
Saat ini kikan duduk di meja sebelah ruangan malik dia mengalah daripada berdebat lebih panjang lagi. Memang dia yang salah tidak mengecek lagi dan langsung menandatangani.
"Dasar beruang kutub tak berperasaan tega dia nipu aku, apa katanya pura pura bahkan menikah pun nanti harus bohongan, ya ampun kenapa jadi gini sih nasib aku. " batin kikan.
*****
Waktu menunjukan pukul lima sore para karyawan sudah mulai sibuk beres tapi lain dengan kikan dia harus lembur. Bukan lembur pekerjaan melainkan harus kerumah malik karna dia akan menperkenalkan kikan dengan kedua orang tua malik.
Dan disini lah kikan berada di sebuah butik ternama. Malik dan Kikan masuk kedalam untuk memiliki pakaian yang akan dipake kikan nanti malam.
"Mba tolong berikan kepada nona ini baju yang paling bagus dan mahal.!!Pinta malik kepada pegawai itu.
" Baik Pak, mari nona ikut saya kedalam.? jawab pegawai tersebut.
Pegawai tersebut memberikan beberapa baju untuk di cocokan ditubuh kikan. Kikan masuk ke ruang ganti dan mencoba satu persatu baju yang dikasih pegawai butik.
Kikan keluar menunjukan baju baju yang ia coba ke malik.
"Bagaimana yang ini.? tanya kikan
" Kurang cocok"jawab malik
Kikan sudah mencoba hampir 3 pakaian tapi tidak ada yang cocok menurut malik. Saat ini kikan mencoba pakaian yang terakhir.
__ADS_1
"Bagaimana dengan yang ini tuan Malik yang terhormat.? " tanya kikan dengan sedikit menekankan nada bicaranya
"Emmm lumayan daripada yang tadi kau coba" jawab malik acuh padahal sebenarnya dia sedikit terpesona melihat kikan berpakaian seperti itu yang menurutnya sexy tapi tidak terbuka pula.
"Ya ampun wanita ini cantik juga begitu natural walau tanpa make up...." batin malik sambil mengelengkan kepala karna merasa terhipnotis.
"Oke mba saya ambil baju yang dipakai nona ini dan tolong dandani wanita ini sebisa mungkin harus terlihat natural.! " pinta malik
"Baik Pak, mari nona" jawab pegawai itu sambil mengandung kikan untuk mengikutinya.
Selesai make up kikan menghadiri malik dan langsung mengajak kikan keluar dan masuk kedalam mobil, malik masih tetap bersikap dingin walaupun sebenarnya dia mengakui kecantikan kikan.
Didalam mobil mereka hanya saling diam, kikan yang merasa canggung hanya melihat keluar jendela.
"Ingat bersikap lah layaknya kita pasangan sungguhan. Jangan sampai kedua orang tuaku curiga, nanti aku akan memberikan kau bonus" jawab malik sambil menggandeng kikan.
Kikan hanya menganguk pasrah dan tersenyum yang dibuat paksa.
Ting tong, suara bel yang dipencet malik, Tak lama keluar perempuan cantik yang terlihat muda walaupun sudah berusia hampir 45 an.
"Akhirnya mama tunggu-tunggu kamu datang juga sayang. Ayo masuk lik ajak pacar kamu itu" ajak sang mama
Mereka pun masuk kedalam rumah dan langsung menghampiri papa yang sudah berada di meja makan.
__ADS_1
"Oya pah, mah kenalkan ini kikan pacarmerek. Sayang kenalkan mereka orang tua aku, " malik memperkenalkan mereka
"Malam om tante aku kikan senang bisa bertemu dengan kalian, " jawab kikan sambil menyalim tangan orang tua malik.
"Malam juga cantik panggil aja kami papa dan mama karna bentar lagi kamu juga akan jadi menantu kami, " sapa orang tua malik dengan Rama.
"Makasih tan... eh mama" jawab kikan dengan mata yang berkaca2. Kikan gaak menyangka ternyata orang tua malik begitu hangat menyambut nya padahal kikan bukan dari kalangan berada.
"Kamu bekerja dimana kan.? " tanya papa malik
"Aku bekerja ditoko pa sebagai SPG hampir 2 tahun. Tapi belum lama ini bekerja sebagai sekretaris nya Mas malik pa, " jawab kikan
"Emmm kamu pekerja keras ya sayang, " mama malik menanggapi.
"Nanti kalo kalian sudah menikah kikan jangan bekerja lagi ya biar malik saya yang mencari nafkah buat kamu" bilang papa ke kikan
Uhukk, uhuk, uhuk kikan gak sengaja menyimpratkan air yang sedang ia minum, malik menepuk bahu kikan karna reflek...Kikan gak menyangka bahwa pembicaraan orang tua malik sampai serius itu.. Malik hanya memberi kode ke kikan untuk mengiyakan perkataan orang tua malik, kikan yang merasa ditatap malik pun mengerti.
"Maaf pa tapi kalo kikan gak bekerja gimana kikan harus menghidupi ayah dan ibu,kikan gak enak kalo nanti harus merepotkan Mas malik" jawab kikan pelan.
"Ya sudah terserah kamu saja gimana enak nya, tapi nanti saat kamu sudah hamil kamu berhenti kerja ya... " jawab mama malik.
Saat ini kikan sudah tidak bisa berkata banyak dia bingung apa yang harus ia lakukan. Sementara malik.....
__ADS_1