
"apakah anda marah tuan muda ?"ucap Wandy
"Tentu saja tidak bagaimana saya bisa menentang sang raja mutlak "ucap Aldi tersenyum
"Anda sungguh kuat tuan muda"ucap Wandy
"HM ? Apa maksudmu Wandy ?"ucap Aldi
"Maksud saya saat anda sedih pun anda masih bisa tersenyum"ucap Wandy
"Yah mungkin suatu hari nanti saya tidak akan bisa mempertahankan senyum ini Wandy"ucap Aldi
"Kenapa tuan muda ?"ucap Wandy
"Tidak, hanya saja hati saya semakin sakit sakit saat mempertahankan senyum ini, tetapi entah mengapa saat demikian...."ucap Aldi tersenyum dan meneteskan air mata
"Tuan muda sudahlah"ucap Wandy memeluk Aldi
"Wandy, terimakasih"ucap Aldi
"Tidak apa apa tuan muda karena saya adalah pedang anda"ucap Wandy
"Baiklah bagaimana jika kita kembali ke kamar ?"ucap Aldi
"Baiklah "ucap Aldi
Aldi dan Wandy kembali ke kamar saat membuka kamar tampak Wendy yang masih tertidur pulas
"Wah Wendy masih tertidur ya ?"ucap Aldi tersenyum
"Iya tuan muda, apakah saya harus membangunkannya ?"ucap Wandy
"Tidak perlu tampaknya Wendy sangat pulas sekali tidur kita tidak perlu membangunkannya"ucap Aldi tersenyum
"Baiklah tuan muda jadi kita akan tidur di mana ?"ucap Wandy
"Di lantai saja"ucap Aldi tersenyum
"Baiklah kalau begitu"ucap Wandy menuju ke arah Wendy tidur
"Hei kakak bodoh bangun"ucap Wandy menampar Wandy
Dengan reflek cepat Wendy langsung menangkap tangan Wandy
"Ada apa ?"ucap Wendy
"Bisa kau minggir tuan Aldi ingin tidur "ucap Wandy
"Hormat saya kepada yang mulia obelia"ucap Wendy berlutut
"Bukannya tempat tidur ini lebar kenapa tidak kita bertiga saja yang tidur di sini ?"ucap Wendy
"Lebar ?"ucap Wandy
"Kau tidur melintang dan hampir saja tuan Aldi ingin tidur di lantai melihat kau tertidur seperti itu"ucap Wandy
"Mohon maaf tuan muda saya tidak bermaksud demikian"ucap Wendy berlutut
"Baiklah tidak apa apa"ucap Aldi tersenyum
"Jadi bagaimana ?"ucap Wendy
"Ya seperti kemarin malam saja"ucap Aldi tersenyum
"Oh, ya tuan muda di tengah dan kami akan berada di kanan dan kiri tuan muda saja untuk memastikan tuan muda aman"ucap Wandy
"Hmm, baiklah "ucap Wendy
"Tapi Wendy kenapa hari ini Wendy banyak tidur ?"ucap Aldi khawatir
"Saya sangat kelelahan tuan muda hari ini"ucap Wandy
"Oh, baiklah kalau begitu kita harus tidur besok kita akan melakukan kerja berat"ucap Aldi
"Baiklah tuan muda"ucap Wandy dan Wendy
Pukul 2:34
"Kak apakah kau sudah tidur ?"ucap Wandy
"Apa ?"ucap Wendy
"Aku hanya ingin bertanya apakah kau berbohong pada tuan Aldi tadi ?"ucap Wandy
"Tid.... Ini bukan urusanmu Wandy"ucap Wendy
"Kita ini saudara apakah kau ingin menyimpan suatu rahasia dari saudara ?"ucap Wandy
"Maaf Wandy.."ucap Wendy tidur
Keesokan paginya
Pukul 05:03
Aldi bangun dari tempat tidur meninggalkan Wandy dan Wendy yang masih tidur
Aldi berjalan menuju kamar Andi dan tampak Andi sedang berdiri di depan kamar
__ADS_1
"Ayahanda pukul berapa kita akan berangkat ?"ucap Aldi
"Mungkin pukul 10:45"ucap Andi
"Baiklah ayahanda"ucap Aldi
"Aldi ingin kemanan?"ucap Andi
"Ya, Aldi ingin lari pagi ayahanda"ucap Aldi
"Baiklah tapi pastikan Aldi di kawal oleh beberapa pengawal"ucap Andi
"Baiklah"ucap Aldi
Aldi kembali ke kamar untuk membangunkan Wendy dan Wandy
Tampak di depan kamar Wendy sedang mencari Aldi
"Ada apa Wendy ?"ucap Aldi
