
Air mata Kikan sudah tak terbendung saat ia mengakhiri panggilan telepon dari Malik. Hatinya begitu perih istri mana yang tak merasakan sakit saat sudah mengharapkan hal besar dengan hubungan ini, malah ia menelan kekecewaan yang teramat dalam.
Kikan menelepon Sisi untuk mengajaknya bertemu siang ini. " Hallo Si, kamu dimana....
"Kita ketemu dikafe biasa ya....
"Oke aku siap-siap dahulu.....
Sebelum pergi Kikan memesan lasend untuk mengantarkan makan siang untuk Malik. Kikan sudah rapi dan langsung berangkat menuju kafe.
Dimeja kafe saat ini Kikan sedang menunggu Sisi, tak lama sisi datang dengan berjalan sedikit cepat..." Duh,,, maaf ya Kan kamu harus menunggu aku, soalnya aku baru saja mengerjakan berkas penting" Ucap Sisi langsung mengeser kursi dan duduk disamping Kikan.
"Iya gak apa Si santai, aku juga belum lama ko nunggu kamunya" Jawab Kikan.
"Ngomong-ngomong ada apa tumben kamu ngajak ketemu pas aku lagi dikantor.???? Tanya Sisi.
"Si sepertinya aku sudah jatuh cinta dengan Malik" Ucap Kikan tanpa basa basi.
"Maksud kamu apa Kan.?? Bukannya nikah sama Pak Malik karena terpaksa ya.??? Tanya Sisi sedikit bingung.
"Kamu tau Si selama beberapa bulan aku menikah perlakuan Mas Malik itu sangat baik ke aku...Tapi saat aku telah percaya dengan perlakuan Manisnya sekarang aku meragukanya kembali" Ucap Kikan memaikan sedotan yang ada didepannya.
__ADS_1
"Kan kenapa kamu berbicara seperti itu, bagus dong kalau dia sudah bersikap baik padamu setidaknya pernikahan kamu bukanlah pernikahan palsu" Jawab Sisi
"Sekarang aku tanya apa yang membuat kamu meragukan Pak Malik.????
"Tadi aku memasak makan siang untuk Mas Malik, aku berinisiatif untuk mengantarkan makanan kekantor Mas Malik. Tapi jawaban dia seperti enggan aku bertandang kesana, sepertinya dia gak mau kalau karyawannya mengetahui pernikahan kami" Ucap Kikan dengan mata yang memerah menahan tangis.
"Apa Pak Malik ngomong kalo dia gak mau kamu kesana.??? Tanya Sisi.
Kikan mengeleng pelan "Saat dia lagi berbicara aku langsung mematikan telpon nya" Ucap Kikan.
"Kamu seharusnya jangan menyimpulkan sendiri, kamu mestinya harus dengerin dulu apa yang Pak Malik bilang" Ucap Sisi menasihati sahabatnya.
"Gara-gara kamu aku gak makan siang kan jadinya.!!! Seru Sisi dengan muka cemberutnya.
"Yah maaf abis aku lagi kesel jadi lupa kalau kamu belum pesen makanan" Jawab Kikan tersenyum lebar.
"Aku balik dulu ya kekantor, kamu mau ikut juga gak.??? Tanya Sisi.
"Gak deh aku langsung pulang aja" Jawab Kikan.
Sisi sampai kantor dan berpapasan langsung dengan Malik dan Alex.
__ADS_1
"Siang pa" Sapa Sisi.
"Dari mana kamu, ini sudah jam berapa kamu lewat 15 menit.??? Tanya Malik.
"Maaf tadi saya keluar sebentar" Jawab Sisi takut.
"Kali ini saya maafkan tapi lain kali saya gak akan kasih kamu kelonggaran" Jawab Malik.
"Kalo begitu saya permisi dulu pak.!!! Seru Sisi yang langsung berbalik dan berjalan masuk kedalam lift. Baru selangkah berjalan Malik memanggilnya.
"Tunggu" Panggil Malik..."Apa kamu habis bertemu istri saya.??? Tanya Malik.
"Iy...iya Pak" Jawab Sisi
"Apa Kikan berbicara sesuatu sama kamu.?? Sepertinya tadi dia salah paham sama saya" Ucap Malik menatap Sisi.
Sisi menganguk pelan karena dia Tak berani menatap Bosnya itu, terlebih ada sang asisten yang kemaren sudah membuatnya malu.
Hadeh males banget ketemu dengan manusia songong kaya dia. Ayo Pak Malik biarkan saya pergi. Batinnya menatap sinis Alex
Yang ditatap hanya menapilkan wajah datar tanpa senyuman.
__ADS_1