
Pertemuan dengan para petinggi perusahaan berjalan dengan lancar banyak diantara mereka saling berbicara masalah bisnis ataupun kehidupan pribadi.
Saat ini Malik sedang berbicara dengan Andri serta Bos nya Adin, Andri memperkenalkan mereka berdua karena baru malam ini mereka saling bertatap muka.
"Bos kenalkan ini Pak Malik." Adin mengulurkan tangannya begitupun dengan Malik.
"Bagaimana kabar Pak Malik.?
"Saya baik Pak, oh iya kata Pak Andri anda tidak tinggal dikota ini.? Tanya Malik.
"Benar Pak, saya tidak disebuah kota kecil yang masih asri."
"Wah sepertinya kapan-kapan saya bisa main.!!!! Ucap Malik berbasa basi.
"Boleh dong Pak." Jawab Adin dengan senang hati.
Mereka saling bebincang dan tak terasa hampir larut malam acara itu selesai.
"Saya pamit Pak Malik." Adin menghampiri Malik memohon ijin untuk pulang terlebih dahulu.
"Iya Pak Adin, hati-hati dijalan." Malik memegang bahu Adin.
__ADS_1
Alex dan Andri menghampiri Bos mereka masing-masing. Alex yang sudah berada didalam mobil bersama Malik segera melajukan mobilnya.
"Lex antar aku ke club." Pinta Malik.
"Untuk apa Bos.? Alex mengeryitkan dahi.
"Gak usah banyak tanya." Kesal Malik.
"Bos tidak akan menghianati Nona Kikan dengan menyewa cewe bayarankan." Alex begitu penasaran dia juga tak mau jika Malik terjerumus hal yang Negatif.
"Tenang saja aku hanya ingin minum sedikit." Tanpa banyak bertanya Alex segera melajukan mobilnya kesebuah club langganan para Bos-Bos besar.
"Kikan.!!!!!
"Kamu kok tega, malah bertemu dengan kekasihmu itu." Rancau Malik.
Alex membopong tubuh kekar Malik dengan susah payah hingga masuk kedalam mobil
"Lex aku bersalah meninggalkan Kikan, saat pulang kerumah dia tidak ada." Malik masih terus mengoceh.
"Kikan, Mas kangen kamu...Kamu dimana sayang." Ia memegang kepalanya dan menarik-narik rambutnya karena pusing.
__ADS_1
"Kikan,,,." Malik terus mengoceh sampai tak terasa mereka berdua sudah sampai dikediaman Malik.
Alex membawanya kedalam Kamar yamg masih dipenuhi foto Kikan, sudah tiga hari sejak Kikan pergi Bos nya terus meminta untuk ditemani minum. Hanya saja Alex samapai saat ini belum berhasil menemui dimana Kikan berada.
"Kikan, Mas cemburu kamu bertemu dia." Malik masih terus bicara sampai ia bener-benar terlelap.
Alex masih berdiri disamping Malik "Aku akan segera mencari tau dimana Nona, aku kasian melihat Bos sudah tiga hari pulang dalam keadaan ini." Batin Alex.
Paginya Malik bangun dengan kepala yang masih berdenyut, ia mengambil segelas air dan meminumnya hingga habis. Melihat disebelah kiri hanya ada bantal yang kosong karena pemiliknya pergi entah kemana.
Mas kangen sama kamu Kikan, Mas menyesal sudah mengucapkan kata yang tak pantas terhadapmu. Tolong jangan siksa Mas seperti ini, beri tahu Mas kamu ada dimana " Mata Malik menatap nanar bantal itu.
-------
Sedangkan Kikan sudah menyiapkan sarapan untuk nya dan Kakak sepupunya, harus masakan sudah tercium sejak Adin masih di dalam kamar.
"mhmhm wangi banget sih masakan Adik Kak Adin." Puji Adin.
"Maaf iya Kak hanya nasi goreng aja, soalnya Kikan belum banyak tahu soal makanan apa yang Kak Adin suka."
"Enggak apa Kan, apapun yang kamu masak pasti akan Kakak makan. Karena masakkan kamu sangat enak." Adit melahap makanan itu dengan nikmatnya.
__ADS_1