"Hormat saya kepada yang mulia obelia"ucap Wendy berlutut
"Tuan muda, kenapa anda pergi keluar kamar tidak bilang bilang "ucap Wendy
"Maaf maaf"ucap Aldi
"Apakah tidur anda cukup ?" Ucap Wandy
"Entahlah "ucap Aldi
"Anda semalam tidur pukul sekitar pukul 12:50 dan anda sudah bangun pukul 05:03 ?"ucap Wendy
"Yah saya juga merasa mengantuk"ucap Aldi
"Sebaiknya anda memang tidak usah lari pagi saja tuan muda"ucap Wendy
"Tidak Wendy, kita harus lari pagi untuk kesehatan kita apakah Wendy ingin ikut ?"ucap Aldi
"Baiklah kalau tuan muda sudah seperti itu saya akan ikut"ucap Wendy
"Tapi sebelum itu saya ingin mengganti baju dulu" ucap Aldi
"Baiklah tuan muda"ucap Wendy
Setelah mengganti baju menggunakan baju untuk lari pagi
"Baiklah mari kita pergi "ucap Aldi tersenyum
Pukul 06:37
Aldi dan Wendy pergi untuk lari pagi di kerajaan domba
"Wah tampan sekali"ucap beberapa orang berbisik
"Kira kira siapa ya ?"ucap salah satu orang berbisik
Tampak dari jauh banyak kerumunan orang yang sedang berkumpul
"Ada apa di sana ?"ucap Aldi
"Mungkin ada keluarga bangsawan dari kerajaan ini tuan muda "ucap Wendy
"Oh, begitu"ucap Aldi
"Jadi kita akan menembus atau tidak tuan muda ?"ucap Wendy
"Jangan, sebaiknya kita ambil jalan memutar saja Wendy"ucap Aldi
"Baiklah"ucap Wendy
Wendy dan Aldi mengambil jalan lain
"Kalian berdua !!"ucap salah satu pengawal bangsawan itu
"HM ?"ucap Aldi
"Apa ?"ucap Wendy
Semua orang yang tadi berkerumun pun menepi, tampak sebuah kereta besar yang dikawal banyak sekali pengawal dan di depan sekali pengawal dengan zirah berlapis emas
"Kalian sudah tidak hormat karena sudah tidak bersujud kepada sang putri kami"ucap pengawal putri itu
"HM, memangnya putrimu tuhan sampai sampai kami harus bersujud ?"ucap Wendy
"Sialan"ucap pengawal putri itu
"Baiklah bagaimana kalau kita berduel ?"ucap Wendy
"Apa taruhannya ?"ucap pengawal putri itu
"Bagaimana kalau jika saya kalah dalam duel ini kau dan putrimu akan sujud di hadapan pangeran"ucap Wendy tersenyum
"HM, bagaimana mungkin orang itu masih ingin menentang Wendy yang merupakan jendral kucing terkuat setelah melihat ciri khas Wendy ? Bertelinga kucing dan berekor ?"ucap Aldi di dalam hati
"Sialan kenapa kami harus sujud kepada nya?"ucap pengawal putri itu
"Aku dengar seorang kesatria tidak akan pernah menarik kata katanya dan tidak pernah lari dari pertempuran "ucap Wendy
__ADS_1
"Jika aku lihat mereka berdua hanya bocah, terlebih lagi mereka juga bukan bangsawan melihat baju mereka yang biasa saja, dan yang lebih penting kenapa mereka tidak memiliki ciri khas dari suatu kasta baik itu telinga maupun ekor ?"ucap pengawal putri itu di dalam hati
"Baiklah baiklah jadi kapan kau akan menyerang ?"ucap Wendy
"Sialan"ucap semua pengawal putri itu bergerak menyerang Wendy
"Baiklah bagaimana kalau...."ucap Wendy tersenyum
Tekanan di sekitar Wendy berubah dan tanah yang Wendy pijak pun rusak
"Kahak, tekanan macam apa ini ?"ucap semua pengawal
Tampak Wendy yang dikelilingi spirit berwarna merah dan tampak pula ekor kucing dan telinga kucing
Dengan tatapan tajam dan dingin Wendy berkata
"Bersujud di hadapan yang mulia pangeran Aldi de obelia !!"ucap Wendy
Dengan serentak semua pengawal putri itu bersujud di hadapan Aldi
