
"sepertinya kita sudah sampai" ucap Anisa
"Dek bangun" ucap Anisa
"Kak bangun kak" ucap Andini
"Aldi " ucap Zahra
"Humm apakah kita sudah sampai ?" Ucap Aldi mengelus ngelus mata
"Iya cepat kita masuk" ucap Zahra
Aldi membuka pintu kereta dan tampak para pengawal mengelilingi kereta. Kudanya tampak banyak murid yang melihat dari gedung gedung sekolah yang tampak tinggi
"Kyaaa, itu tuan muda Aldi " ucap salah satu murid perempuan
"Apa pangeran Aldi ?" Ucap salah satu murid
"Lihat pangeran Aldi datang" ucap salah satu murid
"Mohon berikan jalan" ucap Aldi
"Kyaaa tampannya " ucap salah satu murid perempuan
"Berikan jalan" ucap pengawal
Aldi memasuki sekolah dengan adiknya,kakaknya, dan tunangannya
Aldi dan para rombongan pergi ke ruangan kepala sekolah
"Hormat saya kepada yang mulia obelia Tuan Aldi saya adalah Liam kepala sekolah sekolah internasional kerajaan kucing" ucap Liam
"Dan ini adalah penasehat sekolah ini" ucap Liam menunjuk seorang laki laki
"Hormat saya kepada yang mulia obelia nama saya adalah Ammar " ucap sebuah orang mengenakan pakaian aneh
"Humm bau ini manusia ?" Ucap Anisa
"Iya putri saya adalah manusia" ucap Ammar
"Saya banyak berhutang kepada yang mulia raja, jadi jika anda perlu bantuan saya Shilakan panggil saja saya yang mulia" ucap Ammar
"Baiklah terimakasih, jadi bagaimana kelas saya ?" Ucap Aldi
"Baiklah saya akan mengantar anda" ucap Liam
"Saya dan Zahra sekelas kan ?" Ucap Aldi
"Maaf tuan Aldi tetapi anda dan putri Zahra tidak sekelas" ucap Liam
"Apaa" ucap Aldi
"Dek sudah" ucap Anisa
"Anda akan sekelas dengan adik anda putri Andini, sedangkan putri Zahra akan berada di kelas sebelah" ucap Liam
"Tap-" ucap Aldi
"Sudahlah Aldi kelas kita kan bersebelahan" ucap Zahra
"Cih tapi jika ada murid yang berani macam macan dengan Zahra saya tidak akan segan segan" ucap Aldi
"Tuan Liam bisa kita bicara sebentar di luar ?" Ucap Anisa
"Tentu tuan putri, pangeran dengan segala hormat hamba mohon di sini" ucap Liam
Di luar ruangan
"Tuan Liam, Andi akan bersikap seperti ini jika berhubungan dengan Zahra saya harap anda akan mengerti" ucap Anisa
"Tapi tuan putri yang menyarankan hal ini adalah.." ucap Liam
Di dalam ruangan kepala sekolah
"Aldi kita setujui saja yah?" Ucap Zahra
"Tapi kak" ucap Aldi
"Aldi " ucap Zahra menepuk punggung Aldi sambil menggeleng
"Cih ingat pesan saya saya tidak akan segan segan jika ada salah satu murid ada yang berani menyakiti Zahra maka saya akan membuat dia merasakan sakitnya sampai 9 keturunan" ucap Aldi
"Baiklah baiklah" ucap Zahra menepuk belakang Aldi
"Yang mulia Andi Shilakan ikuti saya" ucap Liam
"Cih" ucap Aldi
"Zahra sampai ketemu lagi yah" ucap Aldi
"Iya" ucap Zahra tersenyum
"Nanti saat istirahat jangan kemana mana" ucap Aldi
"Baiklah baiklah pergi sana" ucap Zahra
"Yang mulia?" Ucap Liam
"Baiklah baiklah" ucap Aldi pergi meninggalkan ruangan bersama Andini
"Eh Zahra tidak ikut ?" Ucap Aldi
"Eh iya putri Zahra Shilakan ikuti saya" ucap Liam
"Ayo cepat" ucap Aldi
"Baiklah tuan" ucap Liam
"Dadah kak Anisa" ucap Zahra
Di perjalanan menuju kelas Aldi dan Liam pergi ke kelas Zahra terlebih dahulu
"Wah lihat itu tuan Aldi ?" Ucap salah satu murid
