Kepalsuan Cinta

Kepalsuan Cinta
Masa Bodoh


__ADS_3

Malik tidak menghiraukan pertanyaan Alex yang sedari tadi masih menunggu jawaban Bosnya, perlahan ia mulai kesal dan menjauh dari hadapan malik.


kemana perginya nona kikan, apa sudah terjadi hal. Bagaimana kalau terjadi apa-apa dengan nona Kikan, kenapa Bos merasa tenang-tenang saja. Alex mengambil gelas yang berisi air putih lalu meminumnya sampai habis.


Banyak pekerjaan yang harus diselesaikan oleh Alex begitupun dengan malik yang masih bersikap Masa Bodoh dengan apa yang baru terjadi. Ia tidak bisa berfikir jernih, apakah ia benar-benar cemburu dengan Kikan sampai ia kehilangan akal sehat tega membuat perempuan itu sakit hati.


Tanpa sadar Malik semalaman tidur diruanganya, ia mengusap wajah dengan kedua tanganya, kepalanya sedikit terasa pusing karena pengaruh minuman yang ia tegak semalam. Walau tidak banyak tapi cukup membuat pikirannya sedikit tenang dan tidak memikirkan Istrinya.


Sedang kan Kikan sudah bersiap-siap mengemas barang-barang, memang ia tidak banyak membawa pakaian hanya beberapa helai saja. Travel yang Kikan sewa sudah sampai didepan kost-kostan.


"Semangat Kikan kita memulai lembaran baru" ucapnya menyemangati diri sendiri.


"Sini Non tas nya saya masukan kedalam mobil." ucap supir driver.


Kikan menyerahkan tas nya lalu ia ikut masuk kedalam mobil, perjalanan kali ini cukup memakan waktu hampir 7 jam. Untung nya ia mendapatkan supir yang baik, tidak banyak mengeluh walau perjalannya cukup jauh.

__ADS_1


Beberapa kali Kikan mampir saat di perjalanan untuk makan dan sholat. Ia sudah memberitahu sepupu nya bahwa ia akan berkunjung, dengan senang hati sang sepupu menunggu kedatangannya.


Lelah perjalan terbayar sudah dengan pemandangan indah, disisi kanan dan kiri terlihat hamparan perkebunan teh. Sejuknya suasana desa yang sangat berbeda jauh dari kota yang penuh dengan aktivitas padat mereka.


"Akhirnya aku sampai juga." ucapnya Kikan senang.


Kikan turun dari mobil, seseorang menghampiri Kikan seraya memeluk adik kesayangannya.


"Sudah lama kakak tidak melihatmu." Laki-laki itu mencium pucuk kepala Kikan.


"Iya kak, semenjak kakak pergi dan memutuskan tinggal disini kita sudah lama gak bertatap muka, iya walau pun kita sering telponnan tapi itu sama aja masih bikin aku rindu sama kakak." ucap kikan memeluk kakak sepupunya.


"Apa gerangan adik kesayangan kakak mau main kesini." Ucap Adin saat mereka sudah berada diruang tamu.


"Aku kangen saja sama kak Adin." ucap Kikan berbohong.

__ADS_1


"Kamu yakin.? tanya Adin tak percaya.


Kikan menganguk meyakinkan Adin "Aku beneran kangen Kakak."


"Iya sudah kamu masuk sana istirahat dikamar, kakak sudah siapkan kamar untuk kamu." Adin menunjukan kamar yg berada disebelah kiri.


Sedangkan Alex masih menunggu kabar orang suruhannya "Bagaimana apa sudah dapet kabar." ucapnya ditelepon


"Baiklah saya tunggu secepatnya." ucap Alex seraya menutup telepon


Alex membawa berkas kedalam ruangan Malik, mereka tidak berbicara sedikitpun. Hanya ada pikiran masing-masing diantara mereka berdua.


"Siang ini kita ada rapat dengan Direktur A pak Malik." ucap Alex menyerahkan berkas untuk meeting siang ini.


"Lalu setelahnya apa masih ada lagi Lex.? tanya Malik

__ADS_1


"Malam kita diajak makan malam dengan Pak Andri Asistan dari Direktur PT. Adin Perkasa Pak." jawab Alex.


"Baik lah kamu atur saja Lex." Malik meyerahkan kembali berkas-berkas kepada Alex.


__ADS_2