
Malik berusaha menghubungi Kikan tapi tak satupun panggilannya dijawab oleh sang istri.
"Sayang angkat dong...Mas mau bicara" Tulisnya disebuah pesan.
"Bos, berkas yang tadi sudah ditanda tangani semua kah.??? Tanya Alex.
"Sudah Lex kamu bawa aja sana" Jawab Malik.
"Bos kenapa ko kelihatan gelisah gitu.? Tanya Alex.
"Gak Lex cuma pusing aja melihat berkas ini" Jawab Malik bohong.
Alex mengangguk seraya memegang tangan didagunya.
Kayanya sibos lagi mikirin sesuatu gak kaya biasanya dia gelisah seperti itu....
Jam pulang kantor Malik bergegas pulang kerumah, sampai rumah dia langsung mencari keberadaan sang istri.
"Assalamualaikum sayang" Ucap Malik membuka pintu kamar.
Malik mencari kesudut kamar dan kamar mandi tapi tidak nampak Kikan disana. Malik berjalan keluar kamar mencari Kikan disetiap sudut rumah, dia lalu berjalan kearah belakang yang dimana terdapat gazebo disana.
"Benar kamu disini" Ucap Malik saat melihat Kikan yang sedang duduk sendiri.
"Sayang....Aku cari dari tadi ternyata kamu disini.!!!! Seru Malik memeluk Kikan dari arah samping.
Kikan hanya diam membisu tidak menjawab sapaan suaminya.
__ADS_1
"Kamu kenapa diem aja.?? Marah sama Mas.??? Tanya Malik.
Kikan tetap diam dengan pandangan menghadap kearah taman bunga.
"Mas minta maaf ya kalo Mas salah sama kamu" Ucap Malik.
"Kamu malu Mas menikah sama aku apalagi kalau sampai karyawan kamu tahu" Ucap Kikan tanpa melihat kearah Malik.
"Lho kamu ko ngomong gitu" Jawab Malik.
"Iya kan memang benar. Kamu malu punya istri kaya aku" Ucap Kikan langsung meneteskan air mata.
"Sayang dengerin Mas ya...Mas gak pernah malu mengakui kamu bahkan kalau kamu mau kita bisa membuat resepsi besar mengundang semua klien bahkan karyawan aku" Ucap Malik memegang kedua bahu Kikan.
Sabar Lik ini demi kamu mendapatkan seorang anak. Jangan sampai kamu dicoret dari daftar keluarga, tunggu sampai wanita ini hamil dan melahirkan anak kamu. Batin Malik.
Malik mengangguk dan langsung memeluk sang istri. "Sekarang ayo kita masuk Mas udah gerah banget mau mandi" Ucap Malik menarik tangan Kikan dan menuntunnya masuk kedalam.
Kikan mengambil baju untuk Malik yang saat ini sedang mandi, ia turun kebawah menuju dapur untuk memasak makan malam. Sedang asik memasak tiba-tiba Malik memeluknya dari arah belakang menaruh kepalanya dibahu Kikan.
"Mas aku sedang masak nanti gak selesai kalau kamu meluk aku terus" Ucap Kikan.
"Kamu jangan hiraukan Mas, kamu fokus masak aja" Jawab Malik.
"Gimana mau fokus Masnya aja gak mau lepasin pelukannya jadi aku susah gerak" Jawab Kikan.
"Mas tunggu dimeja aja ya bentar lagi mateng ko masakannya" Ucap Kikan.
__ADS_1
"Baiklah sayangku" Jawab Malik mengecup pipu Kikan sebelum pergi.
........
Sisi saat ini masih berada dikantor karena dia harus lembur mengerjakan berkas yang akan dipakai meeting besok. Tepat pukul sembilan pekerjaannya selesai.
"Akhirnya selesai juga badanku pada sakit semua" Ucap Sisi.
Sisi membereskan sisa pekerjaannya dan langsung keluar kantor. "Masih ada taksi gak ya...Mudah-mudahan masih ada yang lewat.? Tanya pada diri sendiri.
Saat ingin melangkah sisi dikagetkan dengan kedatangan sebuah mobi. "Masuk" Ucap sang pengendara.
Sisi yang masih bingung tak menanggapi perkataan si pengendara.
"Kamu tuli, saya bilang masuk" Ucapnya sedikit marah.
"Iy....Iyaa Pak" Jawab Sisi yang langsung masuk dan duduk didalam mobil tanpa membantah dan ternyata Alex lah yang menawarinya.
"Dimana rumah kamu.? Tanya Alex.
"Dijalan X Pak" Jawab Sisi.
Tanpa banyak bicara Alex langsung menjalankan mobilnya kearah rumah Sisi.
Gak salah nih lelaki songong ini mau mengantar aku pulang. Kesambet apa dia. Batin Sisi.
"Jangan mikir aneh-aneh saya kasian sama kamu wanita pulang malam sendiri" Ucap Alex seolah tau isi hati Sisi.
__ADS_1