
Kikan menoleh kearah sumber suara."Sisi, aku kira kamu gak jadi datang"Ucap Kikan.
"Masa gak datang sih, aku kan mau anter kamu juga" Jawab Sisi.
"Makasih ya" Ucap Kikan memeluk Sisi dengan erat.
Kikan dan Sisi sedang sibuk mengobrol, sedangkan Malik dan Alex memasukan koper kedalam mobil.
"Sayang ngobrolnya udahan dulu ya, nanti kita bisa telat" Ucap Malik.
"Hehehh iya maaf ya.Keasyikan ngobrol sampai lupa aku" Jawab Kikan.
"Si kamu nanti duduk didepan sama Pak Alex.!!! Seru Kikan.
Sisi hanya menganguk lalu membuka pintu dan duduk disamping Alex, tidak lupa mereka memasang sabuk pengaman.
"Mas peluk" Ucap Kikan manja.
"Kenapa sayang,, kamu mengantuk ya.?Tanya Malik.
Kikan mengangguk."Iya Mas" Jawabnya.
__ADS_1
"Ya sudah sini kamu tidur dipelukan Mas, nanti kalau sudah sampai bandara, Mas akan bangunkan kamu" Ucap Malik yang langsung memeluk Kikan dengan begitu erat. Tak lupa mencium kening sang istri.
Sedangkan Alex dan Sisi merasa iri. Melihat pemandangan dibelakang mereka melalu kaca mobil.
So sweet banget sih Pak Malik, bikin aku pengen saja. Beruntung sekali kamu Kan,walau diawal pernikahan kamu hanya paksaan. Tapi, sekarang Pak Malik sepertinya begitu menyayangi kamu. Batin Sisi.
Akhirnya kamu jatuh cinta juga Bos dengan Kikan. Setelah sekian lama melihat kamu terpuruk akhirnya kamu menemukan kebahagianmu. Batin Alex*.
Mobil mereka berhenti di depan terminal bandara, setelah beberapa jam perjalanan. "Sayang bangun sudah sampai bandara" Ucap Malik mengusap pipi Kikan pelan.
"Mas maaf ya aku tidurnya lama" Jawab Kikan tak enak.
"Engga apa sayang, sekarang kita turun ya Mas akan membawa barang kita.!!! Seru Malik.
"Iya Lex terima kasih sudah mengantar kami berdua" Jawab Malik.
"Kan baik-baik ya disana, jangan lupa pas pulang nanti udah ada kabar bahagia" Ucap Sisi.
"Amin makasih ya Si, doain aja semoga cepat ada dedenya disini"Jawab Kikan seraya mengelus perutnya.
"Lex, Si kalian berdua harus kompak dalam handle perusahaan.Karena seminggu ini saya gak mau diganggu dalam hal pekerjaan" Ucap Malik tegas.
__ADS_1
Malik dan Kikan berjalan Masuk lalu segera masuk kedalam pesawat. "Mas aku takut" Ucap Kikan. Saat ini mereka sudah berada didalam pesawat.
"Takut kenapa" Jawab Malik sedikit bingung.
"Aku baru kali ini naik pesawat" Jawab Kikan.
"Kamu tenang aja ya. Sayang pegang aja tangan Mas kalo sayang takut.!!! Seru Malik.
Dengan mata yang terpejam dan tangan yang sedikit berkeringat. Kikan memegang tangan Malik dengan begitu erat. Malik yang paham akan ketakutan istrinya berusaha menenangkan dengan memeluk Kikan.
.......
Dimobil Alex dan Sisi sedang berdebat masalah pekerjaan.
"Kamu tuh gimana sih cuma mengerjakan satu pekerjaan aja gak becus" Ucap Alex Marah.
"Maaf Pak tapi tadi pagi sudah saya masukan kedalam tas ko" Jawab Sisi.
"Terus mana sekarang. Satu jam lagi kita ada meeting, pokoknya saya gak mau tau kamu harus sudah meyelesaikannya,.Dalam tiga puluh menit.!!! Seru Alex sedikit emosi.
"Baik Pak" Jawab sisi, tak terasa air matanya menetes.
__ADS_1
"Engga usah nangis, saya gak suka liat orang menangis. Seharusnya kamu pikir" Ucap Alex.
Perkataannya begitu menyakitkan bagi Sisi. Apa aku kuat bekerja seminggu dengan Pak Alex apalagi dengan perkataannya yang menyakitkan. Batin Sisi.