"Iya tampaknya itu tuan Aldi " ucap salah satu murid
"Kyaa tampan sekali" ucap salah satu murid
"Apakah tuan Aldi akan ada di kelas ini ?" Ucap salah satu murid
"Apaa" ucap salah satu murid
"Bagus sekali kalau tuan Aldi sekelas dengan kita" ucap salah satu murid
"Wah lihat tuan Aldi membawa perempuan di sebelahnya" ucap salah satu murid
" Bukannya itu adik tuan muda ?" Ucap salah satu murid
"Bukan itu tetapi yang di sampingnya "ucap salah satu murid
"Siapa perempuan itu ? " Ucap salah satu murid perempuan
"Wooah jangan jangan, dia adalah tunangan tuan Aldi putri Zahra de Charlotte" ucap salah satu murid terkejut
Liam membuka pintu kelas dan tampak seluruh murid diam Aldi menunggu di luar, saat Liam membuka pintu Aldi masuk ke kelas
"Tuan muda ?" Ucap Liam
"Sebentar kenapa sih ?" Ucap Aldi memasuki ruangan
"Baiklah baiklah" ucap Liam
Aldi berjalan menuju bangku Zahra
"Eh Aldi ?" Ucap Zahra
Aldi mencium kening Zahra
"Kyaa romantis nya" ucap salah satu murid perempuan
"Irinya"ucap salah satu murid perempuan
Kelas menjadi heboh
"A-a-apa yang Aldi lakukan di depan banyak orang ini ?" Ucap Zahra
"Humm..? Memangnya apa lagi ?" Ucap Aldi
"Kita kan sudah bertunangan, eh nanti istirahat kita ketemuan ya, eh iya jangan nakal nakal ya sayangku" ucap Aldi melambaikan tangan
"Baiklah kita lanjutkan perjalanan kita" ucap Aldi
"Eh em iya tuan muda" ucap Liam
"Cih sepertinya kakak tidak menganggap adanya adiknya di sini ya ?" Ucap Andini
"Memangnya ada masalah ? Salah sendiri kenapa tidak ada tunangan" ucap Aldi
"Uhh kakak sombong sekali" ucap Andini
"Dasar jomblo" ucap Aldi
"Huh" ucap Andini
"Sudahlah sudahlah" ucap Liam
"Sepertinya tuan muda melampiaskan kekesalannya" ucap Liam di dalam hati
Mereka menuju kelas Aldi yang berada di samping kelas Zahra
"Baiklah tuan kita sudah sampai mari Shilakan di sini" ucap Liam sambil membuka pintu
"Perkenalkan nama saya adalah Aldi de obelia" ucap Aldi
"Hormat kami kepada yang mulia obelia" ucap seluruh murid
"Sepertinya kalian sudah kenal dengan beliau ya?" Ucap kepala sekolah
"Tentu saja " ucap semua murid
"Kalau begitu saya akan pergi ke kantor kepala sekolah" ucap Liam
Liam meninggalkan kelas dan pergi
Sedangkan situasi di kelas
"Kyaa tampannya " ucap salah satu murid perempuan
"Tuan muda Aldi masuk sekolah ini ?, Dan satu kelas saya ?" Sungguh suatu kehormatan" ucap salah satu murid
"Shilakan duduk yang mulia" ucap kepala sekolah
"Anda mau duduk di mana yang mulia Shilakan pilih saja " ucap salah satu murid
"Eh ..emm jangan terlalu formal saya di sini juga murid kok" ucap Aldi
"Tidak tidak tidak anda adalah anak dari raja kucing yang membuat kami rakyat miskin, dan tidak berbiaya untuk sekolah" ucap salah satu murid
"Emm yang mulia apakah anda kenal saya ?" Ucap salah satu murid
"Humm..? Kamu bukannya anak kota yang biasanya saya pergi di bawah istana kerajaan ?" Ucap Aldi
"Wah ternyata tuan Aldi masih ingat dengan saya" ucap murid perempuan tersebut
Pintu kelas terbuka tampak seorang memasuki ruangan kelas
"Baiklah kita mulai pelajaran" ucap seorang yang masuk
"Wah sepertinya kita kedatangan murid baru ya ?" Ucap orang tersebut
"Perkenalkan namamu anak muda" ucap orang itu
