Kepalsuan Cinta

Kepalsuan Cinta
Bertemu Kikan


__ADS_3

    Tujuh bulan lamanya Malik dan Kikan berpisah, Malik sudah berusaha untuk mencari keberadaan Kikan. Namun tidak ada semua informasi mengenai Kikan.


  "Kan kamu mau ikut Kakak kejakarta." Tanya Adin.


"Apa boleh Kak."


"Tentu boleh Kakak akan menyewa 1 apartemen untuk kita tinggali, sekalian Kakak mau kamu periksa kandungan Kamu ke dokter yang kompeten dan berpengalaman."


Kikan hanya menuruti Kakak sepupunya itu, yah setelah hasil hubungan mereka saat liburan setelah satu bulan Kikan dinyatakan hamil. Adin sangat shok saat tau itu semua, bagaimana bisa Kikan yang dikira nya belum menikah malah hamil.


POV


"Kamu kenapa Kan sedari pagi kamu mual-mual terus, apa kamu sakit." Tanya Adin penasaran.



"Tidak tau Kak, mungkin hanya masuk angin dan kecapean saja." Jawabnya.



"Tidak apa-apa kalau Kakak berangkat sekarang ke jakarta.?



"Berangkatlah Kak, Aku tidak apa." Kikan tersenyum kepada Adin.



Ada yang menganjal dihati adit saat pembicaraannya tadi dengan Kikan, karena sudah beberapa hari ini Kikan tampak mual dan terus menerus mengeluarkan makanan yang ia telan. *Sebaiknya pulang kerja nanti akan aku aja Dokter hans untuk memeriksa Kikan*.


Malamnya Adin pulang berbarengan dengan Doktr Hans tanpa sepengetahuan Kikan pastinya, mareka masuk kedalam rumah dan mendapati Kikan tertidur pulas di atas sofa.

__ADS_1


"Kan bangun." Adin menepuk pelan pipi Kikan.


Kikan mengerjapkan matanya, nampak dua laki-laki itu berdiri dihadapan nya.


"Silahkan Dok perikasa Adik saya."


Dokter meminta ijin kepada Kikan untuk memeriksanya dan Kikan hanya mengikuti maunya Adin.


"Bagaimana Dok hasilnya." Hampir 20 menit Dokter Hans memeriksa nya.


"Kapan terakhir kali Nona datang bulan.? Hans bertanya serius.


"Bulan lalu Dok." Jawab Kikan nampak takut.


"Tolong anda tes urine dengan alat ini." Hans menyerahkan satu alat kecil ketangan Kikan.


Berselang lima menit Kikan keluar dari kamar mandi " Bagaimana hasilnya Kan.? Tanya Adit begitu penasaran.


"Positif apa Hans.?


"Adikmu hamil Din."


"Apaa, haamilllll.!!!! Adin tak percaya apa yang ia dengar barusan.


"Bagaimana bisa." ia mengusap wajahnya dengan kedua tangannya.


"Ada yang ingin kamu jelaskan Kan.? Adin tampak marah.


"Sebenarnya aku sudah menikah Kak." Kikan nampak ingin mengeluarkan air matanya.


... Kikan menceritakan semua awal kejadian sampai ia menikah dihadapan mereka berdua. "Tapi aku minta Kakak rahasiakan ini dari siapapun." Pintanya...

__ADS_1


..................


Saat ini mereka berdua sudah berada di dalam mobil, mereka akan mengunjungi kota J.


"Selama Kakak bekerja kamu dirumah saja iya jangan kemana-mana." Pesan Adin yang diangguki oleh Kikan.


Hampir 3 jam perjalanan Adit tidak membawa mobil nya pelan ia takut akan mengganggu kehamilan Kikan, perut yang sudah terlihat membesar menambah pipi Kikan menjadi tambah tembam.


Mereka sudah sampai dan memasuki area apartemen menaiki lift lalu bergegas masuk kedalamnya, sesampainya mereka disana Kikan berdegas masuk ke dalamnya.


"Kakak keluar sebentar, kamu disini saja kalau mau apa-apa kamu tinggal telepon Pak Kardi dia menunggu dibawah." Pamit Adin.


"Kakak jangan lama iya perginya." yang hanya mendapat anggukan dari Adin lalu keluar dan menutup pintu apartemen.


Kikan merasa lapar ia membuka pintu kulkas dan tak menemukan bahan makanan apapun disana.


"Perutku lapar banget, sabar iya De." Kikan bergumana seraya mengelum perutnya yang sudah membesar.


Kikan keluar dari Apartemen untuk menghampiri Pak Kardi, saat baru sampai dilift ia tidak sengaja bersenggolan dengan seseorang.


"Maaf Pak saya tidak sengaja." Kikan hendak mengangkat kepalanya.


Ia berdiri mematung dihadapan pria itu yang tak lain adalah Malik, Malik melihat kearah Kikan ia tampak kaget bercampur senang karena bertemu dengan Istri nya.


Kikan buru-buru menghindar tetapi tangannya langsung dipegang oleh Malik.


"Mau kemana.? Malik menarik tubuh Kikan lalu memeluknya dengan erat.


"Maaf kan Mas Malik." Saat memeluk rasanya ada yang mengganjal ia segera melepaskan dan melihat kearah perut Kikan yang membesar.


Kikan masih tampak shok dengan pertemuan ini, ia ingin segera lari dari hadapan Malik segera.

__ADS_1


__ADS_2