"S-s-sial tidak salah lagi ini adalah jendral kucing "ucap kepala pengawal putri itu
"Siapa yang mengizinkan kau untuk berbicara !!"ucap Wendy
"Sujud lebih dalam lagi dan tutup mulut kalian !!"ucap Wendy
"Kekuatan ini adalah kekuatan yang dimiliki oleh semua jendral kucing, setingkat, atau diatasnya, kalau tidak salah nama kekuatan ini adalah penunduk"ucap kepala pengawal putri itu
"Ya benar aku adalah jendral kucing Wendy, jendral kucing devisi singa"ucap Wendy
"Apa dia jendral devisi singa ?"ucap salah satu pengawal di dalam hati
"Ya aku adalah jendral devisi singa"ucap Wendy
"Tapi dengan badan seperti itu dia terlihat seperti bocah"ucap salah satu pengawal
"Oh, iya aku lupa kalian kan belum mengucapkan salam penghormatan kepada tuan muda"ucap Wendy
"Hormat kami kepada yang mulia de obelia"ucap semua pengawal serentak
"Baiklah tanpa basa basi lagi"ucap Wendy
Tiba tida tampak ada busur panah di tanah Wendy dengan cepat Wendy melesatkan anak panah ke kereta putri itu
"Sialan dia menyerang putri"ucap salah satu pengawal di dalam hati
"Sialan aku tidak bisa bergerak"ucap kepala pengawal putri
Pintu kereta itu pun terbuka
"Maaf, atas kesalahan pengawal saya"ucap putri yang keluar dari kereta itu usia putri itu kurang lebih hampir sama dengan Aldi putri itu tampak cantik dengan dikelilingi aksesoris aksesoris seperti cincin anting dan mahkota yang mahal dengan rambut berwarna merah muda dan ekor kecil berwarna putih
"seperti yang saya katakan anda harus bersujud kepada Yang mulia pengeran Aldi de obelia"ucap Wendy
"Baiklah"ucap putri itu tanpa pikir panjang
"Sudah cukup Wendy hentikan semua ini"ucap Aldi marah
Wendy melepaskan mantra penunduk nya
"Tuan putri maaf atas kesalahan pengawal pribadi saya"ucap Aldi
"Tidak apa apa pengaeran"ucap putri itu
"Perkenalkan nama saya adalah Aldi de obelia anak ke dua dari raja kucing"ucap Aldi
"Perkenalkan nama saya adalah Merlin "
"Maaf telah berbuat kekacauan di negri anda putri"ucap Aldi menundukkan kepala
"Apakah saya harus bersujud untuk meminta maaf kepada anda ?"ucap Aldi
"Tidak perlu pangeran"ucap putri Merlin
"Wah rumornya memang benar pangeran kerajaan kucing benar benar tampan"ucap putri Merlin di dalam hati
"Baiklah, bagaimana kalau saya mengajak anda untuk makan di restoran mewah kerajaan ini sebagai permintaan maaf karena pengawal saya yang bersikap semena mena "ucap putri Merlin
Aldi menatap Wendy dan Wendy mengangguk
"Baiklah putri saya akan menerima tawaran anda"ucap Aldi tersenyum
"Tidak salah lagi dia adalah pengeran yang paling tampan"ucap putri Merlin di dalam hati
Mereka pergi ke restoran yang sangat indah dengan menggunakan kereta kerajaan domba dan tentu saja Wendy menunggu di luar seperti pengawal lain
"HM, sepertinya masih ada perbedaan status sosial yang sangat mencolok di kerajaan domba ini ya ?"ucap Aldi di dalam hati
"Jika dilihat pangeran ini semangkon tampan saja "ucap putri Merlin memperhatikan Aldi
"HM? Ada apa putri ?"ucap Aldi
"Tidak"ucap putri Merlin dengan wajah memerah
"Apakah tempatnya masih jauh putri ?"ucap Aldi mengalihkan perhatian
"HM, saya rasa tidak terlalu jauh lagi pengeran"ucap ok putri Merlin
__ADS_1
"Hm, begitu ?"ucap Aldi
"Pangeran apakah anda sudah memiliki pasangan ?"ucap putri Merlin