"Humm rambut putih ?" Ucap orang itu
"J-j-jangan j-j-jangan"ucap orang itu
"Yah perkenalkan nama saya adalah Aldi de obelia, salam kenal pak guru " ucap Aldi
"Hormat saya kepada yang mulia obelia, perkenalkan dengan hormat nama saya adalah Hamdi " ucap Hamdi
"Baiklah pak Hamdi kita mulai pelajarannya" ucap Aldi
Kelas mulai seperti biasa dan para murid belajar seperti biasa, Aldi memilih tempat duduk di tepi karena dia ingin di dekat jendela karena ingin melihat pemandangan ucapnya
Di depan tempat duduk Aldi ada tempat duduk adiknya Andini dan di dekatnya adalah tempat duduk petinggi kerajaan
Aldi tampak termenung melihat keluar
"Ada apa tuan muda ?" Ucap salah satu murid berambut kuning dan bertelinga kucing kuning
"Humm tidak ada " ucap Aldi
"Saya hanya memikirkan sesuatu" ucap Aldi
"Humm apakah ada sesuatu yang tidak anda mengerti ?" Ucap murid itu
"Humm tidak ada kelas ini terasa membosankan" ucap Aldi
"Apakah anda merindukan tunangan anda tuan muda ?" Ucap murid itu
"A-a-apa maksudmu" ucap Aldi
"T-te-tentu saja tidak" ucap Aldi dengan wajah merona
"Humm apakah iya ?" Ucap Andini yang duduk di depan Aldi
"Andini kau menguping pembicaraan orang ya?" Ucap Aldi
"Eh memangnya kenapa kakak?" Ucap Andini
"Itu tidak sopan" ucap Aldi
"Baiklah baiklah kakak sayang" ucap Andini tersenyum
Pak guru Hamdi menulis soal di depan
"Siapa yang bisa menjawabnya ?" Ucap Hamdi
"Saya pak" ucap Aldi
"Baiklah Shilakan tuan muda" ucap Hamdi
"Pak, saat di kelas tolong panggil saya dengan nama saya saja" ucap Aldi
"Tidak bisa tuan muda ini merupakan peraturan" ucap Hamdi
"Benar benar" ucap murid
__ADS_1
"Tuan Aldi harus dipanggil dengan nama tuan" ucap salah satu murid
"Iya siapapun di keluarga kerajaan harus dipanggil dengan sangat hormat" ucap salah satu murid
"Baiklah baiklah saya akan mengerjakan soal ini" ucap Aldi
"Shilakan tuan" ucap Hamdi
Aldi maju ke depan menuju papan tulis mengambil spidol, dan mulai menulis
Setelah selesai menulis suasana kelas menjadi sangat senyap
"Apakah salah pak ? " Ucap Aldi
"Humm hasilnya memang betul tuan muda" ucap guru tersebut
"Tapi bagaimana anda menggunakan cara ini ?" Ucap Hamdi
"Dari mana anda mendapatkan cara ini ?" Ucap Hamdi
"Saya sering membaca buku kakak saya pak, dan saya melihat cara yang lumayan bagus tetapi saya rubah dengan cara saya tersendiri, jadi begini lah jadinya " ucap Aldi
"Buku kakak anda ?" Ucap Hamdi
"Jangan bilang itu adalah buku putri Anisa ?" Ucap Hamdi
"Iya memangnya kenapa pak?" Ucap Aldi
"Itu rumus sekolah atas yang mulia anda sudah berhasil menguasainya terlebih lagi anda sudah bisa membuat rumusnya menjadi gaya anda tersendiri, dengan kata lain anda membuat rumus anda sendiri" ucap Hamdi
"Woah tuan Aldi hebat" ucap salah satu murid
"Hebat tuan" ucap salah satu murid
"Itu baru tuan kami" ucap salah satu murid
"Memang sebutan sang jenderal jenius berambut silver memang hebat" ucap salah satu murid
"Baiklah anak anak Shilakan berikan tepuk tangan kepada yang mulia" ucap Hamdi
Seluruh murid memberikan tepuk tangan
"Baiklah yang mulia Shilakan duduk" ucap Hamdi
"Terimakasih pak" ucap Aldi
Pelajaran terus dimulai sampai kepada istirahat
Tring.....Tring.....Tring.....
