
Sementara malik bingung sendiri niat ia hanya mengenalkan kikan tapi malah berbeda tanggapan dari orang tua ya...
"Bagaimana ini apa aku harus menikahi wanita ini, niat aku kan hanya ingin mengenalkan saja supaya mama tidak menuntun untuk menikah, tapi malah aku terjebak permainan ku sendiri" Batin malik
*****
Satu Minggu Kemudian
Dikantor malik sudah menunggu kikan tapi yang ditunggu tak juga datang..
Tak, tak, tak suara sepatu terdengan,. Krek kikan membuka pintu ruangan malik dengan nafas yang sudah naik turun.
"Maaf Pak saya telat, hari ini saya bangun kesiangan, " kikan
"Sudah dari tadi saya menunggu kamu. Nih.., " malik melemparkan berkas dihadapan kikan, dengan reflex kikan menangkap kertas tersebut.
"Itu surat kontrak yang baru, karena 1 Minggu lagi kita akan menikah, " kata malik sambil berjalan menghampiri kikan dan duduk bersebelahan dengan kikan.
"Bapak gak saya kenapa harus secepat ini menikah pak, " jawab kikan sambil menatap malik.
"Kamu tanda tangani saya tenang saja sesudah kita menikah saya gak akan menyentuh kamu, " jawab malik dingin
__ADS_1
"Bapak jangan seenaknya gitu dong, jangan bapak pikir kamu atasan saya bisa seenaknya gitu.. Saya ini punya harga diri ya., " jawab kikan sedikit meninggi.
"Baik kalo kamu tidak mau saya akan sakiti dia, " jawab malik sambil melemparkan foto ayah dan ibu malik.
Kikan menatap malik intens, dia bingung apa yang harus dia lakukan, mau gak mau Kikan harus mengikuti permainan malik.
"Oke Pak saya Terima tawaran bapak, " jawab Kikan
*****
Malik dan Kikan berjalan keluar kantor para karyawan yang ada dikantor heboh karna Kikan yang baru bekerja beberapa hari sudah bisa berjalan berdampingan dengan Malik, gak heran banyak karyawan perempuan yang iri dengan Kikan.
Palingan tuh cewe jadi korban pak Malik ,'Bisik karyawan perempuan
Setelah dari Butik Malik dan Kinan pergi kerumah Kinan untuk memberitahu perihal niat Malik yang akan menikahi Kinan.
"Assalamualaikum bu, " Kinan memberi salam.
*Waalaikumsalam, loh nanti tumben jam segini sudah pulang,? "tanya ibu Kinan sambil melihat siapa pria yang dibawa anaknya karena baru kali ini Kinan membawa pria selain Aldi.
" Emmm ini siapa nak ko sama kamu.? 'tanyanya lagi.
__ADS_1
"Ibu kenalin ini Mas Malik, Mas ini ibu ku" jawab Kinan sedikit canggung.
Malik menyalim tangan ibu Kinan. "Kenal kan bu saya Malik, saya kesini ada perlu sama ibu dan bapak.. Apa Bapak ada bu,? " sapa Malik.
"Oh.. ada nak Malik mari masuk," ajak ibu Kinan.... "maaf ya rumahnya gini sederhana silahkan duduk ibu panggil bapak dulu didalam" jawab ibu kinan.
Tak lama Bapak Kinan keluar dari kamar dan menghampiri Malik...
"Siang pa kenal kan saya Malik, saya kekasih anak bapak Kinan, " jawab Malik tak segan.
Bapak Kikan memandang Ibu dan Kikan... Kikan tersenyum mengangguk.
"Oya kenalkan saya Budi bapak nya Kikan" jawab ayah Kikan.
"Begini pak maksud kedatangan saya kesini saya ingin melamar anak bapak dan saya akan menikahi anak bapak seminggu lagi. Maaf kiranya terkesan buru-buru, tapi sebenernya ini sudah lama saya persiapkan karena kesibukan saya baru bisa menemui bapak... Bagaimana bapak dan ibu apakah setuju saya meminang Kikan.? " tanya Malik.
Pak budi merasa bingung dengan lamaran mendadak ini dia sampe tak tahu harus bicara apa.
"Nak jika kamu memang serius dengan anak bapak silahkan kamu bawa kedua orang tua kamu, kalau untuk jawaban Terima atau tidaknya bapak serahkan semua keputusan di Kikan, " jawab pak budi sopan.
"Baik Pak besok lusa saya akan membawa papa dan mama saya kesini, kalau begitu saya permisi pulang dulu, " jawab Malik pamit kepada orang tau Kikan.
__ADS_1
Biarpun ini hanya pernikahan kontrak malik tetap harus meminta ijin kepada orang tua Kikan bagaimanapun Malik akan meminang anak gadis orang... Dia tidak mau dianggap sebagai lelaki yang pengecut.