Kepalsuan Cinta

Kepalsuan Cinta
Harus Terbiasa


__ADS_3

Kikan dan Adin mengobrol banyak, obrolan riang antara adik dan kakak.


"Oh iya Kan, Kakak minta maaf hari ini harus keluar kota karena ada beberapa kerjaan yang Kakak tidak bisa tinggalkan." ucap Adin sembari mengangkat piring dan membawanya ke dapur.


"Loh Kak, aku kan baru dateng masa udah ditinggal pergi sih." Kikan merajuk.


"Sehari aja kok.! nanti Kakak pasti akan temani kamu." ucap Adin seraya mengelus rambut Kikan.


"Baiklah, tapi janji hanya satu hari." Kikan memegang ujung baju Adin.


"Janji."


Kikan bergegas membantu Adin membereskan pakaian yang akan ia bawa pergi, rasanya seperti ia mengemasi pakaian Malik saat suaminya akan keluar kota.


Andai kamu tau mas kalau aku tuh sayang sama kamu, tapi tidak aku sangka pernyataanmu mu kemarin membuat aku sakit. Bahkan sepertinya luka itu sulit untuk terobati. Batinnya


Kamu tau Mas, rasanya aku ingin menemui mu tapi*....


Lamunan nya terhenti saat Adin membuka kamar dan memanggil Kikan.

__ADS_1


"Kamu kenapa melamun Kan.? tanya Adin.


"Enggak,, kata siapa Kikan melamun." bantah Kikan.


"Cerita sama Kakak, ada masalah apa kamu.? Adin duduk disamping Kikan dan memegang bahu adik sepupunya itu.


"Enggak ada masalah apa-apa kok Kan." sangkal Kikan.


"Baiklah kalau kamu tidak mau cerita Kakak tidak akan memaksa, tapi ingat satu hal Kakak akan mencari tau itu." perkataan tegas Adin membuat Kikan menatap lama.


"Bener Kak aku tuh gak ada masalah apapun, masa Kakak tidak percaya sama Adikmu yang cantik ini." jawab Kikan seraya mencairkan suasana agar tidak terjadi ketegangan antara mereka berdua.


"Ok." Adin mengambil koper uang yang sudah di siap kan Kikan dan membawanya keluar kamar.


Sejauh ini ada perasaan yang harus aku jaga, karena aku tau bagaimana sikap Kakak terhadap orang yang berani menyakitiku. Dari dahulu kau memang pelindung ku, satu-satunya lelaki yang tidak akan pernah menyakitiku.


Bagaimana pun Malik masih sah sebagai suamiku*.


Kikan berlari keluar rumah mengejar Adin yang sudah terlebih dahulu keluar.

__ADS_1


"Kakak,,,apa langsung berangkat sekarang juga iya." ucap Kikan yang sudah berada disamping mobil.


Adin hanya menganggukkan kepala lalu menghidupkan mobilnya.


"Kamu jaga rumah jangan pergi kemana-mana sampai Kakak pulang." ucap Adin sebelum menjalankan mobilnya.


Kikan menganggukkan kepalanya "Baik Kak, kalau udah selesai urusan kerjaan langsung pulang kerumah iya."


Adin mengangguk lalu melajukan mobilnya menuju bandara, iya walaupun jarak kota A dan B tidak terlalu jauh tetapi Adin lebih memilih menggunakan transportasi udara karena tidak memakan waktu yang lama.


Ditempat lain Alex mendapatkan telepon dari orang suruhannya kalau Kikan sedang dirumah seorang laki-laki.


"kamu pantau terus Nona Kikan, jangan sampai lengah." ucap Alex sedikit menekan kata-katanya.


"Siapa laki-laki yang bersama Kikan." Alex merasa bingung sendiri, pasalnya ia hanya tahu kalau Kikan hidup bersama keluarganya saja di kota B.


Alex tidak mau gegabah dalam bertindak, ia harus benar-benar memastikan siapa sebenarnya Kikan dan asal usulnya.


Sebenarnya bukan kapasitas Alex untuk mencampuri urusan Bos nya, tapi setidaknya ini akan berguna suatu saat nanti.

__ADS_1


Dia tau Bos nya sudah mencintai Kikan, maka dari itu sebagai sahabat sekaligus tangan kanan dari Malik, Alex berusaha semampunya agar bisa membantu Malik.


Sedangkan Kikan memang harus terbiasa memulai kehidupan sendiri tanpa harus ada bayang-bayang Malik.


__ADS_2