"Baiklah anak anak kita akhiri pelajaran kali ini" ucap Hamdi
"Tuan muda Aldi " ucap salah satu murid
Aldi langsung menghilang begitu istirahat
"Tuan Aldi" ucap salah satu murid
"Ehh kemana tuan Aldi ?" Ucap salah satu murid
"Kalian ini kakak pasti sudah ke kelas sebelah" ucap Andini
"Ke kelas sebelah?" Ucap salah satu murid
"Kenapa putri ?" Ucap salah satu murid
"Yah karena tunangan kakak ada di sana" ucap Andini
"Ohhh" ucap salah satu murid
"Ehh tunggu dulu.... Apa putri Zahra de Charlotte juga bersekolah di sini ?" Ucap semua murid terkejut
"Yah makanya kakak cepat keluar ingin menemui tunangannya" ucap Andini
"Tapi putri Zahra itu memang cantik kan" ucap salah satu murid
"Iya rambutnya panjang berwarna biru, dan mata biru, putri Zahra memang putri yang sangat cantik" ucap murid laki laki
"Apa kau mau tertarik?" Ucap salah satu murid perempuan
"Siapa yang tidak tertarik melihat putri secantik putri Zahra " ucap salah satu murid laki laki
"Humm kalau kau memang tertarik katakan saja ke putri Zahra " ucap murid perempuan
"Apa kau gila ? Bagaimana mungkin aku bisa mengatakannya sedangkan tunangannya adalah pangeran di kerajaanku sendiri" ucap murid laki laki itu
"Yah kalau kau memang tertarik pun tampaknya kau tidak punya peluang" ucap salah satu murid perempuan
"Yah kakak memang tampak tidak seperti dirinya di saat dekat dengan kak Zahra sih" ucap Andini
"Memangnya kenapa putri ?" Ucap salah satu murid perempuan
Para murid berdatangan ke bangku Andini
"Yah entahlah biasanya sifat kakak yang berwibawa, selalu tenang ,dan tidak pernah marah berubah"ucap Andini
"Uhh sepertinya saya tahu apa yang pangeran rasakan tuan putri, sepertinya pangeran sedang jatuh cinta" ucap salah satu murid perempuan
"Apa jatuh cinta ?" Ucap salah satu murid perempuan
"Humm jatuh cinta ya ?" Ucap Andini
Di samping kelas, kelas Zahra
Aldi masuk kelas tampak dari jauh Zahra tampak sedang mengerjakan tugas
"Wah bukannya itu pangeran Aldi ?" Ucap salah satu murid perempuan
"Iya pangeran Aldi ?" Ucap salah satu murid perempuan
"Zahra ?" Ucap Aldi
"Humm Aldi ?" Ucap Zahra
"Masih mengerjakan tugas ?" Ucap Aldi
"Iya ini masih" ucap Zahra
"Mana sini Aldi bantu" ucap Aldi
Saat Aldi ingin mengambil buku Zahra menariknya
"Tidak perlu Aldi nanti saja Zahra kerjakan setelah istirahat" ucap Zahra
"Humm yasudah kalau begitu ayo kita istirahat" ucap Aldi
"Ayo" ucap Zahra
Mereka pergi ke kantin
Diperjalanan mereka menjadi pusat perhatian para murid
"Wah pangeran Aldi" ucap salah satu murid
"Selamat pagi pangeran" ucap salah satu murid
"Hormat saya kepada yang mulia obelia" ucap salah satu murid
"Indah sekali wajah putri Zahra" ucap salah satu murid
Sesampainya di kantin
"Zahra tunggu di sini ya Aldi yang akan memesan makanan" ucap Aldi
"Yah, Zahra tidak ikut ?" Ucap Zahra
"Tidak Zahra di sini saja, biar Aldi saya yang memesan makanan" ucap Aldi
"Baiklah" ucap Zahra
Aldi memesan makanan
"Makanan sudah sampai yang mulia " ucap pelayan
"Wah terimakasih" ucap Aldi dan Zahra
