
Liburan kali ini, Malik dan Kikan banyak mengunjungi beberapa destinasi wisata disana.
"Sayang kamu semangat banget sih."Ucap Malik yang berusaha mengejar Kikan.
"Iya Mas,kan dari dulu aku memang ingin liburan kesini."Jawab Kikan.
"Makasih banyak ya Mas, kamu sudah bawa aku kesini"Sambungnya kembali memutar badan menghampiri Malik dan memeluknya dengan erat.
"Sama-sama sayangnya Mas."Ucap Malik yang masih memeluk istrinya.
"Trus kamu mau kita kemana lagi."Sambung Malik.
"Gimana kalau kita makan, udah agak siang juga."Jawab Kikan.
"Mas juga sepertinya sudah mulai lapar ."Malik tersenyum merangkul istrinya berjalan.
Mereka berdua menuju kesebuah restoran yang berada diseberang jalan. Sampai diresto mereka memesan beberapa menu, tanpa mereka sadari ada seseorang yang memerhatikan mereka di meja pojok sebelah kanan.
"Alhamdulillah Mas tenaga aku sudah full kembali." Kikan berkata dengan semangat merangkul lengan Malik.
"Mau kemana sayang." Ucap Malik yang mengikuti langkah Kikan.
"Mas kita ketoko oleh-oleh sebentar ya." Ucap Kikan.
"Lho, mau apa.? Kita kan masih lama liburannya sayang." Jawab Malik.
"Aku mau beli sesuatu" Ucap Kikan memohon.
"Baiklah, buat istri Mas apa sih yang engga." Jawab Malik.
"Iihhh gombal." Jawab Kikan yang langsung melangkah masuk kedalam toko, karena letaknya tak begitu jauh dari restoran tadi.
__ADS_1
Mereka melihat-lihat beberapa koleksi yang ada ditoko tersebut. Tak berselang lama hp Malik berbunyi.
"Sayang, Mas angkat telepon sebentar ya." Pamit Malik yang mendapat anggukan dari Kikan.
Saat tengah fokus melihat beberapa topi pantai, seseorang menghampiri Kikan.
"Hay." Sapa orang tersebut.
Kikan menoleh dan langsung mengenali siapa yang menyapanya.
"Bara." Ucap Kikan kaget.
"Apa kabar kamu??" Bara berkata sambil menyalurkan tangannya ingin bersalaman.
"Baik, kamu apa kabarnya?"Jawab Kikan menyambut uluran tangan Bara.
"Alhamdulillah baik juga." Jawab Bara.
"Eemmm aku kesi......
"Ohh aku tau, pasti urusan pekerjaan. Kamu sudah naik jabatan kan." Jawab Bara memotong ucapan Kikan.
Kikan mengeleng pelan, lalu tak lama Malik menghampiri mereka.
"Sayang." Ucap Malik yang langsung merangkul dari samping.
"Ini siapa.? Tanya Malik.
"Ini Bara Mas, temen SMA aku." Jawab Kikan.
"Ohh, kenalkan saya Malik suami Kikan." Ucap Malik langsung mengulurkan tangannya kearah Bara.
__ADS_1
Bak tersambar petir, Bara kaget bukan main. Wanita yang dia cintai selama ini sudag menikah.
"Bara." Jawabnya lalu menyambut uluran tangan Malik.
"Sudah selesai sayang belanjanya." Ucap Malik keKikan.
"Sudah Mas." Jawab Kikan.
"Oh iya Bar, aku pergi dulu ya lain waktu kita ngobrol kembali." Ucap Kikan yang segera pergi dari tempat itu.
Maaf Bara aku tau sebenarnya tentang perasaanmu, aku harap kamu tidak membenci aku yang sudah menikah dengan orang lain.
"Sayang dia itu tadi siapa.? Ko kaya kaget gitu ya pas denger Mas suami kamu." Ucap Malik didalam mobil.
"Dia itu dulu sahabat aku dan Sisi Mas." Jawab Kikan menatap suaminya.
"Pantes keliatan syok mungkin karena kamu tak mengabari dia." Ucap Malik yang masih fokus menatap kedepan jalan.
"Iya Mas, aku lupa mengabari dia." Jawab Kikan bohong.
"Nanti malam kita akan dinner didekat pantai." Ucap Malik lalu memegang tangan Kikan dengan tangan kirinya.
"Kamu dandan yang cantik ya." Sambungnya kembali.
"Iy,,iya Mas." Jawab Kikan dengan pandangan sedikit kosong.
.....
Bara yang sedang berada disebuah kafe sedang bergelut dengan fikirannya.
Apa benar Kikan sudah menikah, kenapa dia tak memberitahu aku. Batinnya.
__ADS_1