kikan sambil memegang pundaknya.


"Biar mas yang keringkan rambutmu.!!!!seru Malik.


"Gak usah mas" tolak Kikan.

__ADS_1


"Udah gak apa" jawab Malik mengusap rambut Kikan dengan pelan menggunakan handuk.


"Sudah selesai sekarang aku mau mandi dulu...! seru Malik kepada istrinya.


Malik berjalan kekamar mandi. Setelah selesai ia duduk diatas kasur seraya mengeringkan rambutnya. Malik melirik Kikan yang sedang merapikan selimut diatas sofa.


"Kamu sedang apa...!!!!seru Malik


"Merapikan selimit ini supaya nanti pas tidur gak berantakan..." jawab Kikan.


Hhmmm berjalan menghampiri Kikan.


"Sini...Mulai sekarang kamu tidur dikasur, kita akan berbagi ranjang..." Malik berkata memegang tangan Kikan dan menuntunnya ke arah kasur.


Kenapa mas Malik jadi baik gini ya. Batin Kikan heran.


Kikan berbaring diatas kasur tak lama Malik pun ikut berbaring mereka saling memunggungi....Beberapa menit berlalu bahkan jam mata mereka juga masih terjaga.


Kikan berbalik begitupun dengan Malik. Mata mereka saling bertemu Malik memandang Kikan dengan intens begitu pun dengan Kikan.


"Mas belum tidur...?? tanya Kikan.


"Belum..."jawab Malik.

__ADS_1


"Mas apa mama berbicara kepada kamu...? Kikan bertanya.


"Maksudnya..." Malik berpura pura tak mengerti.


"Apa kamu dimarahin sama mama makanya kamu bersikap baik kepadaku...!!!! seru Kikan.


"Kikan kamu ini sekarang istri aku, bagaimana keadaannya sekarang kita itu sudah menjadi satu karena pernikahan bagi ku itu sakral..." jawab Malik panjang lebar.


"Tapi kemarin kamu kasar sama aku mas..." Kikan berkata.


Malik memegang pipi Kikan mengusap pelan dan memberi kecupan dikeningnya.


"Maaf kan sikap ku yang kemarin yan Kan. Sekali lagi mas minta maaf karena berbuat salah kepadamu.." jawab Malik.


Kikan mengganguk pelan " Aku sudah memaafkan kamu mas..." jawab Kikan seraya meneteskan air matanya.


"Sudah ya kita tidur sekarang nanti mas kesiangan..." Malik berkata tangan nya mengusap sisa air mata Kikan dan mengecup bibir Kikan pelan.


"Mas semoga kamu akan seperi ini selamanya dan gak akan berubah kembali seperti pertama kita nikah. Gumannya pelan. Kikan menatap suaminya yang sudah terlelap tidur.


Tanpa Kikan tau bahwa Malik masih terjaga....


Kamu pikir aku baik sama kamu tulus, kalau saja kamu tau aku dituntun untuk memberikan cucu kepada mama aku tak akan mau...Apalagi setelah papa akan mencoret daftar warisannya. Batin Malik tersenyum licik.

__ADS_1


__ADS_2