"Tidak perlu berterimakasih yang mulia ini merupakan suatu kehormatan bagi kami karena yang mulia dan tuan putri mampir di kantin kami yang sangat sederhana ini" ucap pelayan tersebut
"Baiklah mari kita makan" ucap Aldi
"Baiklah" ucap Zahra
Mereka mulai makan
"Humm enak" ucap Aldi
"Yah enak sekali" ucap Zahra
"Bagaimana tadi pelajarannya di kelas ?" Ucap Aldi
"Yah lumayan susah" ucap Zahra
"Yasudah nanti sampai di istana Aldi akan bantu" ucap Aldi
"Baiklah" ucap Zahra
Tampak beberapa murid mendatangi Aldi
"Hormat kami kepada yang mulia obelia" ucap semua murid sambil menunduk
"Perkenalkan nama saya adalah Ari ini adalah Abi dan Rian" ucap Ari
"Apakah yang mulia mengenal kami ?" Ucap Ari
"Humm ? Apakah anda anak dari petinggi kerajaan ?" Ucap Aldi
"Yah tepat sekali tuan muda, saya adalah anak dari Mentri ekonomi" ucap Ari
"Abi adalah Mentri kelautan sedangkan Rian adalah anak dari Mentri makanan" ucap Ari
"Humm baiklah salam kenal " ucap Aldi
"Saya merasa sangat terhormat bisa melihat yang mulia" ucap Abi
"Suatu kehormatan bisa bertemu yang mulia" ucap Rian
"Bolehkah kami duduk di samping anda yang mulia " ucap Ari
"Shilakan duduk" ucap Zahra
"Terimakasih yang mulia" ucap Ari
Mereka duduk di bangku
"Sepertinya makanan Aldi sudah habis, makanan Zahra sudah habis ?" Ucap Aldi
"Humm sudah kok" ucap Zahra
"Yang mulia mari kita mengobrol dulu sebentar" ucap Ari
"Mengobrol ? Tapi ini hampir masuk kelas" ucap Aldi
Tring...Tring ....Tring....
"Nah kan, sudah masuk" ucap Aldi
"Kenapa buru buru tuan Aldi ?" Ucap Abi
"Kita ini orang penting kerajaan tidak ada yang berani menentang kita di sekolah ini" ucap Abi
"Iya kita adalah bintang di sekolah ini, siapa yang berani menentang kita ?" Ucap Rian
"Yah kalau mereka menentang kita tinggal kita panggilkan saja ayah kita" ucap Ari
"Humm.. orang penting ?" Ucap Aldi
"Apakah kalian bangsawan ?" Ucap Aldi
"T-te-tentu saja tidak yang mulia" ucap Ari
"Bintang sekolah ? Orang penting ? Mengadu kepada ayah kalian ?" Ucap Aldi
"Kalian saja bukan pahlawan kenapa kalian begitu sombong ?" Ucap Aldi
"Kalian tidak pantas mengenakan jabatan yang diberikan kepada ayah kalian" ucap Aldi
"Karena ini lah mungkin di kerajaan kucing hanya memiliki 1 keluarga bangsawan yang di sebut keluarga inti " ucap Aldi
"Yah aku Andi de obelia yang di dalam nadi ku mengalir darah bangsawan, darah dari raja kucing Andi de obelia " ucap Aldi
"Kalian para sampah, beraninya menampakan diri di depanku, aku tidak ingin melihat ada anak yang menggunakan status nya di sekolah ini" ucap Aldi
"Maaf yang mulia" ucap Abi sambil bersujud
"Maafkan kami yang mulia obelia" ucap Ari dan Rian bersujud
"Baiklah untuk kali ini aku tidak akan mempermasalahkannya " ucap Aldi
"Tapi lain kali ......" Ucap Aldi melihat tajam
"Aku tidak akan segan segan memberhentikan ayah kalian sebagai Mentri" ucap Aldi
Aldi dan Zahra meninggalkan mereka
"Aldi apa yang tadi Aldi lakukan ?" Ucap Zahra
"Humm....Kenapa ?" Ucap Aldi
"Aldi tidak seperti biasanya, Aldi biasanya tidak pernah marah kenapa tadi marah besar ?" Ucap Zahra
"Marah besar?" Ucap Aldi
"Aldi tadi tidak terlalu marah lho " ucap Aldi
"Kalau bukan marah lalu apa ?" Ucap Zahra
"Itu hanya menasehati" ucap Aldi
"Terserahlah" ucap Zahra
"Tapi tampaknya Aldi tadi terlihat sangat berbeda, Aldi tampak sangat sadis tidak seperti biasanya" ucap Zahra
Aldi dan Zahra sudah hampir sampai di depan kelas
"Baiklah kita sudah sampai" ucap Aldi
"Baiklah sampai ketemu nanti ya " ucap Zahra
__ADS_1
"Eh .. tunggu" ucap Aldi
"Kenapa ?" Ucap Zahra
"Sini dulu " ucap Aldi
"Humm ?" Ucap Zahra
Aldi menarik tangan Zahra dan mencium dahi nya
"Dadah" ucap Aldi
Aldi langsung berlari ke kelasnya
Aldi tampak berjalan di kelasnya menuju bangkunya
Tentu saja pandangan murid ke pada Aldi tidak pernah hilang tetap saja seperti biasa tatapan kagum
"Kakak tadi kemana ?" Ucap Andini
"Ya ke kantin lah kemana lagi " ucap Aldi
"Kantin ?" Ucap Andini
"Tadi Andini tidak ada melihat kakak di kantin " ucap Andini
"Andini nya yang kemana ?" Ucap Aldi
"Memangnya kakak pergi ke kantin yang sebelah mana ?" Ucap Andini
"Yang di dekat itu kan di dekat ruang guru" ucap Aldi
"Pantas saja itu kantin khusus petinggi kerajaan" ucap Andini
"Pantas saja di sana kelihatan sepi,bersih,rapi,mewah,dan makanan nya enak " ucap Aldi
"Huff kakak dasar" ucap Andini
"Andini kenapa tidak jajan di sana ?" ucap Aldi
"Yah Andini tadi bersama teman pergi jajan di kantin biasa " ucap Andini
"Bukannya itu tidak baik ?" Ucap Aldi
"Kenapa ?" Ucap Andini
"Kantin kita seharusnya di bagikan seperti biasa tidak ada pengecualian bagi murid biasa dan para petinggi" ucap Aldi
"Yah Andini juga bertanya seperti itu sebelumnya" ucap Andini
"Tapi kata mereka sih tidak apa apa karena sudah membuat kerajaan yang makmur itu balasan bagi para petinggi kerajaan ucapan mereka kurang lebih seperti itu" ucap Andini
"Kalau begitu nanti Aldi akan menanyakannya kepada ayah" ucap Aldi
"Eh kakak tadi melihat kak Zahra kah ?" Ucap Andini
"Kak Zahra ?" Ucap Aldi
"Iya bisanya kakak jajan di sana loh " ucap Andini
"Ooh, tadi kakak tidak melihatnya " ucap Aldi
"Oh yasudah" ucap Andini
"Eh kita pelajaran apa setelah ini dek ?" Ucap Aldi
"Eh tumben kakak panggil dengan sebutan "dek" biasanya hanya memanggil Andini " ucap Andini
"Yah kalau di istana kan ada dek Dinda dan Dini" ucap Aldi
"O-oh yasudah setelah ini mungkin hanya ada lomba kelas seperti biasa lalu pulang" ucap Andini
"Lomba kelas ?" Ucap Aldi
"Iya lomba kelas lomba seperti menjawab pertanyaan dan siapa yang bisa menjawab akan mendapat poin" ucap Andini
"Ooh lumayan menantang " ucap Aldi
Guru memasuki ruangan
"Beri hormat, salam selamat siang pak" ucap semua murid
"Selamat siang semua " ucap Hamdi
"Baiklah kita mulai kelas seperti biasa kita akan mengadakan lomba kelas" ucap Hamdi
"Baiklah bapak akan bertanya kalian yang akan menjawab ya" ucap Hamdi
"Siap pak" ucap semua murid
Beberapa jam kemudian
Tring..... Tring....Tring......
"Tuan Aldi hebat sekali" ucap salah satu murid
"Yah kita tidak kebagian poin" ucap salah satu murid
"Yah kita harus banyak belajar" ucap salah satu murid
Aldi dan Andini berjalan bersama dengan beberapa murid berbicara sambil berjalan menuju kelas sebelah nya
"Aldi " ucap Zahra
"Zahra sudah selesai juga ?" Ucap Aldi
"Iya" ucap Zahra
"Jadi dek kita langsung pulang ?" Ucap Aldi
"Terserah sih kalau mau pulang ya pulang kalau mau menunggu kak Anisa ya tunggu saja" ucap Andini
"Eh kita termasuk paling awal ya pulang nya " ucap Aldi
"Ya iya lah kita baru sekolah dasar pulang jam 11:30 itu wajar " ucap Andini
"Yah kalau kakak Anisa sih bisa pulang jam 15:30 memangnya mau menunggu ?" Ucap Andini
"Ehh biasanya adek pulang jam 15:30
Menunggu kak Anisa ?" Ucap Aldi
"Yah iya, ucap adinda memangnya kemana lagi ?" Ucap Andini
"Baiklah kalau begitu kakak akan menunggu kak Anisa saja" ucap Aldi
"Biasanya adek ngapain sambil menunggu kak Anisa ?" Ucap Aldi
"Yah Andini biasanya makan di kantin sih" ucap Andini
Mereka berjalan ke lapangan
"Itu kelas kak Anisa " ucap Andini menunjuk ke jendela tampak Anisa belajar, dan memperhatikan ke depan
"Ohh kakak ada di sana ya ?" Ucap Aldi
Tampak bola hampir terlempar ke wajah Zahra
"Hop" ucap Aldi menangkap bola
"Siapa yang berani beraninya" ucap salah satu murid
"Mau cari mati ?" Ucap salah satu murid
"Maaf maaf "ucap seseorang mendatangi mereka
"Eh eh eh eh eh rambut putih dan mata silver ?" Ucap orang itu
"Hormat saya kepada yang mulia" ucap orang itu sambil menunduk
"Mohon maaf yang mulia " ucap orang itu sambil bersujud
"Sudahlah tidak apa apa eh kalian bermain basket ?" Ucap Aldi
"Iya yang mulia kalau yang mulia berkenan anda boleh bermain" ucap orang itu
"Baiklah tampaknya saya juga akan bermain" ucap Aldi
"Tapi yang mulia anda akan bermain basket dengan baju itu ?" Ucap orang itu
"Apakah kalian memiliki baju lain ?" Ucap Aldi
"Tentu saja untuk yang mulia kami akan memberikan apapun " ucap orang itu
"Mari ikuti saya yang mulia" ucap orang itu
Mereka pergi ke ruangan ganti di dekat lapangan
Aldi memakai baju basket dan tampak otot tangan Aldi yang lumayan besar, kulit putih mulusnya,rambut putih,dan mata silver nya
"Kyaaaaaaaa"ucap salah satu murid perempuan
"Tuan Aldi "ucap salah satu murid perempuan
Di kelas Anisa
"Hum ada ribut ribut apa di luar ?" Ucap gurunya
"Kyaa tuan Aldi bermain basket ?" Ucap salah satu murid perempuan
"Wah benar tuan Aldi itu" ucap salah satu murid
"Tuan Aldi lincah sekali" ucap salah satu murid
"Humm adek Aldi jarang sekali dia bermain mencolok di depan banyak orang" ucap Anisa
"Hooh tuan Aldi bermain basket ya boleh juga" ucap guru nya
"Baiklah anak anak mari kita lihat sebentar tuan Aldi bermain" ucap gurunya
Di lapangan Aldi bermain dengan sangat buas dan lincah
Dan Aldi menang dengan wajah yang puas dan banyak keringat yang bercucuran
Aldi menarik bajunya mengelap wajahnya Tampak otot perutnya
"Kyaaaaaaaa" ucap semua murid dengan nyaring
"Huff akhirnya selesai juga" ucap Aldi
"Aldi ini handuk nya " ucap Zahra
"Terimakasih istriku " ucap Aldi
"Huh gombal terus aja" ucap Zahra
"Aldi dilihat para perempuan tuh " ucap Zahra
"Maaf maaf gimana supaya perempuan itu tidak suka sama Aldi ya ?" Ucap Aldi
"Ntah" ucap Zahra menjauh
"Humm...." Ucap Aldi sambil berlari dan memeluk Zahra
"He-he eh al-al-Aldi ini di depan banyak orang lho" ucap Zahra
"Janji dulu agar Zahra tidak marah lagi dengan Aldi" ucap Aldi
"Huff" ucap Zahra menghela nafas
"Mana bisa Zahra marah lama lama dengan Aldi " ucap Zahra
"Kyaaa pasangan yang romantis " ucap salah satu murid perempuan
"Eh badan Aldi berkeringat ya " ucap Aldi
"Tidak apa apa, kalau itu keringat Aldi "ucap Zahra
"Huff sudah bisa saja ini menggombal" ucap Aldi menarik kuping kelinci Zahra
"Eh-eh Aldi sakit" ucap Zahra
"Apa sesakit itu ?" Ucap Aldi
"Baiklah kalau begitu bagaimana kalau ini" ucap Zahra menarik ekor kucing Aldi
Waktu cepat berlalu hingga pada sore hari Anisa sudah selesai sekolah dan menghampiri mereka
"Kaka sudah datang" ucap Anisa
"Kakak ayo cepat kita pulang" ucap Aldi
"Baiklah baiklah" ucap Anisa
"Bagaimana hari pertama dek Aldi dan dek Zahra ?" Ucap Anisa
"Yah membosankan semua pelajarannya gampang sekali" ucap Aldi
"Yah seluruh pertanyaan dari lomba kelas kakak yang mengambilnya semua, kami tidak kebagian" ucap Andini
"Wah benarkan adik kakak memang hebat " ucap Anisa mengelus kepala Aldi
"Yah enak sekali tugasnya adek di seluruh maju ke depan menggunakan rumus kakak yang sudah adek poles sedikit" ucap Aldi
"Rumus yang mana ?" Ucap Anisa
"Rumus yang waktu itu kakak hafalkan" ucap Aldi
"Maksud adek Aldi rumus yang panjang ?" Ucap Anisa
"Iya cuman adek memolesnya menjadi lebih pendek" ucap Aldi
"Wah kakak saja susah menghafalnya " ucap Anisa
"Makanya adek poles" ucap Aldi
"Kalau Zahra bagaimana ?" Ucap Anisa
"Yah begitu deh kak Anisa juga tidak begitu mengerti pelajarannya" ucap Zahra
"Kalau begitu nanti kak Anisa ajarin ya" ucap Anisa
"Boleh kak ?" Ucap Zahra
"Ya tentu saja" ucap Anisa
"Baiklah sepertinya kita sudah sampai di kereta kuda kita" ucap Aldi
__ADS_1
Mereka memasuki kereta kuda dan mereka pulang ke kerajaan pada sore itu